
Bimo dan Harris ada tugas syiar di kota Surabaya. Kebetulan Bimo mengajak ku untuk ikut pergi bersama, karena anak-anak sedang tidak ada dirumah. Mereka berdua menginap dirumah mama Atika.
Aku, Bimo dan Harris menaiki pesawat untuk tiba di Surabaya. Hanya memakan waktu sebentar saja.
Untung saja kondisi ku sudah tidak mabuk lagi. Keadaan janin ku juga dalam keadaan baik. Jadi Bimo memberanikan diri untuk mengajakku ikut serta.
Kalau keadaan Audy masih tetap sama, abi dan ummi sepakat untuk membawa Audy kepsikiater tapi setelah menunggu Bimo kembali dari Surabaya.
Surabaya...
Untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di kota Surabaya.
Tiba di hotel ...
Jam 15.00 WIB
Aku melihat pemandangan kota Surabaya dari balkon kamar hotel ku, yang begitu indah. Orang-orangnya juga ramah sekali.
Aku berdiri sambil menikmati angin segar yang begitu terasa sejuk. Tiba-tiba saja mata ku fokus pada satu arah. Dimana ada Adlan dan Reyna yang sedang duduk dipinggir kolam renang sambil tertawa.
Itu seperti Adlan dan Reyna. Sebaiknya aku turun untuk melihatnya. Batin ku ragu, takut akan yang kulihat adalah salah.
Aku keluar kamar dengan berlari tanpa pamit dengan Bimo yang sedang berada dikamar mandi.
Menuruni lantai satu persatu mengunakan lift. Setelah berada dilantai, dimana Adlan dan Reyna berada. Aku terus mencari keberadaan kolam renang.
Disana.. Kata ku pelan dan mataku melihat kolam renang yang ada diujung.
Aku terus berlari dan saat tiba di kolam renang. Mataku mencari dan melihat sekeliling, tapi Adlan dan Reyna tidak ada.
Menyusuri sepanjang jalan dikolam renang tapi yang dicari tidak ada! Kedua orang itu benar tidak ada!
Apakah aku salah lihat! Mungkin itu bukan Adlan dan Reyna. Tapi orang lain! Batin ku.
Dertt....
Suara ponsel ku berbunyi. Itu adalah panggilan dari Bimo. Ku angkat panggilan tersebut.
"Assalamualaikum." Kata ku.
"Waalaikumsalam. Sayang kamu dimana sekarang?"
"A-aku lagi dikolam renang mas! Nanti aku ceritakan! Aku sekarang kembali kekamar!"
"Ya sudah! Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam!"
Setelah menutup telepon tersebut! Dengan cepat aku berjalan menaiki lift untuk sampai kekamar.
Lift pun sampai dilantai tujuh. Pintu lift terbuka dan aku berjalan keluar lift. Berjalan sedikit untuk sampai didepan kamar!
Tok..tok..
Cekrek...
Bimo membuka pintu kamar dan melihat ku.
"Assalamualaikum mas!" Kata ku dan melangkah masuk!
"Waalaikumsalam!"
Aku duduk dikursi bersama Bimo. Terlihat wajah Bimo yang sudah tidak sabar untuk mendengarkan cerita. Aku tersenyum manis dihadapannya dan memulai untuk bercerita!
"Begini mas! Waktu aku berdiri tadi dibalkon kamar! Dari atas kamar kita aku melihat kebawah disana ada dua orang yang aku kenal!"
Kata-kata ku terhenti sejenak yang membuat Bimo semakin penasaran.
__ADS_1
"Siapa?"
"Ehmm..Adlan sama Reyna. Tapi mungkin aku salah lihat mas. Setelah aku sampai dikolam renang mereka tidak ada."
"Kalau tidak ada, bukan berarti itu bukan mereka. Mungkin memang itu mereka. Tapi saat kamu sampai mereka berdua sudah meninggalkan kolam renang."
"Mungkin juga." Jawab ku sedikit agak ragu.
"Sayang, kalau memang itu benar-benar Adlan. Aku semakin khawatir terhadap kamu sayang. Aku gak mau Adlan sampai melihat kamu. Sebaiknya jangan pernah berjalan sendiri tanpa aku! Paham!"
Melihat kekhawatiran Bimo, aku merasa bahagia sekali. Ku pandangi wajahnya yang dapat membuat ku merasa damai.
Sungguh beruntungnya aku memiliki suami yang sayang dan perhatian seperti kamu mas Bimo! Kata ku pelan tapi Bimo mendengarnya.
Bimo hanya tersenyum mendengar kata-kata ku. Bimo seperti tersanjung kala itu.
Tok..tok...
"Sebentar ya sayang!" Kata Bimo dan melangkah kearah pintu.
Cekrek..
Bimo membuka pintu lalu melihat lelaki yang dikenalnya! Itu adalah Harris.
Harris masuk kedalam sambil mengucapkan salam! "Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam! Silahkan duduk, Ris!" Ucap Bimo.
