SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
kaisar mesum


__ADS_3

Tapi itu membuat Rui kadang repot untuk menolak ajakan kaisar Zhang Fei Hung untuk berduaan, setiap kali Zhang Junda dibawa pergi,pasti ada saja alasan kaisar Zhang Fei Hung untuk menempel kepada Rui.


"Akhirnya,mainan milik kaisar ini sudah terbebas dari pemilik baru."ucap kaisar Zhang Fei Hung yang tangannya ingin menyentuh buah pir milik Rui yang lebih berisi.


"Yang mulia Kaisar mesum."


"Tapi semenjak kehadiran anak kita,buah pir milik Rui'er menjadi lebih besar,jadi kaisar ini tidak akan meminta ganti rugi kepada da'er."


Astaga,,,


"Rui'er, bagaimana kalau kita memiliki anak lagi?."


"Boleh."ucap Rui dengan wajah tenang


Saat mendengar ucapan dari mulut Rui, kaisar Zhang Fei Hung langsung tersenyum lebar.


"Tapi yang mulia Kaisar yang mengandung anak, bagaimana?."


Hah,,,


"Bagaimana mungkin Rui'er, sayang ku."


Hahahaha,,,


"Anak kita ,baru saja bisa mengoceh dan aktif, yang mulia Kaisar sudah meminta anak lagi, memangnya tubuh Rui ini hanya diperuntukkan untuk berkembang biak?."


"Bukan begitu sayang ku, Rui'er ."


"Sudahlah yang mulia Kaisar,Rui sedang sibuk membuat lampion untuk nanti malam, ulang tahun pangeran Zhang Junda."


"Baiklah Rui'er, kaisar ini tidak akan menganggu lagi."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan senyuman menggoda sang istri


"Nanti malam,Rui ingin mengajak anak-anak untuk melihat pasar malam."


"Baiklah sayang ku,tapi sepertinya nanti kaisar ini tidak bisa menemani,ada urusan istana yang mendesak."


"Iya, tidak apa-apa, yang mulia Kaisar,."


"Tapi, Hem bolehkah Rui'er."


Rui hanya menganggukkan kepalanya saja, tidak bisa menolak ajakan kaisar Zhang Fei Hung untuk saling membelit, memberikan kenikmatan.

__ADS_1


Setelah selesai, kaisar Zhang Fei Hung berpamitan untuk kembali bekerja, Rui pun juga kembali membuat lampion bersama yu, xio dan su.


Setelah hari mulai gelap, pelayan xio dan su, membantu pangeran Zhang Ziyi dan pangeran Zhang Junda untuk membersihkan diri, begitu juga dengan Rui yang memakai baju senada dengan kaisar Zhang Fei Hung.


Kaisar Zhang Fei Hung menjemput mereka untuk pergi keistana atas untuk melepaskan lampion bersama, begitu juga dengan seluruh rakyat kekaisaran Zhang, mereka sangat antusias untuk ikut serta melepaskan lampion masing-masing.


Pangeran Zhang Junda berada dipelukan kaisar Zhang Fei Hung sedangkan Rui memeluk pangeran Zhang Ziyi untuk membantunya melepaskan lampion.


Sekarang seluruh langit kekaisaran Zhang tampak terang dan indah, semoga ditahun ini mereka semua mendapat kebajikan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat kekaisaran Zhang.


Rui pun berpamitan dengan kaisar Zhang Fei Hung, Rui juga membawa serta kedua anaknya untuk pergi ke pasar malam bersama, sesampainya dipasar pun pangeran Zhang Junda sangat senang,


Matanya mengarah keapapun benda yang bercahaya.


"Ibunda, Ziyi mau itu."ucap Zhang Ziyi saat melihat kearah penjual mainan pedang kayu


"Ayo kita kesana."ucap Rui yang sambil menggendong Zhang Junda.


Tak lama,Rui tanpa sadar kalau kerumunan orang disana telah memisahkan antara para dayang dan pengawal yang ikut ,Rui dan kedua anaknya pun menghilang bagai ditelan bumi.


Saat ini Rui dan kedua anaknya telah berada ditengah hutan yang sangat gelap, pangeran Zhang Ziyi langsung mengeluarkan batu cahayanya untuk mengelilingi mereka.


"Jierui,ikut kami tanpa perlawanan."ucap pria yang ternyata ayah dari kaisar Zen dari kekaisaran Han


"Oke."


