SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
pangeran Zhang Ziyi


__ADS_3

"Apa, yang mulia Kaisar sudah selesai bertanya?."ucap Rui dengan nada suara lembut


"Sudah Rui'er, terimakasih sayangku."


"Ini penawarnya, pangeran kembali sekarang,Bao mungkin sudah sangat membutuhkan penawar racun itu."


"Iya, terimakasih yang mulia kaisar Zhang Fei Hung dan yang mulia Selir Jierui, pangeran ini mohon pamit."


"Iya,tapi maaf pangeran Wei,kamu tidak bisa mengantarkan pangeran pergi, aku akan meminta yu untuk mengantar anda."


Pangeran Wei pun hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan langsung berjalan menuju pintu,saat pangeran Wei berjalan melewati halaman depan kediaman Rui,dia melihat banyak sekali kalajengking dewa kecil.


Lalu tanpa pangeran Wei sadari,ada dua kalajengking dewa kecil yang berhasil menyelinap dan ikut bersamanya.


Kembali ke Rui dan kaisar Zhang Fei Hung,


"Rui'er sangat pintar memainkan alat musik guzheng, tolong ajari kaisar ini."


"Baiklah yang mulia Kaisar ."


Rui pun membuat kelas khusus untuk kaisar Zhang Fei Hung belajar bermain guzheng miliknya.


Sedangkan ditempat lain, dikediaman selir Fengying,


"Yang mulia Kaisar sekarang hanya berpihak kepada selir Rui, bahkan disetiap pertemuan pun selalu saja selir Rui yang menemani yang mulia kaisar, dan sekarang aku sudah tidak memiliki pendukung lagi dari pihak orang tua aku, ayah sudah sangat membenciku sekarang,karena dia berfikir kalau aku sudah tidak berguna untuknya ,dan bahkan orang ku sudah banyak ketahuan oleh ibu suri agung, sialan kamu selir Rui."ucap selir Fengying,dia tidak sadar kalau sang anak , pangeran Zhang Ziyi melihatnya berbicara sendiri.


Pangeran Zhang Ziyi walaupun baru berusia lima tahun,dia sudah bisa membedakan rasa kesedihan yang mendalam dari ibundanya itu.


Tapi pangeran Zhang Ziyi langsung pergi dan kembali kedalam kamarnya,besok dia berencana untuk menemui selir Rui.


Ditempat lain, dikediaman selir peiyu, sang selir sedang mencari cara untuk menjebak selir Rui dan bisa menyebabkan kaisar murka kepada Selir Rui.


Karena Selir peiyu sudah termakan oleh ucapan dari selir Fengying kalau kaisar Zhang Fei Hung tidak akan pernah lagi menatap wanita lain selain selir Jierui.


Itu membuat selir peiyu sangat panas hati, dulu kaisar Zhang Fei Hung sangat memanjakannya, sekarang tidak lagi,dia sangat tidak terima.


Sedangkan ditempat lain, dikediaman cinta sejati milik Rui,


"Ah, yang mulia Kaisar tidak bisa diajari,Rui menyerah, yang mulia Kaisar."ucap Rui dengan nada suara lemas.

__ADS_1


Sedangkan kaisar Zhang Fei Hung masih berada dibelakang Rui,mereka duduk dengan posisi Rui membelakangi tubuh kaisar Zhang Fei Hung.


"Hayo lah sekali lagi Rui'er,kali ini kaisar pasti bisa,ayo jangan malas."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya, dia sudah sangat tidak tahan melihat wajah memelas istri kecilnya ini.


"Baiklah,satu kali lagi ya ,kalau tidak bisa juga Rui menyerah."ucap Rui dengan wajah ngambeknya


"Iya, Rui'er istriku sayang."ucap Zhang Fei Hung dengan memeluk tubuh Rui erat-erat dari belakang.


Rui pun memulai kembali memetik guzheng miliknya mengajarkan kepada kaisar Zhang Fei Hung,saat sang kaisar memulainya lagi, Zhang Fei Hung tetap tidak bisa juga,itu langsung membuat Rui lemas dan lelah.


Rui sudah tidak mau lagi mengajarkan kaisar Zhang Fei Hung,


"Astaga, yang mulia Kaisar,lebih baik Rui mengajari anak dari pondok belajar yang Rui bangun itu, dari pada mengajari yang mulia Kaisar,Rui menyerah."ucap Rui dengan sambil berpura-pura lemas karena sudah lelah mengajari si kepala batu ini.


