SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
salah paham


__ADS_3

Saat Yuan mendengar jawaban dari mulut orang itu, wajahnya berubah menjadi gelap, dia langsung menyerang orang itu lalu sebelum membunuhnya ,Yuan bertanya untuk mendapatkan informasi, setelah mendapatkan informasi dari orang itu,baru Yuan membunuhnya.


Sedangkan Rui masih sibuk dirumah itu, Rui pun tiba-tiba merasakan aura seseorang dari jauh,dia langsung bersembunyi dan menekan aura miliknya sendiri.


Orang itu mulai mendekat kearah rumah kecil yang Rui kunjungi,lalu orang itu masuk, tapi dia tidak melihat seseorang pun didalam rumah itu.


"Ais,aku telah kehilangan jejak wanita cantik itu, ayahanda pasti marah besar.",ucap pemuda yang ternyata adalah seorang pangeran dari kekaisaran Tang.


Rui pun masih mendengar dengan jelas ucapan pria itu, setelah pria itu pergi dan aura milik pria tadi sudah menghilang,Rui langsung keluar dari persembunyiannya.


Rui hanya menatap lurus kedepan kearah kemana pria itu pergi,lalu tak lama Yuan pun kembali.


"Nyonya sedang lihat apa?."


"Tidak ada,apa yang kamu dapatkan Yuan?."


"Ah,tadi sedikit aku bisa merasakan aura singa putih dewa berada disekitar sini,ah tapi lupakan kalau itu tidak mengganggu nyonya ,dia bilang kalau dia diperintahkan oleh selir peiyu dan kalajengking dewa yang nyonya tinggalkan dipenjara sudah melapor kalau ada beberapa orang dari kediaman selir peiyu yang datang untuk menemui pelukis itu tapi untungnya pelukis itu sudah berada ditangan ibu suri agung."


"Hem."ucap Rui masih sambil memandang kearah depan.


"Jadi apa yang akan nyonya lakukan."


"Tentu saja untuk mengunjungi kediaman selir peiyu, tentunya dengan beberapa hadis kecil."ucap Rui sambil tersenyum kecil dan melihat kalajengking dewa berukuran kecil dipunggung tangannya.


Mereka pun kembali keistana kekaisaran Zhang, saat sampai dikediamannya, Rui langsung bergegas pergi kepemandian,lalu merendamkan tubuhnya.


Tak lama


"Nyonya, kaisar Zhang Fei Hung datang untuk menemui nyonya."ucap yu dibalik tirai.


"Biarkan dia menunggu,yu."


"Baiklah kalau begitu nyonya,."ucap yu sambil berjalan mundur dan kembali melangkahkan kakinya menuju kaisar Zhang Fei Hung yang sedang duduk sambil ditemani arak buatan Rui.


Sesampainya didepan Zhang Fei Hung.


"Yang mulia Kaisar, nyonya masih ingin berendam ,jadi nyonya meminta yang mulia Kaisar menunggu."


"Hem, baiklah."ucap Zhang Fei Hung


Setelah kepergian yu, Zhang Fei Hung langsung berwajah ceria,dia pergi kearah pemandian, dari pintu yang dia buka Zhang Fei Hung bisa melihat Rui baru ingin keluar dari dalam kolam.


Rui berendam hanya menggunakan kain putih tipis yang membuat tubuhnya terlihat sangat jelas, Zhang Fei Hung pun sedang seperti berada dibawah terik matahari yang sangat panas,dia merasa haus dalam seketika.

__ADS_1


Zhang Fei Hung menyadarkan pikirannya lagi untuk tidak menyentuh sang istri sebelum waktu yang sudah ditetapkan,


Masih kurang lima hari lagi,sabarlah Zhang Fei Hung, sabar.fikir Zhang Fei Hung


Zhang Fei Hung langsung bergegas kembali ketempat duduknya semula,sambil menahan hasrat seksual yang sudah berada di ubun-ubun kepala.


Rui pun berjalan dengan rambut basah ,dia sudah memakai baju luar untuk melihat sang kaisar yang sedang menunggu,dari jauh Rui melihat Zhang Fei Hung yang sedang gelisah.


"Salam yang mulia Kaisar,ada perlu apa yang mulia datang kemari?."


