
Di Rumah sakit..
Jam 19.00 WIB
Aku membuka mata perlahan. Ku lihat sekeliling tempat yang tidak ku ketahui dimana ini.
Ku rasakan sakit yang luar biasa dari tangan dan kaki ku. Ternyata banyak perban yang menempel disetiap luka.
Ku lihat seorang suster yang sedang menghampiri ku.
"Suster.."
Suster mendengarnya lalu menghampiri kearah ku!
"Ada apa bu?" Tanyanya!
"Dimana suami saya?" Tanya ku spontan.
"Ada Bu. Nanti saya panggilkan."
Suster akhirnya pergi keluar dan mencari lelaki yang ku maksud!
.
.
Setelah beberapa menit menunggu, ada seorang lelaki yang menghampiri ku.
"Bapak ini siapa? Saya tadi menyuruh suster untuk memanggil suami saya! Tapi kenapa bapak yang datang?" Tanya ku kepada lelaki yang datang dan usianya tidak jauh dari suami ku.
"Maaf bu, perkenalkan nama saya Andi. Tadi saya yang membantu dan ikut mengantar ibu sampai kesini. Yang membawa ibu adalah orang yang menabrak ibu, tapi sayang dia pergi begitu saja setelah sampai disini. Makanya saya menunggu disini sampai pihak keluarga dari ibu ada yang datang!"
"Terima kasih pak! Pak bisa tolong hubungi suami saya!"
"Baik bu! Sebutkan saja nomornya, nanti saya hubungi?"
Aku menyebutkan nomor telepon Bimo dan Harris. Andi akhirnya keluar untuk menghubunginya!
.
.
.
Dua jam menunggu akhirnya Bimo dan Harris datang kerumah sakit!
Andi menunggu diluar ruangan IGD. Disana Andi bertemu dan berkenalan dengan Harris dan Bimo.
"Assalamualaikum. Dengan pak Andi!" Tanya Bimo.
"Waalaikumsalam! Benar pak!"
Mereka bertiga akhirnya berjabat tangan dan saling berkenalan!
"Terima kasih pak, sudah mau membantu dan membawa istri saya sampai kesini!" Kata Bimo sopan.
"Sama-sama pak. Sebenarnya saya hanya melihat korban dijalan. Karena merasa tidak yakin lalu saya mengikuti korban yang diantar oleh orang yang menabrak sampai kerumah sakit ini. Tapi setelah sampai sini. Korban malah ditinggalkan saja di IGD!"
"Terima kasih dan saya berhutang budi sama bapak. Jadi bapak mengenal orang yang menabrak istri saya?"
"Ya pak!" Jawab singkat Andi!
"Maaf pak, kalau bapak duduk sebentar dengan Harris. Sementara saya bertemu dulu dengan istri saya. Barulah setelah itu saya ingin mengobrol lagi dengan bapak!"
__ADS_1
"Baiklah!"
Bimo berjalan memasuki ruangan IGD, dilihatnya aku yang sedang berbaring dan tangan ku masih diinfus.
"Mas, maaf aku tidak mendengarkan perkataan mu."
Bimo hanya diam, tidak menjawab perkataan ku. Memandang wajah ku cukup lama.
Sampai saatnya seorang suster datang dan berkata.
"Maaf bapak siapanya pasien?" Kata suster.
"Saya suaminya suster!"
"Bapak..dokter mau bicara. Bapak ditunggu disana."
"Baik suster terima kasih!"
Setelah Kepergian suster. Bimo berkata, "Aku pergi bertemu dokter dulu. Istirahatlah dulu, nanti aku kembali!"
"Mas tunggu! Yang menabrak ku Reyna dan Adlan." Kata ku dengan memengang tangan Bimo!
Lagi-lagi Bimo tidak menjawab, tapi hanya tersenyum. Kemudian berjalan untuk menemui dokter.
"Permisi dok"
"Iya silahkan pak duduk. Dengan suami dari ibu Amanda?"
"Benar dok!"
Dokter akhirnya menjelaskan kondisi pasien sekarang.
"Begini pak Bimo, istri anda mengalami luka yang begitu banyak dibagian kaki dan tangan. Tapi Allah masih melindungi janin yang ada didalam kandungan istri anda. Jadi keadaan janin dan istri anda cukup baik. Bahkan boleh dikatakan untuk saat ini tidak perlu dirawat hanya saja kondisi istri anda harus istirahat dari aktifitas apapun."
"Alhamdulillah terima kasih dok!"
Bimo meninggalkan dokter dan pergi keluar. Diluar Bimo bertemu dengan Harris dan juga Andi.
Raut wajah Bimo yang tadi cukup khawatir kini berubah menjadi tersenyum lebar. Bimo juga tidak lupa menyampaikan kabar baik itu kepada dua orang yaitu Andi dan Harris.
