
“Lalu darimana bapak tau cerita itu?
Dan bagaimana saya akan mempercayai perkataan bapak”kataku penuh curiga
“Aku adalah dukun itu,dukun yang memberikan kekayaan dan ilmu hitam”jawab pak pasaribu dengan pelan
Aku sangat kaget mendengar pernyataan bapak itu.
Aku sungguh tidak percaya dengan cerita itu.
“Udah,ini rahasia kita.
Kalau sampai terbongkar,aku akan mencarimu dan membutmu menyesal”ancamnya lagi.
Aku hanya diam tertunduk menahan rasa takutku.
Aku mengangguk dan berjanji untuk merahasiakannya.
“sekarang pergi sana,sebelum ada siswa lain yang melihat”sambungnya sambil mendorong ku dengan setengah tenaga.
Aku berlari menuju kelas.
Suasana sekolah masih sepi.
Hanya beberapa siswa terlihat sedang melakukan kegiatan piket dan sebagainya.
Sesampainya dikelas aku merenungi setiap ucapan pak pasaribu.
Terdengar sangat tidak masuk akal bagiku.
“Bener nggak yah,tpi setelah semua kejadian yang kualami yah mungkin saja benar”pikirku dalam hati.
Waktu berlalu hingga jam pelajaran dimulai.
Ternyata sarah tidak hadir saat itu.
“sarah kemna”tanyaku pada lidia
“sakit katanya dia”jawab lidia
“Tau dari mana?”sambungku
“Tadi datang neneknya ngantar surat sakitnya”tutur lidia
“Tpi kayaknya ada hubungannya sama yang semalam!!”sambung lidia
“Yaudah nanti pulang sekolah aku jenguk dia”sambungku.
Pelajaran dimulai dan tidak seperti biasanya,aku duduk dengan tenang didalam ruangan kelas.
Pada jam yang sama biasanya aku berada dikantin atau diwarnet.
Namun kejadian yang menimpaku membuatku merenung sepanjang waktu.
Terkadang waktu ku terbuang hanya melamun.
Ting ting ting
Lonceng istirahat berbunyi.
Aku tidak beranjak dari tempat duduk ku.
“Ben ayuk kelapangan”ajak andreas
“lagi ga enak badan”jawabku memelas
“Alah mentang2 sakit pacarmu ikut ikutan kau sakit”canda andreas
“Klian dulu lah,nanti aku datang kalau kalian udah menang”aku membalas candaan andreas
“Cepat yah”sambungnya sambil berjalan menuju luar kelas.
Aku mengira hanya sendirian didalam kelas.
Lidia yang duduk dibelakangku maju dan duduk disampingku.
“Sakit robot??”canda lidia menyapaku
“hmm...semalam waktu kau manggil aku,Kau ada liat sesuatu gak?”kataku dengan pelan
“Aku Cuma lihat kau,,,ehhh kayaknya ada kawanmu”jawab lidia sambil memegang kepalanya
“semalam aku jelas jelas berjalan sama sarah,trus kau manggil dari belakang eh sarah nya ga ada!!”tuturku memperjelas
“Aku liat samar samar sebenarnya,tpi memang ada orang disampingmu semalam,tpi waktu kau noleh dia gak ada lagi”gerutu lidia
“ah gausah pikirkan,trus gimna buat nanti?”tanya lidia
“Yah apa,emang kau berani nanya sama kepala sekolah”tanyaku kembali
“yah ,,nggak sih.Tpi kita kan ga bisa diam ajh”gerutu lidia
Aku ingin menceritakan hal tadi pagi kepada lidia.
Namun aku sangat takut,
Bagaimana kalau pak pasaribu tau dan dia marah?
Bisa saja aku dibunuh olehnya.
“gini ajh,kalau dia(arwah anak kecil)datang lagi baru kita cari tau apa yang dia mau,karna aku merasa yang kita lakukan hanya mengusik keberadaan dia”kataku dengan jelas
“Yakin kau?”sambung lidia
“untuk sementara,lagi pula kita harus pastikan sarah baik baik saja.”kataku meyakinkan lidia
Pulang sekolah aku bersama lidia berjalan bersama untuk menjenguk sarah.
Andreas teman sebangku ku juga ikut.
Karena rute nya dengan sarah satu arah atau sejalan.
Aku hanya mengiyakan saja.
