
"Rui'er,apa kamu yakin dengan pangeran Zhang Ziyi?."
"Kenapa nenek berkata seperti itu,apa karena dia anak dari selir Fengying?."
"Iya sayang,nenek takut kalau pangeran Zhang Ziyi akan membawa dampak buruk bagi anak yang sedang kamu kandung itu sayang."
"Nenek tidak perlu khawatir, pangeran Zhang Ziyi bukan halangan,."
"Baiklah terserah Rui'er saja,."
Rui dan ibu suri agung pun menghentikan pembicaraan mereka,kini ibu suri agung memilih untuk pamit kembali kekediamannya, sedangkan Rui pergi ketaman belakang.
"Rui'er,dimana ibu suri agung?."ucap jingguo yang melihat kearah Rui yang hanya berjalan sendiri
"Nenek memilih untuk kembali kekediamannya ayah."
"Hem begitu ya."
"Zhang Ziyi, kemarilah ibu memiliki sesuatu untuk kamu."
"Ah,apa itu ibunda."ucap Zhang Ziyi yang langsung pergi menuju kearah Rui
"Apa itu ibunda."
Rui pun mengeluarkan seekor harimau putih legendaris ilahi dari dalam cincin ruang miliknya, harimau itu berubah sebesar kucing.
"Ini untuk Ziyi'er dan pakai cincin ruang ini juga untuk Ziyi'er."
"Waah terimakasih ibunda,yey,nenek lihat-lihat ibunda memberikan ini kepada Ziyi, kakek juga lihat."
Mey dan jingguo juga sangat senang.
Lalu Rui berpamitan untuk kembali kekediaman naga, sesampainya Rui disana Li sedang berwajah murung.
"Kamu kenapa?."ucap Rui sambil menatap kearah Li
"Ah, nyonya untung saja nyonya sudah kembali,itu yang mulia Kaisar Zhang Fei Hung mencari nona terus.
"Li,Dimana nyonya mu itu, Li kamu jangan mencoba untuk membohongi aku ya." Ucap Zhang Fei Hung yang masih didalam pemandian sambil berteriak .
Rui kemudian memasuki pemandian dan melihat kaisar Zhang Fei Hung yang terlihat emosi.
"Bagaimana bisa cepat sembuh kalau tidak fokus seperti ini, Hem."
__ADS_1
"Ah, sayang ku Rui'er,kamu terlalu lama diluar sana dan kaisar ini disini sendirian, bukankah tadi Rui'er sudah berjanji akan pergi tidak lama."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah murung.
"Hem, bukankah Li sudah mengatakan kalau Rui sedang menyambut kedatangan nenek, bilang saja kalau yang mulia Kaisar takut Rui pergi lagi bukan dari istana ini." Ucap Rui dengan tatapan mata menyelidik
Kaisar Zhang Fei Hung langsung berwajah serba salah.
"Hem,iya Rui'er kaisar ini tahu hanya saja kaisar ini sedang ingin bersama Rui'er tercinta, sayangku bukankah kita sudah lama tidak bertemu bukan,satu menit kepergian Rui'er terasa seperti satu hari sayang."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah murung
Astaga,pria ini,kalau bukan suamiku sudah aku bunuh dia.fikir Rui
"Besok pagi yang mulia Kaisar sudah boleh keluar dari bak mandi ini,sabar saja."
"Iya sayang,asal Rui'er tidak meninggalkan kaisar ini lagi ya."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah penuh harap
"Hah, baiklah, astaga nak kamu memiliki ayah yang sangat manja nanti, semoga saja kamu tidak terkejut nantinya setelah melihatnya."ucap Rui sambil mengelus perutnya sendiri
Kaisar Zhang Fei Hung hanya tersenyum mengerti melihat istrinya itu.
Rui pun duduk disamping kaisar Zhang Fei Hung sambil melihat laporan yang diberikan oleh Li ,
"Rui'er,kenapa Li pulang lebih awal?."ucap kaisar Zhang Fei Hung sambil melakukan meditasi didalam kolam
"Fokus."
"Yuan yang meminta Li untuk kembali lebih awal karena Yuan merasakan aura mematikan dari tempat mereka mencari informasi tentang pria yang berhasil menjatuhkan tubuh yang mulia Kaisar sampai muntah darah,sudah jangan bertanya lagi,besok saja tunggu pengobatan ini selesai."
