
Rui yang terkejut dengan kedatangan kaisar Zhang Fei Hung hanya bisa menatap kearah sang kaisar,lalu Zhang Fei Hung merangkul pinggang ramping Rui lalu dibawa terbang kembali ketempat duduknya semula.
"Yang mulia, tolong turunkan aku."ucap Rui dengan wajah marah.
Zhang Fei Hung pun langsung menurunkan Rui disampingnya untuk duduk bersama, sedangkan sekarang disetiap sudut arena tanding itu,semua mata pemuda sedang merasa kesal dengan perbuatan dari kaisar, tapi mereka tidak bisa protes,hanya bisa mengumpat didalam hati mereka masing-masing.
Rui pun mencoba untuk pergi dari sisi Zhang Fei Hung tapi percuma, Zhang Fei Hung langsung memegang erat tangan Rui dan langsung meminta acara segera dimulai, sedangkan orang tua Rui hanya bisa melihat sang putri dari kursi mereka,ingin sekali rasanya mereka mengambil Rui tapi kini dia sedang berada bersama seorang kaisar.
Rui pun masih memasang wajah ngambek kearah Zhang Fei Hung.
"Rui'er,apa kamu mau teh?."ucap Zhang Fei Hung dengan sangat lembut.
"Lepaskan."
Zhang Fei Hung hanya menggelengkan kepalanya.
"Temani aku disini,sampai acara selesai, lagi pula bukankah kamu sudah memberikan aku baju yang sedang aku pakai ini, baju ini sangat indah,aku sangat menyukainya, terimakasih ya."ucap Zhang Fei Hung tanpa rasa malu sedikitpun.
Rui pun langsung berwajah manis saat mendengar ucapan dari mulut sang kaisar, Rui pun sekarang sedang memiliki ide untuk menggoda kaisar Zhang Fei Hung.
"Oh, benarkah itu yang mulia, apakah kamu sangat senang dengan baju yang sudah aku buatkan ini,ah itu sangat membuatku merasa bahagia, sepertinya bisa saja aku merubah fikiran ,ah tidak, mungkin lebih tepatnya aku sangat merasa menyesal karena telah menolak yang mulia Kaisar tempo hari."ucap Rui yang sambil memegang wajah Zhang Fei Hung.
"Benarkah itu Rui'er?."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya
"Hem,tapi bohong."Rui langsung melawan dan melepaskan diri dari genggaman kaisar Zhang Fei Hung,lalu menghilang dalam sekejap dan sekarang dia sedang duduk bersama yu dan kedua orang tuanya.
Sedangkan ibu suri agung hanya tertawa lepas saat melihat wajah kaisar Zhang Fei Hung yang sudah termakan oleh jebakan Rui,cucu cantiknya itu memang sangat bisa menerbangkan perasaan orang lain lalu menjatuhkannya.
Rui sekarang hanya memfokuskan perhatiannya kearah para peserta yang akan mengikuti kompetisi, dari jauh yu melihat Li yang sedang berjalan memasuki arena tanding.
"Nona muda,itu Li."ucap yu dengan sangat bersemangat.
"Iya,cepat bentangkan tulisan dukungan kita untuk Li."ucap Rui
Yu pun dibantu oleh pelayan pribadi milik Mey untuk membentangkan kain bertuliskan dukungan untuk Li .
Sedangkan ditempat duduknya, kaisar Zhang Fei Hung hanya bisa menatap kearah Rui,dia merasa seperti sedang dipermainkan oleh Rui kali ini dan akan dibalas nanti olehnya.
__ADS_1
Pertandingan duel kini pun telah memanggil nama Li untuk tampil melawan jendral muda milik kekaisaran Zhang.
Li tidak merasa keberatan walau siapapun yang akan menjadi lawannya.
"Wah, ternyata kamu mendapatkan dukungan dari jierui,kalau boleh tahu kamu siapanya Rui?,tapi jangan pernah kamu bilang kalau kamu kekasihnya karena itu sangat tidak mungkin."
"Saya hanya pengawal pribadi nona muda Rui ,tuan jendral."
"Ah, pasti kamu sangat senang ya bisa terus dekat dengan wanita cantik itu?, Dikekaisaran Zhang ini,selain Zhang Xin , tidak ada lagi pria yang bisa mendekati nona muda mu itu,beri tahu aku bagaimana agar aku bisa mendekati nona muda mu itu." Ucap sang jendral muda
Li hanya diam saat jendral muda itu bertanya,dan dengan wajah kesalnya,sang jendral memulai serangan kepada Li, dan ditangkis dengan mudah oleh Li.
