SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
hari persidangan


__ADS_3

Sedangkan ditempat Rui sekarang, Rui masih cemberut,tak lama kemudian Li datang bersama dengan pelukis hebat itu untuk minum teh bersama.


"Duduklah."ucap Rui


"Terimakasih yang mulia selir."


"Besok akan dilakukan sidang diaula pertemuan istana,aku sudah meminta kaisar Zhang Fei Hung langsung yang akan mengungkapkan kebenaran ini,apa kamu siap?."ucap Rui sambil menyesap tehnya.


"Tentu saja saya siap yang mulia selir,saya sudah sangat ingin kembali kedesa dan,,."


"Pergilah ketempat lain, ketempat dimana tidak ada satupun orang yang mengenal kamu."ucap Rui dengan memotong ucapan dari pelukis hebat.


"Tapi ,kenapa yang mulia selir?,aku merindukan seseorang disana dan aku sangat ingin tahu kabar darinya."ucap pelukis hebat itu dengan perasaan yang sangat menyedihkan,itu adalah sebuah kerinduan,rindu dengan seseorang yang sangat dia cintai.


"Aku tidak bisa mengatakannya sekarang, jadi besok kamu akan mengetahui semuanya."ucap Rui sambil tersenyum kecil dan melihat kearah Li dan memberikan instruksi mata untuk meminta Li membawa pelukis hebat itu kembali keruangannya.


Ibunda, ayahanda Rui sangat rindu.fikir Rui.


Setelah selesai dengan pelukis hebat, Li datang dengan seorang pelayan.


"Nyonya,ini ada seorang pelayan didepan gerbang,dia bilang kalau dia,pelayan utusan dari ibu suri."ucap Li sambil memberikan sebuah token yang dimiliki pelayan itu,token tanda pengenal kediaman ibu suri.


"Ah, baiklah,jadi kamu berasal dari kediaman ibu suri agung?."


"Ya, Nyonya selir Rui."


Saat mendengar ucapan dari mulut sang pelayan,Rui hanya tersenyum kecil.


"Sudah berapa lama kamu menjadi pelayan dikediaman pribadi miliknya?."ucap Rui yang masih sangat santai sambil menuangkan ramuan yang sama dengan yang dia berikan kepada pelayan su.


"Sudah sejak usia saya delapan tahun nyonya."


Rui hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti,lalu dia mendorong cangkir teh kedepan pelayan itu dan menyuruhnya untuk meminum air yang sudah disediakan oleh Rui.


Dengan sedikit takut, pelayan itu langsung meminumnya dan tak lama ,dia langsung memiliki tatapan mata kosong.


"Siapa kamu sebenarnya?."ucap Rui dengan santai.


"Saya adalah xio pelayan dari kediaman selir Fengying,saya ditugaskan untuk menjadi mata-mata selir Fengying yang akan berada dikediaman selir Rui."


Dari mana selir Fengying tahu kalau ibu suri agung akan mengirimkan pelayan kekediaman ku ini.fikir Rui


"Baiklah,dimana pelayan asli dari kediaman ibu suri agung?."


"Aku sudah membunuhnya dipersimpangan jalan,dan mayatnya saya masukan disumur belakang istana, nyonya."

__ADS_1


"Hem,karena sekarang kamu adalah pelayan setia ku, pergi dan bantu pelayan su membersihkan kediaman ku ini."


"Baiklah, nyonya."


Pelayan xio itu pun pergi,


"Nyonya kenapa tidak menghukum pelayan itu?."ucap Li.


"Xio hanya seorang pelayan, yang harusnya dihukum itu adalah yang menyuruhnya kesini, yaitu selir Fengying,Hem."ucap Rui sambil menaruh dagunya ditelapak tangannya.


"Nyonya bisa tahu kalau pelayan itu bukan dari kediaman ibu suri agung?."


"Pelayan dikediaman pribadi ibu suri agung, selalu memanggil aku dengan panggilan nona cantik kita, sekarang menjadi nyonya cantik kita, mengikuti panggilan dari ibu suri agung yang selalu memanggil aku dengan sebutan ,cucu cantik ku,atau Rui'er cantiknya nenek."ucap Rui sambil memperagakan ibu suri agung memanggilnya.


Li hanya tertawa saat melihat Rui meniru gaya ibu suri agung,


"Lalu apa yang akan nyonya lakukan?."


