SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
pelukis hebat


__ADS_3

Zhang Fei Hung pun langsung menatap wajah cantik Rui.


"Ada apa Rui'er?."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah murung.


"Yang mulia Kaisar, makanan ini untuk aku,yu dan juga Li,bukankah yang mulia sudah makan dikediaman naga,Hem."ucap Rui dengan tatapan menyelidik kearah sang suami.


"Ah,itu Rui'er,aku tidak memakannya karena aku bosan dengan makanan istana,aku ingin makan ini, bolehkah?."


Rui pun langsung meminta yu memanggil Li untuk sarapan,tak lama Li pun sampai dan dia terlihat sangat terkejut melihat kaisar.


"Salam yang mulia Kaisar."ucap Li


Zhang Fei Hung pun hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti sambil melambaikan tangannya.


"Li,yu ayo duduk kita makan."ucap Rui sambil duduk disamping Zhang Fei Hung


Yu dan Li pun hanya saling melirik.


Rui yang melihat perilaku mereka pun langsung melihat kearah Zhang Fei Hung.


"Yang mulia."


"Iya Rui'er,."


"Aku terbiasa untuk makan bersama satu meja dengan mereka, apakah yang mulia Kaisar tidak merasa keberatan atau perlukah Li memberikan meja khusus untuk yang mulia Kaisar makan?."


"Apa itu artinya aku makan dimeja sendirian dan Rui'er makan bersama mereka?."Ucap Zhang Fei Hung sambil menatap wajah cantik sang istri.


"Ya,tentu saja."


"Baiklah sudah diputuskan kalau aku tidak memerlukan meja lain,disini saja yang penting bisa bersama dengan Rui'er."


Saat Zhang Fei Hung berkata seperti itu,yu dan Li pun mulai duduk,Rui berdiri dari duduknya untuk mengambilkan nasi untuk Zhang Fei Hung,menyediakan sumpit dan juga menuangkan air kedalam cangkir.


Zhang Fei Hung sangat merasa senang dengan perlakuan manis sang istri,apa lagi biasanya dia hanya makan sendirian,kini dirinya makan bersama.


Selesai makan Rui mengupas sebuah jeruk untuk Zhang Fei Hung,menyuapi dari tangan kecilnya,jeruk itu menjadi lebih terasa sangat manis sekarang.


Setelah selesai makan,Li dan yu pamit sambil membersihkan meja,lalu Rui teringat tentang pelukis hebat yang berada diistana ini.


"Yang mulia,apa benar diistana ini ada pelukis hebat yang datang untuk melukis potret yang mulia Kaisar?."ucap Rui sambil menyuapi buah jeruk kemulut Zhang Fei Hung


"Iya Rui'er,dia memang sedang berada disini tapi dia akan segera dieksekusi mati besok."ucap Zhang Fei Hung sambil mengunyah buah jeruk didalam mulutnya

__ADS_1


Rui pun langsung tertegun sejenak saat mendengar ucapan dari mulut Zhang Fei Hung.


"Kenapa,apa yang sudah dia lakukan, sampai-sampai dia dihukum mati yang mulia?."


"Dia sudah diberikan perlengkapan yang sangat lengkap untuk melukis potret kaisar ini tapi dia membuat kesalahan,dia sudah mengganti warna merah untuk baju yang aku kenakan dengan menggunakan warna alami dari bunga darah."


"Bunga darah?."


"Ya,jelas sekali dia sudah menghina kaisar ini bukan, Rui'er?."


Bunga darah adalah bunga yang tumbuh di lereng pegunungan,bunga itu konon katanya tumbuh dari darah orang yang dibunuh karena merasakan ketidak adilan dalam semasa hidupnya,bunga itu juga dijadikan sebagai bunga kematian.


"Apa yang mulia Kaisar, sudah mencari kebenarannya dulu?, mungkin saja dia memiliki alasan dibalik itu semua.


