
Tiga bulan telah berlalu, aku menjalani hidup bersama kedua buah hati ku. Dengan dibantu adik ku, aku mulai mencari kerja. Walaupun sebenarnya Abim masih mengirim uang gajinya untuk ku, aku tidak mau terus menerus berpangku tangan pada lelaki yang telah menyakiti ku. Kalau bisa aku harus mempunyai penghasilan, walaupun nantinya tidak tau berapa besar penghasilan ku. Setidaknya itulah jerih payah ku, rezeki ku yang kudapat untuk menghidupi diriku dan anak-anak.
Sedangkan proses pengadilan belum pada finalnya, karena Abim bersih kukuh menolak perceraian.
Mungkin ini belum ridhanya orang tua Abimanan untuk melepas ku. Pak Rizal dan mama Ainun tidak rela kalau melepasku bercerai dengan Abim.
Mama Ainun selalu bilang, Biarkan Manda, Abim seperti itu. Ia pasti menyesal meninggalkan kamu. Sekarang biarkan seperti ini. Jangan ceraikan Abim. Pasti dia balik lagi kekamu!
Tapi aku tidak mau. Abim menggantung ku seperti ini! Tidak ada keputusan! Sedangkan ia bersenang-senang dengan Reyna, lalu bagaimana perasaan ku! Aku harus menahannya terus menerus, sampaii kapan?? Belum lagi karena pertengtangan Ainun yang menolak ku untuk bekerja. Harus tetap dirumah menjaga kedua buah hati ku. Jika seperti ini kapan aku maju. Kapan aku bisa mempunyai penghasilan, jika aku harus dirumah.
Karena tekad ku sudah bulat, aku tetap maju walaupun banyak yang menentang. Tidak peduli apa kata orang tua Abim yang mengatakan bahwa aku mengabaikan anak-anak. Dan akan membawa anak-anak jika aku mesti bekerja.
****
Dirumah
Jam 11.00 WIB.
Hari ini adalah hari Minggu, kedua anak-anak sedang pergi bersama uti Atika. Ini adalah kesempatan untuk ku. Menyiapkan beberapa berkas untuk melamar pekerjaan. Kesempatan ini tidak ku lewatkan begitu saja.
Ku buka laptop, ku cari info lowongan pekerjaan. Berharap dan berdoa saja semoga nasib baik, memihak ku!
Bagaimana tidak, aku sadar! Umur ku tidak lah muda lagi. Pasti kalah dalam mencari pekerjaan yang lebih baik. Tapi apa salahnya jika aku mencoba, dengan bermodalkan pengalaman yang ku punya. Aku mengirim semua berkas ku lewat email.
Tidak berhenti begitu saja. Aku mengambil ponsel yang berada diatas nakas. Ku cari nomor teman-teman, meminta informasi lowongan pekerjaan. Siapa tau mereka semua dapat membantu ku.
Sedang asyik-asyiknya, suara dering ponsel. Mengangetkan ku! Ku angkat panggilan tersebut, tetapi keburu mati.
Tidak lama notif sebuah pesan dari Abimanan.
Lalu aku membacanya.
Abim
Kamu masih punya duit nggak?
Betapa terkejutnya aku, saat isi pesan Abim seperti itu! Apa maksudnya ya? Pikir ku. Aku terdiam sejenak, tidak membalasnya.
Setengah jam kemudian, pesan dari Abim ada lagi.
Abim --
Kenapa gak dijawab?
Kenapa gak dijawab?
Saya tanya, kamu masih punya duit gak?
^^^Aku--^^^
^^^Kenapa?^^^
__ADS_1
Abim--
Saya boleh pinjam, gak? Saya butuh makan?
^^^Aku--^^^
^^^Gak ada!^^^
Abim--
Saya pinjam! Saya gak pegang uang!
^^^Aku--^^^
^^^Gak ada^^^
Aku menyudahinya, lalu menaruh ponselnya diatas nakas. Aku berjalan keluar untuk pergi kerumah teman. Ada salah seorang teman yang menawarkan dagangann kepada ku.
****
Dirumah Asri.
Setelah setengah jam perjalanan, akhirnya aku sampai dirumah Asri. Wanita yang usianya diatas ku. Aku kerumah Asri atas kenalan dari Luna.
Asri adalah penjual pakaian secara online. Macam-macam pakaian yang ia jual. Kerudung atau mukena juga ada.
Ini pertama kalinya aku kerumah Asri dan berkenalan dengannya secara langsung.
Tok.. tok..tok..
