
Dirumah..
Jam 19.30 WIB
Bimo dan Harris sudah sampai dirumah. Keduanya berjalan memasuki rumah.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Jawab mbok Darmi yang membuka pintu!
Bimo dan Harris berjalan masuk kedalam rumah. Kemudian duduk diruang tamu. Mbok Darmi mengikuti dari belakang!
"Maaf mas Bimo dan mas Harris mau minum apa?"
"Minuman dingin aja... kalau kamu Bim?" Kata Harris.
"Air putih aja!"
Mbok Darmi langsung bergegas kedapur untuk membuatkan minuman.
.
.
Harris dan Bimo berbincang membahas tentang yang terjadi dirumah orang tuanya.
"Apa kata Adlan, Bim?"
"Dia tidak mau mengaku!" Jawab Bimo.
"Lalu.." Ucap Harris dan tiba-tiba kata-katanya terhenti ketika melihat kedatangan Audy yang menyelonong masuk kedalam.
Bimo dan Harris tercengang ketika melihat Audy datang secara tiba-tiba.
"Audy, apa ini yang ummi dan abi ajarkan?" Ucap Bimo menasehati adiknya!
Audy berjalan mendekat kearah Bimo, lalu duduk disampingnya!
"Mas, cerita yang sebenarnya ada apa? Mas Adlan dan bik Ijah gak mau cerita. Terus aku harus tanya sama siapa?"
Bimo menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya seperti itu! Bimo menarik napas dalam-dalam agar bisa meredam emosinya.
"Mas, jangan diam aja! Aku tuh tanya? Apa mas Bimo yang pukul mas Adlan?" Tanya Audy lagi dan suaranya mengencang.
.
.
.
Aku yang sedang dikamar, mendengar suara dari arah ruang tamu. Lalu melangkahkan kaki kesana dan melihat ada Audy, Bimo dan Harris sedang berbincang.
"Audy.. mas Harris disini juga! Ada apa ramai sekali disini!" Kata ku yang kemudian duduk disamping Bimo.
"Kamu udah bangun sayang?" Ucap Bimo yang begitu mengkhawatirkan ku. Kemudian tangannya menggenggam erat tangan ku dan tersenyum lebar!
Melihat keromantisan antara Audy dan Bimo, Audy kesal dan berkata. "Gak usah pamer disini ...kali!!"
"Audy bisa sopan gak! Kalau kamu masih begitu! Lebih baik, kamu pergi dari sini!" Kata Bimo.
"Aku akan pergi setelah mendapatkan jawabannya!"
Pembicaraan terhenti ketika melihat mbok Darmi datang dengan membawa minuman buat majikannya dan diletakkannya dimeja.
__ADS_1
Setelah Kepergian mbok Darmi Bimo menjawab pertanyaan adiknya.
"Adlan telah melecehkan Manda, istri ku! Itu suami yang kamu banggakan selama ini! Kamu sendiri tidak tau bagaimana tingkah lakunya diluar sana dan aku juga yang sudah memukulnya!"
"Iya .. itu yang terjadi sebenarnya Audy. Terserah kamu mau percaya atau gak. Tapi yang pasti aku tidak akan membiarkan Adlan bebas."
"Itu semua gak benar kan? Itu semua bobong? Ini semua karena mas Bimo tidak menyukainya kan" Teriak Audy histeris dan tidak percaya!
Audy tidak percaya kalau suaminya akan tega melecehkan istri kakaknya. Selama ini Audy hanya tau Adlan sangat baik didepannya dan selalu bersikap manis kepadanya!
"Audy, sebaiknya kamu cari tau sendiri?" Celetuk Harris!
"Aku akan cari tau! Aku permisi pulang. Assalamualaikum." Jawab Audy dan pergi dengan berpamitan kepada semuanya.
Setelah Kepergian Audy, Bimo menyuruh Harris untuk mengorek lebih dalam kesaksian bik Ijah dan mencari bukti lainnya.
Harris permisi pulang karena hari semakin sore. "Bim..Manda.. terima kasih minumannya dan sekalian mau pamit! Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam!" Jawab bersamaan!
Setelah Kepergian Harris, aku dan Bimo melihat keadaan kakek Aryan didalam kamarnya. Ternyata kakek baru saja minum susu yang dibuatkan oleh mbok Darmi.
Kakek tersenyum dengan menampakkan giginya yang sudah ompong, ketika melihat ku dan Bimo datang!
"Sudah habis susunya, kek?" Tanya ku..
"Sudah!"
"Tadi kakek dengar suara ribut. Seperti suara kamu sama Adlan. Tapi kakek gak bisa keluar, kaki kakek sakit."
"Jadi kakek mendengarnya! Apa suaranya terdengar jelas sekali?" Tanya Bimo penasaran!
"Ya tentu saja kakek masih jelas mendengarnya, yang sakit itu kan kakinya, tapi pendengaran kakek masih jelas?"
