SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
harus patuh


__ADS_3

Li langsung bertelepati dengan Rui yang masih berada dikekaisaran Qing, Rui pun meminta yu untuk bersiap pulang, mereka berdua berkemas dan bersiap pulang,dengan menaiki Yuan, Rui dan yu pergi menuju kekaisaran Zhang.


Yuan memaksa untuk memberikan tumpangan kepada Rui.


"Yuan,maaf telah merepotkan kamu."ucap Rui dengan nada suara lembut


"Nyonya jangan seperti itu, keadaan nyonya sedang mengandung jadi Yuan tidak mau nyonya menjadi lelah."ucap Yuan dengan sangat tulus ,Yuan sangat mengerti tentang kondisi tubuh Rui sekarang,apa lagi Rui baru selesai mengeluarkan tenaga dalam yang sangat besar.


Rui pun hanya tersenyum mengerti.


Sedangkan ditempat lain, diistana kekaisaran Zhang, tabib Heng sudah sangat bingung,tubuh kaisar Zhang Fei Hung tidak mau bereaksi dengan semua pengobatan yang dilakukan oleh tabib Heng.


Jingguo dan Mey pun sudah datang untuk memeriksa kondisi tubuh menantunya itu, jingguo sudah mencoba metode yang dia tahu,Mey pun juga sudah meracik ramuan yang sudah dia kenali untuk luka yang ada disekujur tubuh menantunya itu.


"Bagaimana, suamiku?."ucap Mey dengan suara lembut


Jingguo hanya menggelengkan kepalanya.


"Kita hanya perlu menunggu keajaiban."ucap jingguo dengan wajah pasrah


Sedangkan Rui masih diatas tubuh Yuan sambil berbaring tertidur pulas sehabis meminum ramuan penambah tenaga,yu pun menjadikan kedua pahanya untuk bantalan kepala Rui.


Yuan melesat cepat seperti meteor,


malam pun semakin larut, hingga menjadi pagi dini hari,angin embun pun mulai bertebaran,Yuan baru memasuki wilayah kekaisaran Zhang,Rui perlahan membuka matanya.


"Nyonya,kita sudah mau sampai."ucap Yuan


"Iya, Yuan kita langsung pergi kekediaman naga."ucap Rui sambil berdiri dari tidurnya yang lumayan nyenyak.


"Baiklah nyonya."


Setelah sampai dikediaman naga,didepan pintu masuk ada Kasim go,Li dan tabib Heng, mereka menyambut kedatangan Rui, dari jauh Mey berlari kecil kearah sang putri tercintanya itu.


"Rui'er sayangku."ucap Mey yang sambil memeluk tubuh Rui


"Ibunda,ada apa?."


"Tidak sayang,ibunda hanya rindu."ucap Mey sambil menyaka air matanya sendiri


"Ibunda, Rui ingin melihat keadaan yang mulia Kaisar dulu ya, nanti kita bicara lagi."

__ADS_1


"Iya Rui'er, yang mulia Kaisar Zhang Fei Hung sedang melawan rasa sakit didalam ruangan ditemani oleh ayahanda."


"Baiklah ibunda."


Rui pun pergi kedalam ruangan naga bersama Mey dan tabib Heng, sedangkan Li dan Kasim go berada didepan pintu untuk berjaga.


Rui mendekati tempat tidur dan melihat sang ayah sedang berusaha keras untuk menyembuhkan kaisar Zhang Fei Hung.


"Rui'er, ayahanda sudah melakukan yang terbaik."ucap jingguo dengan helaan nafas panjang


"Terimakasih atas bantuan ayahanda dan semuanya,sampai bisa membuat yang mulia Kaisar bertahan sampai sekarang."ucap Rui dengan nada suara lembut


Semua orang yang berada didalam sana pun langsung terlihat sangat senang,


Rui langsung mendekati sang suami,meraba wajah tampan Zhang Fei Hung, lalu Rui menggenggam tangan kaisar Zhang Fei Hung sambil mencium bibirnya.


Rui menghisap semua racun yang berada didalam tubuh kaisar Zhang Fei Hung,semua orang yang berada didalam ruangan itu langsung terpana dengan teknik pengobatan Rui , mungkin kalau pria lain Rui tidak akan mau menggunakan cara yang sama.


Setelah selesai menghisap semua racun yang berada didalam tubuh kaisar Zhang Fei Hung,Rui mengambil sebuah botol ramuan dari dalam cincin ruang miliknya, ramuan obat penyembuh keabadian.