"Hem, baiklah kalau begitu Rui'er ajari kaisar ini yang lain saja."


"Tidak mau Rui sudah lelah ,mau tidur saja."ucap Rui sambil berdiri untuk pergi keatas tempat tidurnya.


Kaisar Zhang Fei Hung pun juga mengikuti Rui keatas tempat tidur dan mereka beristirahat bersama,


Keesokan harinya Rui membantu kaisar Zhang Fei Hung untuk memakai pakaiannya kembali,lalu setelah selesai, kaisar Zhang Fei Hung berpamitan untuk kembali kekediamannya untuk mengerjakan tugas kekaisaran,dengan lembut mencium kening Rui lebih dahulu baru pergi.


Kedua pemuda itu sama-sama kuat, sampai tidak ada yang bisa memprediksi siapa yang akan menang.


Setelah kepergian kaisar Zhang Fei Hung, Rui sedang menyibukkan diri dihalaman depan rumah,merawat tanaman bunga miliknya ,tak lama ada suara ketukan pintu dari arah pintu gerbang,


"Ada seorang pemuda kecil,kami rasa itu adalah pangeran Ziyi, nyonya."ucap kalajengking dewa kecil yang langsung melapor.


Rui hanya tersenyum kecil sambil melanjutkan kegiatannya.


"Biarkan dia masuk,dan sambut dia dengan baik."ucap Rui dengan nada suara lembut


Kalajengking dewa kecil pun langsung membukakan pintu gerbangnya,dan terlihat pangeran Ziyi langsung berwajah terkejut dan sangat takut saat melihat banyaknya kalajengking dewa berukuran kecil disana.


Rui yang melihat ketakutan dari wajah pangeran Ziyi pun langsung berjalan mendekati gerbang kediamannya.


"Masuklah,mereka tidak akan menyakiti kamu,."ucap Rui dengan nada suara lembut


Pangeran Ziyi pun langsung bergegas pergi masuk kedalam kediaman Rui,dan saat pangeran sudah berada didalam, pintu kembali tertutup rapat.

__ADS_1


"Ada apa, pangeran Zhang Ziyi Sudi mengunjungi kediaman Hem,,,."ucapan Rui terpotong karena Rui bingung dengan bagaimana cara pangeran Ziyi memanggilnya,saat Rui sedang berfikir, pangeran Zhang Ziyi membuka ucapannya terlebih dahulu.


"Ibu selir."ucap pangeran Zhang Ziyi


Panggilan itu membuat Rui sedikit terkejut.


Ibu.fikir Rui


Tapi Rui tidak mau mempermasalahkannya saat ini.


"Iya, pangeran Zhang Ziyi."ucap Rui dengan nada suara lembut


"Ada yang ingin Zhang Ziyi bicarakan dengan ibu selir."ucap pangeran Ziyi dengan wajah murung sambil merunduk


"Apa pangeran Zhang Ziyi menyukai kue kering?,ibu selir punya banyak sekali kue kering."ucap Rui sambil mendekati pangeran Zhang Ziyi dan mengambil tangan kecil milik pangeran.


Pangeran Zhang Ziyi pun mengangkat wajahnya lalu dia menganggukan kepalanya tanda setuju dan pergi dengan Rui kehalaman belakang kediaman milik Rui.


Kini mereka sedang menikmati secangkir teh hangat dengan camilan.


"Enak kuenya?."Ucap Rui dengan nada suara lembut


"Enak sekali ibu selir."ucap pangeran Zhang Ziyi sambil menganggukkan kepalanya


"Apa ditempat pangeran tidak ada kue seperti ini?."


Ziyi pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kalau ibu selir memberikan kue ini satu toples penuh,apa pangeran Zhang Ziyi akan menerimanya?."


Pangeran Zhang Ziyi langsung mengangkat wajahnya,lalu menganggukkan kepalanya.


"Terimakasih ibu selir."ucap pangeran Zhang Ziyi


Rui kemudian melihat wajah pangeran Zhang Ziyi lebih dekat lalu meraba wajah kecilnya, setelah itu Rui memegang tangan kecilnya lagi untuk memastikan, ternyata kondisi tubuh pangeran Zhang Ziyi lemah dan menjadi lebih lemah kalau dia melakukan aktivitas fisik terlalu berat.


________________


bersambung

__ADS_1


(^∆^)


__ADS_2