
Abim masih terus mencoba untuk meminta maaf kepada pak Rizal dan anak-anak. Tapi tidak membuahkan hasil. Sedangkan aku sudah memaafkan kesalahannya dengan iklas.
Abim tetap pada pendiriannya untuk terus maju dan jangan menyerah walaupun ditolak. Suatu saat nanti pasti hati pak Rizal maupun anak-anak akan luluh.
Bimo selalu memberi semangat untuknya, membimbingnya melangkah menjadi orang yang baik. Kini Abim selalu meminta pendapat kepada Bimo mengenai masalah agama. Bimo sudah seperti guru spiritual bagi Abim.
Dirumah orang tua Bimo..
Audy terus mencari keberadaan Adlan yang sudah menghilang entah kemana? Bahkan jejaknya sudah tidak terlihat!
Audy merasa frustasi akan kehilangan orang yang sangat ia cintai. Orang yang selama ini, Audy percaya akan memberikan kebahagian untuknya kelak. Tapi pada kenyataannya ia telah dikhianati.
.
.
Abi Harun dan ummi Dwi baru saja kembali dari umrohnya. Keduanya tidak menyangka bahwa nasib anak perempuannya menjadi seperti itu.
Tertawa, berteriak, menangis bahkan marah-marah. Terus memanggil Adlan, orang yang telah mengkhianati cinta sejati Audy.
Aku dan Bimo yang baru saja mengetahui keadaan Audy seperti itu.Aku dan Bimo menjadi kaget dan tidak menyangka bahwa kondisi Audy sangat memprihatikan. Pasalnya aku dan Bimo tidak menemui Audy lagi setelah kejadian terbongkarnya kebusukan Adlan.
Bimo pun menceritakan semuanya kepada Abi dan ummi mengenai masalah yang menimpa ku saat itu. Dan itu semua adalah ulah Adlan Yang sampai akhirnya Bimo dan Harris harus mencari bukti baru kebusukan Adlan. Bahkan bik Ijah juga diceritakan.
"Begitu Abi .. ummi permasalahannya yang sebenarnya."
"Astaghfirullah allazim, abi sudah menduganya."
Ketika sedang asyik mengobrol Audy datang dan berjalan mendekati, semuanya yang sedang duduk di ruang tamu.
Audy yang sudah sampai dihadapan semua orang, menjadi pusat perhatian semua yang sedang duduk. Semua mata tertuju pada satu orang yaitu Audy.
Audy tiba-tiba.. matanya tertuju pada satu orang yaitu aku. Lalu mendekatiku...
Plakkk..
Sebuah tamparan mendarat dipipi ku yang datang secara tiba-tiba. Aku pun terkejut apalagi semua orang yang melihatnya.
"Semua ini gara-gara kamu! Kalau saja kamu gak hadir di kehidupan kami. Semua ini gak akan terjadi! Pergi kamu.. pergi!" Teriak Audy dengan penuh amarah yang meluap-luap!
Bimo langsung berdiri didepan ku. Bimo melindungi ku cari amukan Audy.
Audy berteriak sambil memukul, kemarahannya meluap ketika melihat ku!
"Awas! Jangan halangi aku untuk mengusir perempuan itu! Awas!"
"Audy tenang! Audy.." Panggil Bimo secara terus menerus tapi tidak didengar oleh Audy.
__ADS_1
Pikiran Audy kini hanya tertuju pada satu orang yaitu aku. Audy menyalahkan semuanya padaku.
Abi dan Bimo langsung memegang tangan Audy yang semakin memberontak. Ketika tangannya dipegang, Audy semakin memberontak. Amarahnya semakin menjadi.
"Abi.. dia itu jahat. Dia itu menggoda suami ku."
"Audy, sebaiknya kita kekamar saja ya! Istirahat!"
"Gak mau! Sebelum dia itu pergi! Pergi dari suami ku!"
Abi dan Bimo menarik paksa Audy, tapi usahanya sia-sia. Pasalnya Audy semakin suku dikendalikan!
"Audy.. Adlan ada dikamar. Ayok kita kekamar!" Ajak Bimo kepada adiknya!
"Hehehehe...benar mas Adlan datang! Suruh dia pergi. Nanti mas Adlan suka sama dia! Cepat mas!"
Audy tampak girang sekali, ketika mendengar Adlan ada dikamarnya. Tapi ada perasaan takut pada Audy, kalau Adlan suka pada ku.
Audy sedang tidak waras. Pikirannya melayang entah kemana. Padahal Adlan tidak ada.
Ummi menangis ketika melihat anak perempuannya sedang terguncang jiwanya akibat Adlan.
"Asyik .. mas Adlan mau datang. Asyik mas Adlan mau datang. Hore.. mas, jangan pergi." Kata Audy langsung berlari kekamarnya!
