Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Kau Yang Selalu Ada Untuk Ku


__ADS_3

Mencintai merupakan sebuah anugerah yang Tuhan berikan kepada manusia. Maka dari itu kita perlu senantiasa bersyukur dan menjaga segala anugerah itu.


Seperti yang dirasakan oleh Vano, tidak ada yang salah dalam mencintai seseorang. Perasaan yang dirasakan olehnya datang begitu saja, berjalan tanpa ia sadari.


Tanpa mengenal usia, agama atau pun suku. Vano ingin selalu menjaga cintanya untuk satu orang yaitu Aisyah. Berjuang terus dan berusaha agar mendapatkan cinta sejati.


...*******...


Dikampus...


Jam 08.30 WIB


Aisyah berjalan dengan gontai. Tidak bersemangat untuk melakukan hari-harinya.


Saat berada di depan kelas, matanya melihat sekeliling. Dilihatnya dua orang sahabat yang sudah dari tadi menunggu kedatangannya.


Aisyah langsung menghampiri keduanya dan diantara mereka.


"Enggak semangat banget tuh muka!" Ledek Arini.


"Emang!" Sahut Aisyah!


"Ada apa lagi sih, cemberut aja? Btw .. kita mau ambil kebaya kapan?" Ucap Lela.


"Nanti aja deh. Yuk kita ke pak Robert aja!"


Aisyah mengajak kedua temannya untuk bertemu dengan pak Robert. Ingin menanyakan tentang makalah yang dibuat olehnya dan kedua temannya. Karena sebentar lagi Aisyah akan sidang.


.


.


.


Setelah bertemu dengan pak Robert, ketiganya mendapatkan masukan mengenai skripsi dan sidang yang akan dihadapi oleh semua mahasiswa/mahasiswi semester akhir.


Ketiganya tampak serius mendengarkannya.


****


Dirumah Sakit


Jam 13.00 WIB


Aisyah pergi dari kampus setelah selesai dengan urusannya mengenai masalah perkuliahan. Sekarang ia harus pergi ke rumah sakit dengan kedua sahabatnya.


Saat sampai dirumah sakit, ketiganya langsung masuk keruangan yang sudah disiapkan oleh pihak rumah sakit untuk para calon dokter magang.


Aisyah berhenti ketika sedang berjalan. Memegang perutnya yang dirasa sakit.


Bagaimana tidak sakit. Sejak tadi pagi, ia belum sarapan. Bahkan untuk meminum susu saja tidak.


"Ais, kenapa? Jangan bilang kalau kamu telat makan lagi." Tanya Airin panik.


Airin sudah mengenal betul sahabatnya itu! Penyakit yang sering diderita Aisyah adalah maag atau lambung! Apalagi kalau ada sesuatu masalah yang menganggu pikirannya.


"Aku enggak apa-apa kok!"


"Susah banget sih, nih anak dibilanginnya! Udah cepat bawa keruangan." Omel Lela kesal.


Aisyah dengan dibantu kedua orang sahabatnya berjalan dengan pelan menuju ruangannya!


Setelah sampai diruangan, Aisyah duduk. Tangannya terus memegang perutnya. Rasa sakitnya belum berkurang!


Airin yang melihat, langsung pergi meninggalkan Aisyah dan Lela. Ia berjalan sendirian mencari dokter.


Mata Airin tertuju pada satu orang. Orang yang selama ini, ia ketahui dekat dengan Aisyah. Dia adalah dokter senior spesialis penyakit dalam Dr.Elvano Lee.spd.


Airin langsung berlari mengejar Elvano. Kemudian ia berteriak agar Vano bisa berhenti.


"Dokter Vano. Dokter.."


Vano yang merasa namanya dipanggil. Lalu menoleh kearah suara dan melihat Airin yang berlari kearahnya! Seketika langkah kaki Vano menjadi berhenti.


"Ada perlu dengan saya, coass Airin?"


Vano mengenalnya karena Airin adalah dokter magang dirumah sakit dan sebentar lagi ketiganya akan menjadi dokter muda.

__ADS_1


"Iya dok. Bisa tolong saya dok?"


"Iya ada apa?" Jawab Vano.


"Dokter .. ini .. itu.. aduh kenapa aku jadi gugup gini sih!"


"Berbicaralah dengan pelan."


"Iya dok, maaf. Coass Aisyah sakit perutnya."


"Apa! Dimana sekarang?"


Vano yang mengetahui kalau pujaan hatinya sedang sakit, lalu dengan cepat menyuruh Airin untuk mengantarnya!


"Coass, tolong antar saya kesana?"


"Baik dok!"


Mereka berdua berjalan menghampiri Aisyah yang masih ada diruangan para coass.


Cekrekk..


Vano langsung membuka pintu dan melihat Aisyah yang masih duduk.


Ais, yang mendengar suara pintu terbuka lalu melihat kearah suara. Ternyata yang dilihat adalah orang yang dari tadi ada dipikirannya selama ini!


"Koko.." Ucapnya pelan dan pandangannya terus memandang kearah Vano.


"Ais, kamu kenapa?"


"Ehmm... aku hanya sakit perut aja!"


"Coba aku periksa!"


"Tidak usah, aku baru minum obat. Nanti juga sembuh!" Tolak Ais malu karena dilihat banyak coass diruangan itu.


