
Setelah itu Rui dan Li langsung bergegas pergi menuju istana kekaisaran Yan,mereka menyelinap keatas atap istana Rui dan Li memang sudah menyembunyikan aura milik mereka berdua supaya tidak mudah diketahui oleh orang lain.
Dari atas atap Rui sudah melihat kedua orang tuanya yang sedang memeriksa keadaan Yan su yang kalau dari luar tidak terlihat seperti orang sakit tapi sebenarnya karena akibat pertarungan tempo hari dengan Zhang Fei Hung, beberapa titik meredian didalam tubuhnya ada yang rusak dan harus segera diperbaiki.
"Sepertinya tuan dan nyonya sedang sangat berusaha dengan keras sekali menyembuhkan pangeran Yan su itu,nona."
"Iya,tentu saja Li karena lawannya kala itu adalah Zhang Fei Hung,kalau lawannya kamu,mungkin dia tidak akan seperti ini,Hem dasar kenapa pria selalu seperti itu, sudah tahu dia lemah dan tidak bisa melawan musuhnya tapi masih dipaksakan."
"Karena pria punya prinsip,nona."
"Itu bukan prinsip lagi kalau sudah menyangkut tentang hidup dan matinya, dia kira kalau dia mati,dia masih bisa balas dendam,kan bisa dia mundur dulu tanpa luka baru maju lagi disaat dia sama kuatnya dengan musuh mereka."
"Harga diri dibawa mati nona."
"Ais,pantas saja banyak wanita yang menjadi janda diusia ku seperti ini."
Li sudah tidak bisa meladeni ucapan dari mulut nona mudanya ini, cerewetnya itu tidak akan hilang dengan mudah.
"Li,kita pergi saja ,disini sangat membosankan."
Li hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti, mengikuti lagi kemana arah nonanya melangkah,
Sedangkan ditempat lain disebuah istana kekaisaran Zhang,sedang ada yang menumpahkan cuka,siapa lagi kalau bukan kaisar Zhang Fei Hung yang sudah mematahkan kuas tinta digenggaman tangannya setelah membaca isi surat yang dikirim oleh orang suruhannya.
Karena disitu tertulis kalau Rui sedang mengunjungi istana dengan cara menyelinap dan ingin melihat kondisi dari pangeran Yan itu, kini Zhang Fei Hung menjadi salah faham.
Zhang Fei Hung mengira kalau Rui perduli kepada pangeran Yan itu,dan merasa khawatir terhadapnya,kini wajah tampan Zhang Fei Hung berubah gelap ,merasa sangat cemburu.
Ingin sekali rasanya kaisar Zhang Fei Hung membunuh pangeran Yan itu.
Sedangkan Rui sekarang sudah berada disebuah pasar,Rui ingin membeli bahan untuk membuat baju untuk ayahanda dan ibunda tercintanya.
__ADS_1
"Li, tunggu sebentar aku mau melihat koleksi bahan untuk membuat baju dulu."
"Baik,nona muda."
Tak lama seorang pelayan datang menemui Rui.
"Selamat datang nona,ada yang bisa saya bantu."
"Aku mau memilih beberapa kain berkualitas sangat baik untuk aku membuat baju,aku mau kain berwarna ungu dan hitam,harus yang memiliki kualitas terbaik."
Pelayan hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti, sambil tersenyum kecil lalu dia berjalan menuju gudang kain miliknya, tak lama,
"Ini nona,kain yang anda inginkan ,."ucap pelayan sambil memperlihatkan kain yang dia bawa.
Rui langsung berwajah cerah,dia melihat kearah kain dan menyentuhnya,ini memang kain kualitas terbaik,Rui sudah memilih kain itu dan membayarnya.
Rui dan Li pun bergegas pergi pulang kerumah karena Rui ingin langsung membuat baju untuk dipakai sang ayah diacara istana nanti.
Rui sedang memulai membuat pola yang dia inginkan, setelah itu dia mulai menyiapkan ukuran tubuh sang ayah tercintanya itu,tapi sebelum itu,Rui ingin pergi kedapur untuk membuat camilan untuk menemani dia nanti.
