
Dipengadilan Agama..
Jam 09.00 WIB.
Pagi hari matahari bersinar dengan cerahnya. Pagi ini aku berjalan bersama Luna kepengadilan Agama untuk mengurus perceraian ku.
Sejak peristiwa itu, aku sudah bertekad untuk mengambil sebuah keputusan untuk berpisah dengan Abim. Dengan uang yang ku punya, aku mengurus semuanya. Agar aku bisa menyelesaikan perceraian dengan Abim.
Karena sampai detik ini, Abim tidak mau menceraikan aku. Walaupun sudah pisah rumah, ia tidak lupa untuk mengirimkan aku uang bulanan seperti biasanya.
.
.
Sesampainya dipengadilan Luna memperkenalkan seorang lelaki yang usianya tidak muda lagi. Ia adalah seorang pengacara yang akan mengurus masalah perceraian ku!
"Manda, ini pak Tommy yang akan mengurus masalah kamu!" Kata Luna.
Manda segera memanjukan tangan kanannya untuk bersalaman dengan Tommy! "Senang berkenalan dengan anda, pak!"
Tommy pun membalas perkataan Manda dan mereka berdua saling berjabat tangan! "Saya juga bu Manda!"
Aduh, aku dipanggil bu! Apakah aku sudah kelihatan tua. Batin ku.
"Mari kita duduk disana untuk membicarakan masalah anda!" Ajak Tommy dan diikuti oleh ku dan Luna.
Kami bertiga pun duduk dikursi. Aku mulai membicarakan semua permasalahan yang terjadi pada rumah tangga ku kepada Tommy. Tommy mendengarkan semua apa yang aku katakan.
.
.
"Baiklah bu Manda. Saya akan mengurusnya langsung hari ini!" Kata Tommy sambil membereskan semua berkas-berkasnya.
"Ok kalau begitu, saya serahkan semuanya sama pak Tommy. Kalau ada apa-apa, segera hubungin saya! Dan ini sebagai tanda jadi sisanya akan saya bayar nanti!" Ucapku sambil menyerahkan sebuah amplop berwarna putih yang berisikan uang!
"Terima kasih bu Manda!" Balas Tommy dan kembali berjabat tangan dengan ku juga Luna.
Aku dan Luna pun pergi setelah menyerahkan semua urusan perceraian ku dengan Abim!
Luna mengajak ku masuk kedalam mobilnya kemudian pergi meninggalkan pengadilan.
****
Dalam perjalanan menuju rumah ku. Ketika aku dan Luna asyik mengobrol. Tidak sengaja mobil Luna menabrak pejalan kaki yang menyebrang secara tiba-tiba!
Luna langsung mengerem mobilnya secara tiba-tiba dan ...
"Luna awas.." Teriak ku dengan kencang!
Luna langsung membelokan mobilnya kearah kiri tapi tetap saja menabrak pejalan kaki itu.
Dengan paniknya, Luna langsung memberhentikan mobilnya. Aku dan Luna turun melihat keadaan seorang wanita tua yang terjatuh akibat tertabrak.
__ADS_1
Betapa terkejutnya aku dan Luna ketika melihat wanita tua itu.
"Man, bagaimana ini!" Teriak Manda histeris. Wajahnya sangat pucat karena ketakutan.
Aku mendekati wanita itu. Kemudian melihat dan memegang hidungnya. Melihat apakah masih ada napasnya! Ternyata masih ada!
"Luna, masih ada napasnya! Sebaiknya kita segera bawa kerumah sakit!" Suruh ku pada Luna agar segera menolong wanita itu!
Kemudian aku berteriak dengan sangat kencangnya agar ada yang mendengar dan memberi bantuan. "Tolong, tolong!"
.
.
Datanglah seorang pria lalu berkata!
"Mba sebaiknya bawa kemobil saya saja."
"Ya baiklah pak!" Kata ku.
Dengan bantuan orang-orang yang ada disekitar jalan tersebut. Kemudian dimasukkan kedalam mobil pria tadi.
.
.
Luna mengendarai mobilnya mengikuti mobil pria tadi. Tidak ada obrolan antara aku dan Luna. Karena aku dan Luna sangat khawatir tentang kejadian barusan. Kalau sampai wanita itu tidak ada nyawanya. Akh.. rasanya aku malas membayangkannya. Semoga saja wanita tersebut tidak apa-apa.
Dirumah Sakit...
Wanita tersebut telah mendapatkan perawatan medis. Aku, Luna dan pria itu menunggu diluar UGD.
Luna dengan beraninya lalu mengucapkan terima kasih kepada pria tersebut. "Terima kasih pak! Sudah membantu kami meyelamatkan wanita tadi!"
