
"Ah,aku hanya ingin melihat yang mulia Kaisar karena aku merindukan anda, hanya itu yang mulia."
"Kalau begitu,kembalilah kamu kekediaman pribadi milikmu sekarang."
Selir an sangat terkejut mendengar ucapan dari mulut kaisar Zhang Fei Hung,
Apa yang mulia tidak merindukan aku?. Fikir selir an
"Baiklah kalau begitu, aku pamit undur diri yang mulia."ucap selir an sambil pergi meninggalkan aula pertemuan
Sekarang tinggal selir Fengying yang berada disana.
"Selir Fengying, apakah kamu masih tidak mau pergi?."
"Apa yang mulia tidak ingin bertemu dengan pangeran Zhang Ziyi,anak kita."ucap selir Fengying dengan mata yang sudah ingin menangis
Pranggg,,,,,
Zhang Fei Hung langsung membanting cangkir yang sedang dia pergunakan untuk minum,sampai Kasim go pergi untuk melihat sang kaisar.
"Yang mulia Kaisar, tolong tenangkan dirimu."ucap Kasim go
Sedangkan selir Fengying berdiri dari duduknya dengan wajah marah.
"Kenapa yang mulia selalu seperti ini saat aku menyinggung soal pangeran Zhang Ziyi, dia adalah anak yang mulia,apa salahnya aku meminta yang mulia Kaisar bersikap baik kepadanya, bersikap bagaimana mana ayah dengan putranya,oh apa karena yang mulia Kaisar sedang mengejar seorang wanita muda cantik lainnya,."ucap selir Fengying dengan nada suara menggebu-gebu.
Sebenarnya Zhang Fei Hung sudah sangat muak dengan selir Fengying karena kaisar Zhang Fei Hung sudah tahu dari awal kehamilan selir Fengying,anak itu bukanlah darah dagingnya.
"Kasim go,seret selir Fengying pergi dari sini,karena dia sudah sangat lancang dengan kaisar ini,dia tidak diperbolehkan untuk keluar dari kediamannya selama satu bulan."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah gelap sambil bergegas pergi meninggalkan aula pertemuan itu.
Sedangkan selir Fengying langsung diseret keluar oleh para pengawal kerajaan,
Sedangkan ditempat lain, dikediaman keluarga jingguo, Rui sedang duduk dan mengobrol dengan Zhang Xin , digazebo yang ada dihalaman belakang rumahnya.
"Apa ini Zhang Xin?."ucap Rui sambil menerima sebuah kotak dari Zhang Xin.
__ADS_1
"Bukalah,semoga kamu menyukainya." Ucap Zhang Xin dengan senyuman manisnya
Saat kotak itu dibuka, Rui melihat kalau didalam kotak terdapat sebuah gelang giok berwarna putih dengan ukiran ikan koi kuning,gelang itu sangat indah.
"Zhang Xin, terimakasih tapi aku tidak bisa menerimanya,maaf."ucap Rui sambil tersenyum kecil dan memberikan kotak itu kembali kepada Zhang Xin.
"Bukankah kamu menyukainya,kenapa kamu malah menolaknya?."ucap Zhang Xin dengan perasaan kecewa.
"Aku hanya tidak ingin memberikan sebuah harapan kepada kamu,maaf Zhang Xin."
"Apa kamu sudah mencintai pria lain?."ucap Zhang Xin dengan tatapan menyelidik
"Tidak ada,aku belum terpikirkan untuk menjalin hubungan dengan pria manapun."
"Hem, baiklah tapi setidaknya kamu menerima gelang ini sebagai tanda persahabatan kita."
"Zhang Xin,aku sudah bilang,aku tidak bisa menerima walaupun ini sebagai tanda persahabatan kita,aku tidak ingin ada kesalahpahaman antara kita dimasa depan."
"Itu,benar,semua yang dikatakan oleh Rui'er sangat benar,adik,lagi pula bukankah kamu akan segera menikah."
Zhang Fei berencana ingin menenangkan hatinya, karena dia dapat informasi dari telepati pengawal bayangannya saat berada diaula pertemuan tadi,kalau Zhang Xin sedang mengunjungi Rui dan mengobrol bersama dihalaman belakang rumahnya.
