SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
hanya seorang selir


__ADS_3

Setelah semuanya siap, kaisar Zhang Fei Hung dengan Rui pun berjalan beriringan menuju kereta kuda yang sudah siap didepan kediamannya.


Rui dan kaisar Zhang Fei Hung pun langsung menaiki kereta kuda itu.


Sesampainya mereka ditempat duduk seperti kemarin , Rui langsung menyiapkan secangkir teh hangat untuk kaisar Zhang Fei Hung.


Pertandingan final pun berlangsung, putra mahkota Tang Shuwan langsung menyerang putra mahkota Ming Chen , putra mahkota Ming Chen terlihat sangat tenang.


Masing-masing dari mereka belum mengeluarkan hewan kontrak,saat serangan demi serangan berhenti, terlihat Rui menepuk tangannya,sebagai apresiasi untuk kedua putra mahkota itu dalam bertanding,membuat Rui tidak merasa bosan.


Rui sedang memakan buah anggur segar bersama dengan kaisar Zhang Fei Hung.


"Rui'er, menurut Rui'er,siapa yang akan menjadi pemenangnya?."


"Hem,siapa ya, Rui tidak tahu yang mulia Kaisar."ucap Rui dengan wajah polosnya


Rui dan kaisar Zhang Fei Hung pun kembali menyaksikan saja pertandingan final ini.


Putra mahkota Shuwan mulai mengeluarkan singa putih dewa ilahi miliknya tapi putra mahkota Ming Chen masih terlihat tenang , saat dirinya makin terpojok barulah putra mahkota Ming Chen mengeluarkan ular merah berkepala naga .


Semua orang sangat terkagum-kagum melihat hewan kontrak miliknya itu.


"Jizi,serang dia."ucap putra mahkota Ming Chen


"Baik tuan."ucap ular merah berkepala naga itu yang sudah berubah menjadi seorang pria berpakaian serba merah dengan rambut hitam bergaris merah.


Setelah jizi menyerang singa putih dewa ilahi milik putra mahkota Shuwan, mereka bertarung dengan sengitnya,Rui bahkan dibuat terkagum-kagum dengan perkelahian mereka.


"Hem, sepertinya Rui'er sangat menikmati pertarungan final ini?."


"Iya,mereka berdua sangat berbakat,dan setiap serangannya sangat tepat, membuat Rui bersemangat untuk menonton."


"Hem,apa perlu kaisar ini juga ikut serta supaya Rui'er mengangumi kaisar ini?." Ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya


"Hem, sepertinya tidak perlu, yang mulia Kaisar,jadilah kaisar yang disegani oleh seluruh rakyat kekaisaran Zhang saja ,itu sudah lebih dari cukup untuk Rui merasa kagum."ucap Rui dengan senyuman manisnya


Kaisar Zhang Fei Hung pun sangat senang dengan jawaban dari Rui,


Sedangkan didalam arena tanding putra mahkota Shuwan harus puas berada di peringkat kedua, pemenangnya adalah putra mahkota Ming Chen.


Seluruh orang yang hadir pun berteriak, entah mereka menang atau sedang kalah taruhan,atau memang mereka mengidolakan salah satu putra mahkota yang bertanding.

__ADS_1


Rui tidak bergeming,saat pemberian hadiah putra mahkota Ming Chen dengan sebuah satu permintaan dari kekaisaran Zhang selaku tuan rumah.


Putra mahkota Ming Chen terlihat sedang menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung dan Rui .


"Aku, putra mahkota Ming Chen ingin meminta satu permintaan dari hadiah yang aku dapat sebagai pemenang dari duel ini." Ucap putra mahkota Ming Chen dengan nada tinggi


"Katakan saja,putra mahkota Ming Chen." Ucap kaisar Zhang Fei Hung


"Aku ingin melawan yang mulia selir Jierui didalam pertarungan hidup atau mati." Ucap Ming Chen dengan nada suara sinisnya


Ucapannya tadi membuat seluruh orang yang berada didalam sana pun langsung tertegun sejenak.


Ucapan itu pun juga membuat kaisar Zhang Fei Hung langsung berwajah gelap.


"Aku yang akan menggantikan istriku bertanding,,,."


"Aku terima."ucap Rui yang sudah memotong ucapan dari mulut sang suami,dengan wajah datarnya.


Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung menatap kearah Rui.


