
"Tentu saja, istriku ini adalah tabib hebat, bahkan memiliki metode penyembuhan sendiri untuk suaminya ini."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan nada suara lembut
"Memang metode yang bagaimana?."ucap paman zu dengan wajah yang sangat penasaran
"Dengan cara menghisap semua racun dari dalam tubuh suaminya ini dengan melakukan kontak fisik, seperti berciuman." Ucap Kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah sombong dan bangga.
"Benarkah itu Rui, bagaimana kalau metode itu diterapkan pada ku juga mungkin aku akan langsung sembuh."ucap Kaisar Zen dengan nada suara lembut kepada Rui
Kaisar Zhang Fei Hung langsung mengeluarkan api dikedua matanya,
"Beraninya kamu,aku akan langsung membunuh mu dan setiap selir yang kamu miliki akan segera menjadi janda." Ucap Kaisar Zhang Fei Hung dengan ingin mendekati kaisar Zen sambil menggendong Zhang Ziyi,tapi saat sudah hampir dekat.
Paman Zu menghadang langkahnya masih sambil menggendong Zhang Junda.
"Tenanglah, kaisar Zhang Fei Hung,itu tidak akan terjadi tenang saja."
Kaisar Zhang Fei Hung masih dengan wajah marah dan tangan mengepal erat disamping, sedangkan Rui hanya menghela nafasnya kasar.
"Suamiku,ayah dari anak-anakku,bisa sedikit lebih tenang, istrimu ini sedang melakukan pekerjaannya dalam mengobati pasien, istrimu ini butuh ketenangan."ucap Rui dengan nada suara lembut sambil menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung.
Hah,,,
"Ah, maaf sayang, baiklah kaisar ini tidak akan menganggu, kaisar ini hanya akan melihat saja, jangan lama-lama melakukan pengobatan kepada orang itu, kaisar ini sangat mudah cemburu, bukankah Rui'er sudah tahu."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan keringat dingin yang mengucur deras ditubuhnya
Jangan sampai membuat Rui'er marah. Fikir kaisar Zhang Fei Hung
Kelakuan kaisar Zhang Fei Hung langsung menjadi tontonan untuk paman zu, bahkan Zhang Junda dan Zhang Ziyi pun menertawakan sang ayah.
"Lihatlah ayahanda kamu itu da'er,Kaisar tiran,membunuh siapa saja bahkan saudaranya sendiri,tapi,hah,takut istri rupanya."ucap paman zu yang hanya membuat Zhang Junda tertawa.
__ADS_1
"Kaisar ini sangat mencintai Rui'er, jadi hanya melakukan yang terbaik untuk istri." Ucap Zhang Fei Hung dengan wajah bingungnya,
Zhang Fei Hung sama sekali tidak perduli dengan reputasinya, Zhang Fei Hung hanya perduli dengan perasaan sang istri.
Tak lama Zhang Junda menggoyangkan tubuhnya naik turun dan mengangkat kedua tangannya keatas sambil menatap kearah Rui.
"Da'er,kenapa?."ucap paman zu
"Da'er tahu kalau ibunya sudah selesai mengobati pasiennya jadi dia minta digendong dan waktunya makan."ucap Rui sambil menyelesaikan pengobatannya untuk hari ini.
Zhang Junda langsung berteriak senang.
"Wah, da'er memiliki insting yang kuat, cucu tampan ini benar-benar pintar ."ucap Paman Zu sambil mencubit gemas pipi Zhang Junda.
"Tentu saja,siapa dulu ayahandanya,heh."
"Dasar sombong."ucap paman zu
"Terimakasih yang mulia Kaisar."ucap Rui dengan nada suara lembut
"Memang sudah tugas seorang ayah yang siap siaga, Rui'er."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya.
