
Cinta sejati bukanlah bagaimana kamu memaafkan, tetapi bagaimana kamu melupakan, bukan apa yang kamu lihat tetapi apa yang kamu rasakan, bukan bagaimana kamu mendengarkan tetapi bagaimana kamu mengerti, dan bukan bagaimana kamu melepaskan tetapi bagaimana kamu bertahan.
...💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕...
Setelah pertemuan tadi, aku merasakan ada sesuatu yang berbeda. Seperti ada getaran yang ku rasakan saat berada didekat Bimo.
Perasaan senang dan bahagia, itu yang kini ku ketahui! Sudah lama sekali perasaan seperti itu kembali lagi, setelah menghilang lama karena rasa kecewa dan sakit hati yang ku rasakan.
Bimo adalah lelaki pertama yang mendekati ku sejak perceraian ku dengan Abim. Aku memang menutup diriku, rasa takut akan suatu kegagalan dalam rumah tangga masih ku rasakan.
Aku tidak pernah memikirkan untuk mencari pengganti Abim. Terserah Allah mau bagaimana membawa ku? Yang terpenting dalam hidup ku adalah membahagiakan buah hatiku.
.
.
Dirumah Bimo..
Jam 19.00 WIB
Bimo baru saja kembali dari Ponpes tempatnya mengajar! Ketika Bimo lewat didepan kamar ummi, Bimo melihat ummi yang sedang membuka hadiah.
Bimo pun penasaran dan mendekati kamar ummi. Lalu membuka pintu kamar.
Cekrek...
"Assalamualaikum ummi!"
Bimo pun masuk kedalam kamar dan mendekati ummi yang sedang membuka hadiah satu persatu. Kemudian Bimo mencium tangan ummi.
"Waalaikumsalam! Bim, kamu sudah pulang?"
"Udah ummi baru saja! Ummi lagi buka hadiah ya?"
"Iya Bim! Baru aja selesai!"
"Ehmm.. apa ada yang ummi suka, dari kesemua hadiah yang ummi buka?" Tanya Bimo penasaran, hadiah apa yang diberikan oleh pujaan hatinya!
"Ada bim! Bagus banget! Dari semua hadiah yang dikasih sama ummi, ini yang paling sederhana! Tapi ummi suka!"
Ummi menunjukkan hadiah yang disukai oleh ummi adalah gamis dan hijabnya.
"Bagus kan Bim, ini dari seseorang namanya Amanda! Sepertinya ummi belum kenal. Oh iya kalau gak salah yang datang sama anak kecil!"
Bimo tersenyum ketika mendengar nama itu, ternyata hadiah dari ku disukai oleh ummi Dwi.
"Ummi suka hadiah itu?"
"Ya, bagus sekali! Amanda siapanya Arif?"
Bimo terdiam sesaat untuk mengumpulkan keberanian agar dapat bercerita kepada ummi!
"Ummi, boleh aku foto dulu! Mau aku tanyain apa benar ini dari Amanda yang dimaksud ummi."
Ummi memberikan gamis itu kepada Bimo, lalu Bimo memfotonya. Dikirimkan melalui pesan WhatsApp kepada ku.
.
.
Tak lama notif pesan WhatsApp terdengar diponsel Bimo.
Ternyata benar, itu dari Manda. Batin Bimo sambil membaca isi pesan WhatsApp dari ku.
__ADS_1
"Bim, Bimo sayang! Bagaimana benar Amanda yang kamu maksud itu yang datang bersama Arif?"
"Iya ummi!"
"Sampaikan terima kasih ummi padanya! Ummi suka hadiahnya! Oh iya Bim, dia itu siapa Arif?"
"Amanda kakaknya Arif! Ummi, maaf aku mau tanya! Menurut ummi apa aku bebas menentukan pilihan hidup ku, apalagi mengenai jodoh ku?"
Bimo mengucapkan sangat hati-hati sekali. Ia tidak ingin apa yang disampaikan kepada ummi, menjadi salah paham!
"Mana pernah ummi dan abi mengatur soal masa depan kamu, apalagi masalah jodoh. Yang terpenting apa yang menjadi masa depan kamu adalah pilihan terbaik. Terutama soal jodoh. Abi sama ummi hanya bisa memberikan masukan, diterima atau tidak. Itu semua kembali lagi sama kamu! Ehmm.. apa kamu sudah ada calonnya! Kalau begitu coba kenalkan sama ummi."
Wajah Bimo seketika menjadi merah karena ummi memandangnya dengan tatapan penuh tanda tanya?
"Ehmm..ada ummi, tapi...?"
"Mas Bimo mau nikah, ehmm sama siapa? Pasti Latifa ya?" Celetuk Audy adik mas Bimo yang usil.
Bimo tidak mendengarkan perkataan adiknya. Bimo menyudahi obrolan dengan ummi. Bimo tidak ingin Audy ikut campur mengenai masalah pribadinya.
Akhirnya Bimo kembali kekamarnya.
Didalam kamar yang begitu luas untuk seorang lelaki single seperti Bimo.
Bimo membaringkan tubuhnya yang lelah diatas kasur. Dalam otaknya ia terus memikirkan tentang ku.
Bayang-bayang kebersamaan membuat ku dan Bimo, membuat seorang Bimo mabuk kepayang. Rasanya kala itu dunia hanya milik berdua.
Sedang apa kamu, Manda? Padahal tadi pagi kita baru aja ketemu, tapi kenapa? Aku ingin selalu didekat mu? Rasa nyaman itu yang selalu ingin berada disamping mu!
