
Rui masih sangat tenang ditempat duduknya,sambil menyesap tehnya, sedangkan kaisar Zhang Fei Hung menatap kearah Rui dengan wajah kagum.
"Apa pangeran Shuwan tidak mendengar kata menyerah dari mulut Li,."ucap Rui dengan tenang
"Aku tidak mendengarnya."ucap pangeran Shuwan berbohong
"Benarkah,heh,, Li kembalilah dan bawa juga kalajengking dewa pergi."
Li yang sudah memulihkan kondisi tubuhnya dengan ramuan penyembuh yang dia selalu bawa didalam cincin ruang miliknya, langsung bergegas pergi.
"Rui,kita perlu bicara."ucap pangeran Shuwan sambil melihat kearah Rui yang masih duduk dengan tenang disamping kaisar Zhang Fei Hung.
Rui hanya sibuk memakan camilan yang ada diatas meja, tidak menghiraukan ucapan dari mulut pangeran Shuwan,tak lama pangeran Shuwan pun menghampiri Rui dengan tangan yang mengepal erat disamping tubuhnya.
Saat sudah berada didepan Rui dan kaisar Zhang Fei Hung, pangeran Shuwan ingin mendekat kearah Rui tapi langsung dihadang oleh kaisar Zhang Fei Hung.
"Rui,kenapa kamu tidak menjawab ucapan dari ku?."
Rui pun langsung berwajah pura-pura terkejut.
"Hah,apa tadi putra mahkota Shuwan memanggil Rui?,ah maaf sekali, sepertinya Rui tidak mendengarnya."ucap Rui dengan nada suara lembut,
Sedangkan kaisar Zhang Fei Hung hanya tersenyum mengerti melihat istrinya itu.
"Ais,kamu hanya sedang membalas aku sekarang bukan."
"Rui tidak mengerti tentang ucapan dari putra mahkota Shuwan tadi, membalas?, Membalas apa,lebih baik sekarang kamu kembali putra mahkota Shuwan, karena kamu sudah bertindak sangat tidak sopan,."
Rui pun menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung.
"Yang mulia Kaisar, tidak perlu bersikap seperti ini,lagi pula,putra mahkota Shuwan masih tahu batasan tentunya."ucap Rui untuk menenangkan hati sang kaisar
Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung bergegas duduk kembali disamping Rui sambil memeluk tubuh Rui erat-erat dengan satu tangan,tubuh Rui menjadi bersandar ketubuhnya.
Putra mahkota Shuwan pun kembali keatas arena duel untuk menerima kemenangannya.
"Rui'er."
"Yang mulia Kaisar tenang saja,hal seperti tadi tidak akan terulang kembali."ucap Rui sambil tersenyum dan memegang tangan kaisar Zhang Fei Hung.
Kaisar Zhang Fei Hung langsung tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Kini hari sudah gelap , Rui bergegas pergi meninggalkan arena tanding bersama dengan kaisar Zhang Fei Hung yang selalu menggenggam tangannya.
__ADS_1
"Rui'er,malam ini kaisar ingin ,Hem , tidur ditempat kamu sayang ku."
"Baiklah yang mulia Kaisar."
Kaisar Zhang Fei Hung pun sangat senang dengan jawaban dari Rui.
Saat mereka sudah sampai didalam kediaman cinta sejati,Rui pun langsung bergegas pergi menuju pemandian untuk membersihkan diri, kaisar Zhang Fei Hung meminta untuk bisa berendam bersama dengan Rui,dan Rui pun menyetujuinya.
Membuat kaisar Zhang Fei Hung senang bukan main,saat Rui dan kaisar Zhang Fei Hung sedang membersihkan diri bersama, pangeran Wei dari kekaisaran Qing pun datang untuk menemui Rui, pangeran Wei ingin meminta penawar racun untuk Bao.
Yu langsung bergegas pergi keluar rumah untuk menemui pangeran Wei itu.
"Salam kepada pangeran."
"Aku datang kesini untuk bertemu dengan selir Rui."
"Nyonya sedang berendam bersama yang mulia kaisar Zhang Fei Hung, silahkan pangeran Wei menunggu mungkin sebentar lagi, nyonya sudah selesai,."
Yu pun meminta pangeran Wei untuk menunggu diruang tamu dan dibuatkan teh serta camilan.
