Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Tetap Semangat


__ADS_3

...Aku diajarkan untuk tetap tenang...


...walaupun disakiti....


...Tetap tertawa walau direndahkan,...


...aku percaya bahwa karma itu ada dan nyata!!...


...✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨...


Setelah kejadian itu, aku mengajak anak-anak untuk berjalan-jalan sebentar menikmati suasana malam.


Membuah Aisyah dan Sisil kembali tersenyum. Kebahagian mereka adalah yang terpenting, dari pada kebahagian ku.


Aku mengajak mereka bermain ditransmart. Suasana ini yang paling disukai oleh Aisyah.


Semoga saja ia bisa melupakan kejadian tadi dan kembali tersenyum.


"Bun, aku mau main itu!" Pinta Aisyah.


"Ya, boleh sayang! Bunda ikut gak ya!"


Akhirnya aku menemani kedua anakku bermain. Menikmati permainan roller coaster, permainan yang sudah lama tidak ku ikuti sejak aku mempunyai anak yang kedua.


Karena sejak saat itu rasa takut ku akan ketinggian mulai terasa. Berbeda pada saat aku belum menikah.


Tapi kali ini rasa takut ku kalahkan demi membahagiakan mereka. Demi melihat mereka tersenyum aku ikut menaiki wahana permainan tersebut!


.


.


Aku berjalan sempoyongan ketika habis menaiki roller coaster. Kedua tangan ku dipegang oleh Aisyah dan Sisil! Rasanya aku ingin memuntahkan seluruh isi perut ku!


Keduanya membawa ku untuk duduk dikursi.


Asiyah memberikan ku air putih dibotol.


"Bun, bunda gak apa-apa?" Tanya Sisil cemas melihat keadaan ku!


"Iya sayang, maaf ya! Kalau bunda jadi membuat kalian cemas! Kak, temanin adek main, sana. Bunda udah gak apa-apa!"


"Tapi kan bunda lagi sakit?" Jawab Sisil.


"Iya gak apa-apa! Nanti juga hilang. Ayok sana!"


Tapi keduanya tidak mau melanjutkan permainan, karena melihat keadaan ku. Mereka hanya ingin aku baik-baik saja dan tetap bersama ku!


Ya sudah, kalau begitu kita lanjut main lempar bola aja ya.


"Ayok." Jawab Aisyah tersenyum!


Kemudian aku dan anak berjalan kearah permainan lempar bola. Dan selanjutnya diikuti dengan permainan yang lain juga.


.


.


Dua jam kami bertiga menghabiskan waktu untuk bersenang-senang! Hari pun semakin malam akhirnya kami bertiga pulang dengan menaiki motor! Untungnya rasa pusing dikepala ku sudah membaik, jadi aku bisa dengan cepat membawa motor ku sampai dirumah.


****


Keesokan paginya..


Ketika anak-anak sedang sibuk menyiapkan dirinya dikamar aku keluar sebentar.

__ADS_1


Kebetulan sekali, ketika membuka pagar kulihat bu Astrid (ibunya Naura) sedang lewat didepan ku! Langsung saja aku memberhentikannya sebentar!


"Maaf bu, bisa kita bicara sebentar!"


"Iya ada apa ya?" Tanya heran bu Astrid kepada ku. Ia menatap ku dengan tatapan heran!


"Maaf bu, saya gak ada maksud apa-apa! Saya hanya ingin meminta tolong kepada ibu dan yang lainnya! Kalau mau menceritakan masalah saya untuk dijadikan gosip atau apapun. Terserah, saya gak perduli! Tapi tolong jangan cerita didepan anak-anak. Kemarin Aisyah pulang kerumah dan menangis. Menceritakan semuanya ketika bermain dengan Naura, Ika, dan Lulu! Teman-temannya mengatakan kalau Aisyah gak punya Ayah, terus ayahnya nikah lagi. Apakah itu pantas bu diucapkan oleh seorang anak kecil. Tolong bu, tolong kasih pengertian keanak-anak. Bahwa itu tidak boleh!!"


Bu Astrid mendengarkan semuanya, ia terdiam seribu bahasa. Kalau permasalahan Aisyah menangis seperti itu!


"Maaf Bu, saya gak tau kalau Aisyah menangis gara-gara diledek sama temannya! Sekali lagi saya minta maaf bu! Permisi!" Ungkap bu Astrid dan berlalu pergi!


Setelah kepergian bu Astrid, aku pun pergi kedalam rumah melanjutkan kembali rutinitas ku didapur!


Ketika sedang memasak sarapan untuk anak-anak. Ku lihat ponsel dimeja makan berbunyi. Lalu aku mengambilnya dan melihat panggilan video call tersebut.


Panggilan video call pun tersambung! Bimo melihat ku yang sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak!


"Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam. Ada apa mas Bimo sepagi ini?"


"E-eggak ada apa-apa! Kamu lagian ngapain? Lagi masak ya?"


"Iya mas, tapi udah selesai. Ini lihat aku buat nasi goreng." Kata ku sambil memperlihatkan nasi goreng yang baru saja dibuat melalui video call tersebut.


"Sepertinya enak! Lain kali aku juga mau!" Kata Bimo sambil malu-malu!


"Nasi gorengnya ada udang, ayam, baso. Nanti kalau mas Bimo kerumah mama Insyaallah aku buatin buat mas Bimo!"


"Terima kasih ya! Oh iya anak-anak mana?"