Rui tampak biasa saja, sedangkan pangeran Zhang Xin,dia merasa sangat marah dengan kedatangan sang kakak kemari.
"Sedang apa kakak datang kesini?, bukankah kakak sedang sibuk bersama ketiga istri kakak."ucap Zhang Xin yang ingin memprovokasi Rui agar membenci sang kakak.
Sedangkan Rui hanya ingin berdiri dari duduknya dan memberikan hormat kepada kaisar.
"Ais,aku memiliki adik yang sangat tidak sopan dengan kakaknya sendiri,bahkan Rui'er bisa lebih menghormati kaisar ini." Ucap Zhang Fei Hung dengan menekankan kata Rui'er agar sang adik tidak bisa bersaing dengannya.
"Bukankah kakak sudah ditolak oleh Rui,dasar tidak tahu malu."ucap Zhang Xin dengan nada sinis
Tanpa terduga, Zhang Fei Hung langsung menyerang Zhang Xin hingga terpental kebelakang, Zhang Fei Hung bahkan bisa menekan amarahnya saat sedang dihadapan Rui.
"Ais, yang mulia Kaisar,kalau kalian ingin bertengkar lebih baik cari tempat lain saja, jangan disini karena akan menghancurkan kebun sayur aku, dasar menyebalkan."ucap Rui sambil berjalan mendekati beberapa tanaman sayurnya yang tertindih oleh Zhang Xin yang sudah berdiri dari duduknya.
__ADS_1
"Ah,maaf Rui'er,hal ini tidak akan terjadi dimasa depan."ucap Zhang Fei Hung dengan suara lembut
"Sudahlah,lupakan,kalau kalian masih ingin bertengkar,sana pergi yang jauh."ucap Rui yang sudah malas dengan kedua pria ini.
Rui merasa kesal karena kalau kaisar Zhang Fei Hung sudah berada disini pasti ada saja yang akan dia ributkan,entahlah pria ini senang sekali membuat keributan.
"Li."teriak Rui
"Ya,nona muda."ucap Li yang baru datang.
"Usir pria-pria keluar dari kediaman jingguo, mereka sudah tidak diterima lagi berkunjung,karena mereka sudah merusak tanaman sayurku yang berharga,dan kalau mereka berani mengancam kamu, aku yang akan pergi dari kekaisaran Zhang ini beserta ayah dan ibundaku."ucap Rui dengan wajah marah dan pergi berlalu.
Kaisar Zhang Fei Hung ingin menghalangi jalan Rui tapi Li langsung menghadangnya.
"Menyingkir dari hadapanku."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan tatapan membunuh kepada Li
"Ini bukan istana,tapi ini kediaman pribadi keluarga tabib jingguo dan Mey, perintah dari nona muda adalah hal yang mutlak dan harus dilaksanakan walaupun nyawa saya menjadi taruhannya.
Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung tertegun sejenak,apa yang dikatakan oleh Li ada benarnya,dan juga dia tidak ingin membuat sang pujaan hatinya membenci dirinya,kalau begini terus bagaimana dia bisa mendapatkan cinta Rui.
Sedangkan Zhang Xin hanya diam dan pergi meninggalkan kediaman Rui dengan perasaan kecewa karena dia baru tahu kalau selama ini, Rui sudah mengetahui identitas dia yang seorang pangeran.
Bahkan Rui juga sudah tahu kalau dia akan dinikahkan dengan seorang wanita pilihan kaisar, Kakaknya sendiri, Zhang Xin sangat merasa kecewa dengan hal ini kepada sang kakak.
Sedangkan kaisar Zhang Fei Hung masih berada didepan rumah Rui,sampai jingguo dan Mey pulang dari kepergian mereka.
"Salam yang mulia Kaisar."ucap jingguo yang bergegas turun dari kereta kudanya saat melihat kaisar hanya berdiri dihalam depan rumahnya.
"Tabib jingguo dan Mey,salam."ucap Zhang Fei Hung dengan sangat sopan membuat hati dan fikiran jingguo dan Mey sedikit terkejut.
___________________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1