Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Sp-2


__ADS_3

من أحدث حدثا، أو آوى محدثا، فعليه لعنة الله ولعنة اللاعنين والملائكة والناس أجمعين، لا يقبل الله منه صرفا ولا عدلا


“Barangsiapa yang membuat / melakukan suatu kejahatan dan melindungi orang yang berbuat jahat maka dia mendapatkan laknat Allah, laknat orang-orang yang melaknat, laknat malaikat, dan laknat manusia seluruhnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menerima darinya ganti dan tebusan apa pun.” (H.R. Bukhari dan Muslim)


...✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨...


Dirumah ..


Jam 19.00 WIB


Syukur alhamdulilah, ku panjatkan kepada mu Ya Allah SWT, hari ini aku bisa tidur nyenyak dirumah ku sendiri. Setelah lima hari Aisyah dirawat dirumah sakit.


Rasa lelah dan kurang tidur, ku rasakan dalam beberapa hari ini. Tapi, semua itu harus tetap ku jalanin demi sang buah hati. Mengeluh.. bukanlah jalan keluar. Karena waktu masih tetap berjalan maju.


.


.


Rumah yang tadinya sepi, menjadi ramai. Karena semua orang mau melihat Aisyah yang sudah pulang kerumah. Arif dan istrinya, mamam Ainun dan pak Rizal, mama Atika, Luna dan para tetangga yang datang untuk menjenguknya!


Aisyah merasa senang dengan kedatangan mereka semua. Ia terus tersenyum dengan manisnya. Rasa rindunya akan rumah, sudah terobati.


****


Dirumah Yusuf..


Hari ini adalah hari yang tidak baik untuk Abim. Hari ini ia mendapatkan surat peringatan dari atasannya. Karena suatu kesalahan yang dilakukan oleh anak buahnya, ia menjadi kena imbasnya. Karena kelalaian anak buahnya yang menyebabkan suatu kerugian yang banyak untuk rumah sakit tempatnya bekerja.


Tidak tanggung-tanggung, ia langsung mendapatkan Sp-2 (Surat peringatan 2).


Yang lebih kesalnya lagi, atasannya mengatakan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh anak buahnya, karena Abim kurang serius dalam bekerja dan memperhatikan anak buahnya. Itu juga dikaitkan dengan Reyna yang satu pekerjaan dengan Abim.


Saking pusingnya, ia pergi kerumah Yusuf untuk menenangkan diri.


****


Abim duduk melihat burung-burung kesayangan Yusuf. Banyak jenisnya! Suaranya pun sangat merdu. Makanya Abim dikala suntuk dan sedang pusing dengan masalahnya, ia lebih suka kerumah Yusuf mendengarkan kicauan burung-burung!


Yusuf datang membawakan dua cangkir kopi susu beserta cemilannya. Lalu ditaruhnya dimeja.


"Minum nih kopinya! Mumpung masih panas!"


"Ya! Terima kasih ya!" Sahut Abim.


"Kenapa ente, lemas gitu! Gak semangat banget hidup?" Goda Yusuf yang curiga pasti ada masalah lagi!


"Sok tau!"


Yusuf terkekeh mendengar jawaban Abim yang mengelak kalau dirinya ada masalah.


Abim melihat sekeliling rumah Yusuf yang sepi! Biasanya ada suara anak kecil yang menganggu Abim, jika sedang kesini!


"Sepi nih rumah! Pada kemana?"


"Istri sama anak lagi nginep dirumah mertua! Kenapa?"


"Nggak apa-apa!"

__ADS_1


"Ane mau tanya nih? Apa benar berita diluar kalau ente udah pisah sama Manda?"


Abim pun menjawabnya. "Iya!"


"Ehmm.. maaf nih, bukannya ane mau ikut campur mengenai masalah ente! Tapi kalau boleh kasih saran! Siapa pun yang salah dalam rumah tangga ente sama Manda. Sebaiknya tetaplah berhubungan baik dengan mantan istri. Sebab dia pernah menjadi bagian dari hidup ente!!"


Abim tidak menjawab ia hanya diam! Tapi dalam hatinya ngedumel..


Orang lagi pusing, mau kesini! Buat ngilangin suntuk malah dikasih nasihat yang berhubungan sama tuh cewek.


Kenapa sih tuh cewek, banyak yang bela! Apa istimewanya dia?


****


Empat jam Abim dirumah Yusuf. Akhirnya ia pulang kerumah Reyna. Padahal hari ini Reyna sedang menunggunya dirumah.


Ia sebenarnya enggan pulang kerumah! Tapi mau bagaimana lagi! Yusuf harus pergi bekerja karena Yusuf seorang satpam diperkatoran. Kini jatahnya Yusuf untuk bekerja.