Keduanya duduk dikursi, sedangkan aku langsung mengambilkan minum untuk Harris!
Ku bawa segelas kopi dan diletakkan dimeja. "Silahkan mas, diminum!"
"Terima kasih!"
"Begini sayang, Harris kesini ingin mengajak kita ketemu dengan panitia acara."
"Aku ikut sama kamu juga, mas!"
Aku tersenyum kearah Bimo hingga akhirnya kami berdua saling pandang.
Harris yang melihat keromantisan antara aku dengan Bimo menjadi risih..
"Ehemm.. ehemm!"
Aku dan Bimo melihat kearah Harris yang baru saja berdehem. Seketika aku langsung bangun dari duduk dan berjalan kekamar untuk melakukan sholat ashar.
Bimo dan Harris melanjutkan perbincangannya
.
.
Jam 16.00 WIB
Kami bertiga keluar hotel untuk menemui panitia acara tempat Bimo mengisi acara.
Kami bertiga menaiki mobil untuk sampai kesana. Harris menyetir mobil dan duduk disebelahnya adalah Bimo, kalau aku duduk dibelakang.
Setelah berjalan cukup lama, Harris merasa binggung. Sepertinya Harris salah alamat yang dituju.
"Ada apa Ris, kita berhenti?" Tanya Bimo melihat Harris yang berhenti dipinggir jalan!
"Sepertinya kita kesasar, Bim!"
"Kok bisa, mas?" Sela ku yang bertanya pada Harris!
Harris tidak menjawab pertanyaan ku. Ia hanya menggaruk-garuk kepalanya karena kebingungan!
__ADS_1
"Sayang, kamu tunggu dimobil ya! Biar aku sama Harris tanya dulu keorang-orang sekitar!"
"Iya mas!"
"Ayok Ris, cepat kita turun!" Ajak Bimo kemudian turun dari mobil dan diikuti oleh Harris!
Mereka berdua berjalan terus untuk bertanya alamat yang akan kami tuju.
.
.
Karena menunggu lama didalam mobil akhirnya aku turun dari mobil! Berdiri didekat mobil dan melihat sekeliling!
Mana sih mas Bimo. Kata ku pelan sambil mencari kedua orang itu!
Ku lihat ada warung dan kebetulan sekali tenggorokan ku sudah mulai kering! Aku berjalan kewarung tersebut untuk membeli minum.
Ketika aku akan menyebrang, mobil melintas dan menabrakku dengan kencangnya!
Seketika tubuhku terjatuh ditengah jalan. Aku mulai merasakan sakit yang luar biasa diseluruh tubuh ku. Cairan berwarna merah mulai keluar dari kaki dan dan tangan ku.
Pandangan mata ku perlahan mulai buram tapi masih bisa mendengar dengan jelas. Orang-orang mulai berteriak minta tolong.
Ku dengar suara Reyna dan Adlan yang terdengar jelas.
"Bapak dan ibu harus bertanggung jawab dan bawa ibu ini kerumah sakit!" Kata salah satu orang yang sedang berdiri.
"Ya..saya dan istri saya akan membawanya kerumah sakit! Tapi jangan lapor polisi." Ucap Adlan yang terpojok.
"Mas kamu yakin mau bawa Manda kerumah sakit?" Tanya Reyna yang tidak suka.
"Mau bagaimana lagi! Apa mau kita dipukulin sama orang-orang disini dan dimasukkan kedalam penjara!"
"Bapak-bapak, tolong bantu masukin kekorban kedalam mobil. Saya akan membawanya kerumah sakit." Kata Adlan.
Orang-orang membantu aku masuk kedalam mobil, tapi saat itu kesadaran ku mulai hilang dan sampai akhirnya aku mulai tidak sadarkan diri.
Reyna dan Adlan masuk kedalam mobil, tapi orang-orang itu belum sepenuhnya percaya kepada mereka berdua.
"Pak, saya akan mengikuti bapak dari belakang! Supaya saya percaya bapak membawa ibu ini kerumah sakit!" Ucap salah satu orang yang menolong ku!
"Terserah!" Jawab Adlan datar dan menjalankan mobilnya untuk kerumah sakit.
.
.
Ditempat lain..
Bimo dan Harris telah sampai dimobil. Kemudian mereka masuk dan saat berada didalam mobil. Betapa terkejutnya Bimo saat melihat istrinya tidak ada!
"Manda! Harris... Manda enggak ada?" Teriak Bimo histeris!
"Coba telepon Manda!" Kata Harris.
Bimo langsung mencoba menghubungi ku, tapi tidak bisa.
Tut..Tut...Tut...
"Enggak bisa." Ucap Bimo kemudian turun dari mobil dan berjalan untuk mencari ku..
"Manda..." Teriak Bimo
Harris akhirnya ikut turun dan mencari keberadaan ku...
bersambung....
__ADS_1
Mau like, fav, rate dan koment..
...Terima kasih...