SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
memuji dirinya sendiri


__ADS_3

"Benar memang dia sangat berbakat seperti yang sudah yang mulia Kaisar katakan,mata yang mulia kaisar sangat jeli dalam mengamati sesuatu."ucap Rui sambil tersenyum kecil


"Tentu saja,kalau mata ku ini tidak jeli, aku tidak akan bisa melihat kamu dari ribuan wanita yang ada didunia ini , Rui'er,dan yang pasti mata kaisar ini lebih baik dari yang dimiliki oleh Yuan,jadi lain kali mintalah pendapat suamimu ini dulu sayangku."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah sedikit cemburu,hanya sedikit


"Yang mulia Kaisar adalah seorang yang sangat penting dan sibuk, Rui hanya tidak ingin menganggu kegiatan yang mulia." Ucap Rui sambil menundukkan kepalanya.


"Aku lebih memilih untuk diganggu kamu sayang dari pada kamu meminta orang lain untuk bersama kamu seperti Yuan itu." Ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan sedikit mencubit dagu Rui dan mencium bibirnya singkat.


"Baiklah, yang mulia Kaisar,dimasa depan Rui akan meminta bantuan kepada yang mulia Kaisar dulu kalau begitu."ucap Rui sambil tersenyum senang


"Itu baru benar, Rui'er."ucap Zhang Fei Hung sambil menganggukkan kepalanya


Rui kembali ketopik pertamanya,melihat lukisan.


"Hem,coba Yang mulia Kaisar lihat lagi lukisan ini,apa ada yang salah dari lukisan ini?."ucap Rui dengan nada suara lembut


"Apa yang dimaksud oleh Rui?."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah bingungnya


"Lukisan ini bisa memperlihatkan banyak hal,coba yang mulia Kaisar lihat dibagian sini,,Rui menunjukan kelukisan yang berisikan tentang suasana pasar yang ramai,, didekat pasar,ada rumah bordil bukan,dan yang mulia Kaisar bisa lihat siapa saja yang akan memasuki rumah bordil ini?."


Ucap Rui menjelaskan tentang kondisi didalam lukisan.


Sedangkan kaisar Zhang Fei Hung baru menyadari bahwa didalam lukisan itu ada gambar seseorang yang memakai baju dengan gantungan batu giok ,dan dibatu giok itu terukir lambang keluarga dari selir peiyu,


"Ini ayah selir peiyu,dia tentu tidak salah Rui'er, siapapun pria yang memiliki uang diperbolehkan masuk kerumah bordil."


"Tapi coba yang mulia Kaisar lihat lagi suasana pasar didalam lukisan ini,ada banyak penjual sayur mayur disana,itu berarti,bukankah ini masih pagi hari yang mulia,karena setahu Rui,pasar yang menjual sayuran hanya terjadi saat pagi sampai siang hari,dan penjual sayur mayur yang berada didalam lukisan ini,dia sedang merapikan dagangannya untuk pergi pulang, itu berarti,."


"Lukisan ini dibuat saat siang hari , Rui'er, seorang pejabat kekaisaran datang ke rumah bordil disiang hari,ini benar-benar tidak bisa dianggap enteng, sayang."


"Ya,tentu saja dan akan menjuru kekinerja yang mulia Kaisar, karena pasti semua rakyat dikekaisaran ini berfikir kalau yang mulia Kaisar sama saja seperti mereka."


Kaisar Zhang Fei Hung sangat geram saat mengetahui tentang hal ini,Rui pun langsung menggenggam tangan kaisar Zhang Fei Hung.


"Yang mulia Kaisar, untuk saat ini tidak boleh gegabah."ucap Rui sambil menenangkan diri sang suami.


"Lalu apa yang ingin kamu lakukan untuk melanjutkan investigasi kasus pelukis ini, sayangku?."ucap Zhang Fei Hung dengan berusaha menenangkan diri sendiri.


"Hari ini baru menjelang siang,aku akan pergi ke pasar dan memastikan kalau lukisan ini berkata benar."


"Aku ikut Rui'er,."


"Tapi yang mulia Kaisar harus janji satu hal pada Rui."

__ADS_1


"Apa Rui'er?."


"Yang mulia Kaisar tidak boleh gegabah, harus bisa bersabar,ya."


