
Dirumah Sakit..
Jam 16.00 WIB
Aisyah baru saja selesai melakukan tugasnya. Begitu juga dengan Vano.
Mereka yang bertemu diluar rumah sakit. Mereka berdua sudah mempunyai rencana selanjutnya yaitu bertemu dengan ayah Abim yang sore ini sedang berada dirumahnya.
Aisyah dan Vano segera melajukan mobilnya kearah rumah ayah Abimanan.
****
Dirumah ayah Abim
Jam 17.00 WIB
Mereka berdua telah sampai didepan pintu rumah ayah Abim.
Tok.. tok..
"Assalamualaikum." Ucap salam keduanya.
"Waalaikumsalam!" Jawab istri Abimanan yang berada didalam rumah.
Cekrek..
Ibu Nurlela segera membuka pintu rumahnya dan melihat siapa yang datang. Dilihatnya Aisyah bersama dengan seorang lelaki yang belum pernah ia lihat.
Aisyah lalu mencium tangan ibu tirinya itu. Lalu berkata.
"Bu, perkenalkan ini Vano!"
Vano yang namanya disebut kemudian mencium tangan ibu Nurlela.
"Mari silahkan masuk. Mau ketemu sama ayah, Ais?" Tanya ibu Nurlela.
"Iya Bu, apa ayah ada?"
"Ada." Jawab singkat Bu Nurlela.
Aisyah dan Vano duduk di bangku yang berada diruang tamu. Sedangkan Bu Nurlela masuk kedalam untuk memanggil suaminya.
Tak lama menunggu Bu Nurlela sudah datang bersama suaminya.
Ayah Abim yang melihat kedatangan anaknya tersenyum bahagia. Pasalnya ia sudah lama tidak berjumpa dengan anaknya!
Aisyah bergegas bangun dari duduknya, lalu berjalan menghampiri ayah Abim dan mencium tangan ayahnya. Lalu Aisyah tidak lupa mengenalkan Vano kepada ayahnya.
"Yah, kenalkan ini Koko Vano."
Vano berdiri dan mendekati ayah Abim, kemudian hal yang sama juga dilakukan oleh Vano.
.
.
"Ayah gak pergi dagang?" Tanya Aisyah yang melihat ayahnya agak kurang sehat, tampak terlihat dari wajahnya yang pucat.
"Enggak. Ayah lagi kurang sehat." Jawab ayah Abim.
"Sudah lima hari ayah sakit. Suruh berobat gak mau. Kong juga sakit. Udah satu bulan." Sela Bu Nurlela.
__ADS_1
"Oh.. aku gak tau yah. Maaf!" Jawab Aisyah.
"Makanya Ais. Kamu kan anaknya, sering-sering lah datang atau tanya ayah. Jangan sibuk ngurusin suami bunda kamu terus." Sindir Bu Nurlela.
"Bu sudah."
Aisyah dan Vano hanya diam melihat Bu Nurlela berkata seperti itu.
Tapi tampak ketidaksukaan pada Bu Nurlela. Wajahnya masam dan ucapannya terlihat sangat ketus.
"Katakan ada apa?" Kata ayah Abim pada anaknya.
"Maaf kalau kedatangan ku sangat mendadak dan tidak memberi kabar pada ayah terlebih dahulu. Aku kesini ingin memperkenalkan Koko pada ayah dan meminta restu ayah."
"Oh .. kirain ada apa!" Sahut ayah Abim dan dari wajahnya terlihat sebuah senyuman.
Ayah Abim tersenyum karena merasa Ais memberikan kabar yang sangat bahagia untuknya. Ayah Abim sadar bahwa hubungannya dengan anak-anak tidaklah begitu baik dimasa lampau dan dirinya tidak mempermasalahkan bahwa sikap anak-anaknya biasa saja pada dirinya.
Yang terpenting baginya adalah mereka semua telah memaafkan kesalahan yang dulu pernah diperbuat oleh ayah Abim.
"Ayah hanya bisa berpesan untuk kamu, Vano. Tolong jaga putri ayah, bahagiakan dia. Itu aja pesan ayah." Ucap ayah Abim pada Vano.
"Saya akan berusaha untuk bisa membuat bahagia Ais." Jawab Vano.
Tak lama datang Bu Nurlela dengan membawa nampan yang berisi 3 gelas air teh manis. Diletakkan dimeja.
"Silahkan diminum." Ucap ayah Abim mempersilahkan.
Sedangkan Bu Nurlela pergi kedalam setelah menaruh minuman diatas meja.
"Terima kasih yah!" Ucap bersamaan.
"Maaf kalau boleh, biar saya periksa penyakit ayah." Ucap Vano yang mengetahui bahwa keadaan ayah Abim sedang kurang sehat.
"Tidak apa-apa yah. Koko ini dokter yah. Ayah mau diperiksa sama Koko. Mumpung dirumah, kalau dirumah sakit kan bayar yah!" Canda Aisyah.
