
"Hah,ayah juga baru mengetahuinya saat melakukan tes darah,saat pertama kali bertemu dengan selir Jierui, ayahanda seakan melihat Selir xia'er,dan saat melihat selir Jierui melawan putra mahkota Ming Chen, ayah seperti melihat diri ayah sendiri yang sedang bertarung,bagian luarnya sangat mirip dengan ibunya tapi sifat dan karakter dirinya mirip seperti aku,kejam dan dingin, ayahanda juga sudah mendapatkan informasi kalau ternyata kaisar Zhang Fei Hung bisa menikahi Jierui karena permintaan dari ibu suri agung yang dulu pernah membatalkan hukuman mati untuk jingguo,ayah angkatnya."
Putra mahkota Qing Wei pun langsung tertegun sejenak.
"Apa adik jierui bahagia dengan pernikahan paksa ini?."
"Menurut kamu?."
"Aku pernah datang kekediamannya untuk meminta ramuan penawar racun untuk Bao, adik Rui seperti pasangan pada umumnya bahkan mereka saat itu sedang mandi bersama."ucap pangeran Wei dengan wajah merona merah karena malu untuk mengingat kembali kejadian itu
"Kamu salah,jika Jierui memiliki sifat seperti aku,ayah kandungnya, Jierui dapat menyembunyikan perasaannya kepada orang lain kecuali orang tua angkatnya itu dan Jierui memiliki pendirian yang sama dengan ibunya,dia tidak mudah jatuh cinta, bahkan hal itu dibuktikan dengan cara kaisar Zhang Fei Hung yang sangat menempel dengan Jierui, sesuai dugaan kaisar Zhang Fei Hung lah yang jatuh cinta kepadanya,sama seperti aku yang jatuh cinta kepada ibunya dulu, xia'er."
"Jadi sekarang menurut ayahanda, ibu selir Xia pergi kemana?."
"Wanita itu pergi atas kemauannya sendiri, aku sudah berusaha sangat keras untuk mendapatkan hatinya,tapi dia sama sekali tidak pernah melihat ku, Xia'er memang melakukan apa yang harusnya wanita yang sudah menikah lakukan,dia perhatian dan menerima dengan baik setiap kedatangan aku dikediamannya tapi itu semua hanya kepalsuan, Xia'er melakukan hal itu bukan karena dia mencintaku tapi hanya lebih kepada tanggung jawab sebagai seorang istri yang melayani suaminya,saat tahu kalau dia sedang mengandung, mungkin dia tidak mau kalau anaknya akan bernasib sama seperti dirinya,jadi xia'er lebih memilih pergi meninggalkan ayahanda,."
"Ya, sampai-sampai para menteri mengira kalau ayah sudah gila saat itu."
"Memang aku sudah gila,aku sangat menyukainya tapi bahkan saat dia hamil pun, xia'er tetap tidak bisa mencintai aku, dulu ayahanda berfikir kalau saja xia'er hamil mungkin hubungan antara kami akan lebih baik,tapi kenyataannya sekarang,hah."
Pangeran Wei sangat sedih melihat ayahnya yang sedang mengingat masa lalu yang mungkin bagi ayahnya ini adalah kenangan yang teramat pahit untuk diingat.
"Ayahanda, bagaimana kalau kita pergi kekaisaran Zhang,kita kunjungi kediaman orang tua angkat selir Jierui."
"Apa yang akan kamu lakukan saat telah berada disana, kedatangan kamu hanya akan membuat mereka gelisah, nanti mereka akan mengira kalau kita datang ingin menjemput Rui pulang."
Pangeran Wei pun menjadi terdiam, perkataan ayahnya benar,
"Jadi, sekarang bagaimana?."
"Biarkan jierui sendiri yang ingin berkunjung kesini,lagi pula bukankah hubungan kamu dengan dia sangat baik?."
"Hah, tidak juga ayahanda,aku tidak tahu harus berkata apa-apa lagi."
Hah,,,,
__ADS_1
Kaisar Qing Jun dan pangeran Wei hanya bisa melepas nafas kasarnya,saat memikirkan jierui.
Sedangkan ditempat lain diistana kekaisaran Zhang,Rui masih mengobati kaisar Zhang Fei Hung dengan sangat teliti, menyeka seluruh tubuh sang suami.
