
Yuan langsung melahap kepala ular piton dewa tertinggi lalu memakannya dengan menelan bulat-bulat tubuh ular itu, sekilas terlihat seperti anak ayam yang sedang menelan seekor cacing dengan sekali telan.
Seketika suasana menjadi hening, tidak percaya dengan apa yang sedang mereka lihat sekarang dengan jelas, seketika tetua yang tadi meragukan Rui langsung berteriak.
"Itu burung Phoenix ilahi, apakah aku sedang bermimpi, astaga."
Ibu suri agung pun juga tertegun saat melihat burung Phoenix ilahi, sedangkan naga hijau legendaris milik kaisar Zhang Fei Hung langsung keluar dari dalam cincin ruang milik sang kaisar.
"Yuan."ucap naga hijau legendaris dengan berteriak kearah Yuan dengan merubah tubuhnya menjadi manusia berambut hijau,
Sedangkan Yuan juga langsung berubah menjadi manusia dengan rambut berwarna biru,
"Ais, untuk apa kamu memanggil namaku , naga busuk."ucap Yuan dengan tatapan mata sinis.
Sedangkan Rui masih berwajah gelap sekarang,
"Arai."ucap Rui sambil merentangkan kedua tangannya untuk menciptakan arai yang sangat besar yang bisa menutupi panggung arena duel
Sedangkan selir an, wajahnya sangat ketakutan,saat dia ingin sekali kabur dari atas arena,sudah terlambat,arai yang dibuat Rui sudah terbentuk dan tidak akan membiarkan siapapun menganggu mereka.
Bahkan naga hijau legendaris pun tidak dapat masuk kedalam arena duel, dengan gerakan cepat Rui kini sudah berada disamping selir an,Rui langsung menusuk jantung selir an dengan pedang hitam yang sudah dia keluarkan dari cincin ruangnya.
Jingguo sangat terkejut melihat sang putri tercintanya, sedangkan Mey hanya diam, karena dia sudah mengetahui tentang hal ini,seluruh penonton dan keluarga jendral perang yaitu ayah selir an langsung berteriak histeris saat melihat sang putri terbunuh dengan sangat tragis.
Setelah selesai Rui membuka kembali arai yang sudah dia buat.
"Siapapun kalian, yang berani menghina orang tuaku tercinta,akan aku pastikan kalian akan menerima nasib seperti selir an ingat itu baik-baik."ucap Rui dengan nada suara yang sangat lantang.
Rui langsung menghilang dari atas arena,Rui pergi kearah kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah marahnya.
"Aku harap yang mulia Kaisar Zhang Fei Hung menepati janjinya tadi."
Kaisar Zhang Fei Hung masih dengan senyuman manisnya.
"Tentu saja, apapun yang Rui'er minta akan kaisar ini penuhi."
Rui mendekat kearah telinga Zhang Fei Hung langsung seketika wajah kaisar Zhang Fei Hung berubah menjadi gelap.
"Mengerti, yang mulia kaisar,yang terhormat."ucap Rui sambil tersenyum sinis kearah Zhang Fei Hung dan langsung menghilang dari pandangan sang kaisar.
Rui sekarang sudah berada didepan orang tuanya.
__ADS_1
"Ibunda, maafkan Rui."ucap Rui dengan wajah sedih karena telah malangar janjinya dengan sang bunda.
"Kemarilah putriku."ucap Mey yang langsung merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Rui.
Mereka pun langsung berpelukan erat dan Rui,dia hanya bisa menangis didalam pelukan erat sang ibunda.
Kaisar Zhang Fei Hung masih berwajah gelap karena Rui meminta untuk sang kaisar menarik kembali pengawal bayangan miliknya dan jangan pernah menganggu keluarganya lagi.
Sedangkan Yuan dan naga hijau legendaris yang bernama Huang itu pun hanya saling pandang.
"Aku akan kembali ke nona mudaku,." Ucap Yuan dengan langkah secepat kilat mendekati Rui yang masih menangis didalam pelukan erat sang ibu.
Huang juga kembali kearah kaisar Zhang Fei Hung yang masih duduk terdiam sambil berwajah gelap.
"Tuan."