Abi duduk kembali di kursi! Menghela napas dalam-dalam!
"Sabar ummi, nanti kita akan ajak Audy berbicara perlahan tentang siapa Adlan."
Kakek Aryan hanya terdiam. Tidak banyak berkomentar! Kakek Aryan sangat sedih melihat keadaan cucunya. Kakek Aryan ingin sekali mencabik-cabik Adlan untuk melampiaskan kekesalannya.
"Bimo cepat cari Adlan dan bawa kehadapan kakek! Tidak tau terima kasih anak itu!" Kata kakek Aryan yang sangat murka pada Adlan.
Abi Harun maju dan berusaha menenangkan kakek Aryan yang sedang murka. Abi takut akan kesehatan kakek
"Kakek tenang! Kesehatan kakek paling penting. Biarlah ini jadi urusan Bimo dan aku." Ungkap Abi Harun.
"Iya kek, jangan gara-gara masalah ini kakek jadi sakit!"
Bimo sangat mengkhawatirkan kakek. Ia tidak mau kalau kakek jadi sakit. Biarlah ini menjadi urusannya.
Prang ...
"Mas..mana mas Adlan. Aaaaaa...kalian semua bohong."
Terdengar suara teriakan dari kamar Audy dan suara gelas terjatuh dari meja. Semuanya berlari kearah kamar Audy. Tetapi kakek hanya diam saja, karena kakinya tidak bisa berlari.
Ketika sampai dikamar Audy, semuanya melihat Audy yang sedang marah. Rambutnya acak-acakan, kamarnya porak-poranda.
__ADS_1
Bimo dan Abi berusaha menenangkannya tapi tidak berhasil. Audy berlari keluar kamar kemudian melihat ku.
Ketika melihat ku, tatapan mata Audy lagi-lagi sangat garang! Seperti siap akan menerkam ku! Tak lama kemudian ia langsung melancarkan aksinya dengan menarik kerudungku. Aku pun berusaha menghindar dan melawannya! Begitu juga dengan Bimo dan Abi serta ummi yang berusaha menjauhkan Audy dari ku!
Alhsil aku berhasil menjauh dari Audy. Audy dibaw oleh Abi dan Bimo kembali kekamarnya.
"Ummi tolong telp dokter. Cepat!" Perintah Bimo pada umminya.
Ummi yang mendengar perintah Bimo, langsung melangkah kearah kamarnya untuk mengambil ponsel. Ummi segera menghubungi dokter keluarga.
Sedangkan aku pergi menjauh dari kamar Audy. Berjalan kekamar mandi yang ada dikamar Bimo. Membetulkan hijab ku yang berantakan. Ketika aku berdiri dihadapan cermin, ku lihat ada goresan diwajah ku. Ini mungkin akibat tangan Audy yang tadi menarik hijab ku dan tanpa sengaja mengenai wajah ku.
Aku keluar dari kamar mandi dan duduk diatas kasur sambil merasakan sedikit rasa perih diwajah.
Cekrek...
Bimo masuk kedalam kamar dan melihat ku yang tidak memakai hijab.
"Sayang, maafkan Audy ya!" Ucap Bimo sambil menatap wajahku.
Seketika Bimo melihat wajah ku yang ada goresannya.
"Sayang ini kenapa?"
"Enggak apa-apa! Hanya tergores saja. Tidak perlu khawatir mas!"
Bimo menatap ku! Dirinya tidak tega melihat ku yang diperlakukan seperti itu oleh Audy. Ingin rasanya marah pada adiknya, tapi tidak tega. Karena adiknya sedang tidak dalam keadaan sadar.
"Maafkan aku sayang, karena aku membuat mu sedih." Lirih Bimo.
"Mas tidak perlu cemas dan tidak usah minta maaf kepada ku. Aku tidak apa-apa!" Kata ku dengan menyakinkan suami ku.
Bimo memeluk ku dengan erat. Pelukannya merupakan obat yang sangat ampuh untuk ku. Karena dapat memberikan kekuatan dan semangat untuk ku dikala aku sedang sedih.
Dikamar Audy..
Audy sedang diperiksa oleh dokter keluarga. Kedua tangan Audy diikat agar tidak dapat membuat ulah lagi. Tapi mulutnya masih saja mengeluarkan suara amarahnya!
Dokter pun memberikan obat penenang.
Dokter akhirnya berbicara dengan Abi. "Sebaiknya Audy segera dibawa ke psikiater agar kondisinya lebih baik."
"Baik dok. Terima kasih!" Ucap Abi dan berjabat tangan.
"Sama-sama. Kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam!"
__ADS_1
Dokter pergi dengan diantar Abi sampai pintu depan. Sedangkan Audy masih tertidur akibat diberi suntikan penenang! Ummi menemani Audy disampingnya!