
Pelayan itupun langsung pergi kearah Rui yang masih berdiri dihalaman depan rumah selir peiyu.
"Selir Rui, anda sebaiknya pulang saja karena selir peiyu tidak sedang berada didalam kediamannya."
"Hem, baiklah,padahal aku ingin memberikan sesuatu untuk selir peiyu secara langsung tapi sebaiknya aku simpan kembali saja."ucap Rui sambil memperlihatkan benda yang sedang dia pegang,sebuah kalung Rubi yang sangat cantik
Pelayan itu melihatnya dengan mata yang berbinar terang,dia sangat ingin memiliki batu Rubi itu,Rui pun bergegas pergi keluar kediaman selir peiyu,lalu saat Rui mau melangkah keluar ,Rui sengaja menjatuhkan kalung Rubi itu,dan pergi begitu saja.
Sedangkan sipelayan yang melihat batu Rubi itu pun langsung mengambilnya dan sangat terlihat senang lalu pergi.
Rui pun langsung naik keatas tandu lalu pergi kearah kediaman ibu suri agung, diatas tandu Rui memukul pelan betis kakinya karena sangat terasa pegal.
Sedangkan ditempat lain, diruangan kerja kaisar Zhang Fei Hung,pengawal bayangan sudah melaporkan kejadian tadi yang dialami oleh sang istri tercintanya itu.
Brakk,,,
Terdengar suara meja yang dipukul dan langsung terbelah dua,
"Beraninya selir peiyu melakukan hal itu kepada Rui'er ku."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan tatapan wajah marah.
Sang kaisar pun langsung ingin pergi menemui sang pujaan hatinya itu.
Sedangkan kini Rui sudah berada dikediaman ibu suri agung,
"Kamu yakin akan menempatkan pelukis itu disana Rui'er?."
"Iya,nenek,Hem nenek, bolehkah aku meminjam sesuatu milik nenek, nanti pasti Rui akan memulangkannya."
"Pinjam apa sayang."
"Kalung Rubi milik nenek,apa nenek masih memilikinya."
"Tentu saja."ucap ibu suri agung yang langsung meminta pelayan pribadi miliknya untuk mengambil kalung itu,
Setelah pelayan itu kembali dengan kalung Rubi ditangannya,ibu suri agung langsung memberikan kalung itu kepada Rui,
"Ini nenek berikan untuk kamu saja Rui'er."
"Benarkah itu nenek."
"Hem,nenek heran kenapa kamu sekarang mulai tertarik dengan perhiasan?."
__ADS_1
"Ah,mungkin karena aku sekarang adalah seorang selir dari seorang kaisar jadi aku harus terbiasa dengan perhiasan ini nenek, aku tidak ingin membuat yang mulia Kaisar merasa malu karena menikah dengan seorang wanita biasa seperti Rui ini nek."ucap Rui dengan sedikit bumbu kebohongan
"Rui'er, bagaimana hubungan antara kamu dengan Zhang Fei Hung,nenek dengar kalian bertengkar, benarkah itu."
"Nenek lihat ini,ini,ini,ini,ucap Rui sambil menunjuk kearah tanda merah yang dibuat oleh kaisar,dan juga luka lebam akibat cengkraman tangan sang kaisar,yang ini juga,ini semua perbuatan dari cucu nenek yang kanibal itu,dia sudah seperti serigala yang sedang memangsa kelinci putih kecil, aku merasa seperti sudah tidak memiliki harga diri nek,dia,,."ucapan Rui langsung berhenti saat merasakan aura milik Zhang Fei Hung sudah berada dibelakangnya.
"Rui'er."ucap Zhang Fei Hung dengan nada suara lirih
Rui langsung berdiri dan ingin pergi kearah ibu suri tapi tangan Zhang Fei Hung lebih cepat menangkap pinggang rampingnya.
"Lepas,nenek tolong Rui,nek,akh,Rui tidak mau,nenek tolong."ucap Rui sambil menangis tersedu-sedu sambil memberontak didalam pelukan Zhang Fei Hung
"Nenek tidak perlu ikut campur,ini urusan kami berdua, Rui'er maafkan aku,aku tidak bermaksud untuk menyakiti kamu sayang, sudah jangan menangis lagi,hatiku menjadi sakit Saat mendengar kamu menangis, sayang."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah murung sambil mengusap air mata dipipi Rui.