Rui meminumkan itu semua kedalam mulut kaisar Zhang Fei Hung, setelah selesai, wajah kaisar Zhang Fei Hung memperlihatkan ekspresi ingin sadarkan diri dengan perlahan mengerutkan keningnya.


Lalu saat membuka matanya, kaisar Zhang Fei Hung langsung menarik Rui lalu memeluk tubuh Rui erat-erat,masih dalam posisi berbaring.


"Iya yang mulia Kaisar,ini Rui."ucap Rui sambil tersenyum senang


"Rui'er baik-baik saja kan."


"Bukankah yang seharusnya bertanya seperti itu adalah Rui yang mulia Kaisar?."


"Hem, kaisar ini hanya perduli dengan Rui'er saja, bahkan kaisar ini tidak perduli dengan dirinya sendiri ."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan nada suara lemah


Sekarang semua orang yang tadinya ikut berada didalam kediaman naga itu,kini sudah undur diri untuk memberikan sedikit ruang bagi Rui dan kaisar Zhang Fei Hung.


"Yang mulia Kaisar kenapa?,apa yang sudah terjadi?."ucap Rui sambil menatap wajah tampan Zhang Fei Hung yang sangat pucat sambil menyentuh wajah tampan itu.


"Tidak terjadi apa-apa sayang, Rui'er,anak kita bagaimana keadaannya?."ucap Zhang Fei Hung dengan suara serak sambil menyentuh perut sang istri


"Anak kita baik, yang mulia Kaisar."ucap Rui sambil tersenyum kecil dan memegang tangan kaisar Zhang Fei Hung yang sedang berada diatas perutnya.


"Rui'er, tidak pergi lagi ,kan."ucap Zhang Fei Hung sambil mencium punggung tangan Rui.

__ADS_1


"Hem, tidak yang mulia Kaisar, sekarang berendam didalam bak mandi dulu,Rui siapkan air rendaman yang sudah diberikan ramuan ya."ucap Rui dengan nada suara lembut sambil bergegas bangun dan berdiri sambil membenarkan pakaiannya.


"Ditemani Rui'er kan."


"Iya."


Kaisar Zhang Fei Hung pun merasa sangat senang sekali, Rui membopong tubuh suaminya itu kearah pemandian, membantu Zhang Fei Hung masuk kedalam bak mandi dan menyeka punggung Zhang Fei Hung.


"Rui'er."ucap kaisar Zhang Fei Hung sambil mencium bibir Rui


"Yang mulia Kaisar, fokuslah."


"Tapi,suami menginginkan Rui'er."


"Sembuh dulu dan harus patuh, mengerti."


"Hem, baiklah sayangku."


Setelah beberapa jam,Rui baru kembali kedalam pemandian,dengan membawakan Makanan untuk Zhang Fei Hung yang masih didalam bak mandi.


Kaisar Zhang Fei Hung menampilkan wajah murung, sedangkan Rui mulai menyuapi suaminya itu.


"Rui'er,berapa lama lagi?."ucap kaisar Zhang Fei Hung yang sedang menerima suapan dari Rui


"Dua hari."Ucap Rui singkat


"Hah, Rui'er,kenapa lama sekali."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan nada suara lirih


"Ini sudah sangat bagus,kalau orang lain malah harus dua bulan, yang mulia Kaisar sangat beruntung kali ini."ucap Rui dengan nada suara lembut


Kaisar Zhang Fei Hung langsung tertegun sejenak,


"Rui sudah tahu apa yang sudah yang mulia Kaisar lalui kemarin,kenapa tidak meminta bantuan Huang?."ucap Rui sambil menyuapi suaminya itu


"Hem, kaisar ini kira kalau mudah untuk menghadapi mereka,tapi,,"Ucap Zhang Fei Hung yang terpotong saat dia melihat kearah Rui yang sudah berwajah gelap.


Rui memasukan makanan kedalam mulut suaminya itu dengan suapan yang sangat besar.


"Jadi, yang mulia Kaisar meremehkan musuh ,lalu akhirnya menjadi seperti ini, apa yang mulia Kaisar ingin bayi yang sedang berkembang didalam tubuh Rui ini lahir tanpa ayah dan suatu hari nanti anak ini akan memanggil pria lain dengan sebutan ayahanda,mau,iya,Hem."ucap Rui yang sedang menahan amarahnya


_______________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2