"Oklah .. ayah mau."
Vano akhirnya berjalan keluar untuk mengambil peralatan dokternya yang berada didalam mobil.
Setelah itu barulah Vano memeriksa tubuh ayah Abim. Kemudian menuliskan resep yang bisa ditebus nanti.
"Ko, periksa kong sekalian ya!" Ajak Ais.
"Baiklah."
Dengan diantar ayah Abim. Akhirnya Vano dan Aisyah berjalan kekamar kong Rizal.
Disana terlihat kong sedang terbaring lemah karena penyakit yang dideritanya sudah cukup lama.
Dengan segera akhiri Vano memeriksa kong. Setelah mengetahui diagnosa penyakit kong Rizal, Vano pun menulis resep.
"Ko, bagaimana keadaan kong?"
"Kita bicara diluar saja." Jawab Vano.
"Kong, Ais dan Koko keluar. Kong istirahat ya."
Aisyah dan Vano serta ayah Abim keluar kamar dan kembali duduk diruang tamu. Disana Vano membahas mengenai penyakit kong.
"Ko..apa ada yang serius."
__ADS_1
"Tidak. Hanya penyakit kong Rizal ini sudah berapa lama tidak diperiksakan."
"Sudah lama. Sekitar enam bulan lalu. Saya belum punya uang untuk memeriksakan kerumah sakit." Jawab ayah Abim.
Ayah memang belum pernah memeriksakan penyakitnya kong Rizal, karena kong Rizal harus dibawa kerumah sakit dan itu memang membutuhkan biaya yang cukup lumayan banyak.
Sedangkan ayah Abim yang pekerjaannya hanya pedagang tidak bisa menghasilkan uang setiap waktu.
"Kenapa yah?" Tanya Aisyah yang kaget mendengar pernyataan ayah.
"Penghasilan ayah kan kamu tau sendiri."
"Tapi ayah kan perlu membawa kong kerumah sakit. Ko.. apa ada yang serius! Katakan." Tanya Aisyah khawatir pada penyakit kong Rizal.
"Hanya penyakit orang tua Ais." Jawab Vano.
Aisyah melihat wajah Vano, ia tau apa yang sedang disembunyikan oleh Vano.
"Syukurlah kalau tidak ada." Kata ayah Abim.
"Tapi bukan berarti kalau kong Rizal tidak boleh melakukan pemeriksaan kerumah sakit. Kalau tidak dibawa, untuk melakukan pemeriksaan bagaimana kita tau penyakit yang lebih pastinya!" Ungkap Vano.
Ayah Abim terdiam. Dari wajahnya terlihat kebingungan. Bingung bagaimana mau membawa kong kerumah sakit.
"Kalau boleh izinkan saya membawa kong kerumah sakit."
"Tapi.." Sahut ayah Abim.
"Saya akan menanggung biaya rumah sakit jadi ayah tidak perlu khawatir." Ungkap Vano.
"Baiklah!"
Ayah Abim menyetujuinya. Sekarang tinggal Vano membawa kong kerumah sakit.
Vano yang sudah mendapatkan izin langsung membawa kerumah sakit. Ais ikut naik kedalam mobil milik Vano.
Ayah Abim tidak bisa ikut karena kondisinya sedang kurang sehat.
Vano dan Aisyah langsung membawa kong Rizal kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Usia kong memang sudah sangat tua. Penyakit yang dialaminya adalah karena faktor usia juga.
****
Dirumah Sakit..
Jam 18.00 WIB
Kong Rizal sudah mendapatkan perawatan medis. Untuk memulihkan kondisi kong, akhirnya kong harus dirawat.
Aisyah dan Vano pergi keruang administrasi untuk membayar perawatan kong Rizal.
Ketika Vano dan Ais berjalan terjadi perbincangan diantara mereka.
"Ko, terima kasih sudah merepotkan Koko dengan membawa kong kesini."
"Terima kasih untuk apa? Ini kan sudah seharusnya. Lagian aku akan menjadi bagian dari keluarga kamu, sayang!" Jawab Vano sambil berjalan.
"Lalu kapan Koko memperkenalkan aku sama orang tua koko?"
"Aku hanya belum siap memperkenalkan kamu dengan mama sama papa. Kamu tau kan bagaimana mereka. Yang jelas mereka tidak menerima hubungan kita. Apalagi aku sekarang bagi mereka aku ini sudah tidak ada!"
"Lalu Koko nyerah, gitu aja. Aku kan belum kenal dengan mereka. Begitu pun sebaliknya. Seperti pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang!"
__ADS_1
"Iya deh .. terserah kamu aja. Sabar ya.. nanti aku kenalkan." Kata Vano.
Langkah kaki mereka berdua akhirnya sampai dipintu. Kemudian masuk kedalam ruangan untuk mengurus administrasi kong Rizal.