Sampai dirumah sarah kami menyapa nenek sarah dan mengutarakan maksud kami.
Kami disambut baik dan dijamu dirumah itu.
Kami tidak melihat sarah.
“Sarah dimana nek?”tanyaku
“Oh dia dikamar,masuk ajh”jawab nenek sarah
Kami bertiga masuk dan melihat keadaan sarah.
Sarah tidak bereaksi atas kehadiran kami.
Dia selalu menatap kebawah.
Dia tampak menyeramkan dengan rambut panjangnya menutupi setengah bagian kepalanya.
Kami hanya diam dan memperhatikannya.
“Hahhhhh....”teriak sarah.
Kami bertiga sangat terkejut.
Saking terkejutnya andreas temanku sampai terjungkal kebelakang.
Namun sarah tertawa terbahak bahak.
Dia berhasil membuat kami terkejut.
“Ahahahaahahha,kena kalian”kata sarah sambil tertawa girang
Aku dan lidia hanya tersenyum menahan amarah yang meledak ledak.
Bagaimana dia bisa tertawa girang dalam keadaan seperti itu.
Namun reaksi yang berbeda ditunjukkan oleh andreas.
“Udah gilak kali kau,hampir ngomong kotor aku tdi,untung aku sabar”kata andreas terengah engah
Nampaknya dia sangat terkejut saat itu.
“Katanya sakit,kok seperti bahagia gitu”tanya lidia
“Kan kekasih ku datang”canda sarah melirikku
Aku hanya tersenyum sambil mengusap usap kelapanya.
“romantis yah,hargai orang woi,jomlo nih”kata andreas
__ADS_1
“maknya cari pacar”jawab lidia
Kami hanya tertawa ringan seakan tidak ada masalah.
Hampir 30 menit kami berada dikamar sarah.
Sarah menahan kami,dia takut sendirian
Lalu kami pindah keruang tamu.
Kami berbincang bincang disana.
Ada neneknya sarah juga disana.
Lalu nenek sarah bernostalgia kepada kami.
Dia senang atas kedatangan kami.
Kemudian dia menceritakan tentang masa mudanya kepada kami.
“Aku dulu waktu smp seperti kalian,belum ada angkot,belum ada hp belum ada sepatu,masih kaki ayam”kata nenek sarah bersemngat
Awalnya kami menghiraukan dan hanya berpura pura mendengar cerita nenek ini.
Tapi ada yang menarik perhatian ku.
Ternyata nenek sarah adalah mantan siswi dari sekolah yang sama dengan kami.
Dia sempat mengajar sebagai guru disana
Yah dia alumni,guru dan juga senior kami.
“Dulu smp kita itu gimana?
Apa sudah seluas yang sekarang?”
Aku mencoba mencari informasi yang bisa kudapatkan.
“Dulu sekolah itu Cuma ada lima buah bangunan.
Tiga ruang kelas 1,2 dan 3
Sisanya kantor sama kamar mandi tapi waktu aku mengajar disana kamar mandi bertambah satu sama ruang kepala sekolah dipisah”tutur nenek sarah
“sekarang udah banyak yah,udah berapa kelas disana?”tanya nenek itu
“udah banyak kelas 1 ajah ruangannya udah ada lima ditambah laboratorium sama kantor yang terpisah,adalagi perpustakaan”jawab andreas dengan cermat
“menurut nenek sekolah itu angker gak?”tanyaku dengan konyol
“Semua tempat pasti ada penghuninya”jawab nenek
“Aku percaya disana ada penunggunya”sambung lidia blak blakan.
“Kenapa kau bilang gitu?”tanya nenek
“Aku lihat sendiri dan aku yakin ada yang tidak beres dikamar mandi yang nenek katakan tdi”lidia mencoba memperjelas untuk mendapatkan informasi dari nenek sarah.
“Apa kau lihat?jangan asal ngomong kau?”tanya nenek sarah dengan nada emosi
“ada korban disana,aku melihat anak kecil dengan leher digantung!!!”jawab lidia dengan tegas
Aku terkejut mendengat perkataan lidia.Mengapa dia tidak mengatakannya kepada ku.lalu aku mengalihkan pikiranku kepada perkataan pak pasaribu.Lidia mengatakan hal yang sama.
Anak itu di gantung lehernya.
Aku menjadi percaya dengan pak pasaribu karena perkataan lidia.
