Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Akhirnya..


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian..


Bulan telah berganti bulan..


Kini usia kehamilan ku menginjak delapan bulan. Tubuhku sudah mulai terasa berat untuk melakukan segala aktifitas.


Restoran ku kini semakin maju dan sekarang ku serahkan pada orang kepercayaan ku. Aku hanya fokus mengurus keluarga dan sang buah hati yang akan lahir.


Anak-anak sudah memaafkan ayahnya Abimanan, tetapi hubungan mereka masih tetap renggang. Tidak seperti anak-anak kepada abi Bimo.


Abimanan dan pak Rizal sudah saling memaafkan. Mereka juga sudah tinggal bersama.


Audy sudah ditemukan dan sekarang sedang dalam perawatan dirumah sakit jiwa. Rencananya setelah sembuh, Bimo akan membawanya untuk tinggal dipesantren miliknya.


Adlan ditahan selama sepuluh tahun penjara, sedangkan Reyna hanya mendapatkan hukuman sepuluh bulan saja.


.


.


.


.


Kini hidup ku tidak pernah ku bayangkan akan menjadi sebahagia ini. Memiliki anak-anak yang Soleha dan selalu mendukung ku dalam setiap langkah.


Serta mama Atika yang selalu memberi semangat ku dalam setiap langkah, untuk tetap maju terus.


Bagai mimpi, perasaan baru kemarin aku mengalami hal sulit tapi hari ini. Buah dari kesabaran ku telah menghasilkan sesuatu kebahagian, kasih sayang dan keluarga yang tidak pernah ku impikan dan ku bayangkan.


****


Dirumah..


Jam 16.00 WIB


Aku duduk sendiri, ditemani dengan segelas susu hamil yang masih hangat. Ku pandangi hujan yang cukup deras dari jendela rumahku.


Perasaan cemas, menanti Bimo dan anak-anak yang belum pulang dari sekolah..


Hujan kenapa lama sekali sih berhentinya. Gerutu ku dalam hati.


"Mbak Manda. Ini bolu ketan hitamnya sudah jadi." Ucap mbok Darmi sambil meletakkan piring yang berisikan bolu ketan hitam diatas meja.


"Iya terima kasih ya mbok!"


Bolu itu sangat nikmat, menggoda lidah ku. Rasanya ingin cepat menyantabnya dari tadi! Tapi ketika sudah ada dihadapan ku. Selera makan ku jadi hilang, tergantikan dengan rasa cemas yang sangat pada anak-anak Bimo!


Lima menit kemudian terdengar suara mobil tiba dihalaman rumah. Ku lihat dari jendela, bahwa mobil Bimo telah terparkir. Ketiganya turun dengan berlari masuk kedalam.


Mbok Darmi segera membuka pintu dan ketiganya masuk kedalam dengan mengucapkan salam.


"Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam. Kalian berdua cepat kekamar dan ganti bajunya ya!" Kata ku yang sedang berdiri.


"Iya bun!" Sahut Aisyah!


Setelah mencium tangan ku mereka masuk ke kamarnya untuk mengganti baju.


"Mas, kamu cepat ganti baju juga!" Ucap ku dan mencium tangannya.


.


.


.


.

__ADS_1


Bimo bergegas jalan kekamar. Didalam kamar aku segera menyiapkan susu jahe hangat dan bolu ketan hitam dimeja.


Sedangkan Bimo masih berada didalam kamar mandi.


"Mas, baju dan celananya sudah ku siapkan semua."


"Iya terima kasih sayang!"


"Aku kekamar anak-anak sebentar ya!" Kata ku.


"Iya." Sahutnya yang masih didalam kamar mandi.


Aku segera keluar kamar dan berjalan kekamar anak-anak.


Tok..tok..


Cekrek..


Ku buka pintu perlahan. Melihat keduanya yang sudah selesai sehabis mandi.


"Kalian berdua sudah selesai mandi. Ayok makan dulu. Bunda udah siapin makanan buat kalian."


"Iya bun." Sahut Aisyah!


"Bun, kakak ada tugas kaligrafi Arab. Abi mau bantu gak ya?" Kata Sisil ragu takut abinya tidak mau bantu.


Sisil memang sudah dekat dengan Abi Bimo. Tapi kadang suka tidak berani untuk mengutarakannya langsung kepada Bimo.


Padahal Bimo sudah sering kali menyuruh untuk mengatakannya langsung.


"Coba aja kak, kamu ngomong sendiri!"


"Iya nanti kakak coba!"


"Ya sudah sana, makan dulu."


Anak-anak berjalan keruangan makan. Aku kembali kekamar untuk melihat Bimo yang sudah selesai mandi atau belum!


Cekrek..


"Bun, anak-anak sudah selesai mandi?"


"Udah abi! Abi belum minum susu jahenya?"