"Pak Andi. Apakah pak Andi mengenali wajah orang yang menabrak?"
"Iya saya mengenalinya!"
Bimo segera mengeluarkan ponsel yang berada dikantong celananya. Lalu menunjukkan foto Adlan dan Reyna yang berada diponselnya kepada Andi.
"Apakah ini orangnya?"
Andi melihat kearah foto Adlan dan Reyna. Kemudian Andi menganggukkan kepalanya bahwa memang benar yang dilihat saat kecelakaan itu adalah kedua orang yang sama persis yang ada difoto.
"Terima kasih pak. Jika suatu saat saya bisa minta tolong untuk bapak memberikan kesaksian kepada polisi apa bapak bersedia."
"Iya saya bersedia! Simpan saja ini kartu nama saya!" Kata Andi sambil memberikan kartu nama miliknya!
"Kalau begitu saya permisi harus mengurus administrasi istri saya. Karena istri saya tidak dirawat."
"Saya pamit saja pak." Ucap Andi.
Andi selesai memberikan kesaksian dan dirinya juga sudah merasa tenang bahwa korban kecelakaan itu sudah bertemu dengan keluarganya!
Ketiganya berjabat tangan dan Bimo tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Andi.
Setelah kepergian Andi. Bimo menyuruh Harris untuk melaporkan tentang kecelakaan yang menimpa istrinya kepada polisi serta pelakunya adalah Adlan dan Reyna yang sedang dicarinya selama ini! Sedangkan Bimo harus mengurus administrasi kepulangan istrinya.
__ADS_1
****
Hotel ...
Jam 21.00 WIB
Bimo, aku dan Harris sudah sampai di hotel. Aku segera beristirahat dikamar. Sedangkan Bimo menyuruh orang untuk menemani ku selama Harris dan Bimo pergi.
Acara tidak bisa dibatalkan. Walaupun telat untuk datang, tapi Bimo mengusahakannya untuk datang.
Sedangkan aku ditemani oleh sepupu Harris yang kebetulan kuliah di Surabaya. Namanya Lola.
Lola menonton tv untuk menghilangkan rasa ngantuknya. Sedangkan aku sedang tidur dikamar.
Jam 22.30 WIB
Aku yang tertidur pulas, tiba-tiba saja terbangun. Kemudian melihat jam yang terpasang ditembok.
Jam setengah sebelas. Mas Bimo belum pulang juga. Kata ku pelan dan turun dari tempat tidur.
Langkah kaki ku berjalan keluar kamar. Mata ku melihat Lola yang sudah tertidur dikursi.
Aku tidak berani membangunkannya untuk meminta tolong membuatkan segelas susu.
Akhirnya aku membuat segelas susu hamil dan membuka kulkas dan mencari cemilan yang bisa ku makan untuk menghilangkan rasa lapar.
Didalam kulkas yang ada hanya buah, aku tidak jadi mengambilnya. Lalu dengan membawa segelas susu aku berjalan dan duduk sambil menonton tv.
Menikmati segelas susu hangat sambil menonton tv. Ternyata suara tv membangunkan Lola yang sedang tertidur.
"Mba, kenapa bangun?" Tanya Lola sambil mengucek-ngucek matanya yang masih mengantuk!
"Aku lapar. Maaf ya membangunkan kamu!"
"Enggak apa-apa! Ini mbak ada pizza, tadi aku beli sewaktu kesini!"
"Iya terima kasih ya!"
Aku mengambil sepotong pizza yang ada diatas meja dan memakannya. Lola tidak jadi tidur, ia akhirnya bangun dan menemani ku menonton tv sekaligus berbincang-bincang.
Sampai akhirnya jam menunjukan jam dua belas malam.
Tok..tok..tok..
"Sepertinya ada yang mengetuk pintu." Kata ku ketika mendengar suara ketukan pintu dari arah luar!
"Biar aku saja mbak!"
Lola bangun dari duduknya dan berjalan untuk membuka pintu!
"Assalamualaikum!" Ucap salam Bimo dan Harris.
"Waalaikumsalam." Jawab ku dan Lola.
Bimo dan Harris masuk kedalam. Bimo terkejut melihat ku yang sudah tidak tidur lagi.
"Manda, kenapa gak tidur?"
"Maaf mas, aku bangun dan perut ku terasa lapar. Lalu aku buat susu deh sambil nyemil pizza." Kata ku sambil mencium tangan Bimo.
"La, ini sudah malam. Tidur saja disini! Besok baru pulang." Ucap Bimo!
"Iya mas!"
__ADS_1
"Kalau gitu aku balik kekamar dulu ya, Bim! Assalamualaikum!"
Harris berpamitan kepada semuanya dan berjalan keluar untuk kembali kekamarnya! Sedangkan Bimo mengajak ku kekamar untuk beristirahat! Lola melanjutkan tidurnya dikursi panjang!