Sedangkan ditempat kaisar Zhang,dia sangat cemburu dengan tulisan dukungan untuk Li itu.
"Kenapa bukan aku saja yang didukung seperti itu,Ais ,bikin iri saja,awas saja ya kamu Li."
"Hahahaha, dasar cucu bodoh,Hem,cucu cantik ku itu tidak gampang tergoda oleh pria manapun, apalagi pria yang sudah beristri seperti kamu."
"Nenek ini sebenarnya nenek ku apa Rui'er, kenapa nenek lebih membelanya dari pada aku Hem."
"Karena kamu cucuku yang bodoh."
"Kamu jangan pernah berfikir macam-macam ya,bocah bodoh."ucap ibu suri agung dengan tatapan menyelidik
"Ah,tentu saja tidak nenekku sayang."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman terpaksa
Sedangkan diarena tanding jendral muda itu masih marah dengan Li karena merasa diabaikan, dengan itu sang jendral menyerang Li dengan kekuatan penuh,Li tampak sedang membuat pola arai .
Seketika gerakan yang dilakukan Li membuat semua penonton sekaligus kaisar Zhang Fei Hung menjadi terkejut,siapa sangka Li yang hanya pengawal biasa bisa membuat arai.
Semua orang berfikir,siapa yang sudah mengajarkan arai kepada Li,para guru agung pun juga sangat terkejut karena Li hanya orang dari kasta rendah bisa belajar ilmu arai.
Jenderal muda pun bertambah marah kepada Li.
"Siapa yang sudah mengajarkan kamu ilmu membuat arai itu,karena kamu hanya pengawal rendah."
"Itu bukan urusanmu."
__ADS_1
Li pun maju dan menyerang balik sang jendral, kaisar Zhang Fei Hung sedang berbicara dengan naga hijau legendaris melalui telepati.
"Tidak ku sangka, pengawal rendah seperti Li mampu menguasai ilmu arai, makhluk kontraknya saja cuma berupa kalajengking dewa,tapi itu cukup."ucap naga hijau legendaris
"Menurut kamu siapa guru Li?."ucap kaisar Zhang Fei Hung
"Tentu saja nona muda Rui,tuan."
"Aku tidak pernah mendengar kalau Rui'er bersekolah,apa ada yang disembunyikan oleh jingguo dan Mey tentang status Rui yang menerima pelajaran diluar kekaisaran Zhang?,."
Hem,aku bisa memanfaatkan peluang ini. Fikir Zhang Fei Hung
"Pasti pemikiran jahat kamu sedang berkembang sekarang tuan."ucap naga hijau legendaris dengan nada menyindir
"Itu bukan urusan kamu."
Sedangkan ditempat duduk keluarganya, jingguo merasakan akan mendapatkan firasat buruk tentang hal ini,
"Suami,apa kaisar terdahulu tidak mengetahui kalau putri kita memang tidak bersekolah tetapi menerima pelajaran dirumah?."
"Tidak istriku, nanti aku akan berbicara kepada kaisar Zhang Fei Hung tentang hal ini."
"Aku takut yang mulia Kaisar terdahulu akan merasa tersinggung dan dia menjadi merasa dibohongi oleh kita suamiku."
Rui yang merasakan kekhawatiran sang ibu pun langsung menenangkan hatinya.
"Ibunda tenang saja aku yang akan menjelaskan tentang hal ini."ucap Rui sambil berdiri dan menghilang dari hadapan orang tuanya,dia pergi kearah ibu suri agung
"Salam yang mulia,ibu suri agung."ucap Rui sambil memberikan hormat kepadanya
"Bangunlah Rui'er,ada apa kamu datang kesini."
"Rui hanya ingin mengatakan kalau tuduhan yang dikatakan oleh guru agung itu tidaklah benar,Rui memang tidak bersekolah bukan berarti Rui tidak mendapatkan pendidikan yang layak sebagai seorang putri dari tabib jingguo dan Mey,tapi Rui memilih untuk belajar dirumah dengan guru yang dipanggil oleh ayahanda,karena jarak sekolah dan rumah Rui terlalu jauh,dan Rui tidak pernah pergi jauh kalau tidak dengan salah satu dari orang tua Rui, yang mulia."
____________________________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)