SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
mengadu kepada suami


__ADS_3

Ya,Rui mengautopsi tubuh pelayan yang mati semalam,dan juga benda yang dia bawa, pelayan itu membawa sebuah perhiasan giok cantik,


Acara makan bersama pun dimulai, Zhang Ziyi makan sangat lahap, begitu juga dengan Zhang Junda,bayi itu sedang memegang makanannya yang membuat baju yang dipakainya menjadi kotor.


Rui membiarkan hal itu,banyak tatapan mata yang seakan mengatakan kalau Rui tidak bisa mengurus anak,ibu bodoh dan lain sebagainya,Rui tidak perduli, penyakit hati memang susah obatnya,apa lagi hati busuk seperti para selir dari kaisar Zen.


"Nanti kalau suamiku sudah sampai dikekaisaran Han ini, tolong mata kalian dijaga ya, takutnya mata kalian itu akan melompat keluar saat melihat kaisar Zhang Fei Hung."ucap Rui disela makannya.


Memang dikekaisaran Han ini belum pernah ada yang melihat kaisar Zhang Fei Hung,tapi dari penjuru seluruh kekaisaran, Kaisar Zhang Fei Hung terkenal dengan kaisar tiran dan tampan,tapi dia juga paling ditakuti karena dalam hal membunuh , Kaisar Zhang Fei Hung tidak pandang bulu.


Saat akan selesai makan,Rui mengeluarkan gelang giok itu dan memberikannya kepada kaisar Zen.


"Yang mulia Kaisar Han Zen,dengan gelang giok yang Rui temukan ditubuh pelayan itu, Rui meminta keadilan untuk putraku yang masih bayi ini karena dia sudah menjadi korban percobaan pembunuhan dan pastinya orang yang sudah menyuruh sang dayang pun masih berkeliaran didalam istana ini dengan sangat bebas,Rui hanya memperingatkan bahwa orang itu bisa melakukannya pada Rui dan Zhang Junda, jadi tentu saja orang itu juga bisa melakukannya kepada bayi-bayi yang lain."


"Baiklah Rui'er, kaisar ini pasti akan mengusutnya."


Rui pun langsung bergegas ingin pergi dari ruangan makan bersama itu ,tapi seorang Kasim tiba-tiba datang.


"Yang mulia,ada seseorang datang dan membuat kekacauan dikekaisaran kita."


Hah,itu pasti suamiku.fikir Rui


Kaisar Zen pun langsung bergegas pergi keluar istana untuk melihat kekacauan seperti apa yang bisa dibuat oleh kaisar Zhang Fei Hung.


Rui pun juga keluar dari dalam istana dengan menggendong Zhang Junda yang masih mengemut makanan ditangannya dengan baju yang kotor.


Kaisar Zhang Fei Hung bersama Huang sedang memporak porandakan rumah-rumah penduduk yang dekat dengan istana,dia juga sudah membunuh banyak orang.


Kaisar Zen pun sangat geram dibuatnya, kaisar Zen langsung mengeluarkan Gin dan terbang kearah kaisar Zhang Fei Hung yang sedang mengamuk.


Rui yang melihat hal itu pun langsung mengeluarkan Yuan untuk menjadi penengah antara Huang dan Gin,dan Rui langsung berdiri ditengah halaman istana kekaisaran Han sambil berteriak.


"Zhang Fei Hung."ucap Rui dengan nada suara tinggi dengan wajah gelapnya.

__ADS_1


Kaisar Zhang Fei Hung yang mendengar suara Rui pun langsung mencari arah suara tersebut, saat sudah melihat Rui dari jauh, Kaisar Zhang Fei Hung langsung bergegas pergi menuju kearah Rui.


"Rui'er."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya


Membuat setiap wanita yang melihatnya pun terpana termasuk para penghuni istana kekaisaran Han.


Kaisar Zhang Fei Hung melesat cepat kearah Rui lalu mengangkat dan memeluk tubuh pangeran Zhang Ziyi lalu baru dia memeluk tubuh Rui erat-erat sambil terus menciumi wajah cantik Rui dan kedua putranya itu.


"Kalian tidak apa-apa, sayang?."


"Kami tidak apa-apa,."ucap Rui


Kaisar Zhang Fei Hung langsung tertegun sejenak saat melihat kearah Zhang Junda yang sedang sibuk mengemut makanannya dengan baju yang masih kotor.


