SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
tiga Selir


__ADS_3

Terserah kaisar menyebalkan itu saja, yang terpenting dia tidak menganggu kegiatannya mengajar, Rui masih sangat bersemangat untuk mengajar, tapi Li mendekat kearahnya lalu melaporkan kalau kaisar Zhang Fei Hung sedang bertarung dengan pangeran Yan su .


Rui tidak perduli,biarkan saja kedua pria bodoh itu bertarung,dia memperingatkan Li untuk tidak berpihak kepada siapapun entah itu pangeran Yan su atau kaisar Zhang Fei Hung.


Li hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti,Li pun juga hanya berjaga dengan sigap didekat pondok.


Sedangkan ditempat lain terjadi sebuah pertarungan satu lawan satu, antara kaisar Zhang Fei Hung dengan pangeran Yan su, sedangkan pengawal pribadi pangeran Yan su hanya diminta melihat saja oleh tuannya.


"Aku tidak akan menyerahkan Rui'er kepria manapun."ucap pangeran Yan su dengan wajah marah


"Jangan kamu menyebut nama calon istriku seperti itu,karena Rui'er hanya akan menjadi milik kaisar Zhang ini."


"Tidak akan, dia akan lebih memilih menjadi permaisuri dari pangeran ini, pangeran dari kekaisaran yan, dari pada hanya harus menjadi selir rendahan."ucap Yan su yang sudah sangat tidak senang dengan sikap dari kaisar Zhang Fei Hung


Pangeran Yan su langsung memanggil hewan kontraknya yang berupa rubah ekor sembilan, sedangkan kaisar Zhang Fei Hung hanya memberikan senyum meremehkan kearah yan su.


"Rubah ekor sembilan ingin melawan aku?, Hem,kamu hanya mengirimkan nyawamu kepadaku saja."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah gelapnya


Pertarungan sengit pun terjadi, Zhang Fei Hung tidak terlalu melakukan banyak gerakan karena kekuatan yang dimiliki oleh Yan su masih tidak ada apa-apanya Dimata Zhang Fei Hung.


Zhang Fei Hung masih belum mengeluarkan naga hijau legendaris miliknya karena menurutnya itu tidak penting mengingat lawannya kali ini hanya seorang bocah kecil, Yan su sendiri mungkin masih seumuran dengan sang adik, Zhang Xin.


Setelah pertarungan yang alot, Zhang Fei Hung sudah merasa bosan,dia mengeluarkan ilmu tenaga dalamnya yang lumayan kuat untuk bisa membunuh Yan su, saat Zhang Fei Hung ingin menyerang dan Yan su juga bersamaan menyerang balik.


Dan saat kekuatan itu akan saling berbenturan, dari jauh sudah ada yang menangkis kedua serangan itu sehingga melesat keatas langit seperti kembang api.


Zhang Fei Hung langsung berwajah gelap dengan garis tiga hitam didahinya sekarang, dia sangat marah karena ada orang lain yang mengganggu kesenangannya sekarang, tapi saat melihat kearah orang yang sudah melakukannya.


Zhang Fei Hung langsung tertegun sejenak saat melihat ternyata orang itu adalah wanita yang sedang dia sukai, wajah tampannya kembali terang.


"Kenapa kalian sangat berisik sekali."ucap Rui sambil berjalan mendekati mereka, bersama dengan Li


"Rui'er."ucap mereka serempak,

__ADS_1


Zhang Fei Hung dan Yan su mereka saling menatap satu sama lain.


"Kalian berdua sangat berisik,aku sedang mengajar anak-anak dipondok sana apa kalian tidak memiliki tempat lain untuk bertarung hah, menyebalkan sekali."ucap Rui dengan wajah marah dan cemberutnya lalu pergi meninggalkan mereka.


Zhang Fei Hung langsung mengejar Rui sedangkan Yan su Langsung dibopong keluar dari hutan oleh pengawal pribadinya.


Zhang Fei Hung berhasil mengejar Rui.


