
Sedangkan Rui ingin membersihkan diri bersama pangeran Zhang Junda,saat didalam pemandian.
"Da'er, ayahanda mu yang merepotkan itu akan sampai dikekaisaran Han hari ini, dia tidak pernah mau patuh,Ais ibunda sudah meminta untuk menjemput kita dua hari lagi tapi ayahanda mu itu sangat tidak bisa di atur,Hem."keluh Rui yang hanya ditatap oleh Zhang Junda dan hanya tersenyum saja.
Setelah mereka berdua selesai,Rui menggendong Zhang Junda untuk mengajaknya jalan-jalan,pelayan yang sudah mati pun sudah tidak ada didepan pintu kamarnya, tak lama ada pelayan yang berdatangan untuk membantu Rui.
Rui juga sangat menyadari kalau banyak sekali orang yang memiliki tatapan mata tajam karena tidak menyukai dirinya berada diistana kekaisaran Han ini.
Apa lagi dengan tatapan mata iri saat melihat pangeran Zhang Junda, tatapan yang sangat ingin memiliki bayi mungil itu, membuat Rui pun tidak ingin sembarangan orang memegang sang anak.
"Mereka itu siapa, sedari tadi menatap kearah ku?."ucap Rui kepada dayang disebelahnya.
"Nyonya,itu adalah selir pertama kaisar Zen ,."
"Ah, begitu rupanya,Hem."ucap Rui dengan fikirkan jahilnya.
Rui sekarang sedang tersenyum sambil melambaikan tangan mungil Zhang Junda yang sedang tertawa lepas memperlihatkan dua gigi dibawah mulutnya,membuat selir kaisar Zen menjadi terkejut melihat tingkah menggemaskan Zhang Junda.
Ais,aku mau pangeran kecil itu. Fikir selir milik Kaisar Zen
"Rebut pangeran kecil itu untuk ku."
"Itu tidak mungkin nyonya,lagi pula bayi menggemaskan itu bukan milik kaisar Zen." Ucap dayang pribadi miliknya
"Aku tidak mau tahu,aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan."
"Kami tidak berani nyonya,tadi malam saja orang utusan selir yang lain mati karena dia ingin membunuh pangeran menggemaskan itu."
"Benarkah,Ais,kenapa bisa?."
"Mereka memakan racun sumpah yang bagi siapapun melanggar sumpah,racun itu akan bereaksi sebelum keinginan jahat orang itu tercapai."
"Apakah Jierui sehebat yang dikatakan oleh yang mulia Kaisar Zen?."
"Mungkin saja nona jadi bagaimana bisa pelayan itu mati kalau bukan."
Selir kaisar Zen pun langsung melangkah menuju ruangan kerja kaisar Zen, sedangkan Rui pergi kearah pangeran Zhang Ziyi dan Yuan berada.
Disana pangeran Zhang Ziyi sedang melatih kemampuan beladiri bersama yuan dan ditonton oleh banyak orang,gerakan Zhang Ziyi sangat lincah saat mereka sedang asik berlatih,muncul naga hitam legendaris ilahi milik kaisar Zen.
__ADS_1
Gin pun menyerang pangeran Zhang Ziyi dengan lebih agresif,Rui yang melihat hal itu pun hanya diam saja, karena menurutnya apa yang dilakukan oleh Gin lebih bagus dari Yuan.
Zhang Ziyi langsung mengeluarkan macan putih dewa ilahi miliknya,dan bertarung bersama melawan Gin,gerakan pangeran Zhang Ziyi semakin lincah dan kokoh.
Setelah sekian lama Rui melihat kalau batas tenaga dalam pangeran Zhang Ziyi sudah untuk beristirahat.
"Cukup."ucap Rui dengan suara yang lantang agar didengar oleh pangeran Zhang Ziyi yang jaraknya agak jauh.
Kaisar Zen pun langsung menatap kearah sumber suara lembut yang terdengar nyaring itu,
Zhang Ziyi yang melihat ibunya pun langsung berhenti dan memberikan hormat kepada Gin karena sudah membantu dia berlatih, sedangkan Yuan hanya duduk santai sambil memakan apel.
Rui pun langsung bergegas pergi menuju pangeran Zhang Ziyi ditengah lapangan rumput yang masih berada didalam istana kekaisaran Han.
"Salam , ibunda."