"Terima kasih ya, udah bikinin kopi sama cemilannya." Ucap Abimanan basa basi.


"Sama-sama!"


"Kalau ente mau main lagi. Pintu rumah ane terbuka lebar. Jadi silahkan!" Kata Yusuf yang berbaik hati.


"Siap bos!"


.


.


Abim dan Yusuf pergi bersamaan! Mereka akhirnya berpisah disebuah persimpangan jalan.


****


Dirumah Reyna..


Jam 01.00 WIB


Abim baru sampai dirumah Reyna. Reyna dan ibunya telah tertidur.


Abim berjalan masuk kedalam rumah dengan membuka pintu perlahan.


Cekrek...


Kakinya maju perlahan. Mencoba untuk tidak menimbulkan suara pada langkah kakinya.


Ketika didalam kamar, mata Reyna melihat kedatangan suaminya. Kemudian melihat jam yang menempel didinding!


"Jam segini baru pulang, mas! Kemana aja kamu?"


"Dari rumah Yusuf! Jawabnya kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci kaki.


Setelah keluar kamar mandi, Abim mencoba untuk merebahkan tubuhnya yang sudah lelah. Tapi Reyna tidak membiarkan Abim langsung tidur.


"Aku pingin bicara, mas?"


"Sudah malam, capek! Mau istirahat!" Sahutnya.

__ADS_1


Reyna kesal mendengar jawaban Abim. Rasanya kemarahannya semakin meluap.


"Mas, bangun dulu! Aku mau tanya?" Kata Reyna memaksa!


"Bisa gak kita bicara besok aja! Ini udah malam!"


Abim tidur membelakangi Reyna. langsung memejamkan mata! Reyna pun akhirnya mengikuti mau Abim untuk membahas semua yang mau ditanyakan Reyna esok hari!


Abim tidak bisa tertidur pulas! Rasanya tidak nyaman sekali saat masalah pekerjaan sedang ia hadapi.


Abim kemudian bangun dari duduknya! Lalu mengambil sebatang rokok dan dihisapnya untuk menghilangkan rasa pusing dikepalanya.


Ia akhirnya tidak tertidur hingga pagi.


****


Keesokan paginya...


Reyna sudah bangun, sudah bersiap-siap untuk bekerja hari ini. Begitu juga dengan Abim yang sudah rapih. Padahal ia semalam tidak tidur.


"Kalian berdua sarapan dulu. Ini udah ibu buatkan sarapan!" Suruh ibu mertuanya pada keduanya.


"Iya bu!" Sahut Abim.


"Ibu berangkat dulu ya, mau kepasar!" Kata bu Wiwid, karena sehari-harinya berjualan dipasar.


"Hati-hati ya bu!" Ungkap Reyna.


Setelah kepergian bu Wiwid. Terjadi perbincangan diantara mereka berdua!


"Mas, aku dapat kabar kalau kamu dapat Sp-2 dari pak Bambang!"


"Iya! Kok bisa sih mas, padahal itu bukan kesalahan kamu?" Tanya lagi Reyna!


"Tapi aku tidak memeriksa lagi apa yang dikerjakan oleh Siska."


"Terus?"


"Iya aku dalam masa pengawasan selama tiga bulan kedepan. Siska juga sama! Kalau dalam tiga bulan kedepan, absen atau kinerja ku buruk maka..?"


Belum selesai ngomong, Reyna sudah memotong pembicaraan Abim! "Mas, pokoknya jangan sampai ada kesalahan lagi!"


Abim hanya mendengarkan perkataan istrinya. Malas berdebat! Apalagi waktu terus berjalan. Hari sudah semakin siang!


"Mas, jangan lupa! Kalau nanti kamu pulang. Tolong cuci baju ya! Kita tuh harus sama-sama! Jangan mentang-mentang, aku seorang istri! Terus kamu seenaknya aja gak mau bantuin aku!" Ungkap Reyna memerintah suaminya.


"Nanti aku beliin mesin cuci deh, biar gampang!"


"Mas, itu kan nanti! Yang aku perluin sekarang!"


"Ya ya iya!" Sahut Abim kesal!


Abim menarik napas panjang. Sambil berkata dalam hatinya!


Baru kali ini, disuruh nyuci! Padahal, selama menikah sama Manda aja gak pernah nyuci. Manda sakit selalu ngerjain sendiri. Apalagi waktu dia habis lahiran. Uh.. beda banget sama Reyna ya!


Abim pun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya pergi bersama menuju tempat kerja.


...Happy Reading...


__ADS_2