SEKOLAH HANTU

SEKOLAH HANTU
episode II


__ADS_3

Hari minggu berlalu dan aku senang dan was was semoga ayah tidak menanyakan hal kemarin.


Karena semenjak itu Ayah belum mengatakan sepatah kata tentang kejadian sebelumnya.


Senin masuk sekolah dan kulalui hari itu seperti hari biasa.Datang terlambat,memanjat pagar lari masuk kelas.Sepertinya aku sangat ahli dalam hal itu.Pada hari yg cukup sibuk itu dimana itu adalah hari dimana kelas terasa sangat berat dan membosankan.


Pelajaran penting yang tidak bisa kulewatkan karena itu adalah pelajaran favoritku.


Fisika dan b.inggris berada dalam 1 hari yang sama.Dan tentu itu sangat menyebalkan bagi kebanyakan siswa.Namun tidak bagiku,itu merupakan alasan aku menunda bolosku.


Dijam pertama aku merasa menikmati pelajaran itu.Namun aku merasa sesuatu yang aneh.


Perasaan yang tidak asing namun sangat aneh.


Aku merasa kacau sampai aku tidak dapat mengungkapkan perasaan apa itu.


Syukurlah perasaan itu hanya berlangsung sebentar dan aku melanjutkan fokus kepelajaran.


Ting ting ting


Bunyi lonceng istirahat.


Kelas pun bubar dan aku memilih untuk bermain futsal dilapangan sekolah.


Seperti permainan sebelumnya menang telak lagi.


Aku sangat menikmati permainanku.


Ting ting ting


Lonceng kembali berbunyi


Cukup singkat untuk permainan yg menguras cukup banyak keringat.


Bajuku basah keringat dan aku cukup lelah saat itu.


Aku bersma teman ku yg lainnya berkumpul kekantin dan menghiraukan suara lonceng tadi.


Aku berteduh dibawah pohon.


Hembusan angin membuatku lega dan merasakan kantuk ku.


Pikirku mulai bergejolak menahan rasa ngantuk yg teramat menggoda.


Kupandangi sekelilingku dan mataku tertuju pada seorang anak kecil didekat kamar mandi siswa laki laki.


“Mungkin anak nya yg punya kantin”Pikirku dalam hati.


“Ben ayuk masuk oi”kata Andreas temanku sambil melempar minuman ringan yg dingin.

__ADS_1


“iyah bentar”jawabku


Aku terkejut saat kembali menoleh anak kecil tadi.


Dia tidak ada di tempat tadi.


“Cepat sekali hilangnya”pikirku dalam hati.


Kami kembali kekelas dengan berjalan dari arah kamar mandi tempat anak kecil itu berada.


Aku mengecek kedalam kamar mandi dan hanya ada anak laki laki lainnya.


Aku tidak melihatnya lagi.


Sampai dikelas ternyata guru yang mengajar belum masuk kekelas.


Aku yang lelah hanya duduk sembari menghayal.


Rasa kantuk kembali menghampiriku.


Mataku semakin berat dan kepalaku kusenderkan kebelakang.


Guru memasuki ruang kelas dan memulai pelajaran.


Pak S.K begitu sebutannya menjelaskan materi bla bla bla yah seperti yang guru lainnya lakukan


Tiba tiba Pak S.k membentak saya dan aku sangat kaget


Aku terkejut dan merasa heran.


Apa iyah aku tertidur.


Teman sebangkuku andreas hanya tertawa kecil melihatku dimarahi.


“woi aku tidur beneran yah?knapa gak kau bangunin?”kataku pelan sambil menginjak kakinya


“udah kubanguni tapi kau ga mau bangun”jawab dia sambil ketawa kecil


“elisabet bagi minummu”kataku pelan pada teman perempuan yang ada dihadapanku


Tiba tiba dari belakang ada yang menyodorkan air minum dan sebuah tissue.


Dia seorang perempuan tpi aku tidak mengenalinya persis.


“Ada nya air minum ku”katanya cuek


Setelah teringat ternyata dia Sarah.


Pacarku sekelasku.

__ADS_1


Kami menjalin hubungan sejak berada dikelas yang sama.


Aku tetap menerima air minum dari elisabet namun tidak meminumnya.


“Pacar sendiri lupa”ledek andreas


“namanya udah tua” candaku


Kelas berlalu dan kuputuskan pulang bersama sarah.


Kami berjalan berdua layaknya pasangan anak muda yang dilanda asmara.


“panas yah? Nih pake topi”kataku sambil memakaikan topi ku dikepalnya


Dia tidak menjawab


Dia hanya senyum senyum .


Tak banyak kata yg bisa kukatakan karena membosankan rasanya pacaran satu kelas


Berjumpa tiap hari


Disampingnya tiap hari


Mendengarnya bercerita tiap hari.


Yah walau membosankan namun dia lah cinta pertamaku.


Diujung jalan kami terpisah karena arah rumah kami berbeda


Dia mengucap salam dan pergi begitu saja


Kuteruskan langkahku menelusuri jalan yg cukup panjang.


“Hiks hiks hiks”


Aku mendengar suara tangisan yang samar samar


Namun suara nya sangat dekat ditelingaku.


Aku mendapati anak kecil yang kulihat tdi sedang menangis sembari memegang kepalanya.


Aku dengan rasa peduli ku menanyakan keadaannya.


Namun dia berpaling dariku.


Dia bahkan tidak memperlihatkan wajahnya kepadaku.


Namu aku melihat jelas wajah nya sangat pucat dan tampak berair seperti air mata namun berlendir.

__ADS_1


“dasar bocah ingusan”celetuhku sambil melanjutkan perjalananku.


__ADS_2