SEKOLAH HANTU

SEKOLAH HANTU
episode IV


__ADS_3

Rabu,26 september.


Usai berunding beberapa hari.


Kami memutuskan untuk mencari informasi tentang anak kecil itu.


Tapi kepada siapa kami akan bertanya?


Siapa yang peduli dengan investigasi kami?


Kami tidak punya sumber yang dapat kami tanyakan.


Tidak ada lagi tanda tanda anak itu.


Dia tidak pernah muncul lagi hingga saat itu.


Investigasi berhenti sejenak.


Kami bingung apa yang akan kami lakukan.


Kami terlalu amatiran.


Pulang sekolah aku bersama teman ku andreas bermain futsal dihalaman sekolah.


Keasikan bermain tak terasa waktu sudah semakin sore.


Aku tidak tau pastinya jam berapa.


Lelah bermain futsal kami semua terkapar lelah dilapangan.


Ada yang berbaring,duduk dan aku seperti biasa ritual kekamar mandi(you know lah)


Aku pergi bersama frederik teman ku bermain futsal.


Karena kamar mandi nya hanya satu,terpaksa kami harus bergantian kedalam.


Aku menunggu frederik yang duluan masuk kekamar mandi


“Hiks hiks hiks”


Tiba tiba aku mendengar suara tangisan anak kecil.


Suara itu terngiang ngiang dikepalaku.


Aku menduga mungkin itu suara frederik dari dalam kamar mandi


“frederik!!! Knapa nangis kau!!”tanyaku sambil menggedor gedor pintu


Tidak ada jawaban sama sekali.


Namun suara itu semakin jelas dan semakin kencang.


“hiks hiks hiks”(suara tangisan anak kecil)


Aku yang merasa ketakutan mendobrak kuat pintu kamar mandi.


Namun aku tidak sanggup untuk berhasil membuka pintu kamar mandi itu.


Aku berlari kelapangan untuk meminta tolong kepada teman temanku.


Namun aku semakin kaget,aku melihat frederik sedang duduk dilapangan bersama teman yang lainnya.


Lalu yang dikamar mandi itu siapa.???


Keringatku semakin mengucur deras.


Jantungku berdegup kencang.


Dan tubuhku bergetar.


Teman teman ku melihat ku merasa heran kepadaku.


“Kenapa capten?”tanya andreas


“Sini bentar”sambungku


Aku meminta tolong secara sembunyi2 kepada andreas untuk menemaniku kembali kekamar mandi.


Sampai dikamar mandi ternyata pintu kamar mandi sudah dalam keadaan terkunci gembok besi 🔐


“Kok dikunci?siapa yang kunci?”tanyaku pada andreas


“Tiap pulang sekolah kan seluruh ruangan dikunci termasuk kamar mandi”jawab andreas dengan konyol


“udah kencing di tembok ajh”sambungnya lagi.


Aku tidak bisa berkata apa apa.


Pikiranku seakan buntu karena tidak percaya dengan apa yang ku lalui.


Kami kembali kelapangan hingga akhirnya pulang kembali kerumah.


Aku selalu kepikiran atas kejadian itu.


Apa ada kaitannya dengan kamar mandi itu?


Apa anak itu tinggal dikamar mandi itu?


Sampai dirumah aku mengecek ponsel ku.


Aku mencari informasi tentang tempat angker diindonesia.


Aku ingin tau mengapa mahluk itu mau tetap tinggal disana!


Aku menemukan informasi yang membuat ku merasa gila.


Dari informasi itu disebutkan bahwa arwah tinggal di suatu tempat karena ada alasannya.


Bisa jadi karena dia mati disana.


Atau bisa jadi jasad nya masih berada ditempat itu.


Waktu menjelang malam.


Aku yang sibuk dengan hp ku tidak peduli sama sekali.


Aku bahkan belum mengganti pakaianku.


“Hiks hiks hiks”


Suara itu kembali terdengar.


Aku kaget menjadi jadi.


