SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
lukisan dicuri


__ADS_3

Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung menatap kearah pintu, Zhang Fei Hung langsung tersenyum lebar sambil berdiri dari duduknya untuk pergi menghampiri sang istri.


"Rui'er,ada apa?,kenapa kamu datang kesini."ucap Zhang Fei Hung sambil menarik tangan istrinya itu untuk berjalan berbarengan kearah meja kerja.


"Kediaman Rui itu sangat jauh dari sini,tapi masih bisa merasakan aura yang sangat besar,apa yang sedang terjadi disini,dan itu Kasim go saja sampai tidak kuat menahan aura yang dikeluarkan oleh yang mulia Kaisar."ucap Rui sambil memeriksa kondisi Kasim go dan langsung menotok titik meredian tenaga dalam milik Kasim go.


Tak lama Kasim go mulai sadarkan diri,dan langsung bangun sambil menampakkan wajah sangat takut.


"Kasim go, pergilah dan jangan lupa untuk menutup pintu ruangan ini."ucap Rui dengan nada suara lembut


"Baik yang mulia selir Rui."ucap Kasim go yang langsung mundur untuk pergi tanpa pikir panjang lagi.


Sekarang didalam ruangan tinggal ada Rui dan kaisar Zhang Fei Hung.


"Duduklah yang mulia Kaisar,Rui bawakan arak dan Camilan buatan Rui."ucap Rui sambil tersenyum kecil


"Baiklah Rui'er,Hem arak buatan Rui'er sangat enak."ucap Zhang Fei Hung langsung duduk dan meminum arak yang sudah dituangkan ke dalam cangkir oleh Rui.


Zhang Fei Hung memakan sangat lahap camilan yang dibawa oleh Rui, kaisar Zhang Fei Hung mengajak Rui untuk duduk dipangkuannya.


"Rui'er."


"Iya, yang mulia Kaisar."


"Panggil aku suami."


"Iya, suamiku."


Hati Zhang Fei Hung langsung berbunga-bunga mendengar ucapan dari mulut Rui tadi.


"Sangat patuh,, Rui'er, siapakah gerangan orang yang berada didalam ruangan yang ada dikediaman kamu sayang?."ucap Zhang Fei Hung sambil mencium rambut kepala Rui.


"Orang itu adalah pelukis hebat, suami." Ucap Rui sambil menyuapi camilan kedalam mulut kaisar Zhang Fei Hung.


"Kenapa Rui'er membawa pelukis itu kesana?,bukankah itu akan bisa membuat suamimu ini cemburu,apa kamu tidak pernah melihat perasaanku kepadamu sayang?."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah murung.


Rui sangat mengerti tentang perasaan Zhang Fei Hung,tapi Rui hanya bertindak sebagai seorang istri,


"Suami ingin tahu apa alasannya Rui menyembunyikan pelukis itu dikediaman pribadi milik ku, yang mulia bisa melihatnya sendiri besok saat sidang keadilan untuk pelukis hebat ini dan ini ada sebuah kotak ,suami bisa melihatnya sendiri."ucap Rui sambil mengeluarkan kotak peti itu dari dalam cincin ruang miliknya.

__ADS_1


"Baiklah,juga nanti kotak itu akan suami mu ini periksa,ada satu hal lagi yang aku ingin tanyakan Rui'er,."ucap kaisar Zhang Fei Hung sambil membelai rambut indah milik Rui.


Hah,,,(-_-) Rui terlihat pasrah saat diintrogasi oleh kaisar Zhang Fei Hung


"Tanya apa lagi suamiku?."


"Pelayan su yang kamu bawa untuk membantu dikediaman milik kamu itu terlihat seperti orang bodoh,apa yang sudah kamu lakukan kepadanya sayangku?."


"Rui hanya memberikan ramuan pencuci otak kepadanya,hanya itu suami."


"Kamu memiliki ramuan seperti itu?."


"Ya,suami,tapi ramuan seperti itu tidak boleh jatuh ketangan orang yang salah , karena akan berdampak sangat buruk."


"Iya,aku mengerti sayang, terimakasih sudah mengkhawatirkan suamimu ini."


