Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Kerinduan


__ADS_3

Dirumah..


Jam 11.00 WIB


Sehabis pulang sekolah Aisyah bermain bersama teman-temannya. Sedangkan Sisil baru saja pulang dari sekolah! Hari ini Sisil pulang agak cepat, karena gurunya sedang rapat!


Mama Atika sedang menyapu halaman rumah yang dilihat kotor akibat dedaunan yang jatuh dari pohonnya.


Sisil menghampiri mama Atika yang sedang menyapu. Lalu berkata. "Uti, adek mana?"


"Lagi main kak! Kakak ganti baju dulu sana, terus makan."


"Ya!"


Sisil pun kembali kedalam rumah untuk mengganti bajunya!


.


.


.


Setengah jam kemudian, Aisyah datang dengan berlari sambil menangis! Lalu masuk kedalam kamarnya!


Mama Atika dan Sisil yang melihatnya, panik! Keduanya beranjak dari tempat duduknya!


Mama Atika mengetuk pintu kamar dengan pelan. Pintu kamar terkunci dari dalam oleh Aisyah.


Tok tok tok..


Aisyah tidak membuka pintu kamarnya! Keduanya menunggu cukup lama dari balik pintu. Mencemaskan keadaan Aisyah yang tiba-tiba saja pulang dengan menangis dan mengunci dirinya sendiri!


"Dek, kenapa? Ada yang nakal sama adek. Sini cerita sama uti!" Bujuk uti tapi Aisyah tetap menangis dan tidak mau keluar kamar.


"Dek, bilang sama kakak! Siapa yang nakal, nanti kakak bilang sama bunda!"


Aisyah juga tidak menjawab. Ia terus menangis sampai sesegukan.


Segala upaya untuk membujuk Aisyah tidak berhasil juga. Akhirnya mama Atika menyuruh Sisil untuk menghubungi ku yang sedang bekerja.


Sisil mengambil ponselnya yang tergeletak dimeja. Lalu mencoba untuk menghubungi ku.


Panggilan pun tersambung.


📞 "Assalamualaikum. Ada apa kak?"


📞 "Waalaikumsalam. Bun adek gak tau kenapa! Pulang main. Langsung menangis dan masuk kekamar terus pintunya dikunci."


📞 "Uti ada kak?"


Sisil kemudian memberikan ponselnya kepada mama Atika.


📞 "Ndok, itu Aisyah nangis! Mama gak tau kenapa?"


📞 "Ma, coba tolong berikan ponselnya sama adek. Aku mau ngomong!"


Mama Atika kemudian memanggil Aisyah yang berada dikamar.


"Dek, ini bunda mau ngomong. Ambil dulu ponselnya."


Cekrek..


Aisyah membuka pintu kamar, lalu melihat mama Atika dan Sisil yang sedang berdiri didepan pintu kamar!


Mama Atika memberikan ponsel yang ada ditangannya. Kemudian Aisyah pun mengambilnya dan berbicara dengan ku lewat telepon!


Cukup lama pembicaraan antara aku dan Aisyah. Aku mencoba untuk memberi pengertian kepada Aisyah dan memintanya menceritakan semua kejadian ketika Aisyah bermain bersama teman-temannya.


Aisyah menceritakan semuanya! Ia menangis karena semua temannya berkata yang menyakiti hatinya!

__ADS_1


Pembicaraan ku dan Aisyah akhirnya berakhir. Kemudian Aisyah memberikan ponsel itu kepada mama Atika, tapi panggilan tersebut telah dimatikan oleh Aisyah.


"Dek, ini sudah." Kata mama Atika!


Aisyah hanya mengangguk saja dan berjalan mendekati kursi diteras depan. Ia duduk dikursi itu sendirian. Wajahnya masam dan tidak semangat lagi untuk bermain.


Biasanya Aisyah yang paling berisik, bawel, iseng tapi semenjak pulang dari bermain. Suaranya seperti menghilang, keusilannya tidak ada.


Mama Atika yang cemas lalu mendekati Aisyah yang sedang duduk sendiri.


"Adek kenapa, kok duduk sendiri disini? Kita kedalam, nonton tv sama kakak!"


Lagi-lagi Aisyah hanya menggelengkan kepalanya! Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.


Mama Atika tidak kehabisan akal. Ia terus mengajak ngobrol Aisyah dengan segala cerita yang lucu ia ceritakan!


Aisyah hanya tersenyum sedikit. Kemudian Aisyah kembali kekamar dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Aisyah tertidur dengan lelapnya dikamar.


****


Jam 16.00 WIB


Aku baru saja sampai kerumah. Memakirkan motor, kemudian berjalan masuk kedalam.


Cekrek..


"Assalamualaikum..."


Melangkahkan kaki kedalam rumah. Mataku terus mencari anak-anak. Ku lihat kedua anak ku sedang tertidur pulas.


Aku pun kembali keluar kamar mereka untuk membersihkan diri didalam kamar ku.


.


.


Mama Atika yang sedang berada di dapur, telinganya mendengar suara langkah kaki memasuki rumah.


"Iya, ma! Tunggu sebentar nanti aku keluar!"


Setelah selesai mandi, aku pun keluar kamar. Aku menghampiri mama Atika yang sedang duduk dan menonton tv.


"Ma, semua baik-baik saja kan?"


"Aisyah saja, gak tau kenapa? Pulang main menangis."


Aku pun kembali menjawabnya. "Nanti aku akan coba ngomong sama adek. Terima kasih, ma! Mau jagain anak-anak ku."


