SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
bayi ngambek


__ADS_3

Rui hanya menganggukkan kepalanya saja tanda setuju, setelah Zhang Junda sudah tidak mengemut buah pir Rui lagi dengan mata yang sudah tertutup rapat, Rui pun bangun untuk memanjakan bayi besarnya membersihkan diri.


Didalam pemandian, kaisar Zhang Fei Hung sudah berada didalam bak mandi.


"Rui'er, kemarilah sayang."ucap Zhang Fei Hung dengan mengulurkan tangannya kearah Rui,


Rui pun masuk kedalam bak mandi.


"Bayi besar ini sangat mesum."ucap Rui sambil memencet hidung mancung kaisar Zhang Fei Hung


"Kalau kaisar ini tidak mesum, Rui'er tidak akan bisa hamil dan melahirkan da'er, benarkan."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya


Mereka pun langsung berciuman,tangan kaisar Zhang Fei Hung tidak pernah diam, selalu meraba-raba tubuh Rui sampai sipemilik merasa kegelian nikmat.


Kaisar Zhang Fei Hung ingin melahap buah pir milik Rui tapi Rui dengan cepat memperingatkan untuk tidak menghisapnya kuat-kuat karena masih keluar susu untuk Zhang Junda.


Kaisar Zhang Fei Hung pun sangat mengerti tentang hal itu, sebagai gantinya dari leher dan seluruh tubuh Rui penuh dengan tanda merah karya dari gigitan lembut kaisar Zhang Fei Hung.


Kemudian mereka pun berciuman sambil memasukan tubuh bagian bawah masing-masing,akh,membelit satu sama lain bagai tanaman rambat, berbagi kenikmatan Rui selalu meminta lebih yang membuat Kaisar Zhang Fei Hung sangat bersemangat untuk semakin menumbuk bagian bawah tubuh istrinya.


Membuat Rui semakin berteriak dan tidak ingin kegiatan ini berakhir cepat,


Setelah beberapa lama kemudian, kaisar Zhang Fei Hung menambah ritme permainannya sampai Rui mengejang hebat untuk kesekian kalinya.


"Nikmat sayangku?."


"Ya, yang mulia Kaisar."


Kaisar Zhang Fei Hung sangat bahagia dan menumbuk Rui tanpa henti sampai tubuh Rui terasa sangat lemas,dan dalam sekali hentakan, kaisar Zhang Fei Hung mengeluarkan semua didalam tubuh Rui.


"Rui'er, kaisar ini ingin memiliki anak lagi dari tubuh kamu sayang."


"Iya, yang mulia Kaisar."


"Terimakasih ya sayangku."ucap Zhang Fei Hung sambil mencium kening Rui yang basah dengan keringat lalu kaisar Zhang Fei Hung pun tersenyum senang

__ADS_1


Setelah selesai, Rui digendong oleh kaisar Zhang Fei Hung menuju sebuah kursi, mereka saling membantu berpakaian, mereka saling menatap satu sama lain kemudian berciuman kembali.


Kaisar Zhang Fei Hung pun tidur nyenyak disamping Zhang Ziyi, sedangkan Rui memilih untuk duduk didekat jendela kamar sambil meminum teh dan makan camilan yang tersedia dari dalam cincin ruang miliknya.


Kekaisaran Han ini sangat indah serta didominasi warna putih,salju disini turun lebih lama dari kekaisaran lainnya,oleh sebab itu kekaisaran Han dengan kekaisaran Qing menjalin kerjasama yang baik.


Tapi semenjak melakukan perjanjian lama itu, hubungan antara mereka pun menjadi renggang,tapi sekarang sudah sangat disesali oleh kedua pihak.


Rui lalu mengeluarkan Yuan untuk mengantarkan sebuah pesan untuk paman zu,kalau pengobatan Kaisar Zen akan dimulai sore ini.


Setengah jam kemudian kaisar Zhang Fei Hung terbangun dari tidurnya, menatap wajah Zhang Ziyi yang masih tertidur, diusapnya wajah kecil itu,Rui memang yang meminta kaisar Zhang Fei Hung untuk melakukan hal itu kalau Zhang Ziyi sedang tertidur.


Kaisar Zhang Fei Hung tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh istrinya itu, kenapa dia harus menyentuh wajah kecil Zhang Ziyi disaat masih tertidur lelap, karena hal kecil itulah kaisar Zhang Fei Hung sekarang menjadi lebih dekat dengan Zhang Ziyi.


