SEKOLAH HANTU

SEKOLAH HANTU
episode III


__ADS_3

Sampai dirumah,seperti biasa aku mengganti pakainku dan menuju dapur untuk menyantap makan siang ku.


Cuaca yg panas dan tubuh yang lelah .


Waktu yang tepat untuk berbaring dan menikmati tidur siang yang indah.


“Sarah aku ada permintaan boleh nggak?”


“Boleh,apapun itu sayang”


“Aku mau peluk kau untuk yang terakhir kalinya”


“Terakhir kalinya? Dasar modus!


Kalau peluk yah peluk ajh”


Mataku terbuka dan aku terbangun dari mimpiku


Aku mengingat perkataanku pada sarah didalam mimpiku


“kenpa yang terakhir kalinya?”tanyaku dalam hati


Kuputuskan untuk menelepon sarah dan menanyakan keadaannya.


“Halo,kau lagi ngapain”kataku basa basi.


“lagi masak, ganggu ajh kau.


Mau ngomong apa”jawab sarah


“kamu baik baik ajh kan”kucoba menanyakan langsung


“sehat lho pudan” jawab nya manja


Dia memang memanggilku begitu entah kenapa.


Tampa lama2 telpon langsung kumatikan.


Lalu aku kembali sms dia untuk janjian ketemu ditempat biasa kami bertemu.


Sarah tidak membalas sms ku.


Tpi aku yakin dia pasti datang tepat waktu.


“Ben,sini bentar!!!”panggil ayah dari ruang tamu.


Aku bergegas menemui ayah.


“Ada apa “ kataku tak memalingkan wajahku darinya


“kemarin kamu kesurupan dikamar,kamu teriak teriak dan kamu hampir bunuh ayah”


“hah????apa benar??Kata ibu aku hanya pingsan?”jawabku panik


“ibumu tidur dan dia tidak tau soal ini,mumpung ibu lgi di luar sekarang jelaskan apa yang kamu lakukan?”kata ayah menggertakku


“ga tau,aku Cuma tidur dan tiba tiba bangun udah ada ibu”jawabku berbohong


“Kamu gak mimpi buruk?”sambung ayah


Aku coba mengingat kejadian itu.Dan saat aku semakin membgingatnya entah kenapa tubuhku menjadi sangat panas dan aku yang sedari tadi berdiri tak kuat menopang kakiku.


Aku roboh dan tak sadarkan diri.


“Ben ..benni...sini peluk aku”


Suara itu sangat jauh namun dapat kudengar jelas


Itu suara sarah.


“Sarah ....Sarah...!!!”


Kucoba mencari namun tidak menemukannya.


Namun semakin aku mencari suara itu semakin hilang.


Teettttt teetttttt

__ADS_1


Alarm berbunyi dan waktu menunjukkan pukul 6.00 pagi


“Udah pagi!!kok cepet banget..”


Aku segera bergegas berpakain dan berlari keluar.


Tidak ada mandi


Gosok gigi


Sarapan


Dan tidak ada ucapan salam maupun uang jajan


Didepan simpang jalan.


Aku mendapati sarah dengan tatapan sinis kepadaku.


Aku lupa kalau semalam aku ada janji dengan dia.


“aku mau cerita”kataku polos seakan tak bersalah.


“kau punya banyak waktu buat cerita”jawab nya senyum


Aku tak percaya dia bisa sesabar itu


Dia bahkan tidak marah sma sekali


Padahal aku sudah membuat nya kecewa karena tidak datang.


“Aku merasa aneh beberapa hari belakangan ini”kataku


“kau kan memang aneh” canda nya


“Iyah juga sih.tpi ini beda”kataku mulai sadar bahwa seblumnya aku memang Aneh


“kenapa”sambung sarah


“ah nanti deh dikelas”jawabku ragu mengatakannya


“Kan aneh lagi”ledek sarah


Sampai disekolah aku terpaksa harus baris karena ada sarah.


Seperti biasa ibadah singkat sebelum memasuki ruangan kelas.


Itu sangat membosankan bagiku.


Aku bahkan tidak melihat siswa yang membawakan ibadah tersebut.


Pandangan ku tertuju pada anak kecil yang berdiri dibawah pohon tak jauh dri lapangan aku berbaris.


Anak yang sama dengan pakaian yang sama


Memegang bagian yang sama .


Hal itu terlihat janggal bagiku.


Siapa anak itu?


Mengapa dia ada disana?


Apa dia mengikutiku?


“Ben,oi ben.”


Seseorang memanggilku dari belakang.


Namanya lidia


Teman satu kelasku


Dia cukup populer disekolah.


“Apa kau”jawabku


“kau juga lihat anak itu?”tanya dia pelan

__ADS_1


“emang kenapa?Kau kenal sma dia?”lanjutku cuek


“Gpp Cuma nanya ajh”sambung dia


Aku menghiraukan percakapan itu dan setelah baris aku kembali kekelas.


Lidia teman sebangku sarah


Posisinya berada dibelakangku


“Duk duk”suara kursi ku


“Ben” panggil lidia


“Knapa”jawabku singkat


“Lihat kedepan”sambungnya terpatah patah


Aku yg cuek dan tenang langsung terkejut dan berteriak histeris.


Teriakanku setidaknya membuat seisi kelas terkejut.


Bagaimana tidak aku melihat sosok anak kecil tdi.


Namun ada yg berbeda .


Kepalanya penuh dengan darah segar dan mengalir begitu deras nya.


“benni kenapa kau?”tanya ibu guru yang juga terkejut melihatku


“it..itu bu”jawabku menunjuk kearah anak kecil tersebut


“itu apa?gak ada apa apa!!Makanya jngan menghayal kau”bentak ibu guru


Dan ternyata benar anak kecil itu menghilang.


Aku syok lalu permisi dan kemudian berlari keluar kelas.


Aku menuju kantin dibelakang kelas.


Aku duduk dan sangat ketakutan


“Plokk plok.”sarah memukul pundakku yang membuatku sangat terkejut


“Kenapa kau pudan”kata sarah mencoba menenangkanku.


“Tenang ben rilek dulu”lanjut lidia


“eh knapa klian dua diluar?”tanyaku.


“permisi lah tpi yah bohong sih”jawab sarah.


“pertama kali yah?”tanya lidia.


“pertama apanya?”jawabku spontan


“Anak kecil tadi lho ben!”sambung lidia


Aku tidak mengatakan sepatah kata pun hingga aku benar2 tenang.


“siapa anak itu?”tanyaku dengan nada pelan


“aku juga ga tau!!aku juga mau cari tau tpi aku takut sendirian!”jawab nya memperjelas


“kau juga tau?”tanyaku pada sarah


“ga tau,yang kutau aku sayang smamu”canda sarah mencoba mencairkan suasana


“kalian mau bantu aku gak?”tanyaku kepada meraka berdua


“Apapun itu ben”jawab sarah


Lidia hany diam tpi dia menganggukkan kepalanya


“Kita bakal cari tau siapa anak itu?”kataku tegas


“aku ikut kau ajh”jawab sarah

__ADS_1


“Nah itu yang aku tunggu!!!”jawab lidia......


__ADS_2