SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
Li melawan pangeran Qing Wei


__ADS_3

Kaisar Zhang Fei Hung pun hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju, lalu menyelesaikan makannya dan kembali kekediamannya.


Rui juga langsung bersiap, dibantu oleh yu untuk merias rambut putihnya.


Tak lama kemudian datanglah kereta kuda didepan pintu gerbang kediaman Rui yang ternyata sudah ada kaisar Zhang Fei Hung yang turun dari dalam kereta kuda itu.


Rui kini sedang berjalan menuju pintu gerbang kediamannya, dari jauh Rui sudah bisa melihat kaisar Zhang Fei Hung tersenyum senang saat melihat penampilan Rui.


"Salam yang mulia Kaisar."


"Ayo Rui'er,."ucap Zhang Fei Hung sambil mengulurkan tangannya kearah Rui dan membantu sang istri untuk naik keatas kereta kudanya


Setelah kaisar Zhang Fei Hung sudah naik keatas kereta kuda, kereta kuda itu langsung berjalan menuju tempat arena duel.


Didalam kereta kuda.


"Istriku cantik sekali."ucap Zhang Fei Hung sambil menatap kearah wajah Rui


Sedangkan Rui hanya tersenyum kecil.


Setelah beberapa lama, kereta kuda yang dinaiki oleh Rui dan kaisar Zhang Fei Hung pun sampai, mereka berdua langsung duduk dikursi khusus untuk kaisar Zhang.


Semua orang menatap iri kepada kaisar Zhang Fei Hung karena dia bisa membuat Rui menjadi salah satu dari selirnya.


Kaisar Zhang Fei Hung sebenarnya sangat merasa tidak nyaman dengan tatapan mata itu,tapi dia sudah berjanji akan berusaha untuk tenang,lalu kaisar Zhang Fei Hung langsung meminta untuk dimulainya pembukaan kompetisi duel antar kekaisaran ini.


Kompetisi dibuka dengan beberapa bakat tarian dari masing-masing kekaisaran , Rui sudah mulai merasa bosan dengan acara ini.


"Ada apa Rui'er?."


"Acara baru saja mulai tapi,Rui sudah sangat merasa bosan, yang mulia Kaisar, Rui ingin pergi jalan-jalan saja rasanya berkeliling pasar rakyat disekitar tempat ini, huh."


"Maaf sayang,tapi kamu sudah berjanji akan menemani kaisar ini bukan."ucap Zhang Fei Hung sambil mencium punggung tangan Rui


Rui hanya pasrah dan menganggukan kepalanya tanda mengerti.


Setelah selesai dengan acara pembuka itu, seseorang berdiri diatas arena duel, orang itu mulai memanggil nama peserta yang akan bertanding.


Persyaratan duel adalah boleh menyerang sampai pihak lain mengaku kalah,bahkan dengan luka serius sekalipun tapi tidak boleh membunuh peserta itu, karena walaupun peserta itu tidak mau menyerah tapi peserta itu sudah tidak bisa berbuat apa-apa, panitia pelaksana sudah akan mengeluarkan orang itu dari dalam arena duel.


Setelah pemberitahuan panjang,mereka memulai duel ini.


Banyak dari peserta tahun ini yang memiliki tingkat kekuatan yang baik, saat tiba giliran Li bertanding, Li memandang kearah kaisar Zhang Fei Hung dan Rui sambil memberikan hormat kepadanya.

__ADS_1


Rui terlihat biasa saja,kali ini Li bertarung dengan lawan yang lumayan kuat, pangeran dari kekaisaran Qing,


"Nyonya."ucap Yuan dari telepati


"Sungguh tidak beruntung, mendapatkan lawan yang sedikit merepotkan."ucap Rui


"Iya,tapi setidaknya Li memiliki ilmu arai itu cukup untuk menjadikan ini sebagai latihannya."


"Ya,kamu benar Yuan."


Sedangkan kaisar Zhang Fei Hung yang merasa diabaikan pun langsung memegang erat tangan Rui.


"Rui'er."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya


"Iya yang mulia Kaisar,."ucap Rui dengan melihat kearah sang suami


"Apa Rui'er sedang merasa khawatir dengan Li?."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah murung


"Tidak,Li adalah pengawal pribadi Rui ,dia cukup untuk kuat, tidak mudah kalah melawan pangeran dari kekaisaran Qing itu."ucap Rui dengan nada suara lembut


"Hem,bagus,kalau Li sampai menang, kaisar ini akan memberikan dia hadiah, berarti memang dia pantas untuk menjadi pengawal pribadi istriku ini."


