SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
meminta bantuan kepada ibu suri agung


__ADS_3

Sedangkan ditempat lain, diistana kekaisaran Zhang, kaisar Zhang Fei Hung sedang meminum arak, dia sangat merasa depresi dengan ucapan dari Rui tadi.


"Rui'er,aku sangat mencintaimu."


"Tapi aku tidak."ucap Huang yang ingin menggoda tuannya itu


"Sialan kamu,Huang."


"Tuan,kenapa tidak meminta tolong kepada ibu suri agung saja."


"Hah,memang apa yang bisa dilakukan oleh nenek tua itu."


"Bukankah ibu suri agung sangat dekat dengan nona Rui."


"Lalu?."


"Mungkin ibu suri agung tahu apa yang bisa tuan lakukan untuk mendapatkan wanita idaman tuan."


Kaisar Zhang Fei Hung langsung menghentikan aktivitasnya meminum arak, kemudian dengan langkah besar dia pergi menuju kediaman ibu suri agung.


Sesampainya Zhang Fei Hung disana,dia langsung ingin bertemu dengan sang nenek.


"Salam nenek."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah murung


Sedangkan ibu suri agung sedang menyulam kain.


"Ada apa kamu datang menemui aku hah." Ucap ibu suri agung dengan tatapan menyelidik


"Nenek,beri tahu aku,cara agar bisa mendapatkan Rui'er."


"Ais,pergi saja sana,aku tidak mau mengorbankan cucu cantik ku untuk cucu bodoh seperti kamu."ucap ibu suri agung sambil melanjutkan aktivitas.


"Nenek,aku bersungguh-sungguh,aku mencintai Rui'er,aku ingin bahagia bersama dengan Rui'er nek, tolong aku."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah memelas


"Sejak kapan kamu menyukainya?."


"Sejak pandangan pertama saat dikebun bunga,aku melihat wanita cantik dan jantung aku berdegup kencang,saat melihatnya nek."


Ibu suri agung tidak mudah percaya dengan apa yang dikatakan oleh cucu bodohnya ini.


"Kamu adalah pria yang memiliki ambisi kuat, sampai-sampai kamu bisa membunuh kakak kandung kamu sendiri,kamu pria yang hanya menikahi wanita untuk bahan peningkat kekuasaan,dan sekarang kamu meminta pertolongan aku, untuk mendekati wanita yang dimana dia sudah aku anggap sebagai cucu kandung ku sendiri."

__ADS_1


"Nenek, percayalah bahwa aku benar-benar mencintai Rui'er."


"Rui'er adalah gadis yang baik dan ceria, nenek tidak mau menghancurkan kebahagiannya hanya untuk kebahagiaan kamu saja,nenek tidak tega melihatnya menangis karena kecewa nantinya dengan kamu."


Kaisar Zhang Fei Hung langsung menangis tersedu-sedu didepan sang nenek.


"Nenek kira apa aku bahagia?,apa aku melakukan semua ini karena aku mau?, Apa nenek selama ini tidak sadar kalau ayahanda dan ibunda ku hanya mencintai kakak pertama,tapi mereka tidak mencintai aku nek,mereka egois,mereka selalu meninggikan kakak pertama,tapi aku, apa yang mereka bisa lihat dari aku nek,apa?, Mereka hanya memandang aku sampah selama ini dan setelah aku melakukan perlawanan, mereka baru menyadari bahwa aku yang mereka anggap hanya karena aku beruntung telah dilahirkan dari rahim seorang permaisuri,dan sekarang ketika aku menemui seorang wanita yang menurut aku layak,apa nenek akan menjauhkan aku dengan Rui'er?."


Ibu suri agung yang sudah mendengar jeritan hati Zhang Fei Hung pun membenarkan setiap ucapan dari sang cucu,memang selama ini kalau bukan ibu suri agung yang merawat Zhang Fei Hung, pasti dia sudah lama mati karena tidak dianggap oleh orang tuanya sendiri.


"Hung'er,jadi kamu benar-benar menyukai Rui?."


"Benar nenek,aku bersumpah akan membahagiakan Rui'er bagaimana pun caranya."


"Baiklah,besok ikut nenek pergi ke kediaman keluarga tabib jingguo."