"Rui'er."


Putra mahkota Ming Chen pun terlihat sangat senang,karena Rui menerima tantangan darinya itu.


Sedangkan kaisar Zhang Fei Hung memegang tangan Rui dengan rasa khawatir.


Rui pun langsung pergi ketengah arena tanding.


"Salam putra mahkota Ming Chen,apa pangeran tidak kelelahan?, sebagai petarung sejati aku memiliki ramuan penambah tenaga."ucap Rui dengan nada suara lembut


"Aku tidak membutuhkannya, tidak perlu berpura-pura baik didepan aku,selir Jierui."


Ucap putra mahkota Ming Chen dengan nada suara dingin


Rui sangat penasaran dengan tujuan dari putra mahkota Ming Chen ini ,kenapa dia meminta pertarungan dengannya.


Putra mahkota Ming Chen langsung menyerang Rui , sedangkan Rui hanya menghindari setiap serangan putra mahkota Ming Chen,


Karena bosan,Rui langsung memukul mundur putra mahkota Ming Chen sampai kepinggir arena tanding.


"Putra mahkota Ming Chen,apa kamu memiliki dendam kepada ku?."ucap Rui dengan nada suara lembut

__ADS_1


"Ya,kamu sudah menolak untuk datang kekaisaran Ming untuk menyembuhkan ibuku, sampai ibuku meninggal dunia." Ucap putra mahkota Ming Chen dengan wajah marah dan mengeluarkan jizi untuk menyerang.


"Maaf putra mahkota Ming Chen,Rui tidak pernah mendapatkan informasi apapun tentang permaisuri kekaisaran Ming." Ucap Rui sambil menghindari setiap serangan dari putra mahkota Ming Chen dan jizi


"Pembohong kamu,aku sudah mengirim pesan untuk meminta bantuan kepada tabib terkenal Jierui untuk mengobati ibuku, tapi kamu berjanji akan datang,tapi,,sampai ibuku meninggal dunia pun,kamu tidak datang."ucap putra mahkota Ming Chen dengan nada suara marah dan tinggi


Rui langsung mengeluarkan selembar kertas yang tertulis,tulisan tangannya sendiri kearah putra mahkota Ming Chen,


"Itu adalah tulisan tangan Rui,dan disetiap sudut surat selalu ada lukisan bunga Krisan, apa sama dengan isi dari surat yang putra mahkota Ming Chen terima?."ucap Rui dengan tujuan untuk menjelaskan kesalahpahaman ini.


Tapi putra mahkota Ming Chen terlihat tidak menerima semua alasan yang diberikan oleh Rui,putra mahkota Ming Chen masih menyerang Rui dengan cepat.


Sedangkan ditempat lain,dikursi yang diduduki oleh ayahnya Ming Chen,dia sudah sangat geram dengan putranya itu, sudah dikatakan untuk tidak melakukan hal bodoh seperti ini.


Sedangkan ditempat kaisar Zhang Fei Hung, aura hitam sudah keluar dari tubuhnya,


"Rui'er sudah menjelaskan tentang tuduhan dari putra mahkota Ming Chen,tapi pemuda itu masih tetap keras kepala."ucap Zhang Fei Hung melalui telepati kepada Huang


"Tenang saja tuan, nyonya sudah mulai bosan dan pasti sebentar lagi Yuan akan muncul."ucap Huang yang mencoba untuk menjelaskan situasi saat ini


"Hem, baiklah."


Sedangkan diarena tanding,Rui memanggil Yuan keluar, membuat semua orang yang berada disana sangat terkejut termasuk ayah dari putra mahkota Qing Wei.


"Hah, Yuan, tidak ku sangka dia sudah bebas."ucap naga putih legendaris ilahi milik kaisar dari kekaisaran Qing melalui telepati


"Kamu mengenalnya?."ucap kaisar itu dengan tatapan menyelidik


"Tentu saja tuan,tapi aku hanya tidak menyangka kalau seorang wanita yang menjadi seorang selir,bisa memiliki kontrak dengan Yuan,Ais,."


Kaisar dari kekaisaran Qing itu pun hanya menatapnya diam.


Sedangkan putra mahkota Ming Chen tertegun melihat kearah sang Phoenix ilahi itu.


"Phoenix ilahi,dia hanya seorang selir rendahan tapi makhluk kontrak miliknya."


__________________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2