"Hem, baiklah,demi istri kecilku yang pintar ini."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya


"Terimakasih yang mulia Kaisar."


Sedangkan ditempat lain,dikebun belakang Huang dan Yuan sedang berdiskusi.


"Yuan,itu pelayan yang dulu bekerja untuk selir peiyu,bukan?."ucap Huang sambil menunjuk kearah pelayan su yang sedang mencabut rumput.


"Ya,kalau kamu tahu,mengapa mesti kamu tanyakan?."ucap Yuan dengan santai


"Ais,kamu,kenapa sangat bersikap seolah kita tidak pernah berteman hah."


"Aku tidak pernah mau berteman dengan siapapun, kecuali nyonya Riu,jadi kenapa aku harus berteman dengan naga busuk seperti kamu,hah."


"Ais,kenapa mesti nyonya Rui yang terikat kontrak dengan kamu,uh."


Setelah itu Huang melihat kearah pelayan tadi.


"Yuan, pelayan itu sudah gila apa, tangannya sudah berdarah tapi dia masih mencabuti rumput?."


Tak lama kemudian datanglah Rui dan Zhang Fei Hung menghampiri mereka.


"Yuan."ucap Rui


"Iya, nyonya ku yang cantik."ucap Yuan yang tanpa sadar sudah membangunkan binatang buas yang ada didalam tubuh Zhang Fei Hung.


Sedangkan Rui masih harus menjadi penengah antara Yuan dengan suaminya sendiri.


"Sudahlah yang mulia Kaisar, tidak perlu seperti ini,."ucap Rui dengan nada membujuk


"Hah, baiklah Rui'er."ucap Zhang Fei Hung dengan nafas panjang.


Rui pun langsung tersenyum.


"Yuan,aku dan kaisar akan pergi,kamu kembali kedalam cincin ruang,dan untuk yang mulia Kaisar sebaiknya berganti pakaian dulu."


"Baiklah Rui'er,aku akan masuk keruangan cincin ruang dulu sebentar."ucap Zhang Fei Hung yang langsung menghilang bersama dengan Huang.


Sedangkan kini Rui sedang memanggil pelayan su.

__ADS_1


"Su."


"Ya, nyonya."


"Cukup mencabut rumputnya,kamu pergilah memasak kalau sudah selesai lakukan pekerjaan seperti pelayan pada umumnya."


"Baiklah nyonya."


Pelayan su pun langsung bergegas pergi menuju kearah pintu dapur.


Tak lama kepergian pelayan su, Zhang Fei Hung sudah kembali dengan tampilan barunya, berbeda dengan Rui yang memakai penutup kepala,kalau kaisar Zhang Fei Hung memilih menggunakan sebuah topeng.


"Hayo , Rui'er."


"Ayo."


Mereka pun langsung menghilang dari kebun belakang kediaman Rui.


Sedangkan saat ini dipasar yang ingin dikunjungi oleh kaisar Zhang Fei Hung dengan Rui , sudah ada ayah dari selir peiyu yang sedang ingin mengunjungi rumah bordil.


Ayah dari selir peiyu pun datang tidak sendiri,ada juga seorang menteri lain dan juga ada seorang jendral,mereka sangat menikmati hari bersama sambil berdiskusi tentang keuntungan yang akan mereka peroleh.


Kaisar Zhang Fei Hung dengan Rui pun baru saja tiba,mereka berdua masih memantau para menteri dan jenderal itu dari kejauhan.


"Brengsek mereka semua."ucap Zhang Fei Hung yang sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri


Sedangkan Rui masih sangat tenang,tak lama Rui baru buka suara.


"Yang mulia Kaisar,mau tetap disini atau ikut kedalam bersama?."ucap Rui dengan nada suara santai


"Tapi kamu itu wanita terhormat, Rui'er, tempat itu tidak pantas untuk kamu datangi sayang."


"Hem, baiklah."ucap Rui sambil meminta Yuan untuk keluar dari dalam cincin ruang miliknya.


"Nyonya."


"Yuan,pergilah kedalam dan pesan ruangan disebelah ruangan para menteri itu,bawa juga sikecil ini bersama kamu."ucap Rui sambil tersenyum kecil dan mengeluarkan kalajengking dewa kecil untuk pergi bersama yuan.


_________________________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2