
Tapi ucapan Rui seperti tidak didengar oleh Zhang Fei Hung,dia tetap menghisap tubuh Rui sampai dari leher tampak tanda merah yang sangat banyak,Rui ingin sekali melawan tapi sepertinya kekuatan miliknya sedang dikunci oleh Zhang Fei Hung.
Memang begitu kenyataannya, walaupun terdengar hanya rumor,ada yang bilang kalau pemilik kontrak dengan naga hijau legendaris bisa mengunci pusat tenaga dalam milik orang lain.
Rui sudah tidak bisa melawan lagi, Zhang Fei Hung masih menghisap buah pir miliknya,Rui hanya bisa pasrah sambil menangis,kaisar Zhang Fei Hung sangat kasar,suaminya ini seperti sudah kehilangan akal sehatnya.
Zhang Fei Hung terus menumbuk Rui tanpa ampun sampai bom waktu itu meledak didalam pada waktunya,.
"Terimakasih ya sayangku."ucap Zhang Fei Hung
Rui langsung bangun dan duduk ,dia langsung menangis tersedu-sedu,sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya,Rui masih sangat merasakan sakit dari bagian bawah tubuhnya.
Zhang Fei Hung yang mendengar suara tangisan Rui pun bangun dari tidurnya dan duduk mendekati sang istri.
"Sayangku,ada apa Rui'er."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah bingungnya
"Yang mulia Kaisar jahat,bukan seperti ini yang Rui mau bantu."ucap Rui yang masih menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya
"Jadi, Rui'er mau membantu seperti apa, maaf sayang,aku sudah salah paham, kemarilah Rui'er,biar aku lihat,."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan sambil ingin meraih tangan Rui
Tapi Rui tidak mau dan lebih memilih turun dari tempat tidur,tapi sebelum dia bisa melangkah Rui sudah terjatuh lemas diatas lantai,dia merasa kalau kakinya sekarang sudah seperti agar-agar, tidak kuat untuk menopang tubuhnya sendiri.
Zhang Fei Hung yang melihat hal itupun langsung ingin menolong Rui tapi ditolak, dan Rui meminta sang kaisar untuk pergi dari kediamannya, Zhang Fei Hung pun tidak mau dan tetap ingin bersama Rui sampai dia tidak marah lagi.
Rui mengambil tusuk konde diatas meja disebelah tempat tidur yang tidak jauh dari tempat dia terjatuh,lalu meletakkan ujung runcing tusuk konde kelehernya sendiri.
"Pergi,atau aku akan membunuh diriku sendiri."ucap Rui sambil menatap kearah Zhang Fei Hung
"Rui'er."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah bingungnya.
"Pergi."teriak Rui dan kemudian kaisar Zhang Fei Hung pun pergi dari kediaman Rui.
Setelah kepergian kaisar Zhang Fei Hung, yu langsung masuk kedalam kamar,yu melihat Rui yang masih duduk diatas lantai.
__ADS_1
"Nyonya,ayo, yu bantu untuk berdiri."
Yu pun langsung membopong tubuh Rui keatas kursi,lalu yu segera bergegas pergi menuju tempat tidur,yu melihat ada bercak darah disana,tanda kalau nyonya kini sudah menjadi seorang wanita dewasa.
Yu langsung menukar alas tempat tidur dengan yang baru,lalu membopong lagi Rui untuk kembali beristirahat, setelah selesai yu keluar dari kamar .
Sedangkan ditempat lain dikediaman naga , Zhang Fei Hung sedang merutuki sikapnya, dia sangat bersemangat tadi untuk memakan tubuh Rui, sampai-sampai dia berlaku kasar Terhadap tubuh kecil wanitanya itu.
"Wah wah, sepertinya sedang ada yang kecewa sekali dengan tuan."
"Huang kamu mau aku hukum?."
"Kalau aku menjadi selir Rui pun pasti akan sangat marah, bagaimana tidak,tuan sangat berlaku kasar tadi padahal ini adalah sesuatu yang baru dan pertama untuk selir Rui."