"Anakku memanglah luar,biasa, sekarang harus beristirahat sejenak makan apel sana bersama dengan paman Yuan, Ziyi'er."
Pangeran Zhang Ziyi hanya tersenyum dan menuruti perintah dari Rui.
"Terimakasih sudah membantu Ziyi'er berlatih,Gin."
"Duduk lotus lah Gin,tubuh mu belum sepenuhnya pulih,biar aku bantu untuk memulihkannya."
Gin pun dengan senang hati mendengarkan perintah dari Rui,dan Rui pun mulai mendetoks tubuh Gin dengan mengalirkan tenaga dalam miliknya,lalu Rui meminta segelas air putih kepada Yuan,lalu Rui menggigit ujung jarinya sedikit lalu meneteskan darah berwarna biru kedalam gelas berisi air putih itu.
"Minumlah Gin."
Gin pun hanya menganggukkan kepalanya sambil mengambil gelas yang berada didalam genggaman tangan Rui,dan langsung mengambil lalu meminum air didalamnya sampai habis.
Gin pun dapat merasakan sensasi hangat dari dalam tubuhnya lalu kembali kesuhu tubuh normalnya.
"Terimakasih atas kebaikan nyonya."
"Tidak perlu seperti itu, sebagai sesama makhluk hidup memang sudah tugas kita untuk saling menolong satu sama lain."
Gin yang mendengar ucapan dari mulut Rui pun langsung dibuat terpana,
Pasti Yuan,si Phoenix sombong itu sangat bahagia memiliki kontrak dengan manusia seperti ini.fikir Gin
__ADS_1
Rui pun mendekati Zhang Ziyi yang sedang memakan apel, sementara itu Gin langsung kembali kesisi tuannya , kaisar Zen.
Kaisar Zen sedang mendekat kearah Rui .
"Rui'er,boleh Zen menggendong pangeran Zhang Junda."
"Tentu saja."ucap Rui sambil memberikan Zhang Junda kepelukan kaisar Zen
"Kalian belum sarapan bukan, bagaimana kalau kita santap sarapan bersama."
Rui pun hanya menganggukkan kepalanya saja lalu mengikuti langkah kaisar Zen dengan sambil menggandeng tangan Zhang Ziyi.
Saat sampai didalam ruangan pun sudah ada beberapa orang yang akan ikut makan bersama,saat didalam ruangan,Rui meminta pangeran Zhang Junda kembali kepelukannya.
Saat duduk,Rui membuat sebuah pengumuman kepada semua orang yang hadir disana.
"Sebelumnya,aku hanya ingin memberitahukan kalau bayi yang ada didalam dekapan ku ini adalah anak ku dengan Kaisar Zhang Fei Hung, namanya pangeran Zhang Junda, da'er tidak ada hubungannya dengan kaisar Zen,jadi jangan berharap untuk bisa menyakiti putraku ini, lagi pula ayahandanya sedang dalam perjalanan menjemput kami disini." Ucap Rui sambil menatap tajam kearah para selir milik Kaisar Zen
Kaisar Zen dan ayahnya pun hanya diam saja, tidak berani berkomentar, karena Han Zu sendiri sudah memastikan kalau ada aura agung dari kaisar Zhang Fei Hung yang akan mendekati kekaisaran Han ini.
"Ah, apakah kaisar Zhang Fei Hung itu orang yang jelek, sampai-sampai selirnya kabur kesini."ucap selir 1
Kaisar Zen hanya menatap tajam kearah selirnya itu.
"Maafkan kelakuan mereka, Rui'er."
"Tidak masalah,tapi aku hanya memiliki masalah dengan orang yang sudah mengutus seorang pelayan semalam untuk membunuh putraku ini,apa semua selir Kaisar Zen mau memakan pil sumpah ini, aku ingin tahu siapa orangnya, dan aku tidak langsung membunuhnya,aku hanya akan mencabuti kuku tangannya satu persatu,dan menguliti tubuh orang itu." Ucap Rui dengan wajah gelapnya
Paman zu pun hanya bisa terbatuk kecil.
"Rui'er, bagaimana kalau kita makan sekarang?."
"Baiklah, terserah paman saja."ucap Rui yang sudah sangat malas, menurutnya paman zu sangat menganggu permainannya saja,tapi Rui juga sudah melakukan sesuatu kepada tubuh pelayan itu semalam.
_____________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1