Andreas yang sedaritadi bersama kami tampak tegang.
Dia tampak mengalihkan pikirannya dengan memainkan rubiknya.
Wajah Nenek sarah tampak pucat.
Dia hanya dia dan mengekspresikan wajah tegang.
“Apa kau yakin dengan yang kau lihat?”tanya nenek lagi
“gak Cuma aku,benni juga lihat dan sarah juga tau soal itu”jawab lidia
“kalian ngapain saja?
Apa dia mengusik kalian?
Aku menduga ada yang salah.
Dia tidak sepantasnya semarah itu,
Pasti dia mengetahui sesuatu.
“Dia mengusik kami,kemarin sarah kesurupan dan hampir mencekik dirinya sendiri”kata lidia dengan tegas.
Sarah hanya menangis
Nampak nya dia sangat ketakutan dimarahi neneknya.
Nenek sarah tampak menghela nafas panjang.
Aku heran mengapa dia tidak tampak panik.
Dia bahkan tidak bertanya mengapa dan bagaimana sarah kesurupan.
“Dia juga kesurupan tadi malam dan tadi pagi”kata nenek sarah
Kami tampak syok,
Andreas buru buru langsung pamit dan pulang
Dia tampak sangat ketakutan dan tidak mau terlibat.
Namun kami hanya mengabaikan nya.
“Lalu bagaimana nenek mengatasinya?”tanyaku
“Aku bisa mengatasinya,namun aku tidak tau mahluk apa yang menghinggapi tubuh sarah”jawabnya dengan sedih
Lalu nenek menceritakan masa lalu sarah.
Bagaimana ia lahir dan bagaimana ia harus berpisah dari orang tuanya.
Sarah sejak kecil sering mengalami gangguan aneh saat masih berada dirumah orang tuanya.
Dia kerap kesurupan yang membuat orang tuanya khawatir akan keselamatan sarah.
Nenek sarah yang ternyata memiliki ilmu memutuskan untuk merawat sarah dan membawanya pergi.
Orang tua sarah iklas dan menyetujuinya.
Orang tua sarah datang sekali sebulan untuk melihat sarah.
“Lalu apakah sarah tidak mengalami hal yang sama saat ini”tanyaku
“itulah yang saya mau cari tau,aku harus tau arwah apa dan mengapa dia merasuki sarah”kata nenek dendam
“Apa nenek kenal pak pasaribu penjaga sekolah”tanyaku
“iyah,dia sudah bekerja disekolah sejak dulu,emangnya kenapa?”tanya nenek
Aku hampir saja membocorkan rahasiaku dengan pak pasaribu.
Aku segera mengalihkan pembicaraanku.
“Mengapa kita tidak mediasi dengan arwah itu”tanyaku
“Itu yang akan kulakukan,tetapi aku sudah kehilangan kemampuan ku untuk memanggil mahluk gaib”sambung nenek
“aku bisa”sambung lidia dengan cepat
Lidia bermaksud untuk melakukan ritual jailangkung dirumah sarah.
Namun itu akan aneh.
Dimana ritual jailangkung setauku saat itu bertujuan memanggil arwah yang sekitar rumah itu.
Sedangkan aku berharap akan kehadiran arwah anak kecil itu.
Aku berunding dengan lidia.
Dan lidia tidak mengubrisku
Mungkin karena pengetahuan ku terhadap ritualnya sangat minim
“nek,nenek tau nama anak kecil itu?”tanya lidia
__ADS_1
“Apa kau berpikir anak itu yang merasuki sarah?”tanya nenek
“aku tidak yakin, tapi apakah sarah saat kesurupan mencoba mencekik lehernya atau menggantung leherny?”tanya lidia memperjelas
“bagaimana kau tau?”jawab nenek
“Sudah pasti itu arwah anak itu, kuharap nenek tau nama anak kecil itu”sambung lidia
“Saya ingat nama anak itu,bagaimna aku bisa lupa kejadian itu”jawab nenek
“kejadian apa ?”tanyaku penasaran
“Nanti ajh itu!”potong lidia
Lidia buru buru melakukan ritual nya dibantu media dari nenek sarah.
Kami melakukannya dengan sarah berada ditengah tengah kami.
Tubuh sarah kami ganti menjadi boneka jailangkung.
Kami memegang erat tubuh sarah.