"Da'er, bajunya kotor sekali?."


"Iya, da'er masih ingin mengemut makanannya yang mulia Kaisar."


"Em,iya ayahanda."ucap Zhang Ziyi sambil menganggukkan kepalanya


Mereka pun langsung bergegas pergi menuju kearah kamar tempat Rui menginap lalu kaisar Zhang Fei Hung membantu menggantikan baju Zhang Junda dengan baju bersih,juga mengelap wajahnya yang sudah banyak sisa-sisa makanan.


Zhang Junda sangat terlihat senang saat wajahnya di bersihkan oleh sang ayah, Kaisar Zhang Fei Hung langsung mencium wajah menggemaskan itu, sedangkan Zhang Ziyi langsung tertidur pulas didalam peluka Rui,


"Ziyi'er seperti terlihat sangat lelah, Rui'er?."


"Iya, yang mulia Kaisar,tadi Ziyi'er sudah memulai aktivitas dengan melatih ilmu beladirinya, sekarang sudah merasa lelah."


Kaisar Zhang Fei Hung hanya menganggukkan kepalanya saja , kaisar Zhang Fei Hung hatinya sudah melunak untuk pangeran Zhang Ziyi,dia sudah menerima Zhang Ziyi sebagai putra pertamanya,cinta memang bisa membolak balikan hati, walaupun Kaisar Zhang Fei Hung adalah seorang yang keras tapi dengan kesabaran dan kelembutan Rui, tembok pertahanan itupun lenyap.


Tidak akan ada yang mengira sekarang Kaisar Zhang Fei Hung sudah menjadi idola bagi setiap anak diseluruh kekaisaran Zhang.


Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung mengambil pangeran Zhang Ziyi untuk dia pindahkan keatas tempat tidur, sedangkan Rui bertukar dengan mengendong Zhang Junda dan mengikuti kaisar Zhang Fei Hung dari belakang.

__ADS_1


Rui juga meletakan Zhang Junda diatas tempat tidur lalu menyusuinya,saat melihat adegan itu, kaisar Zhang Fei Hung mendekati Rui dan ikut merebahkan tubuhnya dibelakang tubuh Rui.


"Rui'er, kaisar ini cemburu dan iri hati terhadap da'er,Hem."ucap Kaisar Zhang Fei Hung sambil menggigit ujung telinga Rui


"Yang mulia Kaisar,sama putranya sendiri saja cemburu, nanti setelah da'er selesai,baru."


"Hah,baru gantian kaisar ini ya Rui'er."


"Ih,siapa bilang,Baru da'er tidur pulas, begitu maksud Rui,huh."ucap Rui dengan wajah meledek kearah kaisar Zhang Fei Hung


Kaisar Zhang Fei Hung langsung mencium bibir Rui.


"Apa mereka yang ada didalam istana kekaisaran Han ini memperlakukan Rui'er dan anak-anak dengan baik sayang."


"Hem, untuk paman zu dan kaisar Han Zen mereka sangat baik,tapi untuk para selir kemarin baru sampai saja ada yang mengirim pembunuh untuk membunuh anak-anak,lalu tadi saat dijamuan makan ada beberapa selir yang menginginkan anak-anak kita,mereka kira da'er adalah anak dari kaisar Han Zen,huh mereka terlalu picik."


Saat mendengar ucapan dari mulut Rui, darah Kaisar Zhang Fei Hung langsung mendidih, membahayakan orang yang ia cintai.


"Tenang saja sayang ku, Rui'er,mulai hari ini kita kembali pulang saja,ya."


"Hem, sepertinya tidak bisa yang mulia Kaisar,Rui sudah berjanji untuk membantu menyembuhkan kaisar Zen , bukankah Rui sudah memberitahukan kepada ayahanda untuk meminta yang mulia Kaisar kesini dua hari lagi, kenapa datang sekarang?."


"Iya,tapi kaisar ini tidak bisa jauh dari Rui'er, ayahanda juga pasti mengerti."


"Hem, baiklah, yang mulia Kaisar istirahat lah dulu, bukankah yang mulia Kaisar baru sampai?."


"Iya sayang ku, Rui'er, bagaimana kalau temani kaisar ini membersihkan diri."


_______________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2