
Zhang Junda pun terlihat sangat senang dengan perhatian dari ayahandanya itu, Zhang Junda langsung mengangkat bokong semok montok miliknya untuk dapat meraih tangan sang ayah.
Paman Zu dan kaisar Zen merasa sangat iri.
"Kalau Zhang Junda ini,anak kandungnya sendiri kan."ucap paman zu yang ingin menggoda Zhang Fei Hung.
Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung berwajah gelap sekarang.
"Rui'er hanya disentuh oleh kaisar ini dan kemanapun Rui'er pergi, Kaisar ini selalu mengikutinya dan juga Kaisar ini sendiri yang melakukan persalinan kelahiran Zhang Junda,jadi tentu saja da'er adalah anak kandung kaisar ini."ucap Zhang Fei Hung dengan tatapan tajam.
"Hahahaha, baiklah,aku hanya bercanda, Zhang Junda sangat mirip dengan kalian berdua,Hem, Rui, sempatkanlah berkunjung kekaisaran Qing,."ucap paman zu sambil mencairkan suasana
"Baiklah paman, kekaisaran Han berdekatan dengan kekaisaran Qing, mungkin kami bisa mampir sebentar disana."ucap Rui sambil menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung
Sedangkan kaisar Zhang Fei Hung hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Sedangkan ditempat lain pangeran Zhang Ziyi sedang berjalan-jalan dengan Yuan dan Huang disebuah pasar yang tampak sangat ramai pengunjung.
"Paman Yuan, sebenarnya apa yang ingin dibicarakan oleh ibunda bersama mereka?." Ucap Zhang Ziyi dengan wajah murung.
"Yuan tidak tahu pangeran."
"Begitu juga dengan paman Huang, pangeran."
Yuan dan Huang sebenarnya tahu tapi mereka memilih untuk diam.
"Hem,aku tahu kalau kalian berdua tidak mudah untuk membuka suara."
Mungkin saja menurut sebagian orang, Zhang Ziyi masih anak kecil, tapi sebenarnya Zhang Ziyi sangat memahami apa yang terjadi,dia adalah anak yang pintar bisa mengerti tentang perasaan sang ibunda.
"Ibunda Jierui hanya ingin yang terbaik untuk yang mulia pangeran,dia melakukan hal ini karena tidak ingin menyakiti hati pangeran." Ucap Yuan dengan nada suara lembut
Zhang Ziyi pun langsung terdiam dan tertunduk lesu,apa yang dikatakan Yuan memang benar, Jierui sangat mencintainya,bahkan setelah adanya sang adik,kasih sayang dari ibunda Jierui tidak berubah.
Kini pangeran Zhang Ziyi menatap kearah Yuan.
"Terimakasih paman Yuan, maaf kalau aku terlalu banyak berfikir."ucap Zhang Ziyi dengan wajah murung.
__ADS_1
"Pangeran tidak salah jika bertanya hanya saja percayalah bahwa apa yang dilakukan oleh ibunda Jierui hanya untuk melindungi pangeran."ucap Yuan dengan nada suara lembut
"Iya, ibunda memang sangat mencintai Ziyi, suatu saat nanti Ziyi yang akan menjadi pelindung untuk ibunda."ucap Zhang Ziyi sambil menggenggam tangan kecilnya.
Yuan dan Huang hanya tersenyum mengerti melihat pangeran Zhang Ziyi sangat antusias.
Saat mereka kembali keistana, Zhang Ziyi langsung berlari kedalam ruangan pertemuan yang masih ada kaisar Zhang Fei Hung,Rui , kaisar Zen dan paman Zu.
Zhang Ziyi langsung berlari mendekat kearah Rui lalu memeluknya dengan sangat erat.
"Ziyi sangat mencintai ibunda."ucap Ziyi sambil menaruh kepala kecilnya dipundak Rui
Rui pun langsung membalas pelukan erat dari Zhang Ziyi.
"Ibunda juga mencintaimu Ziyi'er, apa ada sesuatu yang mengganggu perasaanmu." Ucap Rui dengan nada suara lembut sambil mengusap pipi Zhang Ziyi
"Tidak ada ibunda,."ucap Zhang Ziyi sambil menggelengkan kepalanya
Paman Zu dan kaisar Zen hanya menatap kearah Zhang Ziyi yang sangat manja dengan Rui.