"Masih dikamar, lagi siap-siap mas! Mau bicara sama anak-anak?"


"Enggak usah! Oh iya Manda, Sabtu nanti kamu, mama Atika, Arif, Widya serta anak-anak datang ya kerumah. Ada acara syukuran untuk ummi!"


"Ya sudah aku cuma kasih tau itu aja. Kalau bisa kamu datang ya!"


"Insyaallah mas. Sudah dulu ya. Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam!" Jawab salam Bimo kemudian panggilan video call pun berakhir.


Aku melihat kedua anakku keluar dari kamar! Mereka berdua telah rapih dengan seragam sekolahnya.


"Ayok, sini sarapan!" Ajak ku ketika melihat keduanya sudah ada dihadapan ku!


Keduanya langsung duduk dan melihat nasi goreng kesukaan mereka berdua telah siap dimeja makan dengan segelas susu untuk anak-anak!


"Wooow ini baru lezat. Aku boleh tambah, ma?"


"Ya tentu aja dek, bunda masak untuk kalian. Kalau kalian suka dan dihabiskan. Itu artinya bunda senang banget!"


"Asyik. Dek ayo cepat habiskan!" Teriak Sisil lalu mengambil sendok yang berisi nasi dan dimasukkan kedalam mulutnya!


Nasi goreng plus susu sudah habis dinikmati oleh keduanya! Sekarang mereka bergegas kesekolah.


Aisyah dan Sisil diantar oleh Arif kesekolah. Sedangkan aku membereskan piring-piring diatas meja.


Ketika aku sedang didapur, mama Atika datang dengan mengucapkan salam saat masuk kerumah.


"Assalamualaikum!" Ucap Salam mama ketika masuk kerumah.


"Waalaikumsalam! Masuk ma, aku lagi didapur!"


Mama Atika sudah datang kerumah, mama Atika mencemaskan keadaan Aisyah yang kemarin. Dan ingin menanyakan tentang masalah Aisyah kepada ku!

__ADS_1


"Ndok, kamu tau apa yang terjadi sama adek?"


"Iya ma, tapi insyaallah Aisyah anak yang kuat."


Aku pun menceritakan semua permasalahannya pada mama Atika. Betapa terkejutnya mama setelah mendengarkan cerita ku.


"Ya Allah tega banget tuh anak! Salah ibunya aja ngengosip didepan anak, jadinya anaknya denger. Udah Aisyah biar dirumah mama aja dulu. Biar gak ketemu dulu sama teman-temannya disini!"


Mama Atika tampak begitu kesal, ia jadi memikirkan nasib anak-anak! Semoga aja tidak ada kejadian seperti ini lagi.


"Manda, semoga ini yang pertama dan terakhir kalinya! Jangan sampai ada lagi yang menyakiti hati anak-anak!"


"Ya, ma! Ma, nanti aku pulang agak telat, aku mau cari hadiah buat ummi mas Bimo. Kira-kira kasih apa ya, ma?"


"Terserah kamu aja. Ya sudah sana kamu berangkat, jangan sampai kesiangan."


Aku pun mencium tangan mama Atika dan mengucapkan salam. Kemudian pergi dengan motorku untuk bekerja.


****


Dikantorr..


Aku memulai pekerjaan ku dengan membaca basmallah. Kemudian ku mulai pekerjaan ku dengan membuka laptop Yang ada dimeja.


Mata ku terus fokus kearah layar laptop. Mengerjakan semuanya dengan hati-hati.


Ku hilangkan semua masalah yang ada dikepala ku tadi. Agar pekerjaan ku tetap fokus.


.


.


.


.


.


Jam 14.00 WIB


Teeeettttttt....


Bel pun berbunyi. Sudah waktunya pekerjaan ku berakhir. Aku pun bergegas meninggalkan kantor untuk mencari hadiah.


Aku pun pergi sendirian ketoko.. Luna sudah menunggu ku di toko milik temannya.


Toko Hanisa...


Ku parkirkan motor ku ditempat parkir. Lalu berjalan masuk kedalam toko. Didalam telah menunggu Luna.


"Assalamualaikum." Ucap salam ku ketika melihat Luna dan kami berdua berpelukan.


"Waalaikumsalam. Cantik! Udah lama banget gak ketemu! Sekarang makin cantik aja!"


Luna melihat ku dengan penampilan yang berbeda dengan dulu! Menurutnya penampilan ku kini lebih modis dan terlihat lebih merawat diri. Padahal aku biasa saja!


"Kamu juga cantik, Luna." Puji ku pada Luna.


"Mau kasih apa buat camer nih?" Ledek Luna.


Wajah ku memerah saat Luna mengatakan itu. Kemudian dengan pelan, aku mengatakan. "Aku dan mas Bimo tidak ada hubungan apa-apa, hanya sebagai teman saja. Tidak lebih dari itu. Oh iya aku mau kasih hadiah apa ya?"


"Baju gamis aja beserta hijabnya. Desainnya kamu buat model apa terserah kamu, terus bahannya kamu tinggal pilih sendiri mau yang mana? Ayok aku kenalin sama mbak Nisa!"


Akhirnya aku dikenalkan sama mbak Anisa, pemilih toko tersebut. Kemudian Mbak Anisa menggambar desain gamis serta hijabnya.

__ADS_1


Aku pun cocok dan sekarang hanya tinggal menunggu saja dan akan ku berikan sebagai hadiah untuk ummi mas Bimo.


...Happy Reading...


__ADS_2