"Kembalilah Huang kedalam cincin ruang."
"Baiklah,tuan."
Rui'er,mengapa sangat sulit sekali untuk aku memilikimu.fikir kaisar Zhang Fei Hung
Sedangkan ditempat duduk penonton, ada Zhang Xin yang sudah melihat semuanya.
Sedangkan ditempat lain,ada pangeran Yan su yang juga menyaksikan,dia juga memiliki maksud yang sama dengan Zhang Xin.
Sedangkan ditempat lain keluarga jendral perang kekaisaran Zhang,ayah dari selir an sangat geram kepada Rui karena dia telah membunuh putri yang sang jendral kirim untuk bisa mendapatkan kekuasaan lebih karena telah menikah dengan kaisar Zhang Fei Hung.
Aku akan membalaskan kematian anakku, lihat saja nanti.fikir ayah dari selir an
Seleksi kompetisi duel pun berakhir dengan kemenangan Li untuk menjadi salah satu dari empat orang yang akan mewakili kekaisaran Zhang ini,para tetua pun mengusulkan Rui agar ikut serta, tapi kaisar Zhang Fei Hung menolak dengan alasan kalau Rui akan menjadi istrinya dimasa depan.
Kaisar Zhang Fei Hung juga menerima kedatangan dari keluarga selir an yang meminta keadilan,tapi Zhang Fei Hung tidak menerima permintaan itu karena dari awal yang menginginkan pertarungan itu adalah selir an sendiri.
Sedangkan ditempat lain, disebuah kediaman, selir Fengying sedang duduk didepan cermin,
"Selir an tidak berguna, menyingkirkan pelacur kecil itu saja dia tidak bisa,Hem sepertinya aku harus mencari kandidat baru untuk menjalankan rencana."ucap selir Fengying sambil tersenyum kecil
Sedangkan ditempat lain disebuah kediaman, permaisuri Mey Lan sedang memandang kearah langit.
"Yang mulia,lebih baik yang mulia masuk kedalam karena udara berubah dingin, tidak bagus untuk kesehatan yang mulia permaisuri."ucap pelayan setianya
__ADS_1
"Jadi,Rui memiliki Phoenix ilahi, sepertinya yang mulia Kaisar tidak pernah salah memilih,."
"Tapi bukankah hubungan antara yang mulia permaisuri dan nona Rui menjadi renggang karena yang mulia permaisuri membantu yang mulia Kaisar waktu itu, dengan berpura-pura keluar untuk mengambil hadiah."
"Hem,ya Rui mengetahui hal itu dan dia mengatakan tidak akan pernah menginjakkan kakinya dikediaman permaisuri lagi."ucap Mey Lan dengan nada suara lirih
Pelayan pribadinya pun hanya bisa menguatkan sang permaisuri.
Sedangkan di tempat lain,Rui sedang duduk didalam kereta kuda bersama orang tuanya dan yu.
"Rui'er?."
"Ya, ayahanda."
"Nanti saat sampai dirumah, ayahanda meminta penjelasan tentang semuanya dari kamu."
"Iya, baiklah ayahanda."
Setelah keluarga jingguo sampai dikediamannya,semua orang berkumpul diruangan tengah,Rui duduk didepan orang tuanya Sedangkan Li dan yu mereka berada dibelakang Rui dengan posisi duduk.
"Mulai jelaskan , alasan kamu bisa memiliki Phoenix ilahi?."
"Dari Rui berumur lima tahun ayah."
"Kenapa kamu tidak mengatakan hal ini?."
"Aku,Hem Rui hanya tidak ingin ayahanda dan ibunda khawatir."
"Sekarang seluruh rakyat kekaisaran Zhang tahu tentang kekuatan yang kamu miliki, sekarang apa yang akan kamu lakukan?."
Rui tidak tahu dan dia hanya menggelengkan kepalanya.
"Mulai hari ini pasti akan banyak orang jahat yang akan mengincar kamu sayang,jadi tetap selalu waspada dan ayahanda yakin kamu memiliki keputusan yang tepat untuk hidup yang kamu jalani,."
"Baiklah ayahanda,boleh Rui kembali kekamar ,Rui mau istirahat."
Jingguo dan Mey hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
________________________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)