Kaisar Zhang Fei Hung hanya diam ,ingin sekali mulutnya itu terbuka dan bertanya kembali tapi ditahan supaya istrinya tidak marah-marah.
Rui kembali fokus dengan laporan yang masih ditangannya itu, setelah itu Rui membakar kertas laporan itu sampai menjadi debu, kaisar Zhang Fei Hung melihat hal itu, Zhang Fei Hung hanya pasrah,itu berarti dia tidak diperbolehkan untuk tahu isinya kalau tidak bertanya langsung kepada Rui.
Ais, Rui'er,kenapa dibakar, kaisar ini juga ingin membacanya.fikir kaisar Zhang Fei Hung sambil menangis didalam hatinya
Keesokan harinya Rui terbangun.
Rui tidur dalam posisi duduk disamping kaisar Zhang Fei Hung yang masih berendam,Rui berdiri dan melangkah kearah baju bersih yang Rui sudah siapkan untuk kaisar Zhang Fei Hung.
Lalu kembali kearah bak mandi.
"Yang mulia Kaisar bangunlah, bersihkan diri lalu kembali ketempat tidur,harus patuh."
Kaisar Zhang Fei Hung pun membuka matanya,lalu berdiri untuk keluar dari dalam bak mandi dan mengambil pakaian bersih dari tangan Rui,tapi kaisar Zhang Fei Hung menarik tangan istrinya itu untuk mandi bersama.
"Ah, yang mulia Kaisar belum sembuh total, tidak boleh lelah."ucap Rui sambil menahan tubuh suaminya itu
__ADS_1
"Hem, kaisar ini duduk dan Rui'er duduk dipangkuannya, bagaimana,itu tidak membuat Kaisar ini lelah sayang."ucap Kaisar Zhang Fei Hung dengan mencium bibir Rui
Rui pun langsung menghisap bibir kaisar Zhang Fei Hung,mereka berdua membersihkan diri sambil menikmati satu sama lain kaisar Zhang Fei Hung memangku Rui dengan memberikannya kenikmatan.
Setelah selesai Rui mencubit pipi kaisar Zhang Fei Hung karena sudah tidak patuh, kaisar Zhang Fei Hung hanya berpura-pura sakit saat Rui mencubit pipinya.
Merekapun kembali kedalam kamar dan kaisar Zhang Fei Hung langsung naik keatas tempat tidurnya dan berbaring,Rui memberikan obat supaya kaisar Zhang Fei Hung bisa beristirahat dengan cukup.
"Rui'er,kenapa kaisar ini merasa sangat mengantuk, sayang, jangan tinggalkan aku."
"Iya, yang mulia Kaisar sudah tidak patuh tadi jadi Rui melakukan ini untuk yang mulia Kaisar supaya bisa beristirahat,Rui tidak akan meninggalkan yang mulia Kaisar." Ucap Rui sambil tersenyum
Saat mendengar jawaban dari Rui, kaisar Zhang Fei Hung langsung menutup matanya dan tertidur,saat ini Yuan melakukan telepati dengan Rui.
"Nyonya, sepertinya mereka cukup berbahaya."
"Hem kembalilah Yuan,salah satu dari mereka bisa mendeteksi keberadaan kamu."
"Baiklah."
Sambungan telepati pun terputus, Rui menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung yang tertidur pulas.
Hem,,,
Rui pergi meninggalkan kediaman naga dan kembali kekediamannya, setibanya Rui disana pangeran Zhang Ziyi sedang tertidur pulas ditemani oleh macan putih dewa ilahi kecilnya.
Hem,imut sekali kalian berdua.fikir Rui
Tak lama yu pun memasuki kamar milik Rui.
"Nyonya, pangeran Zhang Ziyi tidak mau pulang, pangeran ingin tinggal disini bersama dengan ibu selir, pangeran bilang seperti itu."
"Hem, selir Fengying pasti tidak akan pernah setuju,minta xio mengantarkan pangeran Zhang Ziyi kembali kekediamannya."
"Baiklah nyonya,tuan jingguo dan Mey sudah kembali pulang,."
"Iya, terimakasih yu."
Yu pun pergi undur diri,Rui pergi keruang kerjanya,Rui sedang berfikir sangat keras, firasatnya mengatakan kalau akan ada bencana yang datang.
_____________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)