"Rui'er, maaf aku tidak bermaksud untuk menganggu kegiatan kamu mengajar." Ucap Zhang Fei Hung dengan wajah yang terlihat sangat bersalah


"Sudahlah yang mulia Kaisar, sebaiknya Anda kembali keistana anda saja dan jangan pernah mengganggu ku lagi."ucap Rui sambil berjalan menjauh dari kaisar Zhang Fei Hung


Sedangkan kaisar Zhang Fei Hung masih sangat kalut dengan perasaannya,ucapan dari Rui seperti mengatakan kalau wanita impiannya itu tidak menyukai kehadirannya.


"Oh, tidak, apakah akan ada yang patah hati sekarang."ucap naga hijau legendaris melalui telepati


"Aku belum mau menyerah,dia harus menjadi istriku,."ucap Zhang Fei Hung yang langsung menghilang dari tempatnya berdiri


Sedangkan ditempat lain, Rui bersama dengan Li.


"Sok tahu kamu."


"Iya,coba tadi kalau nona tidak turun tangan, pasti pangeran Yan su sudah mati sekarang."


"Hem,kita pulang saja Li,."


"Baik nona."


Sedangkan ditempat lain disebuah istana kekaisaran yan, Yan su sedang diobati oleh tabib istana,dia memiliki luka dalam yang cukup serius,bahkan membuat sang ibu merasa sangat khawatir dengan kondisi sang putra.


"Bagaimana tabib,su'er apa yang sudah terjadi sama kamu nak?."


"Ibunda tidak perlu khawatir, ini hanya luka kecil."

__ADS_1


"Luka kecil katamu hah,dasar anak yang tidak berbakti,kamu lihat kamu memiliki luka dalam yang cukup besar sekarang, siapa orang yang sudah kamu singgung hah." Ucap permaisuri kekaisaran yan,


Yan su hanya diam saja ,dia sudah jenuh mendengar ucapan dari mulut sang ibu, yang dia fikirkan sekarang hanyalah Rui, bagaimana caranya agar Rui bisa lepas dari genggaman kaisar menyebalkan itu.


Ditempat lain diistana kekaisaran Zhang, kaisar Zhang Fei Hung sedang berada didalam aula pertemuan untuk menemui para selirnya yang sedang menunggu untuk meminta keadilan.


Kecuali permaisuri,karena permaisuri dan kaisar Zhang Fei Hung sudah membuat sebuah kesepakatan bersama antara mereka, sedangkan untuk para selir, mereka masih memiliki ambisi masing-masing.


"Untuk apa kalian meminta untuk bertemu dengan aku?."ucap Zhang Fei Hun


"kedatangan kami kesini untuk bertemu dengan yang mulia,dan sebagai istri kami sudah lama tidak mendapatkan kabar dari yang mulia."ucap selir Fengying,selir pertama kaisar Zhang Fei Hung


"Sekarang kalian sudah melihat keadaan aku baik-baik saja bukan,jadi apa lagi yang kalian mau."


Mereka bertiga pun langsung saling melirik,


"Yang mulia, kediaman hamba sudah lama tidak dikunjungi oleh yang mulia Kaisar, apa yang mulia sedang sibuk akhir-akhir ini?." Ucap selir peiyu,selir ketiga kaisar Zhang Fei Hung.


Selir peiyu merasa bahwa dirinyalah yang paling disayang oleh kaisar Zhang Fei Hung dari sekian istri milikinya, menjadikan wanita ini memiliki tingkat kesombongan yang sangat tinggi.


Kaisar Zhang Fei Hung hanya tersenyum tipis.


"Baiklah malam ini aku akan berkunjung kekediaman kamu,selir peiyu."


"Benarkah itu yang mulia,Hem,anda sangat pengertian,kalau begitu aku akan undur diri sekarang, sampai bertemu nanti malam yang mulia."


Zhang Fei Hung hanya menunjukan wajah biasa dan melambaikan tangannya tanda dia mengizinkan kepergian selir peiyu.


Sedangkan sekarang masih ada dua selir lagi, sedangkan selir yang kedua,selir an dia masih diam untuk saat ini,dia sedang ingin menjalankan sebuah trik untuk mendapatkan simpatik dari Zhang Fei Hung.


"Selir an,apa kamu akan diam saja?,apa yang kamu inginkan dengan datang ketempat ini."


_________________________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2