SEKOLAH HANTU

SEKOLAH HANTU
BAB 56 KAKAK BERADIK


__ADS_3

Arini menghela napas panjang. Sorot matanya menyiratkan sebuah keoptimisan. Mungkin ia sudah menemukan keyakinannya bahwa ayahnya tidak bersalah.


"Rin, tadi kamu bilang bahwa kamu sudah berhasil mengorek informasi dari Pak Marzuki. Sekarang ceritakan apa saja yang dikatakan pedagang mie ayam itu kepada kamu," desakku.


Arini menarik napas dalam-dalam.


"Iya, tadi pria paruh baya itu sudah banyak bercerita tentang kehidupan pribadinya kepadaku," jawab Arini.


sz ?" tanyaku tak percaya.


"Entahlah, Im. Berawal dari aku bercerita kepada beliau kalau aku baru saja ditinggal oleh orang yang penting dalam hidup aku, yaitu ayahku. Setelah mendengar hal itu, Pak Kumis menjadi care dan malah Curhat tentang permasalahannya," jawab Arini.


"Apa sajakah yang ia ceritakan padamu, Rin?" tanya Indah.

__ADS_1


"Pak Kumis bercerita bahwa ia juga pernah merasakan sakitnya kehilangan orang-orang yang dicintai. Jadi, Pak Kumis bercerita bahwa ia memiliki masa kecil yang kurang bahagia karena kelahirannya tidak diinginkan oleh kedua orang tuanya. Untunglah, ada orang baik yang mau merawatnya sejak kecil. Mereka berdua sudah sekian lama menikah dan mengidam-idamkan seorang anak. Singkat cerita sejak saat itu kehidupan Pak Kumis berubah drastis seratus delapan puluh derajat. Kedua orang tua angkat Pak Kumis sangat menyayangi Pak Kumis," tutur Arini dengan ekspresi wajah bahagia.


"Rin, Pak Kumis yang asli itu sebenarnya adalah ayah angkat dari Pak Kumis yang sekarang, loh!" potongku.


"Biarin deh. Aku sudah terlalu nyaman memanggilnya Pak Kumis. Setelah dua tahun mengadopsi Pak Kumis, ibu angkat Pak Kumis mengandung dan lahirlah adik Pak Kumis yang bernama hm ...," ujar Arini.


"Pak Misnanto," sambut Bondan.


"Iya benar. Kalian ternyata sudah tahu duluan, ya?" tanya Arini.