Siapa yang akan tega dengan wajah kecil menggemaskan itu saat sedang tertidur pulas, setidaknya kaisar Zhang Fei Hung masih memiliki hati nurani untuk Zhang Ziyi.


Setelah selesai dengan Zhang Ziyi, Kaisar Zhang Fei Hung bangun dan melangkah kearah Rui yang sedang duduk didepan jendela sambil menyesap teh, setelah sudah dekat kaisar Zhang Fei Hung langsung mengecup puncak kepala Rui dengan lembut sambil memegang bahu Rui.


"Hem, Rui'er sangat menikmati pemandangan disini?."


Kaisar Zhang Fei Hung pun mencium bibir Rui.


"Rui'er,kita pulang saja sekarang, bagaimana?."ucap kaisar Zhang Fei Hung sambil duduk disebelah Rui


"Yang mulia Kaisar,paman zu meminta Rui untuk mengobati kaisar Han Zen terlebih dahulu baru setelah selesai pengobatan, kita pulang."ucap Rui dengan nada suara lembut untuk menjelaskan situasi saat ini


"Paman zu?."


"Dia ayah dari kaisar Zen, yang mulia Kaisar."ucap Rui sambil memberikan secangkir arak buatannya untuk kaisar Zhang Fei Hung


"Hem, begitu, baiklah,tapi saat masa pengobatan, kaisar ini harus ikut menyaksikan ."


"Baiklah , yang mulia Kaisar,minum arak ini untuk menjaga tubuh Kaisar menjadi lebih hangat."ucap Rui sambil menuangkan arak kedalam cangkir kaisar Zhang Fei Hung


"Terimakasih, Rui'er, sayang."

__ADS_1


"Ayahanda."ucap Zhang Ziyi yang sudah terbangun dan berdiri disamping tempat tidur sambil mengucek matanya.


Kaisar Zhang Fei Hung dan Rui pun langsung menoleh kearah sumber suara lembut itu.


"Ziyi'er, kemarilah."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya


Zhang Ziyi yang merasa terpanggil pun langsung bergegas pergi mendekati kaisar Zhang Fei Hung yang sedang mengulurkan kedua tangannya.


"Ayahanda ,kenapa kesini sekarang, bukankah ibunda sudah bilang kalau tunggu dua hari lagi."ucap Zhang Ziyi dengan wajah cemberutnya.


"Iya , ayahanda rindu Ziyi'er, ibunda dan adik da'er, istana terasa sangat sepi, sayang." Ucap Zhang Fei Hung dengan sedikit bumbu kebohongan


"Kalau ayahanda mencintai ibunda, ayahanda harus patuh kepada perintah dari ibunda,Ziyi diajarkan untuk patuh kepada ibunda oleh guru Ziyi,karena Ziyi mencintai ibunda dan tidak mau membuat ibunda menangis."ucap Zhang Ziyi dengan wajah polosnya


Kaisar Zhang Fei Hung jadi serba salah, sedangkan Rui hanya tertawa lepas mendengar ucapan dari mulut Zhang Ziyi.


"Ziyi'er,coba sekarang perhatikan ibundamu itu,apa dia sedang menangis?, tidak,kan, jadi ayahanda tidak mengecewakan ibundamu ini, benarkan."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan ucapan yang sangat hati-hati memberi penjelasan panjang


Zhang Ziyi pun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal,sambil berfikir apa benar semua yang dikatakan oleh ayahandanya itu,membuat Rui semakin geli tertawa.


"Sudah-sudah, sebaiknya Rui bersiap untuk pergi mengobati pasien."ucap Rui sambil tersenyum kecil melihat tingkah laku kaisar Zhang Fei Hung dan Zhang Ziyi.


Saat ini Rui sedang mengganti pakaian Zhang Ziyi agar senada dengan dirinya dan kaisar Zhang Fei Hung, Zhang Junda pun baru bangun tidur, kaisar Zhang Fei Hung pun langsung bergegas mendekati Zhang Junda untuk digendong.


"Da'er,sudah bangun."ucap kaisar Zhang Fei Hung yang sambil menggendong Zhang Junda


Zhang Junda hanya menatap tajam kearah ayahandanya,lalu mulai menangis , Kaisar Zhang Fei Hung pun Langsung berwajah bingung,


Kenapa dengan anak ini. Fikir Zhang Fei Hung


________________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2