Apa arwah anak kecil itu mengikuti ku sampai kerumah.

__ADS_1


Aku sangat ketakutan.


Apa yang harus kulakukan.


Tubuhku kaku tidak dapat kugerakkan


Suara tangisan itu berubah seketika menjadi suara jeritan yang sangat mengerikan.


“tolong....tolongggg”suara itu tampak terpatah patah.


Aku merasakan sesuatu yang mendekat dibelakangku.


Aku tidak bisa berbuat apa apa.


Semakin aku mencoba bergerak tubuhku semakin kaku.


Mulutku seperti dikunci .


Aku membisu seketika.


“tolllooongggg.....”


Suara itu berada dihadapan telingaku.


Aku sangat ketakutan.


Aku berdoa didalam hati.


Aku meminta pertolongan Tuhan.


“aku kesepian .... Tolong aku...”


Aku merasakan tubuhku sangat panas


Aku sangat ketakutan.


Lalu tubuhku dibanting kebelakang hingga aku tak sadarkan diri.


Tettt tettttt tetttttt


Alarm ku berbunyi menunjukkan pukul 06.00


Aku terbangun dan merenung sejenak.


Aku tersadar ternyata pakaianku masih belum kuganti semalam.


Aku teringat kejadian semalam.


Aku bangkit dan memeriksa seisi rumah.


Tidak ada seorang pun.


“Ibu.....ayah.....”


Aku coba mencari orang tuaku.


Tidak ad jawaban sama sekali.


Aku memutuskan untuk berangkat kesekolah.


Tidak ada mandi


Dan sarapan.


Namun aku menemukan sejumlah uang dimeja belajarku.


Disekolah aku bertemu sarah dan lidia.


Aku hanya ingin ketemu sarah namun lidia selalu ikut dengannya.


“kau tau cara manggil arwah gak?”tanyaku pada lidia


“Wow tiba tiba banget...ga ada basa basinya”jawab nya santai


“Bisa gak?”jawabku spontan


“Ga tau sih,Cuma aku bisa mendeteksi kemunculan mereka”jawab nya dengan pelan


“bisa gak kita kumpul bentar dikamar mandi belakang?”sambungku


“oh ok aku ngerti,kita sepemikiran”jawabnya tertunduk


“Jadi kau tau juga kalau dia selalu disitu?”tanyaku lagi


“Ia dia selalu disitu”jawabnya lidia.


Setelah berunding


Kami bertiga memutuskan untuk berkumpul dikamar mandi belakang setelah jam pelajaran selesai.


Ting ting ting


Lonceng sekolah berbunyi dan kami tidak terburu buru dalam melangsungkan aksi kami.


Kami memantau lokasi target kami dari kejauhan.(dari sisi sebaliknya)


Penjaga sekolah mulai mengunci ruangan ruangan kelas


Namun dia tidak mengunci kamar mandi tujuan kami.


Bukankah kemarin2 kamar mandi itu terkunci.


Lalu siapa yang menguncinya.


Penjaga sekolah pergi dan kamar mandi itu tidak dikunci sama sekali.


“ayoklah,ga ada lagi orang”kata sarah


“Yah kalau mau mojok no 1 lah kau”canda lidia


Aku hanya tersenyum cuek mendengar mereka.


“sebentar ada yang mau aku tunggu”kataku sembari memandang sekelilingku.


Dari kejauhan muncul Kepala sekolah Pak E.P gelar panggilannya.


Dia menuju kamar mandi tersebut membawa sekuntum bunga berwarna ditangan kanan nya.


Kami terkejut  melihat itu.


Apa yang kepsek lakukan disitu?


Tidak masuk akal kepala sekolah buang air dikamar mandi siswa yang kotor dan gelap itu.Sedangkan kepala sekolah punya kamar mandi sendiri.


Juga sangat aneh kalau kepala sekolah yang mengunci kamar mandi itu.

__ADS_1


Itu bukan tugas kepala sekolah.


“Apa yang dia lakukan?”tanyaku dalam hati


Sarah dan lidia juga memikirkan hal yang sama.