"Oke. Pak Kumis dan adiknya hidup dengan penuh kasih sayang. Orang tua mereka tidak membeda-bedakan kasih sayang terhadap Pak Kumis dan adiknya. Bahkan kedua orang tua Pak Kumis merahasiakan bahwa Pak Kumis adalah anak angkat. Tapi, ada salah satu kerabat yang memberi tahu Pak Kumis. Pak Kumis sempat syok waktu itu. Saat itu Pak Kumis sudah remaja. Pak Kumis yang sempat kecewa dengan fakta tersebut menghilangkan semua kegundahan hatinya dengan banyak bermain bersama teman-temannya. Sebenarnya kedua orang tua Pak Kumis sempat curiga dengan perubahan sikapnya, tapi Pak Kumis merahasiakan kegundahan hatinya itu. Ia tidak mau kedua orang tuanya tahu bahwa dia sudah mengetahui identitasnya yang sebenarnya. Sikap Pak Kumis semakin hari semakin berubah. Ia tidak lagi perhatian kepada adiknya. Biasanya ke mana-mana adiknya selalu diajak, sejak saat itu Pak Kumis menjaga jarak dengan adiknya. Pak Kumis merasa ia dan adiknya berbeda. Sejak Pak Kumis tidak perhatian lagi kepada adiknya, adiknya sering membuat masalah. Ia sering berkelahi dengan teman-temannya. Ibu mereka stress memikirkan kedua anak mereka yang seperti itu. Hingga suatu ketika muncul masalah besar dalam keluarga mereka. Tapi, Pak Kumis tidak cerita masalah apakah itu. Akibat masalah itu, Ibunya Pak Kumis sampai sakit-sakitan. Saat itulah Pak Kumis sadar bahwa ia tidak boleh terlalu larut dalam masalahnya sendiri. Pak Kumis mulai memperbaiki dirinya. Ia memberikan perhatian kepada adiknya. Dan berkat bantuan salah satu temannya, Pak Kumis bisa menyelesaikan masalah yang terjadi antara ibu dan bapaknya. Akhirnya, hubungan di dalam keluarga Pak Kumis kembali menjadi harmonis. Orang tua Pak Kumis juga menyambut baik teman-teman Pak Kumis. Adiknya Pak Kumis yang semula sering membuat masalah mulai berubah menjadi lebih baik dan berprestasi di sekolahnya. Harta mereka memang sudah banyak terkuras akibat masalah keluarga itu. Namun, kebahagiaan keluarga itu sudah kembali seperti semula. Ternyata orang yang merusak kebahagiaan keluarga itu tidak diam begitu saja. Dia masih sering mengusik keluarga Pak Kumis, tapi kali ini Pak Kumis tidak mau kecolongan untuk kedua kalinya. Pak Kumis ikut ambil peran untuk menghalangi orang itu dalam mengusik keluarganya. Hasilnya, segala gangguan itu tidak pernah membuahkan hasil. Secara perlahan ekonomi keluarga mereka pun bangkit kembali. Usaha yang mereka kelola pun makin berkembang hingga akhirnya orang tua Pak Kumis mampu membeli sebuah mobil. Sayangnya, kejadian nahas menimpa kedua orang tua Pak Kumis. Baru beberapa bulan membeli mobil tersebut. Tiba-Tiba kedua orang tuanya mengalami kecelakaan akibat rem blong. Mereka berdua tewas di tempat kejadian saat baru pulang dari berbelanja kebutuhan pokok di pasar. Pak Kumis dan adiknya benar-benar terpukul saat itu. Mereka benar-benar tidak bisa mengikhlaskan kepergian kedua orang tuanya yang sangat tiba-tiba itu. Terutama Pak Kumis, ia tidak percaya dengan keterangan pihak kepolisian bahwa kematian kedua orang tuanya disebabkan oleh kecelakaan murni. Pak Kumis meyakini ada orang yang berada di balik kecelakaan itu. Pak Kumis mencurigai pelakunya adalah orang yang selama ini berusaha merusak keharmonisan dalam keluarga orang tuanya. Tapi, lagi-lagi Pak Kumis harus gigit jari karena ia tidak memiliki saksi dan bukti yang kuat untuk menuduh orang itu. Selama berbulan-bulan Pak Kumis berusaha melakukan investigasi sendiri tentang kejadian kecelakaan itu, tapi hasilnya nihil. Semenjak kepergian kedua orang tuanya, Pak Kumis memilih untuk tidak melanjutkan sekolah. Ia memilih untuk melanjutkan usaha kedua orang tuanya agar bisa memberi makan adik satu-satunya. Adiknya sebenarnya tidak mau Pak Kumis berkorban untuk adiknya. Tapi, Pak Kumis tidak ingin melihat adiknya putus sekolah. Mereka berdua sempat cekcok membahas hal itu, tapi kali ini Pak Kumis dengan tegas memaksa adiknya untuk terus bersekolah. Akhirnya adiknya mau menurut dan melanjutkan sekolah. Akhirnya, Pak Kumis berhasil menyekolahkan adiknya dan mempertahankan usaha kedua orang tuanya. Teman-Teman Pak Kumis sebenarnya menyayangkan keputusan Pak Kumis untuk berhenti sekolah, tapi Pak Kumis sudah kekeuh dengan keputusannya. Baginya, dengan membiayai adiknya begitu, ia bisa membalas kebaikan kedua orang tuanya yang dulu telah mengangkatnya sebagai anak. Akhirnya, adiknya pun dapat menyelesaikan studinya dengan baik. Setelah lulus sekolah adik Pak Kumis ingin bekerja di luar jawa, tapi Pak Kumis melarangnya. Pak Kumis menyarankan adiknya untuk mengembangkan usaha mie ayam peninggalan kedua orang tuanya agar bisa lebih berkembang pesat, tapi adiknya menolak. Adiknya selalu teringat dengan almarhum kedua orang tuanya setiap berada di warung mie ayam itu. Pak Kumis tidak kehabisan akal. Ia pun menghubungi teman-temannya yang sudah sukses. Salah satu temannya memberikan lowongan kepada adik Pak Kumis untuk menjadi Satpam. Alhamdulillah, adiknya mau menerima tawaran itu dan ia pun bekerja di sana. Tapi, ternyata Pak Kumis salah menduga. Ternyata adiknya diam-diam masih menyimpan keinginan untuk bekerja di luar jawa. Tanpa sepengetahuan Pak Kumis, adiknya diam-diam kabur ke luar jawa meninggalkan Pak Kumis di kota ini sendirian," tutur Arini panjang lebar.


Kami bertiga sengaja tidak memotong sedikitpun perkataan Arini karena kami ingin mencocokkan cerita Arini dengan pengakuan dari Kakek Sugik dan juga bukti-bukti yang kami miliki. Terus terang, mendengar cerita Arini, dada kami terasa sesak. Kami tidak habis pikir, keluarga yang begitu harmonis seperti itu harus porak-poranda karena kejahatan seseorang.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Pembelian novel KAMPUNG HANTU versi cetak bisa dibeli di aplikasi SH*P** dengan mengklik tautan berikut ini :


https://shopee.co.id/product/9983523/925944545?smtt\=0.5207184-1631456685.9



ada free ongkirnya, loh!


Kalu mau dikirim linknya bisa japri ke 085236533388


Jangan lupa selalu memberikan like, share, dan komentar di setiap BAB novel ini.

__ADS_1


Love you always, Sobat Junan!!!


Sampai jumpa next episode.


__ADS_2