SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
tertipu buah asam


__ADS_3

Rui yang sedari tadi memberontak pun, sudah sangat lelah, kaisar Zhang Fei Hung tetap menghisap bibir Rui,dan Rui pun mulai memberikan respon, kaisar Zhang Fei Hung mengangkat tubuh Rui untuk duduk dipangkuannya sedangkan kaisar Zhang Fei Hung duduk diatas sebuah kursi.


"Maafkan aku sayang, Rui'er boleh menghukum kaisar ini tapi jangan pernah menolak aku sayang."ucap Zhang Fei Hung dengan menciumi wajah cantik Rui.


"Yang mulia Kaisar pergi saja sana,ini bukan anak yang mulia Kaisar,ini anak orang lain."


"Rui'er, Kaisar ini percaya karena hanya kaisar ini yang menaruh benih didalam sana sayang."


"Bohong, yang mulia Kaisar tidak pernah mau percaya sama Rui,sana pergi."ucap Rui sambil memukul tubuh kaisar Zhang Fei Hung


"Baiklah,tapi Rui'er juga ikut pergi kembali ke istana kekaisaran Zhang,ya."


Rui hanya menggelengkan kepalanya sambil menangis tersedu-sedu.


"Hem,anak kita sudah ada disini berapa lama, sayang."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan memegang perut Rui yang masih terlihat rata itu.


"Untuk apa yang mulia Kaisar bertanya tentang ini."


"Kaisar ini sangat perduli dengan Rui'er."


"Yang mulia Kaisar hanya perduli dengan calon bayi ini ,bukan dengan Rui."


"Kaisar sangat perduli sama Rui'er, sumpah demi kamu sayang."ucap Zhang Fei Hung dengan mengusap air mata dipipi tembem milik Rui,


Yang mulia Kaisar orang yang sangat memaksa,tapi kenapa Rui menyukainya. Fikir Rui


"Rui'er apa sudah makan sayang?,dimana Li dan yu sekarang,Hem."


Rui hanya diam saja, tidak mau mengobrol dengan kaisar Zhang Fei Hung.


"Aku sangat mencintaimu sayangku, Rui'er, aku menyesal karena sudah mencampakkan kamu waktu itu,."ucap Zhang Fei Hung dengan suara lirih.


Rui ingin bangkit dari atas tubuh kaisar Zhang Fei Hung tapi ditahan oleh suaminya itu.


"Rui'er mau kemana?."


"Aku lelah,tapi aku mau makan buah yang asam."


"Tapi Rui'er belum makan, bagaimana kalau makan dulu baru kaisar akan mencari buah asam didalam hutan."


Kaisar Zhang Fei Hung langsung menggendong tubuh Rui dan membawanya keatas tempat tidurnya.


"Tunggu disini,suami pergi mencari buah yang Rui inginkan."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan mencium kening Rui .

__ADS_1


"Hem."ucap Rui sambil menganggukkan kepalanya


Kaisar Zhang Fei Hung pun bergegas pergi keluar untuk mencari buah asam keinginan Rui, setelah kepergian kaisar,Yuan keluar dari dalam cincin ruang miliknya.


"Nyonya sangat berbakat sekali, kaisar Zhang Fei Hung ternyata sangat mencintai nyonya."ucap Yuan sambi memakan kacang rebus


Sedangkan Rui sedang mengeluarkan makanan dari dalam cincin ruang miliknya.


"Apa nyonya masih belum bisa mencintai kaisar Zhang Fei Hung?."


"Yuan,apa kamu mengerti arti cinta?."


"Tidak tahu."ucap Yuan sambil mengunyah


"Cinta itu sama seperti sebuah kepercayaan, yang mulia Kaisar masih tidak bisa mempercayai aku,jadi aku pun belum bisa untuk mencintai yang mulia Kaisar."


Tak diketahui oleh Rui , ternyata kaisar Zhang Fei Hung mendengar semua ucapan dari mulut Rui, kaisar Zhang Fei Hung memang setahu Rui sudah pergi,tapi tak lama kaisar Zhang Fei Hung kembali karena merasa ada yang mesti dia tanyakan ke Rui.