"Yang mulia Kaisar,Rui pergi untuk mengambil sesuatu dulu ya."
"Hem baiklah Rui'er, jangan lama ya, kaisar ini tidak bisa jauh dari kamu sayang."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah murung
"Iya,Rui mengerti."
Rui pun meninggalkan kediaman naga dan melesat pergi kearah kediamannya,disana sudah ada kedua orang tuanya,yu dan Li yang sudah kembali dari tugasnya, juga ada pangeran Zhang Ziyi.
Dari jauh, pangeran Zhang Ziyi melihat kedatangan Rui, pangeran Zhang Ziyi langsung berlari kecil kearah Rui dengan perasaan yang sangat senang.
"Ibunda."ucap Zhang Ziyi sambil berlari kearah Rui
Dari jauh pun Rui langsung menuju kearah Zhang Ziyi yang berlari kearahnya.
"Ziyi'er, nanti kalau terjatuh bagaimana?." Ucap Rui sambil memeluk tubuh Zhang Ziyi
"Tidak jatuh,ibunda akan dengan cepat memelukku erat kan,jadi Ziyi tidak mungkin terjatuh."ucap Zhang Ziyi didalam pelukan Rui
"Ziyi sangat merindukan ibunda,apa ibunda tidak rindu dengan Ziyi?."ucap Zhang Ziyi dengan wajah murung
"Tentu ibunda sangat rindu,adik Ziyi'er juga sangat rindu."
"Benarkah,Hem adik juga harus patuh sama ibunda ya."ucap Zhang Ziyi yang sedang berbicara sendiri dengan gaya imut bocah kecil.
Rui hanya tersenyum kecil melihat tingkah laku Zhang Ziyi, sesampainya mereka didalam,sudah ada orang tuanya dan Li juga yu.
"Ayahanda dan Ibunda."ucap Rui sambil memeluk kedua orang tuanya.
"Rui'er ku sekarang akan menjadi seorang ibu."ucap jingguo dengan wajah senang
"Putri ayahanda memang sudah menjadi ibu, lihatlah ini pangeran Zhang Ziyi,dia putra Rui sekarang."ucap Rui sambil tersenyum kecil
__ADS_1
"Wah benar, Ziyi'er sini peluk nenek."ucap mei kepada Zhang Ziyi
Rui pun meminta Zhang Ziyi pergi kearah Mey, Zhang Ziyi sangat senang,dia langsung bergegas pergi menuju Mey.
"Nenek,yey Zhang Ziyi punya nenek sama kakek sekarang."ucap Ziyi saat dipelukan Mey
Tak berselang lama ibu suri agung juga berkunjung ke kediaman Rui,semua orang yang berada didalam sana pun langsung memberikan hormat kepadanya.
"Salam kepada ibu suri agung semoga panjang umur."ucap mereka serempak
"Diterima, Rui'er ada yang ingin nenek bicarakan dengan kamu."ucap ibu suri agung dengan menatap kearah Rui
Rui pun meminta yu untuk menyiapkan makanan dan teh, sedangkan Li pergi ke kediaman naga untuk berjaga dikediaman naga, sedangkan mei dan jingguo mereka lebih memilih ketaman belakang bersama Zhang Ziyi untuk menemaninya bermain.
Kini Rui dan ibu suri agung sedang duduk berdua.
"Rui'er,nenek sangat mencemaskan keadaan kamu sayang."
"Rui baik nek, terimakasih."
"Saat kamu pergi, kaisar Zhang Fei Hung selalu ingin menemui nenek tapi selalu nenek tolak dan mengenai surat itu yang mengirimnya,,,."
"Selir peiyu."ucap Rui yang sudah memotong ucapan dari mulut ibu suri agung sambil menyesap tehnya.
Hah,,,
"Kamu sudah tahu?."
"Iya nenek,tapi Selir peiyu hanya sebatas pion saja, penjahat sebenarnya masih bersembunyi belum berani untuk menunjukkan dirinya,nenek ,Rui memperingatkan untuk tidak melangkah lebih jauh karena sangat berbahaya."
"Hem baiklah,nenek mengerti dan juga selir peiyu,dia sudah mati."
Rui hanya menganggukkan kepalanya saja.
_______________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)