Kepala sekolah masuk kedalam kamar mandi tersebut.


Lalu kemudia mengunci kamar mandi tersebut.


Bunga yang ia bawa tidak tampak lagi.


Mungkin dia meninggalkan nya didalam pikirku.


Kepala sekolah pergi dan kami bergegas kekamar mandi tersebut.


Kami tidak dapat masuk kekamar mandi tersebut.


Tidak ada celah untuk melihat isi kamar mandi tersebut.


“lalu kita ngapain nih?”tanya lidia


“aku mau kita tunggu kehadiran anak itu”jawabku


“yah setidaknya kita harus memancingnya agar mau datang”jawab sarah dengan cerdas


“Caranya ?”sambungku


“Main jailangkung?”sambung lidia


“Terlalu beresiko,apalagi kita belum pernah melakukannya!”jawabku


“kapan lagi kalau bukan sekarang”sambung lidia dengan tegas


“kau tau caranya?”tanyaku pada lidia


“Aku ahlinya”jawab lidia


Aku dan sarah hanya mengangguk kaget mendengar pernyataan lidia.


Lalu lidia merakit sebuah boneka dari kertas buku pelajaran sekolah.


Dia membentuk nya seperti kepala dengan badan yang kurus


Lalu dia mencari dahan atau ranting yang akan dia gunakan sebagai tangan bonekanya.


Tak banyak waktu yang lidia perlukan untuk merakit bonekanya.


Aku memeriksa keadaan sekolah.


Memastikan bahwa sekolah benar2 kosong.


Gerbang sekolah juga sudah dikunci


Namun itu bukan masalah buruk karena kami punya banyak jalan pintas.


Kondisi aman dan peralatan seadanya sudah siap.


Kami memulai ritual nya tampa memikirkan resikonya.


Kami bertiga mulai memegang tubuh boneka nya sambil memejamkan mata.


Lidia mulai membacakan mantra 2 yang terdengar konyol dikepalaku.


Lidia menyuruh kami untuk tetap menutup mata apapun yang terjadi.


Awal awal tidak ada yang terjadi.


Angin berhembus dan cuaca mendung.


Lidia menghentikan ritualnya beberapa kali.


Aku merasa tidak nyaman dan merasa ada yang salah dengan ritual kami.


Lidia kembali melakukan ritual nya


Kami kembali menutup mata.


Tiba tiba lidia bernyanyi.


Dia menyanyikan lagu balonku ada lima


Dia tampak tidak normal


Dan sarah yang didekatku menekan tubuhnya ketubuhku seakan mengisyaratkan rasa takutnya


Dia menyanyi hingga 3 kali.


Hingga akhirnya dia menyuruh kami membuka mata.


“Dia tewas disini”kata lidia terengah engah


Aku dan sarah saling menatap ketakutan.


“Apa dia butuh bantuan?” tnyaku gagap


“ia, dia butuh teman


Dan dia terperangkap disini”sambung lidia


“apa artinya....”kalimatku terpotong oleh lidia


“nanti kita bicaran”kata lidia menutup mulutku


Lalu kami bertiga beranjak dari sana menuju keluar sekolah.


Kami harus melewati rute yang sulit untuk keluar dri  sekolah melalui jalan rahasia kami.


Kami berkumpul didepan Gereja besar.


“sepertinya dia suka samamu”kata lidia sambil tersenyum


“knpa kamu bilang gtuh”tanya ku dengan heran


“Dia bakalan nemanin kau dalam waktu yang lama”canda lidia


“tpi aku juga mau”jawab sarah memelas


“Mlah becanda,jdi gimana nih kelanjutannya”kataku serius


“yah kyaknya ada hubungannya sama kepala sekolah,yah bapak itulah kita tanya”sambung sarah


Kami memutuskan untuk menyudahi investigasi kami hari itu.


Kami berencana untuk mencari tau apa hubungannya dengan kepala sekolah..

__ADS_1


***


__ADS_2