
Saat ini didalam kamar yang lain juga kaisar Qing Jun baru terbangun,dan Zhang Junda sedang meraba wajah sang kakek dengan tangan yang telah dihisap oleh mulut kecilnya terlebih dahulu.
Saat melihat wajah sang kakek bereaksi,membuat Zhang Junda tertawa lepas, Zhang Ziyi pun bergegas pergi melihat kondisi kaisar Qing Jun.
"Da'er,apa kakek sudah bangun?."
"Dah,."ucap Zhang Junda sambil menganggukkan tubuh dan kepalanya
Zhang Ziyi pun langsung mengambil secangkir air putih yang diberikan madu kepada kaisar Qing Jun.
"Kakek minumlah dulu."ucap Zhang Ziyi sambil memberikan cangkir kearah kaisar Qing Jun
"Ini,dimana?,dan apa tadi kamu memanggil aku kakek?."ucap kaisar Qing Jun dengan tangan sebelah sambil memegangi kepalanya
"Kakek sedang berada didalam kamar aku dan Zhang Junda,ibunda dan ayahanda sedang istirahat dikamar sebelah."
"Ah ya baiklah, Zhang Ziyi dan Zhang Junda, bagaimana kalau kita sekarang pergi bermain."
"Iya kakek,tapi kakek harus mandi dulu, hahaha."ucap Zhang Ziyi sambil menutupi hidungnya dengan tangan diikuti oleh Zhang Junda ,mereka berdua sangat kompak.
"Iya, hahaha, baiklah."ucap kaisar Qing Jun tampak malu menatap kedua cucunya itu.
Sedangkan dikamar sebelah, Jierui dan kaisar Zhang Fei Hung sedang saling membelit satu sama lain.
"Sayang,lebih cepat sedikit."ucap Jierui yang sedang memohon
"Rui'er,tadi kamu yang bilang sendiri kalau harus perlahan."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan nafas memburu.
"Iya tapi,uh."Jierui hanya bisa memukul ringan tubuh Kaisar Zhang Fei Hung
Kaisar Zhang Fei Hung sangat mengerti tentang perlakuan istrinya itu, dia sedang dalam mode ngambek.
Kaisar Zhang Fei Hung menambah ritme permainannya sampai membuat Jierui berteriak nikmat, kaisar Zhang Fei Hung tidak ingin melihat jierui merasa kecewa dengan permainannya,sampai bom waktu itu meledak didalam, kaisar Zhang Fei Hung mengerang nikmat.
"Bagaimana?."ucap Zhang Fei Hung ditelinga Jierui dengan nafas naik turun
"Hemm."Jierui hanya tersenyum sambil memejamkan matanya dan menggeliat didada kaisar Zhang Fei Hung.
Jawaban dari mulut Jierui sudah menjawab pertanyaan tersebut, bahwa dia tidak kecewa, hari ini hati kaisar Zhang Fei Hung sangat senang.
Setengah jam telah berlalu, kaisar Zhang Fei Hung dan Jierui sedang bersiap untuk menemui anak-anak.
"Rui'er."
__ADS_1
"Iya sayang."
"Hah,aku kira hari ini tidak akan terjadi." Ucap kaisar Zhang Fei Hung sambil mencium bibir Jierui
"Suami, suatu hari nanti pasti kaisar Shang Bowen akan datang untuk balas dendam."
"Jangan khawatir Rui'er,aku akan berusaha untuk melindungi kalian semua."
"Aku takut dia akan membawa Zhang Ziyi, karena bagaimana pun Zhang Ziyi adalah darah dagingnya."ucap Jierui dengan suara lirih
"Itu tidak akan terjadi sayangku, tenang saja."
"Aku percaya."ucap Jierui sambil memandang kearah wajah tampan kaisar Zhang Fei Hung.
Sedangkan ditempat lain,ada suara meraung keras dari dalam sebuah ruangan yang gelap,
Aaarr,,,
"Sakit."
"Yang mulia, mohon bersabar,luka dalam ini sangat mematikan."ucap seorang tabib
"Jierui sialan, wanita itu harus mati ditanganku, aaarr."
Orang yang sedang kesakitan itu adalah kaisar Shang Bowen
"Nona Xianlun menghilang,bahkan auranya saja tidak terdeteksi bahkan dikekaisaran Han sekalipun, yang mulia."ucap seorang kasim.