Sebelumnya,saat ditoko kain, pengawal bayangan itu melaporkan kalau Rui ingin membuat baju untuk sang ayah,lalu Zhang Fei Hung meminta mereka untuk menukar ukuran tubuh yang akan Rui buatkan baju.
Alhasil sekarang ukuran tubuh yang ada dimejanya itu adalah ukuran tubuh kaisar Zhang Fei Hung bukan ukuran tubuh sang ayah.
Rui pun dengan wajah ceria,membuat pola dan mulai menjahit dan juga membuat bordiran yang sangat indah dan bagus terkesan sangat berwibawa, Dengan menyatukan warna hitam dan ungu, sedangkan untuk dirinya dan ibunda ,Rui membuat gaun dengan warna ungu dengan beberapa bordiran bunga kecil dibawah rok dari gaun yang dia buat.
Hari sudah mulai gelap, Rui menunda pekerjaan menjahitnya, sedangkan orang tuanya sudah pulang dengan membawa beberapa makanan untuk sang putri.
"Rui'er,makan ini,tadi ibunda membelinya dikota ,."
"Terimakasih ibunda tercinta ku,oh iya ayahanda, bagaimana kondisi tubuh pangeran Yan su itu?."
__ADS_1
"Hem,semua sudah setabil, kemungkinan sebelum satu Minggu dia sudah akan sembuh, bagaimana,kamu betah berada dikekaisaran Yan ini, Rui'er?."
"Hem,betah-betah saja ayahanda,tapi dua Minggu lagi,aku akan meminta Li untuk ikut berpartisipasi dalam kompetisi antar kekaisaran itu,anggap saja latihan tambahan dan menambah pengalaman."
"Bagus itu, Li kamu harus mulai lebih banyak berlatih lagi dari sekarang."ucap jingguo dengan antusias
"Iya tentu saja tuan,Li akan berlatih sungguh-sungguh supaya bisa membanggakan tuan dan nyonya,juga nona muda yang sudah mempercayakan saya selama ini."ucap Li sambil tersenyum senang
"Ya, tunjukan kepada dunia,betapa hebatnya kamu sebagai pengawal pribadi jierui, jangan mengecewakan aku."
Li hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti sambil makan.
Sedangkan ditempat lain, Zhang Fei Hung dengan senyuman menyeringai miliknya, dia sudah sangat tidak sabar melihat kemampuan beladiri pengawal pribadi Rui itu, pria yang sudah berani menghadangnya saat ingin mengejar nona mudanya itu.
Satu Minggu sudah berlalu, keadaan pangeran Yan su pun sudah membaik, sedangkan dirumah,Rui sedang duduk sambil cemberut,dia telah kehilangan baju yang sudah susah payah dia buat untuk sang ayah, sedangkan Li hanya bisa bersujud dan minta maaf karena telah lalai.
Sedangkan ditempat lain ,didalam istana didalam kediaman naga, kaisar Zhang Fei Hung masih sangat bersemangat memandangi baju buatan Rui sambil meminum beberapa teguk arak.
Perasaan kaisar Zhang Fei Hung kali ini sedang sangat baik, akhirnya dia dibuatkan baju dari wanita impiannya itu walaupun dengan cara yang tidak adil.
Rui tidak patah semangat,dia langsung membuat satu baju lagi dengan bahan yang tersisa,masih dengan hati kesal dan jengkel karena baju itu hilang,
Kalau ketemu,lihat saja nanti, aku akan membuat perhitungan dengannya. Fikir Rui yang sedang menjahit baju untuk sang ayah
Melihat wajah marah Rui pun membuat Li berfikir kembali untuk mendekat kearah nona mudanya itu.
"Nona, apakah mau Yuan untuk menyelidiki siapa yang sudah mengambil baju itu?."
"Tidak perlu, nanti juga pencuri itu akan menunjukkan wajahnya didepan ku, lihat saja nanti."
______________________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)