Saat Rui sedang mengobrol dengan Yuan, kaisar yang kembali, berhenti didepan pintu masuk dan mendengar semuanya, kaisar Zhang Fei Hung menjadi murung, lalu tidak jadi bertanya kepada Rui dan memilih untuk pergi mencari buah asam.


Setelah lumayan lama, kaisar Zhang Fei Hung kembali dari tugasnya mencari buah asam yang diinginkan oleh sang istri tercintanya itu.


"Rui'er,suami sudah membawakan beberapa buah asam,ini sayang."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya


"Yang mulia Kaisar, terimakasih."ucap Rui sambil menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung


"Rui'er."


"Ya."


"Apa Rui'er,,,ah sudahlah, Rui'er pasti sudah sangat lapar kan , sayang."


"Iya,Rui juga sudah menyiapkan makanan untuk kita makan berdua, yang mulia Kaisar."


"Benarkah,Hem, baiklah."


Mereka pun makan bersama, Rui menyiapkan beberapa hidangan dimangkuk yang sudah berisi nasi didalamnya untuk kaisar Zhang Fei Hung .


Kaisar Zhang Fei Hung sangat senang dengan sikap Rui yang tidak berubah dan tetap mau melayaninya dengan baik.


Setelah selesai makan, Rui memakan buah asam dengan sangat lahap,sampai hanya tersisa bijinya saja, kaisar Zhang Fei Hung yang melihatnya pun langsung bergidik terasa sangat ngilu.


"Yang mulia Kaisar mau?."Ucap Rui dengan wajah polosnya sambil mengarahkan buah asem itu kewajah sang suami

__ADS_1


"Tidak, untuk Rui'er saja, sayang."


"Hem,apa yang mulia Kaisar salah mengenali buah?,buah ini katanya sangat asam tapi kenapa saat Rui memakannya terasa sangat manis?."


"Benarkah Rui'er, kaisar ini tidak salah sayang,itu memanglah buah asam."


"Tapi ini manis sekali yang mulia Kaisar, tidak asam."ucap Rui dengan wajah cemberutnya sambil memajukan bibirnya


Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung mengambil buah asam itu lalu memakannya, setelah buah itu masuk kedalam mulutnya, kaisar Zhang Fei Hung langsung terasa ingin muntah.


"Rui'er,ini asam sekali sayang."


Rui langsung tertawa kecil sambil ditutupi oleh punggung tangannya.


Saat kaisar Zhang Fei Hung melihat Rui yang sedang tertawa kecil itu, kaisar Zhang Fei Hung langsung tersadar kalau ternyata Rui hanya ingin menggodanya saja.


"Rui'er nakal sekali ya,."


"Rui tidak bermaksud seperti itu yang mulia Kaisar,wajah keaseman yang mulia Kaisar sangat lucu,jadi membuat Rui ingin tertawa sedikit,hanya sedikit."ucap Rui sambil tersenyum kecil


Kaisar Zhang Fei Hung sudah merasa sangat ingin menghukum istri kecilnya ini, Kaisar Zhang Fei Hung langsung memeluk tubuh Rui erat-erat dan mencium bibirnya.


Rui membalas pelukan dan ciuman itu dengan perasaan rindu, rindu dengan pria pemaksa ini,ada yang bilang suami itu tempatnya salah, sedangkan istri itu tempatnya memaafkan.


Lagi pula bukankah ini semua rencananya sendiri, Rui tidak terlalu perduli,


Kaisar Zhang Fei Hung membawa tubuh Rui keatas tempat tidurnya, mereka berdua pun saling melepaskan kerinduan,Rui mengingatkan kaisar Zhang Fei Hung untuk melakukan dengan perlahan.


Kaisar Zhang Fei Hung pun mengerti,dia juga tidak ingin melukai sang anak yang masih sangat kecil didalam tubuh Rui, kaisar Zhang Fei Hung membuat sentuhan lembut disetiap gerakannya.


Membuat Rui sangat menikmatinya,


Setelah selesai dengan kesibukan mereka,Rui masih terjaga didalam dekapan sang suami,


"Yang mulia Kaisar, pulang lah lebih dulu."


"Kenapa?,apa Rui'er masih marah kepada kaisar ini sayang."ucap Zhang Fei Hung dengan suara lirih.


Rui hanya menggelengkan kepalanya.


"Rui masih ingin disini."


_________________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2