"Sial,kenapa disaat seperti ini aku malah mendapatkan kesialan yang bertubi-tubi, ini semua karena wanita itu,awas kamu, JIERUI."ucap kaisar Shang Bowen sambil meneriaki nama Jierui
Sementara ditempat lain, kaisar Han Zen sedang merapikan pakaiannya didalam kamar tidur milik selir Xianlun.
Lalu melangkahkan kakinya kearah pintu untuk bergegas keluar.
"Bersihkan tempat ini dan juga nyonya kalian,bantu dia berhias diri untuk menyambut kedatanganku malam hari."
Para pelayan kediaman selir Xianlun pun hanya bisa merunduk sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti, sedangkan didalam kamar, selir Xianlun hanya bisa menangis.
Bagaimana tidak, kaisar Han Zen sudah seperti binatang buas yang haus akan darah saat menekannya diatas tempat tidur.
"Kenapa hal ini terjadi dalam hidupku, aku ingin kembali kekaisaran Shang saja untuk bertemu dengan kekasihku."ucap Xianlun tampak sangat kacau
Setiap waktu, Xianlun selalu mencari jalan keluar untuk bisa kabur dari Istana kekaisaran Han ini,tapi kaisar Han Zen mengurung kediamannya dengan sebuah arai tingkat tinggi.
__ADS_1
Untuk kabur menjadi hal yang tidak mungkin.
Sedangkan dikekaisaran Qing, Jierui dan kaisar Zhang Fei Hung keluar kamar sambil berpegangan tangan menuju taman belakang istana untuk melihat anak-anaknya yang sedang bermain dengan sang kakek.
"Ibunda, ayahanda."ucap Zhang Ziyi saat melihat kedatangan Jierui dan kaisar Zhang Fei Hung
Jierui melambaikan tangannya kearah mereka sambil tersenyum senang.
"Ayah mertua sepertinya sangat senang dengan kehadiran mereka ya, sayang."ucap Zhang Fei Hung sambil mencium punggung tangan Jierui
"Iya, sayang."
Kaisar Qing Jun pun tampak iri hati saat melihat adegan manis itu, sekarang dia sudah sadar kalau menantunya itu adalah kaisar yang sangat beruntung.
Zhang Ziyi berlari kearah Jierui sedangkan kaisar Zhang Fei Hung berlari mendekati Zhang Junda untuk digendongnya.
"Ayah mertua,aku dan keluarga sudah harus kembali kekaisaran Zhang."
"Hem, baiklah."ucap kaisar Qing Jun tampak murung
Jierui datang menghampirinya.
"Ayahanda,aku tunggu dikediaman jingguo dan Mey, orang tua angkat ku."ucap Jierui dengan suara lembut sambil menggenggam tangan kaisar Qing Jun
"Benarkah, apakah aku boleh kesana dan apa bisa kamu mengulanginya lagi sebutan mu untuk aku."ucap kaisar Qing Jun dengan mata berkaca-kaca
"Ayahanda."ucap Jierui dengan suara lembut
Kaisar Qing Jun tampak menatap sendu tapi senang dan langsung memeluk tubuh Jierui
"Putriku, maaf kan aku,ayah tidak pernah melihat kamu tumbuh dewasa, maafkan ayahanda."
Melihat sang ayah menangis histeris untuk pertama kalinya membuat hati pangeran Wen juga bergerak sedih,dia juga mendekati sang ayah yang sedang memeluk tubuh Jierui,dia pun ikut serta untuk memeluk keduanya.
Jierui dan keluarga pun siap untuk pergi kembali keistana kekaisaran Zhang.
Kaisar Qing Jun tidak berhenti menatap kearah langit saat naga hijau legendaris Huang membawa pangeran Zhang Fei Hung dan Zhang Junda, sedangkan Jierui naik dipunggung sang Phoenix ilahi Yuan bersama dengan Zhang Ziyi.
Satu bulan kemudian, tubuh Jierui sudah bisa merasakan keluhan ibu hamil seperti pada umumnya akan tetapi kehamilannya kali ini sangat manja kepada sang suami kaisar Zhang Fei Hung.
Jierui selalu merasakan ingin dekat dan tidak mau jauh-jauh dari sisi suaminya itu, membuat Kaisar Zhang Fei Hung merasa sangat senang sekali karena bisa merasakan bagaimana memanjakan istrinya itu.
_________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)