Sedangkan ibu suri agung langsung pergi untuk memberikan mereka ruang.
"Tapi sakit, yang mulia Kaisar tega, sangat jahat sama Rui,aku mau kembali saja kepada ayahanda dan ibunda,Rui mau pulang,."ucap Rui dengan wajah cemberutnya
Zhang Fei Hung langsung mencium bibirnya.
"Rui'er,mana yang sakit."
"Jangan sayangku, Rui'er maafkan aku ya, kaisar ini berjanji tidak akan mengulang hal ini dimasa depan,oke sayang."
"Rui tidak percaya."
"Percaya sama aku sayang,."ucap Zhang Fei Hung sambil ******* bibirnya cukup lama sampai Rui berhenti memberontak.
Setelah selesai berciuman,kaisar Zhang Fei Hung langsung menggendong tubuh Rui erat-erat dan melompat keluar untuk kembali kekediaman pribadi milik Rui.
Sampainya mereka disana, Zhang Fei Hung langsung membawa Rui pergi kearah kamar tidur lalu meletakkan Rui diatas tempat tidur.
Kaisar Zhang Fei Hung langsung memerintahkan kepada yu untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk mereka berdua,lalu kembali kedalam kamar.
"Rui'er,kenapa tidak berbaring saja sayangku?."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan mendekati Rui yang sedang duduk diatas tempat tidur.
"Aku lapar."ucap Rui sambil memajukan bibirnya
"Tadi aku sudah meminta yu untuk membawakan makanan, sebentar lagi pasti sudah akan siap, Rui'er sabar ya."
"Yang mulia Kaisar bisa berkata,Rui kamu hanya perlu bersabar, sedangkan dirinya sendiri tidak bisa bersabar,Ais."ucap Rui sambil cemberut
__ADS_1
"Hem, baiklah kaisar ini memang salah dan sangat salah, bagaimana cara kaisar ini ingin mendapatkan maaf dari Rui'er?."
"Aku mau pulang kerumah ayahanda dan ibunda."
"Tidak,selain pulang kerumah boleh."
Rui masih dengan wajah cemberutnya,
Tak lama yu pun datang untuk memberitahukan kalau semuanya sudah siap.
Kaisar Zhang Fei Hung langsung bergegas menggendong tubuh Rui dan membawanya kemeja makan dan didudukan diatas kursi,Rui ingin mengambil makanan itu untuk suaminya.
Tapi Zhang Fei Hung langsung menahan Rui supaya tidak berdiri.
"Rui'er, tidak apa-apa,kamu duduk saja."
"Tapi bukankah itu sudah tugas seorang wanita yang sudah menikah,aku hanya tidak ingin disebut istri yang tidak sopan kepada suami."
"Tapi sekarang kamu sedang sakit,kaki Rui'er juga terlihat bengkak dan lecet dibagian telapak,apa ada sesuatu yang kaisar ini tidak tahu, sayang?."
"Tidak ada,mungkin ini karena aku terlalu sering berjalan,ini tidak sakit."ucap Rui sambil tersenyum
Kaisar Zhang Fei Hung tahu kalau Rui sedang berbohong,dan mereka melanjutkan makan lalu saat selesai makan, kaisar Zhang Fei Hung langsung menggendong tubuh Rui kembali kedalam kamar.
Zhang Fei Hung ikut merebahkan dirinya sendiri disamping Rui dan menarik tubuh Rui untuk dia peluk dan tangannya untuk menjadi bantalan kepala Rui.
Zhang Fei Hung mencium kening dan kedua mata Rui yang sedang terpejam lalu mencium bibirnya singkat,Rui pun mulai membuka matanya perlahan.
"Maafkan aku Rui'er,aku sangat salah semalam,aku akan melakukan apapun untuk menebusnya sayangku."
"Ya, yang mulia Kaisar memang sudah salah sama Rui jadi Rui akan meminta satu permintaan sebagai permintaan maaf."
"Baiklah, katakan."
"Nanti saja,Rui belum terpikirkan,."
__________________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1