"Ya aku tahu,aku sudah sangat keterlaluan, dia bahkan ingin mengakhiri hidupnya tadi didepan ku,aku sudah seperti telah memperkosa Rui'er."ucap Zhang Fei Hung saat mengingat kejadian saat leher Rui sudah mulai terluka akibat ujung runcing tusuk konde dilehernya.
Huang pun langsung diam dan tidak berbicara lagi dari dalam cincin ruang milik sang kaisar.
Keesokan harinya Rui bangun dan sudah siap didepan cermin yang ada didalam kamarnya,
"Ah, nyonya,kenapa tidak memanggil yu untuk membantu nyonya merias diri." Ucap yu sambil berjalan mendekati Rui.
"Yu,aku akan pergi kekediaman selir peiyu jadi aku ingin riasan kepala yang biasa saja jangan berlebihan,aku tidak ingin terlihat seperti selir busuk itu."
"Tentu saja nyonya."
Yu sangat terampil dalam memenuhi standar Rui saat merias rambut putihnya yang indah, setelah selesai Rui hanya tersenyum kecil melihat bayangan dirinya dicermin.
Rui bergegas pergi menuju kearah kediaman selir peiyu,dia menaiki tandu yang sudah siap didepan gerbang,Rui juga pergi sendirian,dia tidak meminta Li untuk pergi bersamanya.
Ditempat lain,diruang kerja kaisar Zhang Fei Hung,dia menerima laporan kalau Rui pergi kekediaman selir peiyu,ada sedikit keraguan dalam hati sang kaisar yang membuat dia mengerutkan keningnya.
Apa yang akan Rui'er ku lakukan dikediaman selir peiyu?.fikir Zhang Fei Hung
__ADS_1
Sedangkan sekarang Rui sudah sampai didepan kediaman selir peiyu,dia melihat diatas gapura kediaman itu hanya bertuliskan selir peiyu.
Rui hanya tersenyum sangat tipis sampai bahkan tidak terlihat kalau dia sedang tersenyum,Rui pun masuk dan langsung bertemu dengan beberapa pelayan.
"Salam yang mulia selir Jierui,apa ada yang bisa saya bantu, nyonya?."
"Aku ingin bertemu dengan selir peiyu,apa dia ada ditempat sekarang?."
"Ada nyonya silahkan menunggu disini." Ucap pelayan pribadi milik selir peiyu.
Rui hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti, lalu tetap berdiri dibawah terik matahari pagi, dari dalam baju miliknya keluar dua kalajengking dewa kecil,mereka pergi untuk masuk kedalam setiap sudut ruangan.
Rui hanya masih menatap kearah depan sambil menunggu dengan sabar,tak terasa hari sudah mulai sangat terik itu berarti ini waktu siang hari,lalu matahari mulai redup itu tanda sore hari,lalu matahari mulai terbenam,Rui masih setia berada didepan kediaman selir peiyu.
Sedangkan didalam sebuah ruangan didalam kediaman selir peiyu.
"Nyonya,selir Rui masih berdiri dihalaman depan apa?,."ucap pelayan pribadi selir peiyu dengan suara yang merasa ragu
Sedangkan selir peiyu yang sedang membaca buku langsung menatap tajam kearah pelayannya, yang membuat pelayan itu langsung diam dan tertunduk.
"Biarkan saja,siapa dia,selir Jierui hah wanita tercantik dikekaisaran Zhang ini, mata mereka semua buta, sudah jelas aku yang paling cantik,."ucap selir peiyu dengan sangat emosional
"Tapi nyonya, selir Rui sudah berdiri disana dari pagi sampai malam,saya takut yang mulia Kaisar akan."
"Apa,membelanya hah,kamu tahu akulah selir yang paling dicintai oleh yang mulia Kaisar,dia tidak ada apa-apanya,ah sudahlah bilang saja aku sudah pergi kekediaman keluargaku,cepat."
"Baik nyonya."
___________________________
bersambung terimakasih
(^∆^)
__ADS_1