SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
memilih pergi


__ADS_3

Mey hanya memeluk tubuh Rui erat-erat, lalu menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung,


"Maaf yang mulia Kaisar,aku akan lebih mementingkan kebahagiaan putri ku tercinta,jadi kami akan pergi dan pindah kekaisaran lain."


"Tapi aku adalah kaisar dikekaisaran ini dan aku menolak ini semua,kalian tidak boleh pindah dari kekaisaran Zhang ini."


"Keputusan aku sudah bulat,saya tidak mau melihat putri saya bersedih,."ucap Mey sambil membawa Rui yang masih berada dipelukanya sambil menangis.


Kaisar Zhang Fei Hung sangat ingin menghentikan kesedihan Rui tapi apa daya, dia juga merasa kasihan kepada wanitanya itu.


"Kamu terlalu memaksa tuan."ucap naga hijau legendaris melalui telepati


"Aku hanya ingin dia menjadi istriku,dan membangun keluarga bersama lalu menjadi ratu diistana kekaisaran Zhang ini."


"Tapi nona jierui sangat tidak menyukai tuan bukan."


"Ya,tapi itu membuatku semakin ingin memilikinya,saat ada pria yang ingin mendekati Rui'er,jantung kaisar ini terasa sangat sakit."


"Wah,kamu sudah benar-benar mencintai wanita itu ya tuan."


"Ya, sekarang dia ingin pergi demi menjauhi aku ,entah kenapa aku menjadi merasa sedih."


"Jangan menangis disini tuan,itu sangat memalukan."


"Siapa juga yang mau menangis."ucap Zhang Fei Hung yang masih menatap kepergian Rui yang semakin jauh, kaisar Zhang Fei Hung memilih untuk kembali pulang keistana dan akan berkelana mengikuti kemanapun Rui pergi.


Dia sedang berada didalam istananya sekarang,sedang ingin berkemas,Kasim go masuk kedalam ruangan tersebut.


"Salam yang mulia Kaisar."


"Hem."


"Kaisar mau kemana?."


"Aku mau mengikuti wanita ku kemanapun dia pergi."


"Tapi ,siapa yang akan duduk ditahta kalau yang mulia tidak ada?."


Zhang Fei Hung langsung tertegun mendengar ucapan dari mulut Kasim go,dia tidak mudah percaya dengan orang lain untuk mengurus kekaisaran Zhang selain dirinya.


Lalu dia meminta dua orang kepercayaannya untuk melakukan tugas mengikuti Rui dimanapun dia berada,dan melaporkan apapun yang Rui sedang kerjakan.

__ADS_1


Keesokan harinya keluarga tabib jingguo pergi meninggalkan kekaisaran Zhang, mereka kini menuju kearah kekaisaran Yan, disana tabib jingguo akan keistana Yan untuk menerima panggilan dari kaisar yan untuk mengobati pangeran Yan su.


Didalam kereta kuda, Rui hanya sedang melukis disebuah kanvas kecil,ditemani oleh Mey dan juga yu, sedangkan yang membawa kereta kuda ada Li sedangkan sang ayah jingguo menaiki kudanya sendiri.


"Rui'er,kapan kamu akan mengunjungi ibu suri agung lagi sayang,."ucap Mey dengan suara lembut


"Setiap dua Minggu ibunda, sedangkan untuk kakak permaisuri juga aku buat sama karena supaya aku tidak sering datang keistana."


"Hem, baiklah, nanti saat dikekaisaran Yan, apa kamu ingin mengikuti ayahanda dan ibunda keistana."


"Tidak ibunda,aku akan pergi ketempat lain saja dengan ditemani oleh Li."


"Baiklah, kemanapun kamu pergi, beri tahu ibunda supaya tidak merasa khawatir,ya."


"Baiklah ibunda,aku akan mengingatnya."


Mey pun sangat senang dengan jawaban dari sang putri tercintanya itu, sedangkan dua pengawal bayangan milik kaisar Zhang Fei Hung pun masih mengikuti mereka.


Setelah mereka sampai disebuah desa yang dekat dengan ibu kota kekaisaran Yan, jingguo menyewa sebuah rumah sederhana untuk mereka tinggali selama berada dikekaisaran Yan ini.


Rui langsung menuju sebuah ruangan yang akan menjadi kamar miliknya,dia membuka jendela kamar itu.


"Hem, kaisar menyebalkan itu ternyata tidak mudah menyerah ya,Yuan."ucap Rui sambil tersenyum kecil


"Iya, sampai-sampai dia mengirim pengawal bayangan untuk melaporkan apa saja yang dikerjakan oleh nona muda."