Kaisar Zhang Fei Hung langsung berwajah ceria,saat mendengar ucapan dari mulut sang nenek.


"Benarkah itu nek?."


Ibu suri agung hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Zhang Fei Hung langsung memeluk tubuh sang nenek.


"Nenek memang yang terbaik."


Sedangkan ditempat lain, Rui sedang duduk termenung didalam kamarnya,Yuan pun langsung keluar dari dalam cincin ruang milik Rui.


"Nona muda,kenapa bersedih?."


Tidak ada jawaban dari Rui.


"Saat diatas arena tadi siang,apa yang nona muda bisikan ke Selir an sampai dia berwajah sangat ketakutan?,Yuan hanya penasaran."


"Dulu,dia sering membawakan kakak permaisuri Mey Lan berupa camilan,lalu saat aku periksa,camilan itu mengandung racun,karena kurangnya bukti,aku hanya meminta kak Mey Lan untuk tetap mengkonsumsi makanan itu dan memberikan obat penawar dari racun tersebut.


"Ah,pantas saja selir an langsung berwajah pucat."


"Hem."


Keesokan harinya,, kediaman tabib jingguo mendapat surat lamaran untuk Rui banyak sekali, sampai-sampai membuat jingguo merasa pusing , begitu juga dengan Mey yang disaat dia sedang pergi kesebuah pasar bersama pelayan pribadi miliknya.


Mey dihadang oleh beberapa pemuda yang ingin berbuat baik kepada Mey, tapi mereka tidak berhati tulus dalam membantu, seperti ada udang dibalik batu.

__ADS_1


Rui baru selesai mandi dan berganti pakaian dibantu oleh yu,disaat yang bersamaan, ada pelayan lain mengetuk pintu kamarnya.


"Maaf,nona muda diminta tuan untuk keruangan tengah."


Rui hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Pelayan tadi sangat bersemangat sekali." Ucap Rui sambil membenarkan bajunya


"Iya,nona muda,tadi seperti terdengar kalau ada tamu yang datang tapi,yu tidak tahu siapa."


"Hem,lebih baik kita cepat bergegas pergi menemui ayahanda dan ibunda."


"Iya,nona muda."


Rui pun mulai berjalan kearah ruangan tengah tapi dia berhenti saat masih ditengah jalan.


"Ada apa nona muda?."ucap yu karena merasa heran dengan sang nona


Rui masih diam,dia seperti mendengar suara ibu suri agung dengan yang mulia Kaisar Zhang Fei Hung yang sedang mengobrol dengan orang tuanya.


Rui pun melangkahkan kembali kakinya mendekati ruangan tengah,dan benar saja , saat dia sampai,pintu ruang tengah pun terbuka dan terlihat didalam sana sudah ada orang tuanya dan juga ibu suri agung,


Dan pria penganggu itu, Zhang Fei Hung langsung tersenyum senang saat melihat kedatangan Rui.


"Rui'er, kemarilah nak."ucap jingguo


Rui menuruti perintah sang ayah,lalu dia duduk disamping ibundanya.


"Salam yang mulia Kaisar dan ibu suri agung,semoga yang mulia panjang umur."ucap Rui


Tatapan mata Zhang Fei Hung kepada Rui seperti sedang melihat buruannya saja.


"Rui'er,ibu suri agung datang kesini untuk bertemu dengan kamu,dan membahas tentang masa lalu."ucap Mey dengan suara lembut sambil menatap kearah sang putri


"Iya Rui'er,oh ya boleh nenek bertanya tentang mendiang kaisar Zhang Wen, dia bahkan sudah meninggal 115 tahun yang lalu."ucap ibu suri agung dengan rasa penasaran


"Hem, waktu itu Rui masih berusia tujuh tahun, yang mulia,Rui pergi kearah hutan yang ada dibelakang istana, waktu itu Rui sedang mencari jamur yang banyak penduduk Zhang bilang kalau disana tumbuh banyak,lalu Rui kesana tapi saat itu ternyata Rui sudah dibuntuti oleh seseorang pria jahat,dia menawarkan Rui banyak hal dan Rui menolaknya,tapi orang itu marah dan,,."ucap Rui merasa ragu sambil menatap kearah ibunda tercintanya.


__________________________


bersambung

__ADS_1


(^∆^)


__ADS_2