"Sama-sama! Aku Bimo! Kalian?" Tanya Bimo kepada Luna.
Luna memperkenalkan dirinya kepada Bimo! "Aku Luna dan itu Manda!"
Aku pun hanya tersenyum tipis kemudian menundukkan wajahku kembali.
Luna menceritakan semua kejadian kepada Bimo. Sedangkan aku terus gelisah, karena sudah terlalu lama beranda diluar rumah meninggalkan anak-anak. Sebentar-sebentar aku melihat jam tangan yang berada ditangan ku.
Sabar ya sayang, sebentar lagi bunda pulang! Batin ku yang sangat cemas dengan keadaan anak-anak. Untuk pertama kalinya aku pergi meninggalkan mereka terlalu lama diluar rumah.
"Manda, pak Bimo mau pulang!" Panggil Luna kepada ku!
"Baik pak! Terima kasih karena sudah mau membantu kami!" Kata ku.
Bimo dengan tersenyum membalas ucapan ku. "Tidak masalah, kita memang sudah seharusnya saling membantu! Maaf, saya tidak bisa menemani sampai pasien selesai dari UGD."
"Tidak apa-apa, pak!" Kata Luna yang sangat bersyukur ada yang membantunya! Jika tidak, entah apa yang terjadi. Dirinya sangat panik, apalagi kalau sampai harus berurusan dengan polisi.
Bimo pun meninggalkan aku dan Luna yang masih menunggu keadaan wanita tadi.
__ADS_1
Satu jam menunggu, akhirnya seorang dokter keluar dari ruang UGD. Memberitahukan tentang kondisi pasien.
Dokter mengungkapkan kepada ku dan Luna yang sedang berdiri diambang pintu UGD! "Kondisi pasien sudah membaik. Luka yang dialaminya tidak cukup parah dan pasien boleh pulang, tapi sebelum itu selesaikan administrasinya!"
"Baik dok, saya akan urus! Terima kasih!" Ungkap Luna yang wajahnya menampakkan senyuman yang lebar.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi!" Kata dokter dan segera pergi.
Setelah kepergian dokter, Luna menyuruh ku untuk menghampiri wanita tua itu, yang bernama Hartati. Sedangkan Luna mengurus administrasi rumah sakit untuk kepulangan bu Hartati.
Aku berjalan menghampiri wanita tua itu. Aku tersenyum kearah bu Hartati.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam. Aku tidak mengenalmu!" Kata bu Hartati yang melihat ku dengan herannya. Karena aku dan dia memang tidak saling mengenalnya!
"Aku Manda! Aku semobil dengan Luna yang kemarin menabrak ibu!" Jawab ku dengan pelan.
Aku tidak banyak mengobrol dengan Hartati. Karena Hartati lebih banyak tertidur. Mungkin karena pengaruh obat tidurnya.
Setengah jam menunggu Luna, akhirnya Luna datang. Luna juga meminta maaf pada bu Hartati atas kejadian yang menimpa bu Hartati. Dan Luna berniat untuk bertanggung jawab.
Setalah urusan administrasi akhirnya, Hartati diperbolehkan pulang. Aku dan Luna mengantar sampai rumahnya.
****
Dering ponsel ku terus berbunyi dan beberapa pesan yang masuk dari Sisil dan aku tidak sempat membalasnya.
Satu jam perjalanan, akhirnya sampai dirumah Hartati. Kami bertiga turun dari mobil. Mengantarnya sampai rumah.
Keluarga bu Hartati menyambut hangat kedatangan kami. Luna pun menjelaskan semua kejadian yang menimpa Hartati. Alhamdulillah keluarga bu Hartati tidak marah, karena melihat niat baik dari Luna.
Kami berdua tidak lama-lama berada dirumah Hartati. Kami pun akhirnya pulang. Luna mengantar ku terlebih dahulu.
Perasaan cemas terus melanda ku. Mengkhawatirkan kedua buah hati ku.
"Ngapain sih, Manda. Muka kamu itu jelek banget!" Kata Luna yang melihat wajah ku ketika menyetir mobil.
"Ini cemas tau!" Balas ku kesal karena Luna meledekku ketika aku mengkhawatirkan anak-anak!
"Nyantai aja, semua beres. Anak-anak nggak apa-apa!" Celetuk Luna santai.
Akhirnya mobil Luna sampai didepan rumah ku. Dengan cepat aku turun sampai aku melupakan Luna yang masih berada didalam mobil.
"Bunda!" Teriak kencang kedua buah hati ku dan berlari.
Bersambung
...Happy Reading....
Maaf banget..
kalau cerita baru ku revisi.
__ADS_1
Abaikan komentar!!