"Iya,cih,sudah punya empat istri,apa masih kurang untuknya."


"Mungkin nona,karena pria yang arogan seperti kaisar Zhang Fei Hung itu sepertinya tidak bisa hidup dengan hanya satu wanita saja."


Sedangkan ditempat lain, diistana kekaisaran Zhang, kaisar Zhang Fei Hung yang sedang diruang kerjanya sambil membaca sebuah gulungan kertas pun langsung bersin-bersin,dia merasa seperti sedang ada yang membicarakannya.


Sedangkan ditempat Rui,Yuan sudah kembali kedalam cincin ruang milik Rui.


Jingguo dan Mey segera memanggil sang putri tercintanya untuk makan malam, merekapun makan sambil tertawa bersama, hal itupun sampai diistana kekaisaran Zhang,


"Rui'er sangat mencintai kedua orang tuanya."


"Ya,itu dinamakan anak baik dan berbakti kepada orang tua, tidak seperti kamu tuan, nona muda Rui itu gadis yang ceria dan penyayang,."ucap naga hijau legendaris melalui telepati


"Maksud kamu,aku tidak pantas untuk menjadi suaminya begitu?,Hem."

__ADS_1


"Ais,kamu sensitif sekali kalau sedang membicarakan tentang wanita itu, kamu tahu apa yang wanita itu tidak suka dari kamu hah."


"Ya,aku tidak lupa,dia tidak suka dengan seorang kaisar karena memiliki istri banyak, tapi dia tidak tahu kan,kalau aku hanya mencintai dia."


"Kalaupun kamu mengatakannya juga dia tidak akan percaya,mana ada pria yang memiliki istri lebih dari satu bisa mencintai wanita hanya dia seorang."


"Ais,kenapa kamu malah menggurui aku,hah."


"Hehehe,maaf tuan."


"Aku merindukan suara yang sangat cerewet itu, Rui'er."


Keesokan harinya, Rui tidak ikut orang tuanya untuk pergi keistana kekaisaran Yan, Rui lebih memilih melatih Tubuhnya didalam cincin ruang miliknya bersama yuan dan pedang hitam.


Setelah satu jam,Rui mengakhiri latihannya lalu dia pergi berkeliling desa dengan menutup wajahnya dengan memakai tudung yang terbuat dari anyaman bambu dengan penutup kain disetiap sisi,supaya wajahnya yang cantik tidak terlalu terlihat orang lain.


Sedangkan Li hanya memakai pakaian biasa saja dengan topeng setengah wajahnya pergi mengikuti kemana Rui melangkah, mereka melesat cepat kearah ibu kota, tersiar kabar kalau disana sedang diadakan kompetisi duel untuk memilih putra dan putri berbakat kekaisaran Yan.


mereka yang menang akan mewakili kekaisaran Yan untuk berpartisipasi dalam kompetisi antar kekaisaran dibenua ini,


"bukankah nona tidak menyukai acara seperti ini?."


"Aku hanya bilang tidak menyukai acaranya, tapi aku tidak pernah bilang kalau aku tidak suka dengan perayaannya,makanan disini enak-enak, Li cobalah."ucap Rui sambil memberikan beberapa makanan kepada Li


Li pun langsung bergegas mengambil makanan itu dari tangan Rui dan memakannya dengan lahap.


"Sepertinya kekaisaran Yan sudah lebih dulu mengseleksi kandidat, sedangkan kekaisaran Zhang akan dilaksanakan dua Minggu lagi."ucap Li sambil mengunyah makanan


"Mungkin mereka memiliki pemikiran masing-masing, setiap kekaisaran tidak selalu sama bukan."ucap Rui


Mereka masih berada ditengah-tengah masyarakat yang sangat antusias ingin menyaksikan babak seleksi.


"Dulu sebelum kaisar Zhang Fei Hung naik takhta, pangeran pertama kekaisaran Zhang lah yang selalu menjadi yang pertama,dia bahkan digadang-gadang sebagai kaisar selanjutnya, menggantikan posisi kaisar terdahulu,tapi saat kompetisi duel sebelum pengangkatan calon putra mahkota,dia kalah dan mati ditangan adik kandungnya sendiri, kaisar Zhang Fei Hung."


"Terlalu banyak konflik,itu salah satu yang membuat aku tidak menyukai istana, Li ayo kita pergi mengintip ayahanda dan ibunda menyembuhkan Yan su."


"Kita akan menyusup keistana,nona."


"Iya,mau kemana lagi, orang tua aku kan, sedang berada disana,hayo."


______________________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2