"Tentu saja! Kenapa tidak! Anak itu sudah keterlaluan!"
"Ya sudah kakek sekarang istirahat saja dahulu."
"Baiklah."
Kakek Aryan kembali menonton tv yang berada dikamarnya. Sedangkan aku dan Bimo keluar dari kamar kakek. Kemudian langkah kaki menuju ruang makan.
Perut Bimo sudah terasa lapar, karena dari Bimo belum makan. Kemudian aku memanggil bik Ijah untuk menyiapkan makanan.
.
.
Bik Ijah sudah selesai menyiapkan makanan diatas meja. Bik Ijah tadi memasak Sayur capcay, balado kentang dan ayam goreng.
Bimo yang melihat, rasanya sudah tidak sabar untuk menyantap makanan tersebut! Aku mengambil piring dan mengisinya dengan nasi, balado kentang, dan ayam goreng! Kemudian memberikan pada Bimo yang sudah menunggu dari tadi.
"Terima kasih sayang! Kamu gak makan?" Ucap Bimo sambil menyendok nasi kedalam mulutnya.
"Enggak kepingin mas!"
"Ayo buku mulutnya.." Suruh Bimo yang menyodorkan sendok berisi nasi kedalam mulut ku.
Aku membuka mulut dengar lebarnya. Nasi masuk kedalam mulut ku yang lebar. Kemudian mengunyahnya dengan halus. Hingga kami berdua makan dalam satu piring dan seterusnya sampai nasi dipiring tidak tersisa.
Selesai makan Bimo mengantar aku untuk beristirahat dikamar. Sedangkan Bimo harus melanjutkan mengaji.
****
__ADS_1
Keesokan paginya..
Jam 10.00 WIB
Aku dan kakek pergi kerumah mama Atika dengan diantar oleh Bimo dengan mengendarai mobil. Mobil melaju dengan pelan, karena membawa ku dan kakek.
Dalam perjalanan ...kakek begitu senang karena diajak jalan. Semenjak sakit, kakek dirumah saja. Makanya ketika aku dan Bimo mengajaknya pergi, kakek langsung senang sekali.
Dalam perjalanan.. kakek memandang arah luar jendela. Begitu menikmati suasana jalan yang tampak ramai dengan motor dan mobil berlalu lalang. Kakek juga menikmati pemandangan luar sambil berbincang dengan aku dan Bimo.
.
.
Dirumah mama Atika...
Sampai dirumah mama Atika. Bimo, aku dan kakek turun dari mobil. Bimo mengambil kursi roda dari bagasi mobil. Lalu kakek duduk dikursi roda dengan didorong oleh Bimo.
Ku lihat mama yang sudah menunggu diambang pintu pagar. Kemudian berjalan kearahnya. Diikuti oleh kakek dan Bimo.
Aku, Bimo dan Kakek mengucapkan salam secara bersamaan. "Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam!" Jawab mama.
Kami saling bersalaman. Kemudian mama mengajak kami semua untuk masuk kedalam.
Dan Kami semua duduk dikursi.
"Abi..bunda..!" Teriak Aisyah dan Sisil berbarengan. Keduanya mencium tangan aku, Bimo dan kakek.
"Abi mau jemput kami ya?" Tanya Aisyah yang duduk dipangkuan abinya.
"Iya! Emang adek gak mau pulang?"
"Mau sih tapi nanti, masih pingin disini!" Jawabnya!
"Kalau kakak juga mau pulang!"
"Enggak bun. Nanti aja, masih pingin disini sama uti!" Jawab Sisil.
"Kalian berdua gak lupa sholat sama hapalannya?"
"Aku gak lupa hapalan surat yang disuruh abi!" Jawab Sisil.
"Aku juga, gak lupa hapalannya! Kan mau hadiah dari abi!"
'Nanti abi tes, setelah kalian berdua pulang kerumah! Ini ada uang jajan buat kalian berdua, ingat uangnya sebagian ditabung. Jangan boros!!"
"Asyik! Terima kasih abi!" Teriak Aisyah karena mendapatkan uang jajan.
"Terima kasih abi!" Kata Sisil.
Bimo selalu membiasakan anak-anak untuk belajar ilmu agama dan hapalan surat setiap harinya. Apalagi untuk Sisil yang sudah lebih dewasa. Jika mereka berhasil akan mendapatkan suatu hadiah untuk penyemangat belajar buat mereka.
"Astaghfirullah allazim, mama sampai lupa buat minum untuk kalian. Sebentar ya!"
Mama pergi kedapur untuk membuat minum. Aku pun menyusul mama untuk membantu.
Membuatkan empat gelas teh manis untuk semuanya serta kue bolu talas. Kemudian membawanya kedepan dan diletakkan diatas meja.
"Mas Bimo minum dulu. Kakek ayo minum dulu!"
Kakek dan Bimo juga meminum teh secara perlahan. Kemudian menikmati bolu talas yang dibeli oleh mama.
__ADS_1