"Aku hanya merindukan kamu Rui'er,."ucap Zhang Fei Hung yang masih menahan keinginannya untuk menerjang Rui.


Rui yang melihat kalau ada yang salah dengan suaminya itupun langsung mendekat kearah Zhang Fei Hung dan langsung memeriksa denyut nadinya.


"Aku baik-baik saja Rui'er,aku ingin meminjam pemandian kamu saja sayangku."


"Untuk apa?,kamu juga sedang baik-baik saja yang mulia."


"Aku memang sedang baik-baik saja tapi adik ku yang sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja."


"Hah,memangnya apa yang sedang terjadi dengan Zhang Xin, yang mulia?."ucap Rui dengan wajah polosnya


"Hem, Rui'er maksud aku bukan adikku Zhang Xin tapi adik yang berada dibawah ini sayang."


Rui langsung melepas genggaman tangannya dari genggaman tangan Zhang Fei Hung lalu mundur beberapa langkah kebelakang,lalu pergi meninggalkan Zhang Fei Hung dan memilih untuk masuk kedalam kamar lalu menutup pintu kamarnya.


Rui sangat takut dan malu, sedangkan Zhang Fei Hung yang merasa ditinggalkan pun hanya pergi kedalam pemandian milik Rui,dia langsung berendam dengan air bekas rendaman sang istri yang sudah menjadi dingin.


Sedangkan didalam kamar Rui melakukan telepati dengan sang ibunda melalui cincin ruang miliknya.


"Ibunda."


"Sayang ada apa?."


"Apakah ada ramuan untuk penawar ramuan musim semi?, sepertinya yang mulia Kaisar terkena ramuan ini ibunda."


"Apa kamu yakin Rui'er?,apa kamu sudah cek denyut nadinya?."


"Sudah tapi dia baik-baik saja ibunda,tapi dari gelagatnya dari tubuhnya seperti orang yang terkena ramuan itu."


"Hem,kalau dia tidak meminumnya,masih ada cara lain untuk meredakannya sayang."


"Apa?."ucap Rui dengan degup jantung yang tidak beraturan

__ADS_1


"Ya kalian harus berhubungan suami istri sayang."ucap Mey.


"Apa tidak ada cara lain ibunda?,aku belum siap."


"Ada,tapi cara ini bahkan lebih memalukan dari berhubungan suami istri."


"Apa?."


"Pakai tangan atau mulut kamu sayang,ah Rui'er,ibunda harus pergi karena ibunda sedang ingin membantu warga yang sedang ingin melahirkan jadi,jaga diri kamu ya sayang ku."


Setelah sambungan telepati itu terputus, Rui sangat bingung ,tak lama terdengar suara ketukan pintu.


Tok, tok


"Rui'er apa kamu sudah tidur?."


Rui langsung membuka pintu kamarnya itu.


"Apa yang mulia sudah baik-baik saja."ucap Rui dengan wajah cemas dan mendekati sang suami.


"Aku sudah berendam tapi ternyata kali ini tidak bisa,."ucap Zhang Fei Hung sambil tersenyum kecil.


Rui menjadi merasa kasihan dengan sang suami,


"Apa ada yang bisa Rui bantu?."ucap Rui dengan wajah polos


Zhang Fei Hung yang tiba-tiba mendengar ucapan dari mulut sang istri pun seperti mendapatkan angin segar dari pikirannya yang sedang mendung.


"Apa Rui'er mau membantu suami?."


"Ya."


Zhang Fei Hung langsung memeluk tubuh Rui erat-erat,dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, rambut lurus hitam milik kaisar Zhang Fei Hung yang masih basah pun bertemu dengan rambut panjang putih milik Rui.


Zhang Fei Hung langsung mencium bibir Rui, menghisapnya kuat-kuat,Rui sedikit kualahan untuk mengimbangi ciuman dari suaminya itu,lalu kaisar Zhang Fei Hung langsung menggendong tubuh Rui dan dibawanya keatas tempat tidur.


"Yang mulia Kaisar,bukan seperti ini pertolongan yang Rui maksud, yang mulia, jangan sekarang,Rui belum siap."ucap Rui sambil meronta-ronta dibawah Kungkungan sang suami.


___________________________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2