SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
menyembunyikan pelukis hebat


__ADS_3

Yuan pun langsung berwajah malas saat melihat kearah kalajengking dewa kecil itu.


"Baiklah nyonya,hey kamu , jangan nakal disana,."ucap Yuan sambil memperingatkan kepada kalajengking dewa kecil yang langsung naik kepundak yuan, sedangkan kalajengking dewa kecil itu hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


Yuan pun langsung menghilang dari pandangan, sedang Rui sekarang matanya sudah menatap kearah penjual camilan,dia bergegas pergi kesana sambil menggandeng tangan Zhang Fei Hung supaya pria itu masih dalam kondisi stabil seperti ini.


"Yang mulia Kaisar,kalau mau pilih saja nanti Rui yang bayar."ucap Rui sambil makan bola ikan menggunakan tusukan.


"Apa Rui'er pikir kalau kaisar ini tidak memiliki uang?."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah murung.


"Hem, yang mulia Kaisar, Rui'er tahu kalau yang mulia sangat kaya,bahkan lebih kaya dari Rui ,tapi saat kita ingin berbuat kebaikan dengan cara berbagi,kita tidak harus menunggu lebih kaya dulu dari orang yang ingin kita beri,apa karena yang mulia Kaisar memiliki harta banyak, Rui tidak boleh membelikan camilan yang murah ini , karena yang mulia Kaisar merasa memiliki segalanya dan tidak bisa memakan makanan rakyat kecil seperti ini,begitu iya." Ucap Rui sambil menatap kaisar Zhang Fei Hung dengan makanan beserta tusukannya masih didalam mulut kecilnya itu.


Kaisar Zhang Fei Hung sudah sangat ingin melahap mulut kecil yang sangat cerewet itu, sedangkan Huang hanya tertawa lepas didalam cincin ruang milik Zhang Fei Hung.


"Bukan seperti itu Rui'er, kaisar ini sangat senang dan akan memakan camilan ini." Ucap Zhang Fei Hung sambil memasukan camilan kedalam mulutnya.


Rui masih bingung dengan kaisar Zhang Fei Hung,pria ini kadang bisa sangat dingin tapi terkadang bisa hangat seperti sekarang, tapi Rui masih tidak memiliki rasa apapun untuk suaminya itu.


Tak lama, terdengar suara kalajengking dewa kecil melalui telepati dengan Rui.


Ayah selir peiyu mengatakan kalau dia kecewa dengan keputusan kaisar Zhang Fei Hung untuk mengundurkan hari eksekusi mati pelukis hebat itu,karena sangat takut semua jejak korupsi yang sudah keluarganya lakukan, terbongkar.


Rui hanya meminta kalajengking dewa kecil itu ikut menyusup kedalam kantung baju ayah selir peiyu,dan ikut pulang kedalam kediamannya,lalu memutuskan komunikasi mereka.


Rui langsung membayar makanan yang dia dan kaisar Zhang Fei Hung makan, sedangkan kaisar Zhang Fei Hung langsung menatap kearah Rui dengan tatapan menyelidik.


"Rui'er."


"Iya, yang mulia Kaisar."


"Apa yang kamu tahu dari Yuan, sayang."


"Rui'er lebih memilih untuk diam untuk saat ini yang mulia Kaisar, nanti kalau investigasi sudah selesai,Rui akan memberikan semua bukti-bukti tentang kasus ini,kalau pelukis itu tidak bersalah,apa bisa begitu, yang mulia Kaisar?."ucap Rui dengan penuh harap


Zhang Fei Hung sebenarnya sedikit tidak setuju dengan usul dari Rui,tapi melihat wajah penuh harap itu, kaisar Zhang Fei Hung membolehkan tapi dengan syarat.

__ADS_1


Rui harus mau bekerja sama dengan pengawal bayangan miliknya yang sudah sangat dipercaya oleh Zhang Fei Hung, kemanapun Rui pergi melakukan penyelidikan harus diketahui oleh sang pengawal bayangan miliknya.


Rui hanya bisa mengiyakan apa yang Zhang Fei Hung katakan demi bisa melepaskan pelukis hebat itu,Rui paling tidak suka kalau orang yang tidak bersalah malah akan dihukum mati.