Didepan orang lain bagaikan serigala yang haus akan darah tapi didepan Jierui sudah seperti serigala berbulu domba. Fikir paman zu yang melihat tingkah laku kaisar Zhang Fei Hung
Paman Zu sebenarnya tidak keberatan dengan kaisar Zhang Fei Hung yang menjadi suami Jierui, tadinya paman Zu sangat khawatir dengan pernikahan Jierui dengan kaisar tiran itu tapi melihatnya sekarang secara langsung, kekhawatiran itupun sirna.
Jierui yang sudah paman Zu anggap sebagai anaknya itu sepertinya lebih mendominasi dibandingkan dengan kaisar Zhang Fei Hung, bahkan kaisar Zhang Fei Hung lah yang sangat mencintai Jierui sampai tergila-gila.
"Kaisar Zhang Fei Hung, bagaimana kalau kita keaula pertemuan,kami sudah membuat pesta penyambutan untuk tamu agung."ucap paman zu dengan nada suara tulus
__ADS_1
"Terimakasih paman Zu,maaf sebelumnya karena istri kaisar ini memanggil dengan sebutan seperti itu jadi kaisar ini hanya mengikuti saja."ucap kaisar Zhang Fei Hung sambil ingin menggendong Zhang Ziyi
"Baiklah tidak masalah ,supaya kita tidak seperti orang asing, karena bagaimana pun ibunda kandung Rui berasal dari kekaisaran Han ini."ucap paman zu
Mereka pun langsung bergegas pergi menuju aula pertemuan istana kekaisaran han,disana sudah banyak sekali orang yang menghadiri acara penyambutan tamu.
Saat mereka semua memasuki aula pertemuan kaisar Zhang Fei Hung merangkul pundak Rui agar baju yang dijadikan sebagai penutup Zhang Junda makan agar tidak mudah terjatuh.
Setiap orang yang sudah berada didalam ruangan pun sedikit menerka-nerka, apa yang berada dibalik jubah hitam itu,bagi semua orang yang tidak tahu dan belum melihat secara langsung Zhang Junda, jadi mereka kira selir Jierui menyembunyikan sebuah harta untuk diberikan kepada kaisar Zen.
Setiap orang yang menghadiri acara penyambutan tersebut berasal dari berbagai kalangan pejabat yang ada diseluruh kekaisaran Han ini.
Setelah kejadian saat awal kedatangan kaisar Zhang Fei Hung kekaisaran Han ini, banyak polemik terjadi, kebanyakan mereka yang tidak tahu apa-apa mengatakan kalau kaisar Zhang Fei Hung harus dibunuh karena sudah berani mengusik kekaisaran Han.
Tapi disatu sisi juga kaisar Zen menyatakan bahwa semua kekacauan ini adalah ulahnya sendiri karena telah menculik istri dari kaisar Zhang Fei Hung untuk membantunya memulihkan kondisi tubuhnya sendiri.
Para warga dan para menteri kekaisaran Han pun hanya bisa diam,kalau kaisarnya sendiri yang berkata seperti itu,jadi mereka semua diundang untuk menghadiri acara penyambutan tamu kehormatan ini sebagai tanda persahabatan dan permohonan maaf atas apa yang kekaisaran Han ini lakukan.
Pada dasarnya, kekaisaran Han adalah kekaisaran yang cinta damai tapi semenjak polemik yang terjadi dikehidupan sebelumnya membuat kekaisaran Han menunjukan taringnya.
Setelah itu Rui dan kaisar Zhang Fei Hung duduk ditempat yang sudah disediakan, Rui dan kaisar Zhang Fei Hung duduk disebelah Kaisar Zen, Zhang Ziyi pun duduk dengan patuh dipangkuan sang ayahanda.
Zhang Ziyi mendapatkan semua perhatian dari para tamu yang hadir, semua para tamu undangan berdiri dan memberikan hormat kepada kaisar Zen dan kaisar Zhang Fei Hung sebagai tamu kehormatan.
Kaisar Zhang Fei Hung hanya berwajah datar saat menerima salam hormat dari semua tamu undangan, sombong dan dingin,tapi sangat tampan itulah kaisar Zhang Fei Hung.
________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)