"Temukan jasad pelayan itu,lalu kirim langsung kekediaman pribadi ibu suri agung dan bilang kepadanya kalau didalam kediamannya itu ada pelayan yang menjadi mata-mata selir Fengying, peringatkan hal ini kepada ibu suri agung."


"Baik nyonya."


Li pun langsung bergegas pergi menuju kediaman ibu suri agung,Li melaporkan kejadian tersebut,dan langsung membuat ibu suri agung sangat murka.


Ibu suri agung merasa sangat dikhianati, ternyata Selir Fengying sudah seperti rubah betina yang sangat pintar dan gesit, bahkan selir Fengying tidak meninggalkan jejak untuk ibu suri agung membongkar kedoknya selama ini.


Dan sekarang ibu suri agung sangat merasa kasihan kepada kaisar Zhang Fei Hung, karena ibu suri agung lah yang sudah menjadi orang yang mendekatkan kaisar dengan selir Fengying.


Maafkan nenek Hung'er.fikir ibu suri agung.


Sedangkan malam sudah sangat gelap,Rui masih meratapi lukisannya yang sudah hilang diatas lantai dua kediamannya, saat sedang melamun,Rui bahkan tidak merasakan kehadiran dari Zhang Fei Hung yang sudah berada didepannya.


"Rui'er."ucap Zhang Fei Hung dengan nada suara lembut


"Hah, yang mulia Kaisar,salam hormat yang mulia."ucap Rui dengan wajah murung


"Kenapa wajahnya murung seperti ini,Hem." Ucap Zhang Fei Hung sambil mendekati sang istri


"Rui sedang melukis tadi,lalu lukisan itu hilang, tidak tahu kemana."ucap Rui sambil cemberut dan memajukan bibirnya.


Kaisar Zhang Fei Hung pun merasa kasihan kepada wanitanya itu,


"Ikut suami, Rui'er."ucap Zhang Fei Hung dengan mengulurkan tangannya kearah Rui


"Kemana?."ucap Rui dengan wajah polosnya

__ADS_1


"Ikut saja sayangku."ucap Zhang Fei Hung sambil menarik Rui kedalam pelukannya.


Mereka pun langsung menghilang dari sana, dengan cepat, mereka berdua sudah berada didalam kediaman naga.


"Kenapa kita kesini?."


"Itu lihatlah didepan meja kerja ku." Ucap Zhang Fei Hung sambil menunjuk kearah meja kerjanya yang terdapat sebuah lukisan dirinya sendiri yang belum selesai.


Rui langsung terkejut,lalu berbalik melihat kearah Zhang Fei Hung dan memukulinya.


"Kenapa yang mulia Kaisar ambil,itu belum selesai."ucapan Rui langsung dipotong oleh kaisar Zhang Fei Hung


"Suami ingin Rui'er menyelesaikan lukisan itu disini bersama suami,."


"Ini sudah malam, Rui mengantuk yang mulia Kaisar."


"Hem, baiklah kalau begitu besok setelah sidang bagaimana?."


"Yang mulia Kaisar,boleh besok setelah sidang,Rui ingin menemui ayahanda dan ibunda,Rui sudah sangat rindu."


"Tentu saja tapi dengan ditemani oleh suami mu ini kan?."


Rui hanya menganggukkan kepalanya saja, Rui sudah sangat tahu hal ini akan terjadi , suaminya ini tidak akan mengizinkan Rui untuk pergi sendirian.


Akhirnya hari sidang pelukis hebat itu pun dibuka, banyak sekali orang dari para menteri yang datang untuk melihat apa yang akan terjadi hari ini.


Menurut kabar yang beredar diluar sana, istana kekaisaran Zhang sudah memiliki seorang detektif hebat untuk membongkar kasus ini sampai keakarnya,Rui sedang bersiap-siap, didalam kediamannya,Rui dibantu oleh su dan xio.


"Sudah selesai nyonya."ucap su dan xio saat selesai menata rambut indah Rui.


"Terimakasih,kerja kalian sangat bagus, Li."


"Ya, nyonya."


"Kamu sudah tahu bukan apa yang akan kamu lakukan?."ucap Rui sambil melirik kearah Li


"Saya akan membawa pelukis itu disaat yang tepat."


"Hem,bagus,kalau begitu aku akan pergi lebih dulu,karena aku akan berperang." Ucap Rui dengan nada sinis


_____________________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2