Tak lama yu pun pergi kepintu pemandian,
"Nyonya."
"Baiklah nyonya."
Yu pun segera pergi,
"Apa Rui'er akan menemui pangeran Wei itu?, untuk apa dia datang kemari?." Ucap Zhang Fei Hung dengan suara lembut.
"Kenapa yang mulia Kaisar tidak bertanya langsung kepada pangeran Wei itu,."
Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung mencium bibir Rui.
"Baiklah,aku akan bertanya langsung kepadanya."ucap Zhang Fei Hung setelah selesai mencium bibir Rui.
Merekapun keluar dari pemandian dengan kondisi rambut yang masih basah, kaisar Zhang Fei Hung pergi menemui pangeran Wei lebih dulu, sedangkan Rui ingin mengambil sesuatu dari dalam kamar.
Dari jauh kaisar Zhang Fei Hung sudah bisa melihat pangeran Wei yang sedang meminum tehnya.
"Malam , pangeran Wei,ada urusan apa kamu datang kesini?."ucap Zhang Fei Hung yang duduk dimeja yang sama dengan pangeran Wei, rambutnya yang hitam dan basah ,masih terurai indah
"Salam yang mulia Kaisar,maaf kalau saya sudah sangat tidak sopan berkunjung kesini malam-malam,dan menganggu kegiatan yang sedang yang mulia Kaisar lakukan." Ucap pangeran Wei sambil memberikan hormat kepada kaisar Zhang Fei Hung
__ADS_1
"Kamu memang sudah menganggu kegiatan yang sedang kami kerjakan jadi,,,."
"Malam pangeran Wei,maaf sudah lama menunggu."ucap Rui sambil memotong ucapan dari kaisar Zhang Fei Hung,berjalan mendekat kearah mereka berdua, lalu duduk disamping kaisar Zhang Fei Hung dengan rambut yang juga masih basah.
Pangeran Wei pun menjadi serba salah,dia memandang kearah Rui tanpa berkedip dan tertegun sejenak.
"Salam, yang mulia Selir Jierui."
"Maafkan atas ucapan dari kaisar Zhang Fei Hung ya pangeran Wei, kaisar sangat suka bercanda seperti itu jangan diambil hati,maaf sekali lagi."ucap Rui sambil tersenyum menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung dan pangeran Wei
"Kaisar ini hanya mengatakan kebenaran saja Rui'er, istriku."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan nada suara lembut
"Itu tidak masalah, yang mulia Kaisar juga tidak salah karena memanglah pangeran ini yang tidak tahu waktu."ucap pangeran Wei
"Ada apa gerangan pangeran Wei datang kesini?."
"Aku ingin meminta ramuan untuk memulihkan kondisi tubuh Bao yang mulia selir."
"Hem, aku punya,tapi aku ada beberapa pertanyaan , mungkin yang mulia Kaisar memiliki pertanyaan pribadi."ucap Rui sambil tersenyum kecil melihat kearah sang suami
Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung terbatuk kecil,
Uhuk,,,
"Hem,aku sangat penasaran dengan tatapan mata dari ayahanda pangeran Wei saat menatap Rui'er,dan itu membuat perasaan kaisar ini sangat tidak nyaman." Ucap Zhang Fei Hung dengan tatapan menyelidik
"Selir Rui ,dia sangat mirip dengan selir kesayangan ayahanda yang sudah menghilang tujuh belas tahun yang lalu."
Saat mendengar ucapan dari mulut pangeran Wei, kaisar Zhang Fei Hung pun langsung tertegun sejenak,diwajah pangeran Wei tidak nampak sebuah kebohongan.
Lalu kaisar Zhang Fei Hung menatap kearah Rui,
"Hanya mirip,bukan berarti ada hubungannya dengan aku kan?."ucap Rui sambil menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung
"Tentu saja Rui'er tidak ada hubungannya dengan mereka, bilang kepada orang tua itu, untuk tidak melihat kearah Rui'er ku seperti tadi, kaisar ini sangat tidak senang."
"Hem,ya, pangeran ini juga tidak setuju dan sudah mengingatkan ayahanda tapi, ayahanda tidak mendengarkan, seperti saat diarena juga sudah diingatkan tapi,hah, pangeran ini juga sudah berusaha." Ucap pangeran Wei dengan nada pasrah.
________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1