"Dia bilang kalau ada seseorang yang bisa membuktikan perkataannya tapi hasilnya tidak ada,aku sudah memerintahkan kepada beberapa pengawal bayangan untuk mencari orang itu tapi hasilnya nihil, Rui'er,kenapa kamu menanyakan hal ini, sayangku?."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah murung


"Aku sangat suka melukis,jadi aku sangat tertarik dengan pelukis hebat ini, yang mulia Kaisar,aku ingin sekali mengunjungi dia untuk menilai hasil lukisan ku."


"Hem,lukisan apa yang sudah Rui'er buat?."


"Aku melukis potret ibu suri agung, dia minta dilukiskan."


"Apa kaisar ini juga bisa Rui'er lukiskan?."


"Tidak bisa."


"Yang mulia Kaisar memiliki keinginan kualitas yang tinggi, sedangkan Rui hanya memiliki cat biasa yang Rui buat dari buah dan bunga umum yang tumbuh diladang bunga milik teman Rui, sedangkan yang mulia Kaisar hanya ingin dilukis oleh cat kualitas tinggi seperti terbuat dari emas,dan lain sebagainya, Rui tidak ingin disebut menghina dan mempermalukan yang mulia Kaisar nantinya."ucap Rui dengan nada menyindir Zhang Fei Hung secara langsung.


"Hem, baiklah Rui'er,kaisar ini mengaku salah,dan pasti kamu hanya alasan saat bilang kalau kamu melukis potret ibu suri agung bukan?."ucap Zhang Fei Hung dengan tatapan menyelidik.


Rui hanya tersenyum kecil karena aktingnya ketahuan oleh kaisar Zhang Fei Hung,


"Yang mulia, bolehkah aku menyelidiki kasus ini sekali lagi dan meminta untuk mengundur hukuman untuk pelukis itu?."


"Apa yang aku dapat kalau aku mengabulkan permohonan kamu ini?."


"Aku akan melukis potret yang mulia Kaisar."


"Potret ibu suri agung saja kamu belum membuatnya, istri kecilku ini memang sangat pintar."


"Hehehe,boleh ya."


"Baiklah tapi cium dulu suami mu ini."

__ADS_1


"Apa tidak ada yang lain?."


"Layani kaisar ini , bagaimana?."ucap Zhang Fei Hung dengan tatapan mata menggoda


"Tadi bukannya sudah dilayani,kamu makan aku sediakan,mau makan jeruk juga aku kupaskan, melayani apa lagi?."


"Kita belum melakukan malam pertama pernikahan."


"Hah, astaga."ucap Rui sambil menyilangkan tangan didepan tubuhnya.


"Cium saja."ucap Rui menambahkan ucapannya


"Oke,."ucap Zhang Fei Hung sambil menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Rui merasa sangat gugup, walaupun mereka pernah berciuman tetapi itu ciuman yang tidak terduga, yang ini beda,Rui tidak sanggup untuk mendekati wajah Zhang Fei Hung,dia sangat malu.


"Kenapa Rui'er."


"Aku,malu."


"Baiklah,tutup matamu saja sayangku."


"Kenapa aku harus menutup mata?."ucap Rui polos.


"Supaya kamu tidak malu Rui'er sayang."


Rui langsung memejamkan matanya, kaisar Zhang Fei Hung langsung mendekati wajah Rui dan mulai memakan bibir merah kecil itu, lalu menggigit bibir bawah Rui, saat mulut Rui terbuka.


Zhang Fei Hung langsung melahap habis lidah Rui, setelah selesai Zhang Fei Hung menatap wajah cantik sang istri yang masih menutup matanya,lalu mengusap sisa dari ciuman itu dibibir Rui.


Rui pun langsung membuka matanya dan menatap wajah tampan Zhang Fei Hung, tapi kaisar Zhang Fei Hung ingin mengulang kembali ciuman itu dan Rui dengan cepat menutup mulutnya dengan telapak tangan.


"Bukankah sudah selesai."ucap Rui masih menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


Zhang Fei Hung hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju,


"Boleh bertemu tapi jangan terlalu lama karena hati suamimu ini sangat mudah merasa cemburu."


"Aku menemuinya bukan untuk mengajaknya berkencan, lagi pula aku kesana tidak mungkin sendiri,aku akan ditemani oleh Li."


"Bagus,itu baru istriku, sayang."


____________________________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2