Zhang Junda terlihat sedang memanyunkan bibirnya yang mungil dan merah, dia juga ingin seperti itu dengan ibundanya tapi dekapan sang ayahanda sangat erat, baiklah mungkin dia akan mengalah kali ini.
Hingga pipinya terlihat menggelembung bagaikan tupai yang menyembunyikan kacang didalam mulutnya,bayi itupun terlihat semakin menggemaskan.
Tak lama selir Xianlun datang dan masuk kedalam ruangan pertemuan tersebut,dia langsung menghadap kepada kaisar Zen sang suaminya sambil membungkuk dan memberikan hormat.
"Salam yang mulia."ucap selir Xianlun dengan nada suara lembut
"Salam diterima,ada apa selir datang kesini?."ucap kaisar Zen
"Yang mulia,maaf sebelumnya, bolehkah selir yang rendah ini mengajak pangeran Zhang Junda bermain ."ucap selir Xianlun dengan nada suara lembut
Kaisar Zen langsung menatap kearah Rui untuk meminta persetujuan,Rui pun menatap kearah selir Xianlun dengan tatapan mata menyelidik, begitu pula dengan kaisar Zhang Fei Hung.
"Kaisar ini tidak menyetujuinya,maaf kaisar Zen , kaisar ini bukannya tidak percaya tapi demi keamanan Zhang Junda dan Zhang Ziyi selama disini, sebagai ayah mereka, kaisar ini hanya percaya dengan Rui'er yang bersama mereka."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan menatap kearah selir Xianlun
Kaisar Zhang Fei Hung tidak mudah percaya dengan orang lain,apa lagi menyangkut tentang sang anak .
__ADS_1
Sedangkan selir Xianlun tampak sangat kesal sambil mengepalkan tangannya yang berada disamping tubuhnya.
"Ah, mohon maaf kalau selir ini sudah sangat lancang, yang mulia."ucap Selir Xianlun sambil menutupi rasa kesalnya
"Kalau kamu tidak ada keperluan lain,lebih baik Kamu kembali kekediaman mu sekarang."ucap kaisar Zen dengan nada suara dingin
"Baiklah yang mulia."
Sial,bayi menggemaskan itu tidak mudah didekati,.fikir selir Xianlun yang langsung pergi meninggalkan ruangan itu .
Diluar ruangan selir Xianlun tampak sedang mengobrol dengan dayang kepercayaannya.
"Nona seharusnya tidak gegabah seperti tadi."ucap sang pelayan yang mencoba menasihati selir Xianlun
"Ah,tadi bayi itu sangat menggemaskan, aku menginginkannya, pipinya yang tembem sambil mengunyah kue bulan, astaga, aku sangat tidak tahan untuk mencubit pipinya."
"Iya,hamba mengerti nona, tapi tadi sepertinya ayah dari bayi itu sangat bersikap waspada."
"Hem,aku akan meminta kaisar Shang Bowen secepatnya merebut bayi mungil itu untuk aku."
Pelayannya pun hanya bisa menghela nafas panjang bagaimana tidak,nonanya ini menginginkan anak orang lain padahal bukankah dia bisa mendapatkan seorang anak juga dari kekasihnya kaisar Shang Bowen.
Hari pun sudah mulai malam, Zhang Junda dan Zhang Ziyi sudah tertidur pulas, sedangkan Rui dan kaisar Zhang Fei Hung masih duduk diatas sebuah gazebo yang berada dihalaman belakang kamar yang mereka tempati.
"Yang mulia Kaisar sangat peka terhadap selir Xianlun tadi ."ucap Rui sambil menuangkan teh kedalam cangkir untuk kaisar Zhang Fei Hung
"Itulah tugasnya seorang suami sekaligus ayah."ucap Zhang Fei Hung yang langsung memeluk pinggang ramping Rui dan mencium bibirnya.
"Apa kita akan melakukan sesuatu kepada Selir Xianlun itu, yang mulia Kaisar?."
"Nanti saja Rui'er, kaisar ini tidak akan berbelas kasih."
Rui hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan melanjutkan aktivitasnya melahap bibir manis kaisar Zhang Fei Hung.
____________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)