"Iya, ndok! Sudah ya, mama pulang dulu!"


Mama Atika pulang kerumahnya dengan berjalan kaki. Setelah kepergian mama Atika, kedua anak-anak terbangun dari tidurnya!


Keduanya menghampiri ku yang sedang duduk.


Aku menengok kepala ku kesebelah kiri dan melihat kearah anak-anak.


Aisyah memeluk ku dengan erat, pelukannya seperti tidak lama bertemu dengan ku. Padahal aku hanya meninggalkan untuk bekerja beberapa jam saja.


"Ada apa dek? Cerita sama bunda!"


Aisyah melepaskan pelukannya perlahan. Kemudian duduk disamping ku. Mata Aisyah menatap ku dengan penuh tanda tanya?


Kemudian Aisyah menceritakan semuanya kepada ku ketika bermain dengan teman-temannya.


Flashback on


Aisyah sedang bermain bersama teman seusianya dirumah Khanza! Banyak teman Aisyah ada Khanza, Lulu, Ika dan Naura.


Awalnya permainan mereka biasa saja, tak ada konflik. Namun, lama kelamaan semua berubah ketika Naura mengambil boneka barunya dari rumahnya.

__ADS_1


Naura datang sambil menggendong boneka barunya dalam pelukannya. Semua temannya lalu bertanya dan meminta untuk meminjamnya!


"Naura, boneka kamu bagus banget! Boleh pinjam gak!" Kata Lulu yang berdiri dihadapan Naura.


"Boleh. Ini hadiah dari ayah waktu ulang tahun ku. Bagus kan!"


"Iya bagus banget! Pasti mahal ya?" Tanya Khanza dengan rasa ingin tau!


Naura kembali menjawabnya! "Iya, belinya jauh banget. Waktu ayah tugas di Bali!


Semua anak tercengang ketika mendengarnya. Lalu mereka kembali menceritakan tentang sosok sang ayah kepada temannya yang lain.


"Aku juga mau minta sama ayah, pasti dibeliin. Ayah aku kan, sayang banget sama aku! Pasti permintaan aku diturutin!" Ucap Lulu!


"Ayah ku juga sayang sama aku. Kemarin ayah ngajak aku liburan ke Taman Safari, seru banget deh!" Kata Naura yang tidak mau kalah menceritakan tentang ayahnya!


Tiba-tiba suara Ika terdengar. Ika tidak mau kalah mengomentari ayahnya. "Kalau aku, ayah ku jarang pulang karena ayah seorang pilot. Tapi ayah gak pernah lupa untuk telepon aku atau video call. Jadinya kalau aku minta apa-apa sama ayah pasti cepat banget dikasihnya."


"Kalau kamu bagaimana Aisyah?" Tanya Ika spontan!


"Ayahnya Aisyah kan gak pernah pulang, kata mama ku." Celetuk Naura berkomentar.


Aisyah terus memandang wajah teman-temannya, suasana bermain pun menjadi hening. Tidak ada lagi suara canda atau tawa anak-anak. Yang terdengar hanyalah suara komentar dari mulut anak-anak yang menyakiti hati Aisyah.


"Iya aku juga dengar, kalau mama ku lagi cerita sama ibu-ibu yang lain. Kalau ayahnya Aisyah kan sudah nikah lagi dan Aisyah punya ibu tiri!"


Kata Lulu.


"Ih serem ya...ibu tiri kan galak!" Celetuk Ika yang tidak mau kalah mengomentarinya!


"Aisyah, gak punya ayah! Aisyah gak punya ayah! Kasihan deh Aisyah gak punya ayah.."


Ejek Naura sambil bertepuk tangan.


Aisyah tidak tahan mendengar kata-kata yang keluar dari mulut teman-temannya. Aisyah pulang dengan menangis.


Seharusnya, ia bisa tertawa ketika bermain dengan teman-temannya. Tapi ini, ia menangis karena semua temannya menyakiti hatinya.


Flashback off


Hiks..hiks..


Aisyah menangis lagi karena bercerita dan mengingatkan kembali perlakuan teman-temannya.


"Adek kangen sama ayah! Adek mau ketemu ayah! Nanti bunda coba hubungin ayah!"


Aisyah mengangguk, ia memang rindu sosok seorang ayah. Ayah yang selalu mengajaknya bermain, bercerita, ayah yang menyayanginya dengan tulus. Tapi itu semua tidak lagi ia dapatkan.


Seribu kali pun aku memberikan kebahagian buat anak-anak, tetap saja kasih sayang seorang ayah tidak akan bisa tergantikan dengan apapun!


"Sudah, jangan menangis dek! Jangan dengarkan omongan mereka. Bunda akan jadi bunda sekaligus ayah buat kalian. Kalian jangan bersedih ya!"


"Tetap beda bun!" Sahut Aisyah!


"Udah dek! Jangan sedih! Kita pasti bisa bahagia tanpa ayah dan jangan peduliin apa kata mereka." Kata Sisil yang saling memberi kekuatan pada Aisyah!


Sisil dan Aisyah saling berpelukan dihadapan ku. Saling memberi kekuatan.


Mereka berdua hanya anak-anak! Mereka berdua tidak bersalah! Tapi mereka berdua harus merasakan dampak perpisahan ku dengan Abim!


...Happy Reading...


Selesai membaca jangan lupa like,


jadiin fav.


Kasih rate-nya,


dan komentar!

__ADS_1


Boleh juga hadiah dan votenya!


Terima kasih semua atas dukungannya. Semoga kalian semua dalam keadaan sehat selalu 💕💕


__ADS_2