
"Apa, maksud kamu?."
"Karena perbuatan yang sudah kamu buat, pelukis itu meminta bantuan kepada orang yang sangat dia cintai, kakaknya sendiri untuk mencari warna yang sama dengan warna yang sudah kamu curi,dan sang kakak dari pelukis ini memilih bunga darah karena warna yang hampir sama,tapi sang pelukis tidak menyangka kalau bunga darah itu melambangkan penghinaan,saat membuat pewarna dari bunga darah,kalau hanya mengekstrak beberapa tangkai bunga tidak menjadi masalah,tapi satu lukisan butuh lebih dari itu,kalian mau tahu apa yang akan terjadi dengan orang yang mengekstrak bunga darah terlalu banyak,hah."ucap Rui dengan wajah yang penuh dengan kebencian.
Setelah mendengar ucapan dari mulut Rui, pelukis itu langsung terduduk lesu diatas lantai
"Kakak, tidak, tidak mungkin,,."ucap sang pelukis itu sambil menangis tersedu-sedu, karena sekarang dia sudah tahu jawaban akan pertanyaannya, kenapa dia diminta untuk tidak kembali kedesa tempat asalnya dan diminta untuk pergi ketempat lain.
Ternyata,dengan dia kembali kedesa,dia akan terluka lagi karena Kakak yang sudah sangat dia rindukan,telah tiada,setiap hari saat masih didalam sel,dia melukis gambar kakaknya, berharap dia masih bisa melihatnya disaat terakhir ,tapi kini saat kematian menjauh darinya ,malah sang kakak lah yang sudah pergi untuk selama-lamanya.
Rui memberikan sebuah pesan surat kepada sang pelukis, dari sang kakak yang ditinggalkan didalam rumah mereka, pelukis itu langsung membacanya dan menangis sejadi-jadinya.
Rui meminta kepada yang mulia Kaisar untuk membiarkan pelukis hebat itu dibawa pergi oleh Li untuk menenangkan diri, kaisar Zhang Fei Hung pun langsung mengiyakan saja apa yang istrinya mau.
Tapi ayah dari selir peiyu masih tidak terima dengan kenyataan ini,kalau sampai pelukis itu dibawa pergi,itu berarti dia benar-benar sudah berakhir.
"Yang mulia Kaisar,hamba tidak akan berani untuk melakukan hal sehina itu, tolong yang mulia Kaisar mempertimbangkan hal ini karena bagaimana pun,kita adalah keluarga bukan?."
"Keluarga?."ucap Zhang Fei Hung dengan langsung mengeluarkan aura membunuhnya yang bahkan lebih pekat dari milik Rui.
"Iya, bukankah kamu adalah menantu ku."
"Hahahaha,kamu percaya diri sekali,kita memanglah mertua dan menantu,tapi jangankan orang lain, keluarga yang satu darah dengan ku saja,bisa aku bunuh ,apa lagi kamu yang hanya seorang ayah mertua." Ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah dinginnya
"Tapi yang mulia Kaisar."ucap ayah selir peiyu
"Sudahlah,aku sudah bosan dengan drama ini,dan lagi pula aku sudah menyaksikan semua yang sudah keluarga kamu lakukan, semua korupsi dan semua penindasan yang kalian lakukan,aku kaisar Zhang Fei Hung meminta untuk semua keluarga menteri ayah dari selir peiyu, dihukum mati kecuali selir peiyu,dia akan dikurung di kediamannya,dan hukuman mati akan dilaksanakan hari ini juga,Kasim go."
"Iya yang mulia."
"Siapkan eksekusi ini,aku ingin semuanya cepat selesai,."ucap kaisar Zhang Fei Hung sambil berjalan mendekati Rui dan langsung mengambil tangan Rui untuk pergi dari aula pertemuan, sedangkan dari arah belakang,banyak sekali ucapan hinaan dan cacian dari mulut ayah selir peiyu.
__ADS_1
Selir peiyu hanya bisa diam dan dibantu oleh beberapa pelayan untuk kembali kedalam kediamannya.
Sedangkan Rui yang merasa diseret pun langsung ingin melepaskan diri dari kaisar Zhang Fei Hung.