Wajah Aisyah memerah, karena perhatian dokter yang tampan dan baik hati dengan wajah oriental itu terus memandangnya!


Aduh Koko, udah jangan pandangan aku terus! Disini banyak orang! Batin Aisyah malu.


"Ehmm." Jawabnya hanya berdehem saja.


"Kalau gitu saya permisi!"


Dokter Vano langsung pergi dari ruangan itu! Semua mata memandang kearah keduanya.


"Semuanya ayok tugas..tugas." Teriak salah seorang dokter pembimbing yang dikenal killer.


Ketiganya berjalan keruang dokter Sammy. Dokter Sammy akan memeriksa pasien diruang prakteknya.


Sebelum sampai diruang praktek. Ketiga dokter muda itu melakukan tugasnya.


****


Jam 16.00 WIB


Mereka bertiga baru selesai. Berjalan kembali keruang coass sambil berbincang.


"Makan yuk, lapar nih?" Ajak Aisyah yang sudah tidak tahan merasakan sakit perut akibat dari pagi belum diisi perutnya.


"Ayok!" Sahut Lela.


"Enaknya dimana ya?" Ucap Airin.


"Dimana aja ya, yang.."


Belum selesai bicara, Vano datang dan berdiri sambil tersenyum kearah ketiganya!


Aisyah pun menghentikan langkahnya dan obrolannya.


"Sore semua!"


"Sore dok! Rin.. ayok!" Ucap Lela yang mengerti kalau Vano ada perlu dengan Aisyah saja.


"Ya udah ayok. Kita duluan ya coass Aisyah dan dokter Vano."


Lela dan Airin pergi duluan. Kini tinggal Aisyah dan Vano yang saling berdiri berhadapan!

__ADS_1


"Bagaimana, masih sakit perutnya?" Ucap Vano yang khawatir.


Aisyah menundukkan wajahnya dan berkata. "Masih tapi tidak terlalu sakit!"


"Ikut aku!"


"Mau kemana?" Tanya Ais yang heran bahwa dirinya mau diajak kemana.


"Sudah jangan banyak tanya. Ikut aja!"


"Ehmm.. " Jawab Aisyah hanya berdehem.


Kini mereka berdua melangkah keluar rumah sakit. Vano mengajak Aisyah makan di restoran. Disana keduanya makan bersama.


Makanan yang dipesan Aisyah hanya sedikit. Ia tidak mau mengambil resiko karena perutnya sedang terasa lapar.


"Ini obatnya diminum dulu!" Suruh Vano dan tangannya memberikan satu buah obat untuk lambung Aisyah!


"Iya!"


Aisyah meminum obat dari Vano. Aisyah tidak banyak bicara seperti biasanya. Biasanya bila bertemu Vano, ia akan lebih lebih banyak bicara dan menceritakan apa saja. Tapi hari ini, ia hanya terdiam dan berbicara seperlunya.


Makanan dan minuman akhirnya sampai dimeja mereka. Kini keduanya makan bersama.


Vano sambil makan, sambil melihat wajah Ais yang sejak tadi lebih banyak diam dan terus menikmati makanannya.


Tuukkk..


Tangan Vano iseng, mengentuk kepala Aisyah dengan pelan.


"Aaaaww.. Koko. Iseng banget sih orang lagi makan juga!"


"Lagian makan serius banget. Kaya gak makan setahun aja!"


Keisengan Vano hanya ingin mencairkan suasana yang kaku sejak tadi. Melihat senyuman Aisyah yang merekah diwajahnya, itu sangat membuat Vano lebih tenang!


"Setahun, ngaco! Aku tuh lagi ngerasain perut ku yang sakit!"


"Ngerasain perut yang sakit atau lagi mikirin aku!"


"Uhhuukk uhukk... uhukk.."


Aisyah terbatuk..


Vano langsung memberikan air putih untuk Aisyah yang sedang batuk. Padahal batuknya akibat mendengar Vano berkata seperti itu!


Tau aja, aku lagi mikirin Koko Vano. Batin Aisyah.


Vano hanya tersenyum saja melihat Aisyah yang kikuk dan malu. Seketika wajahnya menjadi merah.


"Udah.. biar semuanya aku yang akan mikirin. Kamu itu hanya boleh menjaga hati untuk ku saja." Ungkap Vano.


Aisyah memandang wajah lelaki itu dengan tatapan yang penuh arti.


Kata-kata Vano selalu membuatnya merasa lebih baik. Membuatnya selalu bisa bersemangat kembali.


Walaupun Aisyah tidak pernah tau, hubungannya dengan Vano akan sampai kemana.


"Ko, udah yuk." Ajak Aisyah.


Vano langsung berdiri dan membayar makanannya kekasir. Setelah selesai keduanya berjalan kembali kerumah sakit.


Sesampainya didalam rumah sakit. Keduanya berpisah. Vano kembali keruangannya begitu juga dengan Aisyah.


Mereka kembali menjalankan aktifitasnya masing-masing!


...Happy reading...


Bagaimana Vano dan Aisyah dalam memperjuangkan cinta mereka yang berbeda keyakinan.


Ikutin terus ceritanya dibab selanjutnya!


Mau like fav rate komentar


Gift atau vote juga boleh🤭🤭


...Terima kasih atas dukungannya...

__ADS_1


__ADS_2