SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
mengalah kepadanya


__ADS_3

"Apa Rui'er tidak mau kembali ke istana?, Kalau seperti itu, kaisar ini juga tidak akan kembali keistana."


Mereka berdua pun berciuman kembali.


"Rui mohon untuk yang mulia Kaisar pergi lebih dulu, nanti Rui akan kembali keistana kekaisaran Zhang."


"Baiklah, Rui'er janji tidak akan lama."


"Ya."


"Baiklah, apapun yang bisa membuat Rui'er senang."ucap Zhang Fei Hung dengan mencium kening Rui


Keesokan harinya kaisar Zhang Fei Hung sangat enggan untuk pergi tanpa membawa Rui kembali keistana kekaisaran Zhang.


"Yang mulia Kaisar tidak perlu khawatir, Rui akan baik-baik saja."ucap Rui sambil tersenyum dan memegang tangan kaisar Zhang Fei Hung


"Hem, Rui'er,apa yu dan Li akan kembali menemani Rui'er disini?."


"Iya, tentu saja yang mulia Kaisar, mereka hanya meminta izin satu hari , mereka selalu menepati janjinya."ucap Rui dengan nada menyindir


Kaisar Zhang Fei Hung pun merasa tersindir dan mencubit lembut pipi Rui.


"Rui'er, baiklah kaisar ini akan pergi, kaisar ini sangat mencintai Rui'er,."


Hah,Menurut saja,supaya Rui'er tidak marah lagi. Fikir kaisar Zhang Fei Hung


Setelah itu kaisar Zhang Fei Hung langsung pergi meninggalkan Rui,saat kaisar Zhang Fei Hung sudah lebih jauh Li dan yu pun kembali dan langsung menghampiri Rui.


"Nyonya."jawab mereka berdua serempak


"Li,buat arai tingkat tinggi disekitar rumah ini."ucap Rui dengan wajah tegas


"Baiklah nyonya."ucap Li


"Nyonya,kenapa wajah nyonya sangat tegang?."ucap yu saat melihat wajah Rui.


"Aku mencium bau darah dari Utara ,memang masih sangat jauh tapi lama kelamaan bau itu semakin mendekat , sepertinya akan tiba dikekaisaran Qing besok."ucap Rui dengan wajah datarnya


"Lalu,apa hubungannya dengan kita, nyonya."


"Memang tidak ada hubungannya dengan kita,tapi aku sangat penasaran."


"Hem, nyonya kalau merasa penasaran pasti seperti ini, nyonya,yu membawa kue bulan apa nyonya mau memakannya sekarang?."


Rui pun langsung berwajah ceria dan menatap kearah yu dan hanya menganggukkan kepalanya saja,Rui langsung menarik yu untuk masuk kedalam kamarnya untuk memakan kue bulan.

__ADS_1


Ditempat lain,di istana kekaisaran Qing .


"Ayahanda, mereka sepertinya akan kembali."ucap pangeran Qing Wei


"Iya, bersiap untuk mengungsikan rakyat ibukota untuk beberapa hari."


"Baiklah ayahanda."


Setelah kepergian pangeran Wei, kaisar Qing Jun sedang berbicara dengan naga putih legendaris ilahi,hewan kontraknya.


"Yulong."


"Iya tuanku."ucap Yulong sambil keluar dari dalam cincin ruang milik kaisar Qing Jun


"Lihat, kedatangan mereka sudah sampai dimana?."


"Baiklah,tuan."


Yulong pun langsung bergegas pergi setelah menerima perintah dari kaisar Qing Jun,tak lama pengawal bayangan miliknya turun dari atap untuk melapor.


"Tuan, kaisar Zhang Fei Hung sudah kembali kekaisarannya, sedangkan Selir Jierui masih berada dirumah itu."


"Ada lagi?."


"Sepertinya, selir Jierui sedang mengandung anak kaisar Zhang Fei Hung."


"Apa kamu bilang?,hamil?."


"Iya yang mulia Kaisar."


Sepertinya ini benar-benar tidak mudah. Fikir kaisar Qing Jun


"Pergilah,awasi terus wanita itu."


"Baik yang mulia."


Pengawal bayangan itu pun langsung bergegas pergi kembali mengintai didekat rumah Rui, sedangkan kaisar Qing Jun tampak menatap kearah luar jendela, dengan perasaan rumit.