"Eh,siapa yang sudah mengkhawatirkan keselamatan yang mulia Kaisar?,aku mengkhawatirkan para Kasim dan dayang yang bekerja didekat suami,jadi Rui datang kesini, hehehe."ucap Rui sambil tersenyum kecil saat melihat wajah kaisar Zhang Fei Hung sudah berubah merah karena salah paham, ternyata sang istri sama sekali tidak perduli dan merasa khawatir terhadapnya.


"Oh,jadi Rui'er ku ini minta dihukum suami rupanya, Hem."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan tatapan mata tajam kepada Rui.


Sedangkan Rui hanya menunduk karena ternyata dia sudah salah bicara.


Kaisar Zhang Fei Hung sudah mencium bibirnya dengan penuh hasrat cinta.


"Yang mulia Kaisar,tadi kita sudah melakukannya bukan,lain kali saja,ya."


"Hem, baiklah,besok setelah sidang pelukis itu,suami akan menghukum Rui'er sampai hamil bagaimana?."


"Hah."Rui hanya menggelengkan kepalanya


Bermain seperti biasa saja sudah sangat lama,apa lagi ini yang sampai hamil,astaga Rui bahkan tidak akan bisa membayangkan kalau dirinya akan dikurung berdua dengan sang suami.


"Apakah tidak ada hukuman lain, yang mulia Kaisar?."ucap Rui dengan wajah yang sangat merah karena merasa malu.


"Hahahaha,aku hanya bercanda Rui'er, kembalilah kekediaman mu sekarang sayang."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya karena sudah berhasil menggoda sang istri.


"Baiklah kalau begitu,Rui pamit undur diri yang mulia Kaisar."ucap Rui sambil ingin berdiri.


"Terimakasih Rui'er,karena sudah mau memiliki suami seperti kaisar ini,aku akan berusaha lebih keras untuk membahagiakan Rui'er tersayang."ucap Zhang Fei Hung dengan sedikit ciuman di bibir Rui.

__ADS_1


Rui pun kembali kekediamannya,


Sedangkan ditempat lain, dikediaman ibu suri agung,


"Hahahaha,cucu cantik ku itu memang sangat berbakat,Ais Selir peiyu sampai tidak bisa berkutik dan melawan balik." Ucap ibu suri agung saat mendengar berita kalau selir peiyu membuat selir Rui menunggu seharian dibawah terik matahari.


"Selir peiyu salah dalam memilih lawan ya nyonya."ucap pelayan pribadi milik ibu suri agung.


"Iya,kamu benar, kirimkan satu pelayan untuk melayani Rui selagi pelayan pribadinya yu pergi."


"Baiklah, nyonya."


Ibu suri agung pun merasa sangat senang, sedangkan ditempat lain,Rui sudah sampai dikediamannya, Rui sangat terkejut saat kembali kelantai dua kediamannya, didekat gazebo lukisan yang baru separuh jadi telah menghilang.


"Li."ucap Rui dengan nada tinggi


"Iya, nyonya?."


"Dimana lukisan aku, lukisan yang mulia Kaisar?."ucap Rui dengan wajah paniknya.


"Hah,maaf nyonya,saya tidak tahu."ucap Li dengan sangat kebingungan .


Rui pun juga bertanya kepada kalajengking dewa kecil tetapi tidak ada satupun yang tahu.


Rui pun langsung lemas.


Sedangkan ditempat lain, dikediaman naga, kaisar Zhang Fei Hung sedang senyam-senyum sendiri sambil menatap sebuah lukisan.


"Tuan, lukisan ini belum selesai."ucap Huang yang sudah berada disamping Zhang Fei Hung.


"Ya,aku tahu, biarlah istri kecilku itu menyelesaikan lukisannya disini nanti, tidak ku sangka, Rui sangat berbakat, sepertinya tidak ada yang dia tidak bisa didunia ini, Huang,aku jadi merasa harus lebih waspada karena aku sangat takut kalau sampai kehilangan wanita seperti Rui, lihatlah wajah ku di lukisan ini sangat nyata,."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah senang


"Iya,anda benar tuan, nyonya Rui bahkan bisa melukis wujud asli saya terlihat sangat nyata, dari mana dia tahu kalau wujud asli saya terlihat seperti ini tuan."ucap Huang dengan wajah terkagum kagum


__________________________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2