"Waalaikumsalam. Siapa ya?" Jawab Asri dari dalam rumahnya! Lalu ia membuka pintu dan melihat ku.
Aku langsung memperkenalkan diriku. "Maaf nama ku Manda. Luna yang memberitahu bahwa aku harus menemui mbak Asri."
"Oh iya Manda. Mari silahkan masuk! Silahkan duduk." Suruh Asri lalu ikut duduk bersama ku.
Mata ku memandang sekeliling rumah Asri yang didalamnya terdapat banyak barang dagangannya. Dan pandangan ku kembali fokus pada Asri yang kembali mengajak ku mengobrol.
"Luna sudah menjelaskan maksud kedatangan Kamu, Manda. Silahkan kamu pilih baju yang mau kamu jual. Nanti harga reseller aku kirim kekamu. Kerja sama sama aku simple kok, gak pakai ribet. Satu yaitu amanah dua jujur." Perjelas Asri pada ku sambil tersenyum simpul.
"Terima kasih mbak atas kepercayaannya sama aku!" Jawab ku.
"Sama-sama. Kalau sudah pilih-pilih, terus ambil. Jangan lupa kamu catat ya! Ini bukunya!" Kata Asri lalu mengajak ku untuk memilih-milih.
Tangan ku dengan cekatan memilih-milih baju, celana, kerudung hijab. Setelah itu ku catat semua total barang yang ku bawa. Setelah selesai aku berpamitan untuk pulang kerumah.
"Mbak Asri! Aku pamit pulang! Nanti kalau sudah ada yang laku akan langsung ku setor kembak!" Ucap ku sambil berjalan kearah pintu.
"Terserah kamu aja!"
"Assalamualaikum!" Ucap salam ku lalu menaiki motor.
__ADS_1
"Waalaikumsalam!" Balas Asri yang berdiri diambang pintu.
Setelah menyalakan motor aku pun langsung pergi. Motor ku lakukan pulang kerumah.
****
Dirumah..
Jam 14.00 WIB
Sampai dirumah, aku langsung melaksanakan kewajiban ku untuk sholat. Dalam sholat aku tidak lupa meminta agar proses persidangan ku cepat selesai, dimudahkan dalam mencari rezeki dan diberi selalu kesehatan. Amiin.
Setelah melaksanakan sholat, ku dengar suara pintu terbuka. Lalu teriakan yang tidak asing lagi, yaitu suara Aisyah memanggil ku.
"Bunda!" Teriak Aisyah yang baru masuk.
Aku yang masih memakai mukena lalu segera keluar kamar dan melihat kearah suara.
"Dek, kalau masuk ucap salam dulu!" Protes Sisil.
"Assalamualaikum!" Ucap salam keduanya!
"Waalaikumsalam! Kalian cuma berdua lalu uti mana?" Tanya ku yang melihat kearah mereka.
Sisil sambil berjalan masuk lalu menjawab. "Tadi aku sama Aisyah dari sana bun! Tapi dirumah uti lagi ada tamu temannya om!"
"Jadi kita pulang deh, uti gak bisa anter!" Celetuk Aisyah yang sedang memeluk ku.
"Ya udah sekarang istirahat! Eits... udah pada sholat belum!" Tanya ku dan kedua bola mata ku langsung mengarah ke Sisil terlebih dahulu baru Aisyah.
"Sudah!" Teriak bersamaan!
Dengan suara pelan aku pun membalasnya! "Kalian berdua cuci tangan sama kaki. kemudian istirahat dikamar ya! Bobok!"
"Siap bos!" Ledek Asiyah yang melirik kearah ku sambil tersenyum!
Keduanya langsung pergi kekamar untuk beristirahat. Sedangkan aku membuka warung ku yang tadi sempat tertutup sebentar karena ku tinggalkan pergi.
****
Keesokan harinya, disela waktu senggang ku setelah mengantar anak-anak kesekolah dan beres dengan pekerjaan rumah.
Untuk pertama kalinya aku menjajakan dagangan ku secara online lewat FB, Ig, dan WhatsApp.
Bismillah... kata ku dalam hati. Aku sudah usaha, semua terserah Engkau ya Allah menunjukkan jalannya untukku.
.
.
Setelah tiga jam menunggu, akhirnya ada banyak orang yang bertanya-tanya tentang dagangan ku. Ada yang hanya sekedar ingin tau saja dan ada yang berkelanjutan.
__ADS_1
Alhamdulillah, rasanya senang sekali. Ada yang minat dan mau membeli baju untuk anaknya ditempat ku.
Rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ini semua atas pengunjuk mu Ya Allah SWT.