"Yang mulia Kaisar, lepaskan,ini sakit."ucap Rui sambil menarik-narik tangannya
Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung berhenti berjalan lalu melirik kearah Rui.
"Rui'er, maafkan aku,mana yang sakit."ucap Zhang Fei Hung sambil meniup pergelangan tangan Rui dan mengecupnya.
"Yang mulia Kaisar mau bawa Rui kemana?." Ucap Rui sambil cemberut
"Kita akan menyaksikan eksekusi mati keluarga dari selir peiyu,apa Rui'er tidak menyukainya?."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya
"Hem, Rui ingin cepat bertemu dengan Ayahanda dan Ibunda."
"Iya, sayangku,tapi sebelum kamu pulang, kita lihat eksekusi mati dulu ya, nanti setelah ini aku akan membawa kamu bertemu orang tua kamu."ucap Zhang Fei Hung untuk menenangkan hati sang istri
"Eh,kapan kita membicarakan tentang menginap?."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah bercanda
"Aih, yang mulia Kaisar jangan bercanda,ih nyebelin banget sih,Rui aduin ya ke nenek." Ucap Rui dengan nada mengancam.
"Aduin ke nenek, Rui'er kaisar hukum tidak keluar kamar selama seharian penuh."ucap Zhang Fei Hung sambil mendekatkan wajahnya kewajah Rui,sampai kaisar Zhang Fei Hung harus sangat merunduk karena postur tubuh mereka yang sangat jauh.
Rui langsung berwajah merah.
"Yang mulia Kaisar, baiklah kita akan menginap disana ,kalau kaisar tidak mau menginap juga tidak apa-apa."ucap Rui sambil menjauhkan tubuh kaisar Zhang Fei Hung agar tidak terlalu dekat.
"Baiklah, kaisar ini akan memilih untuk ikut menginap."
"Tapi yang mulia Kaisar tidak boleh melakukan hal itu ya selama disana." Ucap Rui sambil tersenyum kecil
__ADS_1
"Baiklah."ucap kaisar Zhang Fei Hung
Rui tidak tahu saja,apa yang sudah ada didalam otak kaisar Zhang Fei Hung, Rui pasti memilih untuk melarikan diri Sekarang juga menuju tempat persembunyian yang sangat dalam.
Mereka pun berjalan berbarengan kearah tempat eksekusi mati keluarga dari ayah selir peiyu,disana sudah banyak sekali rakyat kekaisaran Zhang yang ingin menonton secara langsung eksekusi mati itu.
Banyak dari mereka yang mengatakan bahwa runtuhnya keluarga ayah dari selir peiyu sangat menguntungkan bagi kebanyakan orang karena keluarga itu terkenal sangat sombong.
Sekarang kaisar Zhang Fei Hung sudah duduk bersama dengan Rui,lalu kaisar Zhang Fei Hung langsung meminta eksekusi mati segera dimulai.
Seluruh keluarga dari selir peiyu dipenggal kepalanya secara berbarengan,Rui menonton eksekusi mati itu dengan tatapan santainya.
Membuat kaisar Zhang Fei Hung merasa penasaran.
"Rui'er sepertinya tidak terganggu dengan pemandangan seperti ini?,."ucap Zhang Fei Hung dengan tatapan menyelidik kearah Rui.
"Aku memang seorang tabib yang mulia Kaisar,tapi hobiku adalah membunuh orang yang bersalah."ucap Rui sambil menatap balik kearah kaisar Zhang Fei Hung.
"Aku ingin sekali memiliki seorang anak dari tubuhmu Rui'er."ucap Zhang Fei Hung sambil mengelus perut rata Rui.
Rui hanya diam,sambil masih Melihat kearah depan.
Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung mengambil wajah kecil Rui dan mencium bibirnya.
"Rui'er, cintai kaisar ini,."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah memohon.
Rui hanya tersenyum kecil dan mencium bibir kaisar Zhang Fei Hung,Rui tidak mau mengatakan kalau dia belum bisa mencintai suaminya ini,Rui hanya tidak mau menyakiti hati orang lain karena sakit hati tidak ada obatnya didunia ini.
___________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)