Ucap Bimo sendirian didalam kamarnya!
Tok..tok..
"Masuk."
Cekrekkk...
Bik Ijah masuk kedalam kamar Bimo. Kemudian bik Ijah menyampaikan pesan bahwa diluar ada Latifa dan keluarganya.
Bimo yang mengetahui itu segera turun dan melihatnya.
.
.
Bimo melihat orang tua Latifa dan Latifa yang datang berkunjung. Kemudian Bimo berjabat tangan dengan keduanya.
Bimo kemudian duduk diantara mereka semua.
Tak lama bik Ijah datang membawa makanan dan minuman kemeja.
Mata Bimo tiba-tiba saja fokus kearah ummi. Bimo tersenyum tipis. Ia senang karena ummi memakai hadiah yang diberikan oleh ku.
Pada saat yang bersamaan abi memperhatikan Bimo.
"Bim, ada apa? Kok melihat ummi terus?"
"Itu abi, ummi pakai hadiah pemberian dari Amanda."
"Amanda!" Semua orang terkejut mendengar nama yang asing ditelinga mereka.
Ummi tersenyum, karena melihat semuanya tercengang dengan nama itu
__ADS_1
"Kenapa dengan kalian semua? Heran dengan nama itu? Coba tanya sama Bimo? Nama itu sepertinya spesial buat Bimo?"
Lagi-lagi ummi meledeknya sehingga membuat wajah Bimo kembali memerah dan menunduk karena malu!
"Oh iya om dan tante ada apa kesini! Dadakan.. biasanya kasih kabar dulu kalau mau kesini?"
Tanya Bimo yang mengalihkan pembicaraan!
"Om mau bicara serius mengenai sesuatu!" Ucap Om Dony.
"Soal apa mas? Kelihatannya serius sekali?" Tanya abi dengan ingin taunya!
Semuanya tampak serius dan ingin mengetahuinya. Suasana pun menjadi hening!
"Ini soal Latifa dan Bimo!" Kata om Dony.
Bimo mengerutkan dahinya, ia binggung tentang apa yang dikatakan oleh om Dony.
Hubungan? Memang ada apa aku sama Latifa? Aku hanya menganggap Latifa sebagai adik, tidak lebih dari itu! Ungkap Bimo dalam hatinya!
"Maaf memang ada hubungan apa Latifa sama Bimo?" Timpal Abi ingin tau!
"Om, maaf sebelumnya! Aku sama Latifa tidak ada hubungan apa-apa? Aku hanya menganggap Latifa sebagai adik. Dan yang perlu om dan tante serta Latifa ketahui, bahwa aku sudah punya calon sendiri! Sekali lagi aku minta maaf!" Ucap Bimo percaya diri.
Bimo hanya tidak mau kalau kedekatannya dengan Latifa terlalu dilebihkan. Dan sebelum semuanya salah paham, Bimo akhirnya mengutarakan bahwa dirinya memang sudah mempunyai calon pendamping hidup tinggal menunggu saja saat yang tepat untuk dikenalkan dengan orang tuanya!
.
.
Latifa yang mendengar apa yang dikatakan oleh Bimo menjadi sedih. Selama ini Latifa selalu berharap bahwa Bimo juga menyukainya tapi pada kenyataan tidak.
Om Dony dan Tante Lidia yang mengetahui itu sungguh marah dan kecewa!
"Bimo kamu sudah sangat mengecewakan saya, saya tidak terjma ini. Ingat itu! Juga untuk kalian berdua hubungan pertemanan kita sampai disini!"
Om Donny sangat marah pada Bimo juga pada ummi dan abi. Latifa dan orang tuanya pergi begitu saja tanpa pamit.
.
.
Setelah Kepergian Latifa dan orang tuanya, Bimo mendapatkan begitu banyak pertanyaan dari Abi dan ummi!
Disituasi seperti ini Bimo masih tetap tenang. Ia selalu menghadapi setiap permasalahan dengan tenang, bijak dan sabar tanpa emosi.
Tetap tersenyum walaupun ada orang yang memakinya atau menyakitinya.
"Bim, coba jelaskan!" Pinta Abi pada Bimo.
"Abi .. umi.. maaf kalau tadi sudah buat kecewa dan bikin malu Abi sama ummi. Tapi apa yang aku utarakan adalah memang benar. Aku sama sekali tidak mempunyai perasaan apa-apa sama Latifa. Aku ... sedang dekat dengan seseorang! Namanya Amanda!"
Bimo berhenti sebentar untuk mengatur napasnya.
"Dia kakaknya Arif, aku mengenalnya sudah cukup lama. Baik, sopan dan ramah. Dia seorang janda dan mempunyai anak dua. Mantan suaminya selingkuh!"
"Astaghfirullah allazim, Bimo. Apa ga ada wanita lain saja!" Ungkap ummi terkejut.
"Ummi .. Abi. Aku mohon tolong kenal lebih mendalam tentang Amanda. Jangan menilai karena dia seorang janda! Tapi kenalah dia sebagai seorang perempuan muslim yang berjuang demi membesarkan anak-anaknya!" Pinta Bimo
Abi dan ummi terdiam. Ada perasaan kecewa terhadap Bimo! Tapi apa salahnya jika mengenal terlebih dahulu sosok perempuan yang dipilih Bimo!
...Happy Reading...
__ADS_1