Ditengah arena Li pun masih saling menyerang dengan pangeran dari kekaisaran Qing itu.


"Kamu hebat juga,siapa namamu."ucap sang pangeran


"Namaku pangeran Qing Wei , kalau kamu kalah, aku bisa menjadikan kamu sebagai pengawal ku dikekaisaran Qing."ucap pangeran Wei dengan nada suara lembut


"Aku sudah memiliki nyonya yang harus aku jaga jadi itu sangat tidak mungkin."


"Ah, beruntung sekali nyonya mu itu ,siapa gerangan wanita itu?."


"Yang mulia selir Jierui,."


Ucapan dari mulut Li pun membuat darah pangeran Wei mendidih, pangeran Wei membenci Rui saat sang ayah menatap kearah selir Jierui itu , pangeran Wei tidak menyukainya.


Pangeran Wei pun menyerang Li dengan sangat brutal,Li tidak mendapatkan jeda waktu untuk beristirahat,Li pun mulai sedikit kualahan menghadapi pangeran Wei ini , Li langsung memanggil kalajengking dewa miliknya untuk keluar.


"Tuan,bersembunyi dibelakang ku cepat." Ucap kalajengking dewa milik Li.


Sedangkan pangeran Wei tertawa lepas sambil mengeluarkan beruang putih ilahi miliknya yang sekarang sudah berubah menjadi pria berambut putih dan sedikit hitam dibagian depannya.


"Serang dia , Bao."ucap pangeran Wei

__ADS_1


Bao si beruang putih ilahi itu pun langsung menyerang kalajengking dewa milik Li, mereka bertarung dengan sangat sengit.


Sedangkan ditempat lain, Rui menatap kearah Li yang sedang terluka, sedangkan kaisar Zhang Fei Hung juga menatap kearah yang sama.


"Sepertinya Li sudah tidak bisa bertahan sayang,dia bisa mati."ucap Zhang Fei Hung


Kini Rui menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung.


"Apa yang mulia Kaisar fikir kalau Li sangat lemah?."ucap Rui dengan nada suara lembut


"Sepertinya Li seperti Rui'er ya ini,sangat suka membuat kejutan."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya


Rui lebih memilih untuk kembali memandang kearah Li yang sedang bertarung.


Kini Li sedang memulihkan kondisi tubuhnya akibat dari serangan tadi, kalajengking dewa langsung memperingatkan Li kalau pangeran Wei mendekat kearahnya, Li langsung membuat arai.


"Cih,pengecut."ucap pangeran Wei saat melihat Li membuat pola arai


Tapi ternyata pola arai itu bukan untuk Li tapi untuk pangeran Wei,dengan cepat pangeran Wei masuk kedalam perangkap Li,


"Ais,keluarkan aku pengecut."ucap pangeran Wei dengan nada suara tinggi


Li ingin meremukkan tubuh pangeran Wei menggunakan arai yang sudah mengurung pangeran Wei,arai itu kian lama kian mengecil.


Bao yang melihat sang tuan sedang kesulitan pun langsung bergegas pergi menuju kearah Li,tapi sebelum sampai , kalajengking dewa pun menghadang Bao.


"Lawan kamu adalah aku,beruang bau." Ucap kalajengking dewa


"Nyalimu besar juga untuk berani menghina ku,hah, kalajengking dewa rendahan seperti kamu tidak pantas bertarung melawan ku." Ucap Bao dengan sikap arogannya.


"Dasar beruang bau sombong."ucap kalajengking dewa dengan langsung menyuntikkan cairan racun kepada Bao.


Bao pun sadar dengan racun yang disuntikkan tadi.


"Racun pelumpuh,kamu fikir aku selemah i,,tu."ucap Bao dengan tubuh yang tiba-tiba terjatuh kelantai arena tanding itu.


Pangeran Wei pun langsung berteriak memanggil nama Bao,sambil berusaha untuk bisa lepas dari arai milik Li.


"Menyerah saja pangeran."ucap Li


"Heh, tidak akan,."ucap pangeran Wei masih sambil melihat kearah Bao


_____________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2