"Kalau begitu keputusannya, sekarang kita kembali ke istana."ucap Zhang Fei Hung yang langsung menggendong tubuh Rui


"Hah, yang mulia Kaisar,Rui masih harus kesuatu tempat supaya kasus ini cepat selesai."ucap Rui sambil meronta digendongan sang suami.


"Tadi aku sudah makan camilan asin, sekarang aku ingin memakan camilan manis."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya


Senyuman itu membuat bulu kuduk Rui berdiri,Rui tahu ini akan menjadi siang yang panjang, astaga memiliki seorang suami yang berjarak cukup jauh dari umurnya sekarang memang sangat meresahkan,


Saat sudah menjelang sore,acara makan manisan kaisar Zhang Fei Hung dengan Rui baru berakhir, kaisar Zhang Fei Hung langsung berpamitan dengan istri kecilnya itu,lalu langsung menghilang dari pandangan Rui.


Tak lupa juga Zhang Fei Hung mengingatkan Rui tentang pengawal bayangannya itu,Ais.


Setelah selesai membersihkan diri,Rui keluar dari kamarnya,didepan pintu kamar sudah ada Li .


"Nyonya."


"Baiklah, nyonya."


Li pun langsung menghilang dari pandangan Rui,hari masih sore Rui sangat merasa bosan,lalu dia berkeliling kediamannya untuk mencari pelayan su.


Ternyata pelayan su sedang memberikan makan ikan dikolam.


"Su."ucap Rui sambil berjalan mendekati su.


"Ya nyonya ."ucap pelayan su dengan tatapan mata kosong.


"Tolong siapkan alat melukis digazebo yang ada diatas ."ucap Rui sambil melangkah menuju kedalam kamarnya,


Didalam kamar, Rui sedang mengganti bajunya,lalu membawa beberapa pakaian bersih, dia bergegas pergi menuju kamar yang ada dibagian paling belakang kediamannya.


Saat sampai didepan pintu kamar,Rui mengetuk pintu itu.

__ADS_1


Tok,,


"Masuklah yang mulia selir Rui."ucap seseorang dari dalam kamar.


"Bagaimana kabar kamu sekarang pelukis hebat?,ini aku membawakan beberapa pakaian untuk kamu."ucap Rui sambil memberikan beberapa pakaian itu kepada sang pelukis


"Saya sangat baik yang mulia selir, terimakasih."ucap si pelukis hebat itu yang ternyata dia sedang bersembunyi dikediaman Rui.


"Boleh aku bertanya hal yang sangat pribadi?."


"Boleh, yang mulia."


"Apa selir peiyu,pernah jatuh cinta kepadamu?."


Saat mendengar ucapan dari mulut Rui, sang pelukis sempat terkejut,lalu dia hanya bisa menganggukan kepalanya,karena merasa malu.


"Apa Selir peiyu mengetahui identitas diri kamu yang asli?."


"Ya."


"Baiklah,aku mengerti."


Rui pun kembali pergi keluar dari kamar itu, dan saat Rui baru mau keluar dari ruangan itu, ternyata pengawal pribadi milik kaisar Zhang Fei Hung melihatnya melalui kelelawar hitam dewa yang menjadi hewan kontraknya.


Rui bahkan tidak merasakan kehadiran dari kelelawar hitam dewa itu, Rui pun langsung menuju gazebo yang berada dilantai atas kediamannya,lalu dia mulai melukis, sedangkan pelayan su,diminta untuk beristirahat dan makan didapur.


Rui mulai melukis keadaan pasar yang dia lihat tadi bersama dengan kaisar Zhang Fei Hung, setelah selesai dia ingin melukis potret kaisar Zhang Fei Hung, suaminya.


Rui lalu memejamkan matanya, mengingat setiap garis wajah sang suami ,saat sudah mendapatkan bayangan wajah kaisar Zhang Fei Hung yang terasa hangat, Rui mulai melukisnya.


Wajah tegas dan berwibawa kaisar Zhang Fei Hung,sampai Rui pun sempat berfikir kalau suaminya itu memang sangat pantas untuk menjadi seorang kaisar.


________________________


bersambung

__ADS_1


(^∆^)


__ADS_2