Ayah dari kaisar Zen pun Langsung membuat lingkaran Totem bersama dengan pengikutnya,lalu lingkaran Totem itu pun menyala terang dan langsung menghilang.


Wusss,,,


Hutan itu pun kembali gelap,dan dengan cepat mereka sudah sampai diperbatasan kekaisaran Han dengan Qing,disana juga sudah disediakan kereta kuda untuk mereka pergi kearah istana kekaisaran Han.


Saat didalam kereta kuda Rui masih tampak biasa saja begitu pula dengan kedua anaknya, sangat jauh berbeda dengan keadaan dikekaisaran Zhang.


Istana sedang kacau,ibu suri agung dan permaisuri Mey Lan pingsan, sedangkan kaisar Zhang Fei Hung wajahnya sudah sangat gelap, bagaimana tidak mendengar kalau sang istri dan kedua anaknya menghilang tanpa jejak.


Kaisar Zhang Fei Hung tidak henti-hentinya terbang bersama Huang sambil meneriaki nama Rui, rakyat yang mengetahui tentang hal ini pun merasakan akan kesedihan kaisar Zhang Fei Hung.


Bahkan saat Huang melakukan hal yang sama seperti saat mendeteksi keberadaan Yuan dulu, tetap tidak memiliki hasil , Kaisar Zhang Fei Hung tampak terlihat sangat depresi, kehilangan orang yang sangat dicintainya,


Sedangkan ditempat lain Rui sekarang sudah memasuki area istana kekaisaran Han, dari jauh Rui sudah melihat kaisar Zen yang siap menyambut kedatangannya.

__ADS_1


Kereta kuda pun berhenti,ayah dari kaisar Zen pun membantu membuka pintu kereta kuda yang dinaiki oleh Rui,lalu pangeran Zhang Ziyi turun lebih dulu,dia melompat dari pintu kereta kuda itu dan turun dengan gaya.


Membuat setiap wanita yang melihatnya langsung terpana, walaupun usianya baru enam tahun, Zhang Ziyi memiliki postur tubuh tegap dan wajah tampan, rambut hitam legamnya pun terlihat sangat indah dan cantik.


Kemudian Rui turun sambil menggendong Zhang Junda, wajahnya masih terlihat tenang padahal ayah dari kaisar Zen sudah mengulurkan tangannya kearah Rui untuk membantunya turun tapi tidak disambut oleh Rui.


"Kedua putraku sangat lelah,mereka berdua sudah harus tidur."ucap Rui dengan mata yang menatap kearah ayah dari kaisar Zen.


Tatapan ini,mirip sekali dengan Xia'er. Fikir ayah dari kaisar Zen


"Hem, baiklah."


Rui pun diminta untuk mengikuti beberapa dayang yang akan menunjukkan jalan kearah kamar yang sudah disiapkan untuk mereka.


Kaisar Zen pun langsung bergegas mendekati sang ayah.


"Ayahanda sangat luar biasa,bisa membawa Rui kesini, penculikan ini sukses besar."ucap kaisar Zen yang sangat bahagia melihat aksi sang ayahanda sukses besar.


"Rui tidak melakukan perlawanan apapun, seperti ada yang tidak beres."


"Maksud ayahanda?."


"Sepertinya memang Jierui lah yang sedang menunggu momen seperti ini,."


"Tapi apa tujuannya."


"Ayahanda juga belum mengerti ,lebih baik kita biarkan Jierui dulu sementara,baru nanti kita tanyakan lagi pula kasihan anak-anaknya sudah merasakan lelah."


"Ya, baiklah ayahanda."


Kini Rui sudah sampai didalam kamar yang sudah disediakan untuknya,para dayang pun mengucapkan salam perpisahan kepada Zhang Ziyi dengan wajah yang enggan.


"Sepertinya,putra ibunda ini sudah banyak memiliki penggemar ya."ucap Rui yang ingin menggoda Zhang Ziyi


"Ibunda mulai menggoda Ziyi lagi."ucap Ziyi yang berpura-pura fokus dengan buku bacaannya yang sudah dia keluarkan dari dalam cincin ruang miliknya


"Ziyi'er ,kemari sini,kalian berdua harus istirahat,ibunda masih ada urusan lain nanti."


"Iya, ibunda."ucap Zhang Ziyi sambil mendekati Rui untuk ikut tidur disamping sang adik yang sedang menyusu.


___________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2