Sarah hanya pasrah namun aku percaya dia sangat tegang.
Kami mulai menutup mata dan sarah bersama nenek mulai membaca ritual bersamaan.
Terdengar kerap nama radit dari mulut mereka.
Aku menduga nama anak itu adalah radit.
Hingga 5 kali ritual dilakukan namun tidak ada reaksi sama sekali.
Hingga pada ritual ke6 sarah mulai menggeliat.
Dia berusaha melepaskan tubuhnya dari cengkraman kami.
Tubuhnya seperti melayang.
Aku berusaha menariknya agar tidak pergi menjauh.
Dia berteriak teriak histeris.
Beruntung rumah itu jauh dari permukiman sehingga tidak ada tetangga yang mendengar teriakan sarah.
Lidia menyuruhku menahannya sekuat tenaga.
“apa aku udah bisa buka mata?aku butuh tali mengikatnya!?tanya ku dengan panik sambil memeluk erat tubuh sarah.
“buka ajh”kata nenek.
Aku berusaha mencari tali didekatku namun aku tidak menemukan apa pun
Nenek sarah kemudia memegang kepala sarah.
Saran yang menjerit nampak menurut.
Dia menjadi tenang.
Dan mulai bertingkah aneh.
Dia merangkak dan memasukkan jari kakinya kemulutnya.
Nenek sarah menarik kakinya.
Sarah mulai bernyanyi.
“balonku ada lima,
Rupa rupa warnanya,
Merah kuning kelabu hijau muda dan biru”
Begitu liriknya
Nenek sarah tampak komat kamit seperti membaca sebuah mantra.
Dia mencoba berbicara dengan anak itu.
“Radit,radittt radit pinter nyanyinya”nenek mencoba berkomunikasi.
Sarah kenbali menyNyikan lagu yang sama.
“Siapa yang ngajarin radit”tanya nenek lagi
“bapak ajarin”jawab sarah dengan nada yang kecil
Suaranya berubah menjadi suara anak laki laki.
“Radit sayang bapak”tanyaku mencoba berkomunikasi
“radit sayang bapak”jawabnya.
“radit kenapa,kok bisa mati?”tanya lidia
“Aku digantung,
Aku ga bisa merasakan leherku,
Leherku panas”jawab nya
Sarah tampak bergeliat sambil memegangi lehernya
Lehernya tampak hitam dan seperti terlilit.
“Siapa yang buat keradit”tanya nenek
“Tulang riccad”jawabnya
“kenapa kamu ganggu sarah”tanya nenek
“Aku ga ada teman,orang ini teman ku”jawabnya dengan nafas yang sangat berat.
“kamu ga boleh ganggu dia,dia putriku nanti kamu saya bakar”ancam nenek
Sarah tampak menangis dan menjerit kembali.
Dia menolak untuk pergi.
Nenek meludahi tangannya dan mengusapkannya dikening sarah.
Sarah menangis menjadi jadi.
Dia meminta maaf
Dia meminta ampun.
“Aku akan pergi asalkan kemauanku dituruti”kata anak itu melalui tubuh sarah
“Apa maumu”kata nenek dengan nada marah
“aku mau pindah dari situ,aku mau sama mama”kata radit
“iyah tpi kau hari ini harus pergi”ancam nenek
Sarah nampak mengangguk angguk dan kembali bernyanyi.
Nenek kembali komat kamit
Entah apa yang dilakukannya hingga sarah kembali sadar.
Arwah radi telah pergi.
Sarah jatuh pingsan
Kemudian aku memapahnya kekamar.
“siapa itu tulang riccad?”tanyaku pada nenek
“Dia penjaga sekolah,itu sebutannya semasa mud”jawab nenek
Nenek tampak sangat marah ternyata radit mati karena ulah riccad atau pak pasaribu.
Dia berjanji akan membuat perhitunga yang besar kepada riccad.
“eh kenapa kau tanya tadi soal si riccad si pak pasaribu mu itu?”
“apa kau sudah tau kalau siriccad pelakunya”tanya nenek penuh curiga.
Aku tampa pikir panjang menjelaskan apa yang pak pasaribu katakan kepadaku tadi pagi.
Aku menjelaskan sedetail mungkin.
Dan aku sadar bahwa dia membohongiku agar ulahnya tidak ketahuan.
__ADS_1