Xia'er ,apa yang harus aku lakukan sekarang. Fikir kaisar Qing Jun


Sedangkan ditempat lain Rui ingin berjalan-jalan berkeliling desa kekaisaran Qing,saat Rui sudah berada disebuah kolam air terjun Rui mulai mengeluarkan peralatan melukisnya.


Goresan demi goresan kuas itu membentuk pemandangan yang indah, setelah membubuhkan tandatangan diatas lukisannya itu,Rui merasa menjadi sangat ingin untuk pergi berendam didalam kolam yang airnya sangat jernih.


Rui bergegas untuk berdiri dan ingin membuka baju luarannya,lalu Rui pun berendam,

__ADS_1


Setelah lama berenang.


"Ah,segarnya,air kolam ini sangat asri bahkan Rui bisa melihat dasar dari kolam ini."ucap Rui yang masih berada didalam kolam air terjun itu.


"Aku juga merasakan hal yang sama."ucap seorang pria yang ternyata sudah berada dibelakang Rui


Rui pun sontak sangat terkejut,saat berbalik badan untuk melihat berasal dari mana suara lembut itu,


"Hah,siapa kamu?, sangat tidak sopan."ucap Rui dengan wajah terkejutnya


Pria ini , auranya bisa ditekan sampai aku tidak bisa merasakan kehadirannya, seperti Dejavu saat yang mulia Kaisar tiba-tiba saja muncul disamping Rui dulu saat sedang didalam kereta kuda.fikir Rui


Pria berambut putih dan tampan itupun tersenyum kecil.


"Kenapa?,aku hanya sedang menikmati kolam air terjun ini juga seperti kamu, apa salah?."ucap pria itu dengan wajah yang tidak tahu malu


Rui sama sekali tidak tertarik untuk melanjutkan percakapan ini,Rui langsung berenang pergi ketepi kolam untuk memakai baju luarannya kembali.


Pria itu juga berenang ketepian kolam untuk mengikuti Rui, sedangkan Rui hanya diam sambil membereskan peralatan melukisnya untuk dimasukkan kedalam cincin ruang miliknya.


Kini pria itu sedang berdiri dibelakang Rui.


"Nona, maafkan atas ketidak sopanan aku tadi,aku hanya sedang melintas dan ketika itu aku melihat seorang Dewi sedang berendam dikolam yang jernih ini dan seketika aku terasa terpanggil untuk ikut berenang bersama."ucap pria itu dengan nada suara lembut


Saat setelah selesai dengan perlengkapan melukisnya,Rui kemudian berbalik untuk melihat wajah pria itu,


"Maaf tuan,memang kolam air terjun ini bukanlah milik Rui jadi kalau tuan masih ingin berenang,ya, silahkan saja Rui permisi."ucap Rui sambil tersenyum kecil dan ingin pergi


"Tunggu,nona Rui,nama kamu Rui kan,nama aku Zen,salam kenal."ucap pria itu yang bernama Zen saat menghentikan langkah Rui


"Jierui, panggil aku Rui dan sepertinya tuan tidak memperhatikan cincin yang melingkar dijari manis ini, panggilan nona sangat tidak pantas untuk seorang wanita yang sudah menikah,jadi permisi."ucap Rui yang langsung pergi dari kolam air terjun itu dan meninggalkan Zen disana.


Jierui, tidak disangka wanita itu sudah menikah,aku sangat penasaran dengan siapa ,pria yang sangat beruntung itu, aku akan membunuh suaminya lalu menggantikan posisinya.fikir Zen sambil tersenyum kecil memperlihatkan gigi taringnya


Kini Rui sudah kembali ke rumah,Rui langsung disambut oleh yu yang sangat khawatir,


"Nyonya, dari mana saja,rambut nyonya basah,apa terjadi sesuatu hal kepada nyonya."ucap yu yang tidak ada jeda membuat Rui sangat pusing.


"Yu, tenanglah aku baik-baik saja, sekarang aku sangat lapar,boleh aku makan sekarang."ucap Rui sambil memegang dahinya yang sedikit pusing.


"Hah, astaga maaf nyonya , baiklah yu akan mempersiapkan semuanya, nyonya tunggu saja didalam kamar."


Rui hanya menganggukkan kepalanya saja sedangkan yu langsung bergegas pergi menuju dapur untuk mengambil makanan.


_______________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2