Aku yang melihat gelas dimeja yang masih terisi penuh dan belum tersentuh oleh Bimo!


"Mas, kok belum diminum susunya?"


"Iya sayang nanti! Tadi aku langsung sholat! Aku lanjut ngaji dulu ya!"


Bimo langsung melanjutkan untuk mengaji. Kemudian aku mengambil wudhu untuk ikut mengaji atau sekedar mendengarkan Bimo mengaji.


Setiap kali mendengarkan Bimo mengaji. Perut ku merasakan suatu gerakan yang sangat aktif.


Aku pun jadi tidak melewatkan hal seperti ini!


.


.


Lima belas menit Bimo mengaji akhirnya selesai juga. Setelah selesai Bimo mengelus perut ku dengan lembutnya. Mengajak ngobrol dengan calon debay yang ada dalam perut ku.


"Dede sayang.. Habis dengerin Abi ngaji ya?" Ucap Bimo pelan sambil mengelus perut ku.


Terjadi suatu gerakan yang sangat aktif. Kencang sekali.


"Bun, coba lihat. Sepertinya bayi kita aktif banget!"


"Iya abi! Tadi sewaktu Abi ngaji, juga begitu!"

__ADS_1


"Sebentar lagi, bayi kecil kita akan lahir dan semoga proses kelahirannya dikasih kelancaran dan kesehatan! Amiin!"


"Amiin ya Allah!" Sahut ku.


"Abi, minum dulu. Keburu dingin tuh!"


Bimo langsung bangun dan berjalan untuk mengambil minum susu jahe yang sudah dingin.


Bimo duduk dan meminum segelas susu jahe langsung habis tanpa tersisa!


Tok.. tok!


Terdengar suara ketukan pintu kamar.


"Masuk." Ucap ku.


Cekrek...


Sisil masuk kedalam kamar.


"Permisi Abi."


"Ya ada apa kak?" Tanya Abinya!


Sisil maju dan mendekat kearah Abi. Lalu menceritakan apa yang ingin ia minta dari abinya.


"Begini Abi. Aku ada tugas buat kaligrafi Arab. Tapi kan aku belum bisa. Abi mau bantu tidak?"


"Abi kirain apa! Ya tentu saja Abi bantu kak! Kakak tunggu didepan ya. Nanti Abi kesana."


"Iya abi!"


Sisil berjalan keluar kamar! Kemudian ia menyiapkan apa saja yang dipakai untuk membuat kaligrafi Arab.


Bimo dan aku berjalan menyusul keruangan depan. Disana sudah menunggu Aisyah dan Sisil. Aku dan Bimo kemudian duduk bersama.


Abi Bimo mencontohkan terlebih dahulu cara membuat kaligrafi Arab. Dengan mengunakan pensil 2B dan kertas yang tebal.


Abi Bimo siap membuat kaligrafi Arab terlebih dahulu dengan membuat sketsa. Ini dilakukan supaya membuat Sisil lebih mudah mengerjakannya. Jika sudah bisa tidak lagi menggunakan sketsa dalam pembuatannya.


Sisil dan Aisyah begitu tertarik, hingga keduanya begitu fokus memperhatikannya.


"Sekarang coba kamu tulis sendiri. Jangan menyerah untuk mencoba lagi jika gagal lakukan lagi." Ucap Abi Bimo pada Sisil!


Sisil pun akhirnya mencoba sendiri. Awalnya gagal tapi lama kelamaan, berhasil!


Aisyah pun tidak mau kalah, akhirnya ikut mencoba juga!


Aku dan Bimo hanya duduk memperhatikan keduanya. Tiba-tiba saja perut ku terasa sakit. Tapi masih bisa ku tahan.


Ku pikir ini memang belum waktunya untuk merasakan mulas. Usia kandungan ku baru saja menginjak delapan bulan.


Tapi aneh, semakin lama ku tahan. Rasa sakit ini semakin terasa.


Aku mencoba berdiri dan duduk kembali. Rasa gelisah mulai terlihat. Sekucur tubuh ku mulai keluar keringat. Aku memengang tangan Bimo dengan kencang sambil mengatakan.


"Mas, perut ku sakit!"


Bimo merasakan tangannya yang dipegang sangat kencang oleh ku. Kemudian menoleh kepada ku sambil melihat reaksi ku yang sangat cemas.


"Bun.. da apa ini. Kamu kenapa?" Teriak Bimo yang mulai panik.


Kemudian anak-anak juga terlihat panik. Bimo segera membawa ku pergi kerumah sakit.


Anak-anak dirumah dengan ditemanin oleh mbok Darmi!


...Happy Reading...


Apakah Manda akan melahirkan diusia kandungannya yang kedelapan bulan?

__ADS_1


Ikutin terus ceritanya 🙏


__ADS_2